Inilah Manfaat dari Yogurt untuk Bayi

Manfaat yogurt untuk bayi

Yoghurt merupakan produk olahan susu hasil fermentasi. Selain mengandung nutrisi yang sama dengan susu, yoghurt juga mengandung probiotik. Probiotik bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan saluran cerna. Yoghurt untuk bayi aman diberikan ketika bayi berusia 9 hingga 10 bulan. Saat ingin memberikan produk olahan susu ini, yoghurt yang aman untuk bayi adalah yoghurt tawar (plain) tanpa tambahan pemanis, kaya akan lemak, mengandung prebiotik, dan telah diproses dengan cara pasteurisasi.

Ada beberapa syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh orang tua ketika memberikan yoghurt untuk buah hatinya. Nah, berikut ini syarat agar yoghurt untuk bayi aman dikonsumsi.

  1. Pilihlah plain yoghurt

Jenis yoghurt harus tanpa rasa dan tambahan gula, alias plain yoghurt. Pada dasarnya, yoghurt telah mengandung gula alami dalam bentuk laktosa. Penambahan gula dalam yoghurt bisa saja memicu terjadinya kerusakan gigi dan obesitas pada bayi. Oleh sebab itu, Anda harus memeriksa ada atau tidaknya kandungan gula tambahan pada komposisi nilai gizi. Informasi ini umumnya tertera pada kemasan.

  1. Gunakan pemanis alami

Sebagai tambahan pemanis pada yoghurt untuk bayi, Anda dapat menambahkan buah yang telah dihaluskan. Namun, jika bayi sudah terbiasa melahap makanan padat, tambahkanlah potongan buah atau sayuran yang lunak dalam sajian yoghurt.

  1. Awasi penggunaan madu

Madu sebagai pemanis yoghurt untuk bayi tidak boleh diberikan. Hindari memberi madu sebagai pemanis bila bayi berusia di bawah 1 tahun. Pasalnya, madu mengandung bakteri yang bisa menyebabkan botulisme.

  1. Jangan memberikan yoghurt tanpa lemak

Berikan yoghurt untuk bayi kaya lemak untuk membantu pertumbuhan. Pada bayi berusia di bawah 2 tahun, hindari memberikan yoghurt tanpa lemak. Pasalnya, bayi membutuhkan kalori dan lemak dalam susu untuk pertumbuhannya.

  1. Pastikan yoghurt memenuhi syarat berikut

Pastikan bahwa yoghurt yang aman untuk bayi telah melalui proses pasteurisasi, terbuat dari susu murni, dan mengandung probiotik. Sebelum memberikan yoghurt, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Langkah ini akan membantu Anda untuk mengetahui apakah Si Kecil memiliki alergi susu atau alergi makanan tertentu. Dengan ini, pemberian yoghurt untuk bayi bisa dilakukan dengan aman dan manfaatnya bisa didapat secara optimal.

Manfaat yogurt untuk bayi

Yoghurt mengandung beragam nutrisi penting yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Protein, vitamin, kalsium, lemak, dan probiotik yang ada di dalamnya berguna pula dalam menunjang kesehatan bayi. Berikut ini manfaat dari pemberian yogurt untuk bayi.

  1. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Probiotik (bakteri baik) dalam yoghurt dapat memperlancar fungsi sistem pencernaan bayi dengan meningkatkan kesehatannya. Contoh bakteri baik ini adalah Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium lactis. Lactobacillus acidophilus bisa membantu dalam mengurangi gejala intoleransi laktosa. Sementara Bifidobacterium lactis dapat mencegah sembelit dan menurunkan frekuensi serangan irritable bowel syndrome (IBS). Tak hanya itu, yoghurt yang mengandung bakteri Streptococcus thermophilus juga mampu mengurangi rasa kembung dan kram perut yang mungkin dirasakan oleh bayi.

  1. Meredakan diare

Suatu penelitian dalam Nutrition Research Journal menunjukkan bahwa yoghurt dapat mengurangi gejala dan durasi diare pada bayi. Manfaat yoghurt untuk bayi ini muncul karena yoghurt dapat memelihara bakteri baik di saluran pencernaan sehingga mampu mengurangi infeksi bakteri dan frekuensi diare.

  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Probiotik dan asam laktat dalam yoghurt dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi secara keseluruhan. Kandungan vitamin A dan D di dalamnya juga mampu menjaga sistem imun bayi. 

  1. Mengoptimalkan kesehatan tulang

Yoghurt kaya akan nutrisi yang baik untuk tulang, seperti kalsium, protein, fosfor, magnesium, dan vitamin D. Protein pengikat zat besi dan laktoferin dalam yoghurt juga mampu meningkatkan aktivitas sel osteoblas yang membangun tulang dan mengurangi aktivitas sel osteoklas yang berfungsi melerai tulang.

  1. Membantu dalam mengatasi insomnia

Sebagian bayi sulit tidur di malam hari. jadi, untuk mengatasi kondisi ini, vitamin B kompleks dan tripofin dalam yoghurt mungkin dapat membantu. Vitamin B kompleks dan tripofin akan merangsang produksi serotonin, yaitu neurotransmiter yang mengendalikan pola tidur. Selain itu, kandungan magnesium dalam fermentasi susu ini pun memiliki efek menenangkan sehingga bisa memicu bayi untuk tidur.Itulah alasan kenapa yoghurt untuk bayi baik dan aman. Meski begitu, pemberian yoghurt ini harus disesuaikan dengan usia bayi. Sebelumnya pun harus didiskusikan dengan dokter agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *