Camidryl Sirup: Obat dengan Kandungan Utama Diphenhydramine HCL

Diphenhydramine HCL ditemukan di dalam obat flu dan batuk. Dan salah satu bentuk obat dari diphenhydramine HCL adalah sirup, seperti produk Camidryl Sirup 60 ml. Obat ini memiliki kategori obat batuk, flu, dan alergi, serta batuk berdahak. 

Obat ini memang berfungsi sesuai diphenhydramine HCL itu sendiri. Sebab, diphenhydramine HCL merupakan obat untuk meredakan gejala akibat reaksi alergi, rinitis alergi, dan common cold. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan, serta kondisi tremor dan kaku otot pada penderita parkinson.

Untuk diketahui Camidryl Sirup 60 ml bermanfaat dalam meringankan batuk yang disertai dengan alergi. Kandungan di dalam Camidryl Sirup 60 ml telah disertai dengan diphenhydramine HCL dan ammonium chloride yang dapat membantu dalam meringankan batuk, yang disebabkan karena alergi dan disertai pengeluaran dahak. 

Kandungan diphenhydramine HCL yang merupakan obat antihistamina bermanfaat dalam meredakan gejala alergi seperti demam dan pilek. Selain itu, kandungan ammonium chloride merupakan obat golongan ekspektoran yang bekerja dengan cara mengencerkan dahak, sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan. 

Indikasi (Manfaat) obat Camidryl Sirup 60 ml yakni untuk meringankan batuk yang disebabkan karena alergi dan disertai pengeluaran dahak.

Komposisi Obat Camidryl Sirup 60 ml adalah per tiap 5 ml mengandung Diphenhydramine HCL 12,5 mg, ammonium chloride 100 mg, alkohol 0,25 persen. Dengan kandungan obat seperti itu, dosis obat Camidryl Sirup 60 ml menjadi:

  • Untuk dewasa, 2 sendok takar (2 ml) per 4 jam dan tidak lebih dari 8 sendok takar (40 ml) per 24 jam.
  • Untuk Anak-anak:
  • 2-6 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml)/4 jam tidak lebih dari 2 sendok takar (10 ml)/24 jam;
  • 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml)/4 jam tidak lebih dari 4 sendok takar (20 ml)/24 jam.

Obat Camidryl Sirup 60 ml tentu sangat baik jika dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Minimal, kamu membaca aturan pakai yang terdapat di label kemasan. Karena Obat Camidryl Sirup 60 ml adalah jenis sirup, maka konsumsilah menggunakan sendok takar yang biasanya telah tersedia di dalam kemasan. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena ukuran dosis bisa berbeda.

Penggunaan diphenhydramine HCL bersamaan dengan obat-obatan lain dapat menimbulkan efek interaksi antarobat, yang meliputi:

  • Meningkatkan efek kantuk dan efek samping yang bisa berakibat fatal bila digunakan bersama obat penenang, antidepresan, atau antihistamin lain, seperti hydroxyzine;
  • Meningkatkan efek obat antikolinergik, seperti atropin; 
  • Mengurangi efektivitas betahistine.

Adapun efek samping penggunaan obat  Camidryl Sirup 60 ml, antara lain:

  • Gatal-gatal;
  • Kekeringan pada mulut, hidup dan tenggorokan;
  • Mengentalnya dahak;
  • Hipotensi;
  • Timbul efek kantuk;
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin);;
  • Gangguan pencernaan;
  • Reaksi alergi pada kulit;
  • Sedasi;
  • Pusing.

Kalau sudah begitu, segera pergi ke dokter dan sampaikan efek-efek yang ditimbulkan setelah mengonsumsi obat tersebut.  Perlu diingat juga dalam masalah penyimpanan. Agar obat ini tetap terjaga kualitasnya, dianjurkan untuk menyimpan di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari panas sinar matahari langsung.

Sementara itu, beberapa hal yang sekiranya perlu diperhatikan mengenai obat ini antara lainL

  • Tidak boleh mengendarai motor atau menjalankan mesin selama minum obat ini;
  • Tidak untuk diberikan kepada anak di bawah 2 tahun;
  • Pasien penderita dengan gangguan saluran pernapasan bagian bawah: asma;
  • Wanita hamil dan menyusui;
  • Pasien usia lanjut.

Waspada kemungkinan kontraindikasi dari penggunaan obat ini. Kontraindikasi adalah suatu efek (negatif) yang bisa terjadi dalam penggunaan obat. Alih-alih memberi manfaat, kontraindikasi ini justru membuat masalah baru. Kelompok manusia yang berisiko mengalami kontraindikasi dari penggunaan obat ini adalah:

  • Bayi;
  • Wanita menyusui;
  • Penderita yang hipersensitif.

Jika kamu sedang flu atau batuk, silakan dapatkan Camidryl Sirup 60 ml dengan kandungan diphenhydramine HCL di Toko SehatQ dengan harga Rp6.004. Namun, sebelum mengonsumsinya, pastikan kamu memperhatikan hal-hal di atas.

Pahami Risiko Candidiasis dan Pentingnya Efisol C

Belakangan Anda sering mengalami kulit pecah-pecah di mulut disertai rasa nyeri saat menelan? Waspadalah, jangan-jangan Anda sedang mengalami candidiasis. Ini merupakan infeksi jamur yang biasanya terjadi di mulut ataupun organ intim. Selain kulit pecah-oecah dan rasa nyeri, candidiasis juga bisa menimbulkan bercak putih di lidah dan gusi serta kemerahan di mulut ataupun tenggorokan. 

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, tidak ada saahnya mencoba mengonsumsi Efisol C. Ini merupakan tables yang berisi zat aktif dequalinium chloride dan ascorbic acid yang bisa meredakan nyeri akibat candidiasis. Tidak hanya itu, Efisol C juga dapat meredakan nyeri akibat infeksi mulut dan gigi lainnya. 

Anda mungkin berpikir, apa penyebab candidiasis yang sebenarnya? Penyebab penyakit ini pada dasarnya karena infeksi jamur Candida albicans. Di mana infeksi tersebut akan mudah terjadi apabila Anda memiliki faktor-faktor risiko di bawah ini. 

Antibiotik

Kebiasaan mengonsumsi antibiotik, walaupun itu dengan resep dokter, dapat meningkatkan risiko Anda mengalami candidiasis. Ini karena antibiotik cenderung bisa membunuh bakteri baik di mulut maupun alat kelamin Anda. Hingga akhirnya, infeksi dari organisme lain, seperti jamur, lebih mudah terjadi. 

Mulut Kering 

Jaga selalu kelembapan mulut Anda. Pasalnya, mulut yang kering akan sangat rentan menimbulkan risiko peradangan dan infeksi. Candidiasis pun bisa terpicu dari peradangan yang pada akhirnya mempermudah infeksi jamur untuk menyerang bagian mulut Anda. 

Kehamilan 

Pada saat hamil, kadar hormon esterogen meningkat. Kondisi inilah yang membuat peradangan lebih mudah terjadi, tidak terkecuali di bagian mulut Anda. Pada saat peradangan terjadi, infeksi mulut pun menjadi sulit untuk dihindari. 

Diabetes 

Kadar gula darah yang tingi juga meningkatkan risiko Anda terkena candidiasis. Ini karena kadar dalam darah yang berlebih atau dalam kondisi diabetes menurunkan kekebalan tubuh Anda secara signifikan. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat risiko sariawan semakin besar dan risiko infeksi mulut tidak terkendali. Jika infeksi mulut terjadi, Anda bisa langsung mengambil Efisol C sebagai penanganannya. 

Imunitas Tubuh Lemah 

Sistem kekebalan yang lemah karena penyakit, seperti AIDS, darah dan kanker lainnya, juga meningkatkan risiko Anda terkena candidiasis. Contohnya pada penderita kanker, perawatan kemoterapi pada akhirnya membuat porensi sariawan semakin besar dan risiko candidiasis sulit terbendung. Ditambah lagi, penderita kanker maupun AIDS memiliki kekebalan tubuh rendah sehingga mudah terinfeksi melawan infeksi jamur.

Usia Lanjut 

Orang-orang dengan lanjut usia juga lebih rentan terkena candidiasis. Karena itu, jangan ragu untuk menyetok Efisol C jika sekali-sekali dibutuhkan. Usia yang terus bertambah menyebabkan kekebalan tubuh berkurang sehingga mudah terinfeksi jamur penyebab candidiasis. 

Berat Bayi Rendah 

Anak bayi pun bisa mengalami candidiasis. Ini terjadi khususnya pada bayi-bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Pasalnya, berat badan rendah membuat kekebalan tubuh bayi menjadi lebih rendah dan mudah terserang bakteri, virus, maupun jamur. Jika menemukan gejala candidiasis pada bayi Anda, segeralah berkonsultasi ke dokter sebab penanganannya tentu tidak bisa sembarangan. 

Penggunaan Gigi Palsu 

Anda sering mengalami candidiasis dan akhirnya banyak mengonsumsi Efisol C? Coba cek, apakah Anda menggunakan gigi palsu? Ini karena gigi palsu memungkinkan sariawan dan luka lebih gampang terjadi. Yang pada akhirnya, risiko peradangan dan infeksi mulut menjadi makin sulit untuk dhindari oleh Anda. 

*** 

Apapun faktor risiko yang Anda miliki, Anda bisa mengandalkan efisol C untuk meredakan nyeri dan gejalanya. Jika infeksi terus berlanjut, tentulah Anda perlu berkonsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan mendalam. 

Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping Encephabol

Encephabol mengandung senyawa aktif pyritinol yang termasuk ke dalam golongan obat nootropik. Nootropik merupakan sebutan untuk obat-obatan yang berfungsi meningkatkan fungsi otak. 

Encephabol diindikasikan untuk mengatasi masalah pada otak, baik karena pembedahan, cedera, ataupun penurunan kognitif karena usia (neurodegeneratif). Simak artikel berikut untuk mengetahui informasi lengkap mengenai obat Encephabol. 

Deskripsi obat

Encephabol merupakan obat yang mengandung pyritinol. Pyritinol adalah molekul yang terdiri atas dua molekul vitamin B (piridoksin) yang terikat dengan disulfida. Senyawa ini disebut sebagai nootropik (penguat otak) dan terkadang dipasarkan sebagai pil anti-mabuk. 

Encephabol memiliki dua bentuk sediaan yaitu tablet dan sirup. Setiap tablet Encephabol mengandung 100 mg dihidroklorida (diHCl) monohidrat (bentuk turunan dari pyritinol). Adapun setiap 5 ml Encephabol sirup mengandung pyritinol 80,5 mg.

Khasiat dan kegunaan 

Encephabol tablet dan sirup memiliki kegunaan yang sama, yaitu untuk mengatasi kondisi:

  • Trauma kepala (trauma kranioserebral)
  • Kondisi sesudah pembedahan otak
  • Stroke (cedera serebrovaskular) 
  • Memperlambat proses degenerasi pada otak (degeneratif serebral)
  • Pencegahan keadaan bingung pasca narkotik
  • Kondisi sesudah anoksia serebral (otak kekurangan oksigen) yang mengikuti pasca henti jantung

Beberapa penelitian juga mengklaim bahwa pyritinol dalam Encephabol dapat digunakan untuk meringankan gejala sindrom Tourette, meningkatkan fungsi kognitif pada pasien epilepsi dan demensia (termasuk Alzheimer), meringankan gejala Parkinson. 

Untuk penggunaan rekreasi, pyritinol berfungsi sebagai nootropik untuk meningkatkan fungsi otak, mempertajam daya ingat, dan konsentrasi. Namun belum ada penelitian yang dilakukan terkait penggunaan pyritinol maupun Encephabol pada populasi dewasa muda sehat. 

Adakah efek samping penggunaannya?

Efek samping serius dari penggunaan Encephabol sangat jarang terjadi. Namun beberapa pengguna melaporkan efek samping ringan sebagai berikut:

  • Gatal dan ruam kulit
  • Suhu tubuh meningkat
  • Gangguan pencernaan, termasuk mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Gangguan tidur
  • Gangguan daya pengecapan
  • Perubahan suasana hati
  • Sangat peka terhadap rangsangan
  • Pemfigus vulgaris, yaitu gangguan kulit langka yang ditandai dengan munculnya lepuhan pada kulit, bagian dalam mulit, hidung, dan tenggorokan
  • Lichen planus, atau peradangan pada kulit, kuku, dan mukosa yang disebabkan oleh gangguan kekebalan tubuh

Dalam kasus yang sangat parah, Encephabol tablet dapat menyebabkan pankrearitis akut dan gangguan fungsi hati. Namun ini dikarenakan penggunaan Encephabol dalam dosis tinggi.

Dosis, aturan pakai, dan kontraindikasi

Encephabol tablet baiknya dikonsumsi setelah makan dengan dosis untuk anak-anak yaitu 1 tablet sebanyak 3 kali sehari, dan dewasa 2 tablet 3 kali sehari. Sedangkan Encephabol sirup boleh diberikan kepada anak usia 6 tahun ke bawah hingga dewasa dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak dibawah 6 tahun: ½ hingga 2 sendok takar (2,5-10 ml) per hari. 
  • Anak usia 6-15 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali sehari.
  • Dewasa: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali sehari.

Hindari penggunaan Encephabol jika Anda memiliki kondisi seperti di bawah ini:

  • Hipersensitif terhadap komponen yang terkandung dalam obat
  • Orang dengan riwayat kerusakan ginjal 
  • Penderita gangguan fungsi hati yang parah
  • Perubahan yang signifikan pada profil darah
  • Penyakit autoimun seperti lupus (eritematosus), kelemahan otot (miastenia), gangguan kulit serius yang ditandai dengan lepuhan di kulit, bagian dalam mulut, dan hidung (pemfigus)
  • Ibu hamil dan menyusui (sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu)

Catatan

Meskipun Encephabol bisa dibeli dan digunakan tanpa resep dokter, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Obat ini juga dikhususkan untuk kondisi tertentu, sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsinya dengan tujuan mencerdaskan otak, meskipun efek samping serius Encephabol sangat jarang terjadi. 

Untuk meminimalisir kemungkinan efek samping, Anda bisa memilih alternatif yang lebih aman yaitu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6. Beberapa sumber makanan dengan kandungan vitamin B6 terbaik yaitu unggas, ikan, daging sapi, dan kentang.