Mengenal Makanan Pencegah Kehamilan

Sebagian masyarakat di Indonesia mempercayai ada makanan pencegah kehamilan. Makan tersebut mulai dari buah-buahan sampai umbi-umbian. Secara turun-temurun, di sebagian kalangan masyarakat percaya kalau seorang perempuan yang makan buah atau ubi tersebut pasti tidak hamil. Kepercayaan tersebut lantas masih berlaku sampai sekarang. 

Lebih lanjut, lantaran kepercayaan akan adanya jenis makanan pencegah kehamilan masih ada, maka hingga kini ada pula yang menjadikan makanan tersebut seperti kontrasepsi. Nah, terkait dengan itu, maka artikel ini akan membahas makanan pencegah kehamilan yang dipercayai oleh masyarakat. 

1. Lemon 

Jenis makanan pencegah kehamilan yang dipercayai adalah buah lemon. Dirangkum dari berbagai sumber, dijelaskan bahwa ramuan dari biji lemon ini apabila dicampurkan dengan petroleum eter dan alkohol, maka dapat menjadi obat mencegah kehamilan. 

Dari sumber yang sama menjelaskan, campuran biji lemon dan dua bahan tersebut diyakini bisa menggagalkan satu proses yang disebut implanstasi pada embrio. Akan tetapi, riset menunjukkan itu baru terjadi pada tikus betina setelah satu sampai tujuh hari sperma telah masuk ke dalam rahim.  

2. Pepaya 

Selain lemon, buah pepaya diyakini pula sebagai jenis makanan pencegah kehamilan. Banyak yang percaya makan pepaya selama empat hari usai melakukan hubungan badan tanpa kondom atau alat kontrasepsi lainnya bisa mencegah kehamilan. Tidak hanya untuk perempuan, ada juga yang percaya kalau makan buah pepaya untuk laki-laki sebelum melakukan hubungan seks bisa mengurangi sperma. Oleh karena itu, maka yang diharapkan potensi untuk hamil menjadi turun tingkat kemungkinannya. 

3. Ubi 

Ubi nan diyakini sebagai makanan pencegah kehamilan adalah ubi liar. Kendati demikian, banyak sumber telah menjelaskan kalau fungsi dari ubi liar sebagai metode kontrasepsi baru dapat dirasakan setelah satu sampai dua bulan lamanya. Di sisi lain, belum ditemukan juga riset ilmiah yang membuktikan ubi liar bisa mencegah kehamilan. 

4. Nanas 

Makanan pencegah kehamilan berikutnya yang diyakini adalah nanas muda. Kepercayaan terhadap nanas yang bisa mencegah kehamilan ini sudah berlangsung lama. Namun demikian, apakah benar atau tidak nanas bisa berguna seperti itu belum ditemukan bukti ilmiahnya. 

5. Jahe 

Sementara makanan pencegah kehamilan yang diyakini lainnya adalah jahe. Sebagian orang mempercayai kalau jahe bisa mempercepat terjadinya datang bulan bagi perempuan. Oleh karena itu, jahe dipercaya bisa dipakai untuk mencegah kehamilan. Di sisi lain, mereka yang percaya jahe bisa berkhasiat demikian kerap kali minum air jahe setelah berhubungan badan. 

Dari penjelasan di atas, setidaknya kita telah ketahui bersama kalau ada lima jenis makanan pencegah kehamilan yang diyakini sebagian orang. Kendati begitu, bukan tidak mungkin masih ada pula jenis makanan yang diyakini juga bisa mencegah perempuan hamil. 

Akan tetapi, perlu ditekankan, kalau makanan pencegah kehamilan yang diyakini tersebut belum ditemukan bukti secara ilmiah. Oleh sebab itu, sebaiknya para pembaca tidak serta merta mempercayainya. Sebab, bisa jadi kepercayaan tersebut hanya mitos belaka. Di sisi lain, jika ingin menunda memiliki anak, lebih baik anda dan pasangan menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom atau minum pil KB. 

Penggunaan alat kontrasepsi jauh lebih baik daripada percaya sama makanan pencegah kehamilan tersebut. Sebab, bagaimanapun juga, alat kontrasepsi yang kini bisa dimanfaatkan telah teruji secara ilmiah tingkat keberhasilannya. 

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai makanan pencegah kehamilan. Sangat disarankan pembaca tak serta merta meyakininya. Apabila pembaca masih ragu, maka bertanya langsung terkait keabsahan makanan pencegah kehamilan itu kepada dokter merupakan langkah bijak.

Punya Payudara Besar Sebelah? Mungkin Ini Penyebabnya

Sebagian besar wanita tentu ingin memiliki bentuk payudara yang normal. Payudara besar sebelah seringkali menurunkan kepercayaan diri seorang perempuan. Mungkin saja, ada kondisi tertentu di dalam tubuh Anda yang menyebabkan hal ini.

Biasanya, payudara besar sebelah dialami oleh wanita yang sedang melalui  masa menyusui. Tapi, ada juga perempuan yang merasakan hal ini, meskipun mereka sedang tidak menjalani masa menyusui. 

Hal-hal yang menyebabkan payudara besar sebelah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan payudara besar sebelah, salah satunya faktor medis. Berikut ini beberapa penyebabnya: 

  • Payudara hipoplastik

Saat mendengar namanya, Anda mungkin berpikir kondisi ini disebabkan oleh operasi payudara. Tapi, sebenarnya payudara hipoplastik merupakan kondisi medis yang ditandai dengan perbedaan ukuran payudara.

Terkadang, payudara hipolastik disebut juga dengan payudara terbelakang. Kondisi ini membuat payudara tampak kecil, tipis, memilliki jarak yang berjauhan, serta sangat tidak rata. Selain itu, bagian areola pada payudara Anda juga mungkin tampak sangat besar.

Seringkali, kondisi ini tidak bisa diidentifikasi penyebabnya. Namun, para ahli menduga faktor hormon menjadi salah satu unsur yang melatarbelakanginya.

  • Hipertrofi remaja

Sesuai namanya, kondisi ini lebih sering terjadi pada remaja di masa pubertas. Hipertrofi remaja adalah kondisi langka saat salah satu payudara tumbuh secara signifikan lebih besar daripada yang lain. 

Hingga kini, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan hipertrofi remaja. Namun, para ahli meyakini adanya pengaruh dari sensitivitas atau produksi hormon.

Kondisi ini biasanya terjadi dengan adanya pembesaran payudara yang ekstrem selama enam bulan. Kemudian, diikuti dengan periode berikutnya yang terus berkelanjutan. 

  • Hiperplasia Duktus Atipikal

Kondisi ini terjadi ketika terjadi pertumbuhan jaringan yang berlebihan di saluran susu payudara. Hiperplasia duktus atipikal bukanlah kanker, tetapi bisa meningkatkan resiko kanker di masa mendatang.

Dalam kondisi ini, ada lebih banyak sel yang melapisi saluran daripada biasanya. Selain itu, beberapa sel ini memiliki bentuk dan ukuran yang tidak beraturan.

Hal ini akan menyebabkan benjolan jinak pada payudara yang dapat mempengaruhi penampilan payudara Anda. 

  • Kehamilan

Payudara besar sebelah sulit dihindari bagi wanita yang telah menjalani masa kehamilan. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan hormon selama Anda mengandung, dimana hormon tersebut mempersiapkan payudara Anda untuk menyusui setelah bayi lahir nantinya.

Bahkan, dalam beberapa kondisi, payudara Anda mungkin tampak miring. Selama masa menyusui, ukuran payudara bisa berbeda-beda, terutama jika bayi lebih suka menyusu di salah satu sisi saja. 

Tetapi, selama bayi Anda mendapatkan asupan ASI yang cukup dan tumbuh dengan sehat, Anda tidak perlu mengkhawatirkan bentuk payudara yang tidak sempurna ini. 

Apakah ukuran payudara besar sebelah perlu dikhawatirkan?

Sebenarnya, Anda tidak perlu mencemaskan masalah ukuran payudara besar sebelah. Hal ini cukup umum terjadi dan normal, apalagi kalau dialami ketika Anda berada di tengah masa kehamilan dan menyusui.

Akan tetapi, apabila perbedaan ukuran payudara Anda cukup signifikan dan Anda sedang tidak hamil atau menyusui, mungkin Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter. Meskipun beberapa kondisi payudara tidak simetris tidak berbahaya, beberapa kondisi bisa meningkatkan resiko terkena kanker. 

Karena itu, Anda perlu memperhatikan kondisi payudara Anda setiap saat. Apabila terjadi perubahan secara tiba-tiba, Anda perlu menyampaikannya pada dokter Anda.

Apabila dokter menduga ada kondisi medis yang mendasari payudara besar sebelah, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan berupa mammogram, USG, atau biopsi payudara.