Waspadai Gejala SARS yang Berbahaya dan Menular Ini

SARS atau severe acute respiratory syndrome merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan mematikan yang menginfeksi saluran pernapasan bawah disebabkan oleh coronavirus

Menurut data dari World Health Organization (WHO), SARS muncul pertama kali pada tahun 2003 di China dan menyebar ke beberapa negara lain. SARS menyebabkan kematian orang hingga 774 di seluruh dunia. Sejak 2004, diketahui tidak ada kasus baru yang dilaporkan. 

SARS merupakan penyakit menular dan bisa mematikan di mana penularannya terjadi melalui udara dan juga tetesan air liur. SARS juga bisa menyebar melalui permukaan yang sudah disentuh oleh seseorang yang terinfeksi virus.

Gejala SARS yang harus diwaspadai

Masa inkubasi untuk wabah SARS sendiri yakni 2-7 hari atau paling lama hingga 10 hari. Gejala yang dirasakan umumnya sama seperti gejala pada penyakit influenza. Berikut gejala umum yang muncul dan harus diwaspadai. 

Tahap awal

  • Demam tinggi hingga mencapai 38 derajat celcius, dalam beberapa kasus bahkan disertai dengan tubuh menggigil dan kaku
  • Sakit kepala dan nyeri otot
  • Mengalami gangguan pernapasan ringan
  • Beberapa penderita mengalami demam disertai dengan diare

Gejala pada hari ke 3-7

  • Mengalami batuk kering dan sesak napas
  • Kadar oksigen di dalam darah rendah
  • 10-20% kasus yang ditemukan, penderita mengalami kesulitan bernapas dan membutuhkan intubasi serta ventilasi
  • Jumlah sel darah putih menurun dan trombosit rendah

Selama masa inkubasi, yakni di hari ke-3 hingga ke-10, saluran pernapasan biasanya akan semakin berat. Jika mengalami hal tersebut, biasanya petugas kesehatan akan segera mengkarantina pasien selama 10 hari, termasuk keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien. 

Bagaimana penyebaran SARS?

Penyebaran SARS bisa melalui udara dan percikan air liur kita saat batuk atau bersin yang mengenai orang lain. 

Melakukan kontak erat pada penderita yang terinfeksi SARS juga bisa menyebabkan kamu tertular. Berikut beberapa kontak erat yang menyebabkan penyakit SARS menular.

  • Merawat penderita SARS
  • Bersentuhan dengan cairan tubuh penderita SARS
  • Berciuman dan berpelukan
  • Menyentuh atau berbagi peralatan makan dengan penderita SARS
  • Terkontaminasi oleh percikan air liur penderita SARS dan kemudian menyentuh mata, hidung, dan juga mulut

Infeksi virus ini juga bisa terjadi melalui benda-benda yang sudah terpapar virus, misalnya di bagian permukaan handphone, pegangan pintu, hingga tombol lift.

Apakah sudah tersedia vaksin untuk SARS?

Hingga kini, peneliti masih terus berusaha untuk membuat vaksin untuk SARS, namun belum dilakukan uji coba pada manusia.

Biasanya, seseorang yang sudah terpapar SARS dan menunjukkan gejala yang parah akan dirawat di rumah sakit dan diberikan mesin ventilator untuk membantu pernapasan. 

Untuk gejala ringan, dokter biasanya akan meresepkan berupa obat antibiotik dan antivirus. 

Penderita SARS juga akan menjalani karantina yang ketat hingga virusnya sudah benar-benar hilang. 

Mengingat pengobatan untuk SARS belum benar-benar ditemukan, kamu bisa melakukan beberapa hal ini untuk mencegah SARS.

  • Melakukan cuci tangan dengan sabun sesering mungkin, apalagi setelah menyentuh beberapa benda
  • Selalu kenakan masker ketika bepergian atau saat berada di ruangan yang sama dengan penderita
  • Semprotkan cairan desinfektan di setiap permukaan yang akan kamu sentuh, termasuk barang-barang pribadi dan juga tempat tidur
  • Lakukan pencegahan ini secara rutin dan terapkan gaya hidup bersih

Itu dia beberapa gejala penyakit SARS yang wajib kamu waspadai. Terapkan gaya hidup setiap saat dan selalu gunakan masker, ya.