Kenali Berbagai Jenis Pompa ASI untuk Ibu Menyusui

Pompa ASI digunakan untuk mengeluarkan dan mengumpulkan susu dari payudara Anda. Setelah terkumpul, ASI dapat langsung diberikan kepada bayi atau disimpan dalam kantong dan wadah penyimpanan ASI untuk digunakan di lain waktu.

Anda dapat menggunakan teknik manual untuk mengeluarkan ASI; namun, tergantung pada seberapa sering Anda perlu memompanya. Supaya lebih mudah dan hemat waktu, Anda mungkin membutuhkan pompa ASI.

Anda dapat menggunakan pompa ASI jika:

– Para ibu yang memiliki masalah dengan puting datar atau puting terbalik.

– Para ibu yang sering bepergian keluar untuk waktu yang lama atau singkat namun sering.

– Bayi Anda prematur atau di rumah sakit dan tidak bisa menyusui.

– Anda kembali bekerja.

– Memerlukan bantuan sesekali untuk meredakan rasa sakit dan tekanan pembengkakan.

– Anda telah berhenti menyusui dan ingin mulai relaktasi.

– Anda ingin membuat persediaan susu untuk bayi angkat/donor ASI.

– Anda ingin meningkatkan suplai ASI.

– Anda perlu menyapih anak untuk sementara waktu.

Apapun alasannya, sebagian besar ibu menyusui merasa perlu untuk memiliki pompa. Akan tetapi, jenis pompa ASI yang sesuai dengan kebutuhan? Berikut beberapa jenis pompa ASI yang mungkin bisa Anda pilih.

1. Pompa ASI manual

Pompa ASI manual dioperasikan dengan tangan. Anda mungkin perlu menekan tombol pemicu atau menggeser silinder ke depan dan ke belakang untuk membuat isapan yang akan mengeluarkan ASI dari payudara. Pompa ASI manual cenderung kecil, murah dan mudah disimpan untuk bepergian. Alat ini bekerja dengan baik untuk penggunaan jangka pendek atau pemompaan sesekali. Namun, jika Anda akan sering memompa atau mengeluarkan ASI dalam jumlah besar saat memompa, menggunakan pompa manual mungkin akan memakan waktu dan melelahkan.

2. Pompa ASI dengan baterai

Pompa ASI yang dioperasikan dengan baterai dapat menjadi pilihan yang baik jika Anda hanya perlu memompa sekali sehari atau kurang dan tidak ingin menggunakan pompa manual. Pompa ASI dengan baterai biasanya tidak cukup kuat untuk merangsang produksi susu atau mempertahankan suplai ASI. Pompa ASI yang dioperasikan dengan baterai biasanya berukuran kecil, portabel, dan cukup mudah digunakan. Namun, alat ini membutuhkan baterai yang membuatnya menjadi lebih mahal karena harus diganti seiring waktu. Anda juga harus memiliki atau menyimpan baterai ekstra jika dibutuhkan sewaktu-waktu.

3. Pompa ASI listrik

Jika Anda perlu memompa sangat sering, pompa ASI listrik akan memberi Anda hasil terbaik. Pompa elektrik lebih kuat dan bertenaga sehingga dapat digunakan untuk membantu membentuk, memelihara, dan meningkatkan suplai ASI Anda. Pompa ini adalah yang paling efisien yang dapat menghemat banyak waktu, tetapi juga lebih mahal, lebih besar, dan membutuhkan sumber listrik.

4. Pompa dengan model silikon  

Pompa ASI model silikon, memiliki bentuk seperti pompa klakson sepeda karena bentuknya. Ini adalah salah satu model penampung ASI yang juga dapat berfungsi sebagai pompa ASI manual. Alat ini sangat mudah dibawa bepergian, mudah disimpan, tidak repot, tidak menggunakan listrik dan tidak memakan tempat. Desainnya yang kecil dan sederhana membuat proses menyusui menjadi lebih mudah dan praktis.

Pompa ASI silikon ini tidak akan menimbulkan iritasi, sangat aman di kulit terutama pada area sensitif seperti halnya payudara. Desain mulut silikon yang ergonomis, sesuai untuk berbagai bentuk payudara. Sedangkan Desain bagian bawah silikon yang bisa menempel di bidang datar, tidak mudah tumpah dan dilengkapi dengan penutup. Silikon dapat dipanaskan/direbus, dimasukkan ke dalam mesin sterilisasi maupun microwave dan juga disimpan di lemari es, sehingga sangat mudah dibersihkan.