11 Obat Batuk Herbal untuk Anak, Air Garam hingga Rebusan Jahe

Anak-anak memang rentan mengalami batuk. Sebelum memberikan anak obat batuk yang dijual di apotek atau di pasaran, ada baiknya mencoba obat batuk herbal untuk anak yang terbuat dari ramuan alami.

Obat batuk herbal ini tentu bisa jadi alternatif yang cenderung lebih aman untuk mengobati batuk pada Si Kecil. 

Obat Herbal Alami untuk Atasi Batuk Anak

  1. Air garam

Air garam diyakini bisa menyerap cairan yang berlebih dari jaringan tenggorokan yang bengkak. Sehingga umum digunakan untuk mengatasi sakit tenggorokan. Bahkan, air garam juga disebut-sebut bisa mengurangi dahak dan batuk. 

Cara membuat ramuan air garam ini sangatlah mudah. Aduk satu sendok teh garam dengan satu gelas air hangat. Kemudian, campuran air garam ini digunakan untuk berkumur di bagian belakang tenggorokan beberapa saat, lalu dibuang. 

Air garam ini cukup untuk mengobati batuk untuk anak-anak. Namun, jangan diberikan pada anak yang belum bisa berkumur karena bisa berbahaya.

  1. Daun saga

Daun saga juga disebut sebagai obat batuk alami yang bisa digunakan untuk meredakan batuk anak. Obat ini dapat membantu mengeluarkan dahak dan melegakan tenggorokan. 

Anda bisa memanfaatkan daun saga ini dengan cara yang cukup mudah. Sediakan satu genggam daun saga yang sudah dicuci bersih. kemudian rendam dengan air panas. Peras daunnya hingga mengeluarkan cairan berwarna hijau pekat. Minum air perasan hingga batuk anak mereda. 

  1. Bunga belimbing wuluh

Buah belimbing wuluh memang dijadikan untuk menambah rasa asam pada masakan. Nah, bunga belimbing wuluh ternyata bisa dimanfaatkan sebagai obat batuk untuk anak. 

Selain untuk mengatasi batuk, ternyata belimbing juga bisa mengatasi keracunan makanan, sakit kepala kronis, malaria, dan daun belimbing dapat mengobati bisul di kulit, lho.

  1. Kunyit

Dalam kunyit terkandung curcumin yang bersifat antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus. Ini membuat kunyit diyakini bisa menjadi obat herbal alami untuk mengatasi gejala batuk kering. 

Jangan khawatir, sebab kunyit bisa dibuat menjadi susu atau golden milk. Atau bisa juga dibuat dengan mencampurkan madu, garam, atau lada hitam sehingga khasiatnya akan semakin kaya. 

  1. Kencur

Kencur bubuk yang dicampur dengan madu bisa menjadi obat alami yang digunakan untuk mengatasi batuk anak. Anda bisa membuat sari kencur dengan cara memarut kencur yang dicampur dengan air. Atau bisa juga dengan merebus parutan kencur dengan air. Lalu, saring sebelum diminum agar airnya lebih mudah dicerna.

  1. Jahe

Jahe termasuk salah satu ramuan tradisional yang banyak sekali manfaatnya. Bumbu dapur ini ternyata juga bisa mengobati batuk anak secara alami. 

Jahe sudah terbukti ampuh meredakan batuk dan juga melegakan pernapasan. Dalam jahe mengandung senyawa antiinflamasi yang akan membuat saluran pernapasan jadi lebih rileks, sehingga batuk asma atau batuk kering.

Cara membuat air rebusan jahe ini tidaklah sulit. Pertama, rendam 20-40 gram jahe yang sudah diiris dalam satu gelas air panas. Biarkan selama beberapa menit sebelum air rendaman diminum. 

  1. Akar marshmallow

Akar marshmallow memang cukup asing di Indonesia. Akan tetapi, di berbagai negara lain banyak orang menggunakan akar ini sebagai obat batuk herbal untuk anak. 

Manfaat ramuan ini sudah dirasakan oleh orang-orang sejak zaman dahulu. Akar marshmallow bisa diseduh. Tambahkan air panas dalam secangkir gelas yang berisi akar marshmallow. Minum air seduhan jika sudah hangat. 

Akar marshmallow mengandung lendir yang tinggi sehingga ampuh meredakan iritasi karena batuk. Anda bisa menemukan akar ini di supermarket atau di e-commerce.

  1. Madu

Madu juga termasuk salah satu obat herbal untuk mengobati batuk. Madu memiliki banyak sekali manfaat baik yang sudah terbukti sejak dulu. Anda bisa mencampurkan dua sendok teh madu dengan air hangat. Minum 1-2 kali sehari untuk mengatasi batuk dan mengencerkan dahak.

Madu juga bisa dicampur dengan ramuan lain agar khasiatnya lebih banyak dan rasanya lebih enak.

Ingat ya, madu hanya bisa diberikan pada anak yang berusia di atas 1 tahun untuk menghindari Botulisme pada bayi. Botulisme merupakan kondisi serius di mana anak mengalami kejang hingga otot kaku.

  1. Minyak esensial

Anak yang sedang batuk dan flu akan lebih rewel dan sulit tidur. Rasa gatal yang dialami ini akan membuat anak jadi tidak nyaman. Anda juga bisa memanfaatkan minyak esensial di ruangan atau kamar anak agar pernapasannya jadi lebih lega.

Produk-produk herbal ini populer dan efektif meredakan batuk atau nyeri otot saat dioleskan di kulit anak atau pun diubah menjadi bentuk uap.

  1. Makanan probiotik

Ada pula obat batuk herbal untuk anak berupa sup hangat. Sup mengandung probiotik yang bisa meredakan batuk dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Ini akan membantu melawan infeksi yang disebabkan karena batuk. 

Contoh sup yang kaya akan probiotik adalah miso sup. Masakan ini juga ampuh meningkatkan napsu makan anak. 

  1. Thyme 

Thyme tidak hanya sebagai bumbu masakan, tapi juga bisa bermanfaat sebagai obat batuk alami. Thyme mengandung antioksidan sehingga ampuh meredakan batuk, khususnya jenis bronkitis.

Anda bisa mendapatkan manfaat thyme sebagai obat batuk dengan menyeduh 2 sendok teh thyme kering dengan secangkir air panas, mirip seperti menyeduh teh. Tunggu selama 10 menit, air seduhan baru bisa diminum.

Itulah 11 obat batuk herbal untuk anak yang bisa dicoba. Jika batuk anak tak kunjung mereda, segera konsultasikan ke dokter.

Camidryl Sirup: Obat dengan Kandungan Utama Diphenhydramine HCL

Diphenhydramine HCL ditemukan di dalam obat flu dan batuk. Dan salah satu bentuk obat dari diphenhydramine HCL adalah sirup, seperti produk Camidryl Sirup 60 ml. Obat ini memiliki kategori obat batuk, flu, dan alergi, serta batuk berdahak. 

Obat ini memang berfungsi sesuai diphenhydramine HCL itu sendiri. Sebab, diphenhydramine HCL merupakan obat untuk meredakan gejala akibat reaksi alergi, rinitis alergi, dan common cold. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan, serta kondisi tremor dan kaku otot pada penderita parkinson.

Untuk diketahui Camidryl Sirup 60 ml bermanfaat dalam meringankan batuk yang disertai dengan alergi. Kandungan di dalam Camidryl Sirup 60 ml telah disertai dengan diphenhydramine HCL dan ammonium chloride yang dapat membantu dalam meringankan batuk, yang disebabkan karena alergi dan disertai pengeluaran dahak. 

Kandungan diphenhydramine HCL yang merupakan obat antihistamina bermanfaat dalam meredakan gejala alergi seperti demam dan pilek. Selain itu, kandungan ammonium chloride merupakan obat golongan ekspektoran yang bekerja dengan cara mengencerkan dahak, sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan. 

Indikasi (Manfaat) obat Camidryl Sirup 60 ml yakni untuk meringankan batuk yang disebabkan karena alergi dan disertai pengeluaran dahak.

Komposisi Obat Camidryl Sirup 60 ml adalah per tiap 5 ml mengandung Diphenhydramine HCL 12,5 mg, ammonium chloride 100 mg, alkohol 0,25 persen. Dengan kandungan obat seperti itu, dosis obat Camidryl Sirup 60 ml menjadi:

  • Untuk dewasa, 2 sendok takar (2 ml) per 4 jam dan tidak lebih dari 8 sendok takar (40 ml) per 24 jam.
  • Untuk Anak-anak:
  • 2-6 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml)/4 jam tidak lebih dari 2 sendok takar (10 ml)/24 jam;
  • 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml)/4 jam tidak lebih dari 4 sendok takar (20 ml)/24 jam.

Obat Camidryl Sirup 60 ml tentu sangat baik jika dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Minimal, kamu membaca aturan pakai yang terdapat di label kemasan. Karena Obat Camidryl Sirup 60 ml adalah jenis sirup, maka konsumsilah menggunakan sendok takar yang biasanya telah tersedia di dalam kemasan. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena ukuran dosis bisa berbeda.

Penggunaan diphenhydramine HCL bersamaan dengan obat-obatan lain dapat menimbulkan efek interaksi antarobat, yang meliputi:

  • Meningkatkan efek kantuk dan efek samping yang bisa berakibat fatal bila digunakan bersama obat penenang, antidepresan, atau antihistamin lain, seperti hydroxyzine;
  • Meningkatkan efek obat antikolinergik, seperti atropin; 
  • Mengurangi efektivitas betahistine.

Adapun efek samping penggunaan obat  Camidryl Sirup 60 ml, antara lain:

  • Gatal-gatal;
  • Kekeringan pada mulut, hidup dan tenggorokan;
  • Mengentalnya dahak;
  • Hipotensi;
  • Timbul efek kantuk;
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin);;
  • Gangguan pencernaan;
  • Reaksi alergi pada kulit;
  • Sedasi;
  • Pusing.

Kalau sudah begitu, segera pergi ke dokter dan sampaikan efek-efek yang ditimbulkan setelah mengonsumsi obat tersebut.  Perlu diingat juga dalam masalah penyimpanan. Agar obat ini tetap terjaga kualitasnya, dianjurkan untuk menyimpan di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari panas sinar matahari langsung.

Sementara itu, beberapa hal yang sekiranya perlu diperhatikan mengenai obat ini antara lainL

  • Tidak boleh mengendarai motor atau menjalankan mesin selama minum obat ini;
  • Tidak untuk diberikan kepada anak di bawah 2 tahun;
  • Pasien penderita dengan gangguan saluran pernapasan bagian bawah: asma;
  • Wanita hamil dan menyusui;
  • Pasien usia lanjut.

Waspada kemungkinan kontraindikasi dari penggunaan obat ini. Kontraindikasi adalah suatu efek (negatif) yang bisa terjadi dalam penggunaan obat. Alih-alih memberi manfaat, kontraindikasi ini justru membuat masalah baru. Kelompok manusia yang berisiko mengalami kontraindikasi dari penggunaan obat ini adalah:

  • Bayi;
  • Wanita menyusui;
  • Penderita yang hipersensitif.

Jika kamu sedang flu atau batuk, silakan dapatkan Camidryl Sirup 60 ml dengan kandungan diphenhydramine HCL di Toko SehatQ dengan harga Rp6.004. Namun, sebelum mengonsumsinya, pastikan kamu memperhatikan hal-hal di atas.

Anak Pilek dan Batuk? Coba Gunakan Anakonidin Sirup

Batuk dan pilek adalah kondisi yang sangat umum terjadi, apalagi pada anak-anak. Ketika melihat gejala batuk dan pilek pada anak, Anda tidak perlu cemas. Anda bisa memberikan anak obat untuk meredakan gejala batuk dan pilek seperti Anakonidin sirup

Anakonidin adalah salah satu obat batuk dan pilek yang tersedia untuk anak-anak di Indonesia. Obat ini hadir dalam bentuk sirup berukuran 60 ml per kemasan. Harganya cukup terjangkau dan bisa Anda beli secara bebas tanpa memerlukan resep dari dokter. 

Kapan perlu menggunakan Anakonidin sirup?

Waktu yang tepat untuk menggunakan obat Anakonidin adalah ketika anak mengalami gejala dari kondisi batuk dan pilek. Anak Anda mungkin tidak bisa mengenali gejala ini sendiri. Karena itu, sebagai orang tua, Anda harus bisa teliti memperhatikan perubahan gejala pada anak.

Tidak seperti orang dewasa, anak tidak bisa menggambarkan gejala mereka sendiri. Supaya Anda bisa mendeteksi ketika anak mengalami batuk atau pilek, berikut ini gejala yang perlu Anda waspadai:

  • Batuk dan bersin-bersin
  • Ada lendir di hidung, baik encer maupun kental
  • Peningkatan suhu tubuh atau demam
  • Sakit tenggorokan
  • Mata berair dan berkerak
  • Anak murung dan merasa lelah
  • Kehilangan nafsu makan

Itu adalah gejala-gejala yang paling umum. Ketika anak Anda mengalami gejala ini, maka Anda patut mencurigai adanya kondisi pilek atau batuk.

Setelah memastikan anak batuk atau pilek, Anda bisa memberikan mereka obat Anakonidin sirup sesuai dosis. Anda juga bisa memastikan mengenai kesesuaian konsumsi obat dengan apoteker ketika akan membeli obat tersebut.

Untuk penggunaan yang tepat, obat Anakonidin sebaiknya dipakai berdasarkan dosis sebagai berikut:

  • Untuk anak-anak usia 2-5 tahun, dosisnya 5 ml atau 1 sendok takar sebanyak 3 kali dalam sehari
  • Untuk anak-anak usia 6-12 tahun, dosisnya 10 ml atau 2 sendok takar sebanyak 3 kali dalam sehari

Jangan berikan obat ini pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Selain itu, jangan juga memberikannya apabila anak Anda sudah berusia 12 tahun ke atas.

Ikuti dosis dan anjuran pemakaian yang tepat supaya kondisi batuk dan pilek Anda bisa disembuhkan dengan maksimal.

Perhatian khusus saat menggunakan obat

Sebenarnya, Anakonidin bukanlah obat keras. Karena itu, bisa dipakai pada anak dan bisa didapatkan secara bebas tanpa resep dari dokter.

Akan tetapi, ketika menggunakannya, Anda tetap perlu memperhatikan beberapa hal. Ini penting agar tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan anak Anda.

Berikut ini hal-hal yang sebaiknya diperhatikan ketika menggunakan Anakonidin sirup:

  • Efek samping

Ada risiko efek samping yang mungkin dialami oleh anak setelah menggunakan obat ini. Efek samping ini cenderung ringan dan bisa membaik dalam beberapa waktu.

Risiko efek samping yang mungkin terjadi adalah mengantuk, sakit kepala, gangguan pencernaan, peningkatan detak jantung, jantung berdebar, mulut kering, sulit berkemih, dan insomnia. 

  • Penderita penyakit lain

Apabila anak Anda menderita penyakit lain, maka waspadai penggunaan obat ini. Bisa saja, obat untuk penyakit lain tidak cocok bila dikombinasikan dengan Anakonidin.

Secara khusus, perhatikan apabila anak menderita gangguan fungsi hati dan ginjal, kerusakan saraf mata, diabetes melitus, gangguan jantung, asma, dan hipoksia.

Berikan Anakonidin sirup pada anak sesuai dosis yang sudah ditetapkan. Pemakaian dalam jumlah besar dan jangka panjang tidak baik untuk organ hati dan ginjal anak.