3 Macam Penyakit Kulit Beserta Obatnya

Gejala dan penyebab penyakit kulit itu bervariasi. Ada yang terasa gatal atau nyeri, bahkan ada juga membuat kulit tidak enak dipandang. Maka dari itu, kamu perlu tahu obat untuk penyakit kulit yang harus digunakan agar gejala dan penyebab itu bisa berkurang.

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh. Fungsinya untuk melindungi tubuh dari bakteri, virus, dan sinar matahari, membantu mengatur suhu tubuh, merasakan sensasi sentuhan dan nyeri, serta menghasilkan vitamin D.

Sebagai bagian terluar tubuh yang menerima berbagai paparan dari lingkungan, kulit dapat dengan mudah mengalami gangguan atau penyakit. Penyakit kulit dapat muncul secara tak terduga, dan banyak orang menganggap penyebabnya selalu berkaitan dengan kebersihan tubuh yang buruk. Padahal, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan munculnya penyakit kulit.

Macam-Macam Penyakit Kulit

Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit kulit berdasarkan penyebabnya:

1. Penyakit kulit karena peradangan

Peradangan pada kulit disebut dermatitis. Kondisi ini terjadi ketika kulit bersentuhan dengan bahan yang bersifat iritatif atau dengan alergen (zat atau benda yang menyebabkan reaksi alergi).

Gejala dermatitis umumnya berupa gatal, kemerahan, dan bengkak. Berdasarkan penyebabnya, ada beberapa jenis dermatitis, yaitu:

  • Dermatitis kontak iritan

Dermatitis kontak iritan termasuk penyakit kulit yang paling sering terjadi. Penyakit kulit ini ditandai dengan munculnya ruam, kulit kering, iritasi, atau bahkan luka lepuh pada area kulit yang bersentuhan dengan zat iritan. Beberapa contoh zat iritan adalah bahan kimia, pemutih baju, deterjen, alkohol, dan sabun mandi.

  • Dermatitis kontak alergi

Gejala dermatitis kontak alergi, seperti kemerahan dan bengkak, muncul ketika kulit bersentuhan dengan alergen. Alergen dapat berupa bahan kimia, kosmetik, cat kuku, sarung tangan lateks, protein, atau perhiasan.

Pada orang normal, bersentuhan dengan alergen tersebut tidak akan menimbulkan reaksi alergi. Namun pada penderita alergi, bersentuhan dengan alergen akan menimbulkan gejala dermatitis. Terkadang kondisi ini disebut sebagai eksim basah.

  • Dermatitis atopik (eksim)

Eksim ditandai dengan kulit merah, gatal, kering, atau bersisik. Banyak orang menyebut kondisi ini dengan istilah eksim kering. Keluhan ini sering muncul pada kulit di bagian leher, lipatan siku, atau bagian belakang lutut. Jika digaruk, kulit bersisik bisa mengelupas mengeluarkan cairan.

Penyakit kulit jangka panjang (kronis) yang biasanya dimulai saat bayi ini, sering kambuh secara tiba-tiba dan kemudian mereda.

  • Dermatitis seboroik

Penyakit kulit ini biasanya mengenai area tubuh yang berminyak, seperti wajah, punggung, dan dada. Gejalanya berupa kulit kemerahan dan bersisik. Jika mengenai kulit kepala, dermatitis seboroik menyebabkan ketombe yang membandel. Pada bayi, penyakit kulit ini dikenal sebagai cradle cap.

2. Penyakit kulit karena kelainan autoimun

Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat. Beberapa penyakit kulit yang disebabkan oleh gangguan autoimun adalah:

  • Psoriasis

Psoriasis merupakan kondisi di mana sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat, sehingga menumpuk dan membentuk bercak kemerahan disertai sisik berwarna perak.

  • Vitiligo

Vitiligo terjadi ketika sel kulit yang memproduksi melanin (pigmen berwarna gelap) tidak berfungsi. Akibatnya, kulit kehilangan warnanya dan muncul bercak-bercak putih. Vitiligo bisa diderita oleh semua jenis kulit, namun akan terlihat lebih jelas pada orang yang berkulit gelap.

  • Skleroderma

Pada skleroderma, kulit menjadi keras dan menebal. Skleroderma bisa hanya menyerang kulit, tapi bisa juga menyerang pembuluh darah dan organ dalam.

  • Pemfigus

Terdapat dua macam pemfigus, yaitu pemfigus vulgaris dan pemfigus foliaceus. Pemfigus vulgaris ditandai dengan lepuhan yang mudah pecah namun tidak gatal. Sedangkan pemfigus foliaceus ditandai dengan kulit bersisik atau berkerak, dan lepuhan kecil yang terasa gatal jika pecah.

  • Discoid lupus erythematosus

Ini merupakan penyakit lupus yang menyerang kulit. Gejala discoid lupus erythematosus meliputi ruam parah yang cenderung memburuk saat terkena sinar matahari. Ruam dapat muncul di bagian tubuh mana pun, tetapi lebih sering muncul di kulit kepala, wajah, leher, tangan, dan kaki.

3. Penyakit kulit karena infeksi

Penyakit kulit akibat infeksi ini umumnya menular. dan bisa disebabkan oleh:

  • Infeksi bakteri

Beberapa penyakit kulit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri di antaranya adalah bisul, impetigo, kusta, folikulitis (infeksi pada kelenjar rambut), dan selulitis.

  • Infeksi virus

Cacar, herpes zoster atau cacar ular, kutil, molluscum contagiosum, dan campak merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh virus.

  • Infeksi jamur

Jamur biasanya menyerang bagian kulit yang sering lembap. Macam-macam penyakit kulit karena infeksi jamur adalah kurap, tinea cruris (infeksi jamur di selangkangan), panu, dan kutu air (infeksi jamur pada kaki).

  • Infeksi parasit

Parasit, seperti kutu dan tungau, merupakan jenis parasit yang sering menimbulkan penyakit kulit, yaitu kudis. Selain kedua jenis parasit tersebut, infeksi cacing juga bisa menimbulkan penyakit kulit.

Di samping berbagai penyakit kulit yang telah disebutkan di atas, ada juga penyakit kulit yang mematikan, yaitu kanker kulit. Kanker kulit disebabkan oleh pertumbuhan sel ganas di kulit. Ada beberapa jenis kanker kulit, yaitu melanoma, aktinik keratosis, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa.

Obat untuk penyakit kulit

Berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan yang sering digunakan untuk mengobati penyakit kulit:

1. Kortikosteroid

Obat ini digunakan untuk mengurangi respon daya tahan tubuh yang terlalu aktif. Kortikosteroid salep atau tablet minum biasanya digunakan untuk mengobati penyakit kulit akibat peradangan, seperti dermatitis atau gangguan autoimun.

2. Antihistamin

Antihistamin merupakan obat yang digunakan untuk meredakan reaksi alergi dan gatal-gatal pada kulit. Obat ini dapat dibeli sendiri di apotek atau melalui resep dokter.

3. Antibiotik

Antibiotik salep diberikan untuk mengatasi penyakit kulit akibat infeksi bakteri. Pada infeksi yang luas, dokter akan memberikan antibiotik dalam bentuk tablet atau kapsul yang diminum. Konsumsi antibiotik harus berdasarkan resep dokter dan harus dihabiskan.

4. Obat antivirus

Pemberian obat antivirus bertujuan untuk mengurangi gejala dan membasmi virus penyebab penyakit kulit.

5. Obat antijamur

Obat antijamur untuk mengatasi penyakit kulit akibat infeksi jamur kebanyakan berbentuk obat oles. Namun, terkadang dokter juga akan meresepkan obat antijamur untuk diminum.

6. Operasi

Operasi dapat dilakukan untuk mengatasi kanker kulit atau penyakit kulit lain, misalnya kutil.

Selain pengobatan, pencegahan juga perlu dilakukan, agar penyakit kulit tidak kambuh dan tidak menular kepada orang lain. 

Demikian penjelasan mengenai macam-macam penyakit kulit dan obat untuk penyakit kulit. Semoga menambah wawasanmu.

Waspada! Jangan Sembarang Pilih Obat Infeksi Jamur

Salah satu penyakit kulit yang banyak menimbulkan kekhawatiran adalah infeksi jamur. Memang, hampir semua penyakit yang disebabkan infeksi jamur tidak terlalu membahayakan dari sisi medis, tetapi keberadaannya bisa mengganggu kenyamanan—dan terkadang keindahan. Sebenarnya banyak terdapat obat infeksi jamur untuk mengatasi masalah ini, tetapi tahukah Anda kalau penggunaannya tak bisa sembarangan?

Di pasaran, obat infeksi jamur dijual secara bebas. Beberapa jenis obat generik dapat meredakan satu atau bahkan beberapa masalah infeksi jamur sekaligus. Karena dijual bebas, sebenarnya sah-sah saja seseorang memilih obat mana yang menurutnya paling sesuai. Namun, penggunaan obat infeksi jamur yang kurang tepat justru dapat membuat keluhan yang dialami bertambah parah. Malah, bukan tidak mungkin justru menimbulkan masalah kesehatan baru.

Salah satu kondisi yang mungkin sekali terjadi akibat kesalahan penggunaan obat infeksi jamur adalah reaksi id atau autoeksematisasi. Reaksi id merupakan reaksi akut pada kulit yang dicetuskan oleh adanya peradangan atau infeksi pada kulit. Gejalanya bermacam-macam, mulai dari timbulnya vesikel (gelembung berisi air) pada kulit hingga gatal-gatal.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami infeksi jamur atau keluhan kulit, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan tindak lanjut yang tepat. Pasalnya, pengobatan yang tidak tepat justru dapat memperparah penyakit Anda.

  • Sekilas tentang infeksi jamur

Infeksi jamur bisa disebabkan oleh jamur golongan dermatofita, candida, dan jamur golongan lainnya. Infeksi jamur biasanya memberikan gejala gatal dan dapat terjadi di hampir seluruh area kulit, mulai dari kuku hingga darah intim. Infeksi jamur mudah sekali menular ke orang lain, meski jarang yang menyebabkan komplikasi serius.

Sebenarnya, bahaya atau tidaknya infeksi jamur sangat bergantung dari lokasi infeksi jamur itu terjadi. Jika area penyakit kulit yang terjadi tidak luas, maka pengobatannya cukup dengan menggunakan obat topikal (obat oles). Namun jika areanya luas, maka perlu dipertimbangkan untuk menambahkan obat yang diminum.

Penanganan infeksi jamur biasanya memperhatikan area tubuh yang terserang. Infeksi jamur yang terjadi di kuku tentu penanganannya berbeda dengan infeksi jamur yang terjadi di kulit tubuh ataupun di kulit kepala.

Adapun obat infeksi jamur, baik itu dalam sediaan krim atau lainnya, umumnya memiliki kandungan Clotrimazole di dalamnya. Obat ini masuk ke dalam golongan azole. Fungsi utama atau mekanisme kerja dari clotrimazole adalah dengan cara menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi.

Ingat, kendati clotrimazole merupakan obat bebas, tetapi penggunaannya harus sesuai dengan kebutuhan. Maksudnya, kelebihan atau kekurangan dosis mungkin akan memberikan efek tertentu. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan clotrimazole, seperti:

  • Ikuti semua petunjuk penggunaan yang telah diinstruksikan oleh dokter atau yang tertera pada kemasan obat.
  • Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.
  • Tanyakan kepada dokter apakah obat ini aman untuk digunakan oleh anak-anak dan balita.

Sementara itu, pada umumnya sediaan dosis clotrimazole yang beredar di pasaran adalah:

  • Krim, topikal: 1% (15g, 30g, 45g, 90g)
  • Krim, vaginal: 1% (45g, 90g), 2% (25g)
  • Cair, topikal: 1% (10 ml, 30 ml)
  • Tablet, vaginal: 100mg, 200mg, 500mg
  • Tablet hisap: 10mg

Sebelum menggunakan obat infeksi jamur ini, seseorang mungkin membutuhkan saran atau anjuran dari dokter terlebih dahulu. Oleh karenanya, direkomendasikan bagi seseorang berkonsultasi dengan dokter terkait agar penggunaan obat ini aman dan efektif mengatasi masalah yang diderita.

3 Jenis Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Anak

Anak-anak paling rentan terkena penyakit, salah satunya penyakit kulit. Bahkan ada beberapa jenis penyakit kulit yang paling sering menyerang anak-anak. Tidak perlu panik, Anda perlu mengetahui bahwa jenis penyakit pada anak berikut terbilang biasa terjadi dan dapat sembuh dengan sendirinya.

  1. Ruam popok akibat iritasi kulit

Ruang popok memang sering terjadi pada bayi yang menggunakan popok. Penyebab dari ruam popok ini adalah iritasi terhadap urine atau tinja dalam waktu yang lama. ruam popok terlihat sebagai bercak-bercak merah terang di area kulit sekitar popok. Iritasi yang berkelanjutan dapat memperparah penyakit kuliti in, karena dapat memicu terjadinya infeksi pada kulit di area tersebut.

Penanganan utama untuk mengatasi ruam popok adalah dengan cara sering mengganti popok dan menggunakan krim pelembap yang dapat melindungi kontak kulit bayi langsung dari iritan. Krim yang dapat melindungi kulit dari iritan adalah mengandung zinc oxide. Krim steroin yang formulanya ringan juga dapat diaplikasikan pada kulit bayi untuk mengurangi risiko ruam popok terjadi.

  • Biang keringat

Biang keringat juga merupakan salah satu jenis penyakit kulit pada anak.  Penyebabnya dikarenakan tersumbatnya kelenjar keringat akibat cuaca panas dan lembap. Biang keringat berbentuk seperti benjolan kecil menyerupai jerawat, biasanya biang keringat sering terjadi pada area kepala dan leher. Biang keringat dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Namun, untuk meredakan gejalanya, sebaiknya jaga kondisi bayi agar tidak terlalu kepanasan atau kedinginan.

  • Hand, foot, and mouth disease

Jenis penyakit kulit ini sering terjadi pada anak-anak, terutama pada musim panas. Penyebabnya adalah virus coxsackie. Penyakit ini biasanya diawali dengan demam, diikuti dengan ruam-ruam merah pada kulit tangan dan kaki yang tidak gatal. Selain itu, penyakit ini juga menyebabkan luka pada bagian dalam mulut sehingga menyebabkan kesulitan mengunyah dan menelan pada anak.

Sama seperti penyakit infeksi virus pada umumnya, penyakit ini dapat sembuh sendiri. Namun, jika anak sedang mengalaminya, sebaiknya jangan beraktivitas terlebih dahulu karena penyakit ini sangat mudah menular.