Beragam Penyebab Maag Kambuh pada Anak

Meski diketahui sakit maag seringkali terjadi pada orang dewasa, namun kenyataannya kondisi ini juga dapat menyerang anak-anak. Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui gejala dan penyebab maag yang dialami oleh anak. Karena tidak semua anak mampu menjelaskan rasa sakit yang dialaminya.

Apa Saja Gejala Maag pada Anak?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah anak Anda mengalami maag atau tidak. Gejala maag pada anak sebenarnya mirip dengan gejala yang terjadi pada orang dewasa. Beberapa gejala yang terjadi di antaranya:

  • Mengalami mual dan muntah
  • Ulu hati terasa nyeri atau perih
  • Nafsu makan berkurang
  • Sering mengalami sendawa dan kentut
  • Porsi makan sedikit dan lebih cepat kenyang
  • Merasa tidak nyaman karena perut kembung
  • Bau mulut anak tidak sedap
  • Mulut terasa asam

Penyebab Maag Kambuh pada Anak

Penyebab maag yang paling umum diketahui adalah akibat dari telat makan. Padahal, penyebab dari sakit maag tidak hanya itu. Penyebab maag pada anak umumnya diakibatkan oleh terganggunya fungsi pencernaan. Untuk lebih jelasnya, kenali beberapa penyebab maag yang mungkin terjadi pada anak Anda:

  1. Mengonsumsi makanan pedas, berminyak, dan berlemak

Kandungan capsaicin yang terdapat dalam makanan pedas dapat beresiko memperlambat pengolahan makanan di lambung anak. Sementara mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak berpotensi meningkatkan asam lambung, yang dapat berakibat pada lamanya waktu pengosongan lambung dari waktu normal yang dibutuhkan.

  1. Porsi makanan terlalu banyak dan cepat

Anda perlu memperhatikan porsi makan anak Anda akhir-akhir ini. Pahami seberapa banyak porsi makan yang sebenarnya anak Anda butuhkan. Karena porsi makan yang terlalu banyak, terlebih dengan terburu-buru, dapat memicu asam lambung naik.

  1. Langsung berbaring sehabis makan 

Kebiasaan berbaring sehabis makan dapat menjadi penyebab maag anak Anda kambuh. Berbaring sehabis makan dapat membuat asam lambung anak naik ke kerongkongan sebab saat itu proses pencernaan makanan sedang berlangsung. Maka sebaiknya beri jeda waktu 2 jam setelah makan, sebelum anak Anda berbaring. 

  1. Efek samping obat-obatan

Bisa jadi penyebab maag yang menyerang anak Anda berasal dari efek samping obat-obatan yang telah dikonsumsi. Beberapa obat pereda nyeri semacam aspirin, ibuprofen, dan naproxen berpotensi membuat dinding lambung anak menipis dan mengiritasi lambungnya.

  1. Infeksi bakteri helicobacter pylori

Penyebab maag lainnya pada anak bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Infeksi bakteri ini umumnya akibat dari mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis. 

Cara Menangani Maag pada Anak

Jika anak Anda terlihat menunjukkan gejala maag yang telah disebutkan, Anda tidak perlu panik dalam menanganinya. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meringankan sakit maag yang anak Anda alami, yaitu:

  • Hindari perut anak kosong dalam waktu yang lama. Beri makanan dengan porsi yang cukup dan asupan bergizi yang seimbang.
  • Pastikan anak tidak makan dalam suapan yang terlalu besar dan mengunyah makanan sampai halus sebelum menelannya.
  • Hindari makanan yang dapat memicu asam lambung naik seperti makanan pedas, berminyak, berlemak, dan mengandung asam.
  • Ketika maag menyerang, usahakan anak tidur dengan bantal kepala agar gas dari lambung tidak semakin naik.
  • Biasakan anak untuk selalu mencuci tangan sebelum makan agar terhindar dari infeksi bakteri.
  • Hanya memberikan obat-obatan pereda nyeri pada anak sesuai dengan anjuran resep dari dokter.

Cara penanganan tersebut bisa dengan mudah Anda terapkan di rumah. Namun jika tidak ada tanda-tanda kondisi maag membaik, sebaiknya Anda segera membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik. Selain itu, penting juga untuk mengetahui penyebab maag pada anak agar nantinya dapat dihindari.