Stop Bullying! Kenali Bentuk-bentuk Perundungan Berikut Ini

Bullying merupakan tindakan menyakiti atau mengganggu seseorang yang dilakukan secara berulang. Bentuk bullying beraneka macam, namun sayangnya masih banyak orang tua yang menganggap jika bentuk bullying hanyalah kekerasan fisik. Padahal bentuk bullying tidak harus menyakiti fisik sang korban.

Stop Bullying dengan Mengenali Bentuk-bentuk Bullying

Bullying juga bisa berbentuk verbal yang dapat menyakiti perasaan hingga memengaruhi mental korban. Untuk itu, orang tua harus mengenali apa saja bentuk-bentuk bullying agar bisa melindungi anak dari tindakan tersebut.

1. Bullying Verbal

Merupakan bullying yang cukup sering terjadi di kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Bullying verbal menggunakan kata-kata penghinaan untuk menyakiti korban seperti memanggil korban dengan nama panggilan tidak pantas seperti ‘si gendut’, ‘si kurus’ atau ‘si bodoh’. Biasanya pelaku bullying akan menargetkan anak-anak yang berkebutuhan khusus atau yang menurut mereka memiliki penampilan kurang menarik.

Anak-anak yang menjadi pelaku bullying verbal menganggap jika kata-kata penghinaan yang mereka lontarkan menyenangkan. Seringkali teman-teman pelaku, turut menertawai korban yang membuat pelaku melakukan penghinaan tanpa henti.

Bullying verbal cukup sulit terdeteksi jika sang korban tidak berbicara. Karena biasanya pelaku bullying akan memulai aksinya saat tidak ada orang dewasa di dekat mereka. Bullying verbal harus mendapatkan penanganan yang serius karena bisa memengaruhi mental korban. Korban perlahan-lahan semua kata hinaan yang mereka terima akan menjadi pembenaran sehingga mereka akan merasa rendah diri dan malu untuk bertemu orang lain.

2. Cyberbullying

Berkat semakin canggihnya teknologi dan semakin banyaknya anak-anak yang menggunakan internet, cyberbullying semakin marak terjadi. Cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang terjadi melalui teknologi digital seperti forum online, sosial media, game online ataupun aplikasi perpesanan instan. Cyberbullying juga memiliki banyak jenisnya seperti:

  • Mengunggah foto atau video memalukan korban.
  • Membuat grup chat online dan mengecualikan korban di dalamnya dengan maksud menjelek-jelekkan korban.
  • Berbicara kasar atau memaki korban menggunakan media sosial, baik itu di komentar atau postingan sosial media.
  • Mencuri atau membuat akun palsu mengatasnamakan korban dan membuat postingan yang membuat teman-teman korban salah paham.

Cyberbullying sangat berbahaya, karena apapun yang diunggah di dalamnya akan cepat sekali menyebar dan sulit untuk menghentikannya serta akan terus ada di internet selama bertahun-tahun. Yang tentu akan sangat memengaruhi mental korban, bahkan cyberbullying juga dapat membuat korban depresi hingga menyakiti dirinya sendiri. Stop bullying, apapun itu bentuknya termasuk perundungan secara online.

3. Penindasan Fisik

Merupakan bentuk bullying yang paling terlihat. Anda dapat dengan jelas melihat tanda-tanda bullying pada tubuh anak Anda seperti memar atau luka. Biasanya pelaku bullying fisik memiliki tubuh yang lebih besar dan lebih kuat dari korban. Anda bisa lebih mudah melaporkan bullying yang anak Anda terima dengan memfoto memar dan luka pada tubuh anak Anda.

4. Bullying Sosial

Bullying sosial atau agresi relasional merupakan bentuk bullying dimana anak Anda dikecualikan dan dikucilkan dalam kelompok. Pelaku bullying dan kelompoknya juga bisa menyebarkan gosip tidak benar mengenai korban agar korban dibenci oleh kelompok lainnya. Bullying sosial juga bertujuan agar hubungan pertemanan korban dengan anak lainnya hancur.

Bentuk bullying ini paling sering ditemukan pada kalangan remaja, dan anak perempuan yang lebih sering melakukannya daripada anak laki-laki.

5. Penindasan Seksual

Merupakan tindakan yang menargetkan seseorang secara seksual dan sering dilakukan oleh anak laki-laki. Biasanya pelaku akan melakukan gerakan vulgar, melakukan sentuhan tanpa ijin dan berkomentar kasar atau vulgar mengenai penampilan korban. Bentuk bullying ini tentu sangat tidak bermoral apalagi jika yang melakukannya adalah remaja. Karena dalam kasus ekstrim penindasan seksual merupakan pintu bagi pelaku untuk melakukan serangan seksual.

Stop bullying apapun itu bentuknya, karena bullying adalah tindakan tercela yang bisa memengaruhi mental korban hingga mereka dewasa. Bahkan bullying juga bisa memengaruhi masa depan korban dan pelakunya.

4 Cara Buat Pasanganmu Menyesal karena Tak Dihargai

Biasanya urusan menghargai dan tidak menghargai ini selalu muncul dalam suatu hubungan asmara, terutama bagi mereka yang sedang pacaran. Kondisi ini bisa terjadi apabila sepasang kekasih ini sudah terbiasa dengan kelakuan masing-masing pihak yang membuat keduanya merasa tak dihargai dalam berbagai hal.

Pada dasarnya setiap orang berasumsi jika diri mereka harus melakukan apa saja agar dicintai pasangannya. Namun dalam kondisi ini tak sedikit pihak yang justru merasa sakit hati, tentu hal ini akan mengganggu mereka dan tak sedikit yang berpikir untuk membuat salah satu pihak menyesal karena tidak menghargai usaha yang telah dilakukan oleh pasangannya.

Cara Membuat Pasangan Menyesal

  1. Beri Respons Dingin

Ubah sikap menjadi lebih dingin jika merasa tak dihargai pasangan, biasanya hal ini dilakukan seseorang jika pasangan mereka melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Cara ini bisa dilakukan dengan mengabaikan beberapa hal seperti tidak membalas pesan dan tidak mengangkat telepon dari pasangan.

Tunggu sampai pasangan bertanya-tanya terkait apa yang sedang terjadi dan jelaskan secara baik-baik mengenai apa yang terjadi. Ungkapkan perasaan yang ada, katakan jika merasa tidak dihargai oleh pasangan dan tidak menyukai cara perlakuan mereka.

  1. Berhenti Melayani

Jika merasa tidak dihargai lagi oleh pasangan, berhenti melakukan hal-hal yang hanya akan dipandang sebelah mata oleh pasangan. Jangan lakukan hal-hal remeh, salah satunya ketika membalas pesan dan mengangkat telfon dari pasangan secara langsung tanpa memberi sedikit jeda bagi pasangan untuk menunggu.

Ketika kebiasaan sebelumnya yang sudah diketahui pasangan ternyata berubah drastis, mereka pasti akan bertanya-tanya mengapa kondisi tersebut bisa terjadi. Dari keadaan ini dapat dipastikan pasangan bisa berpikir bagaimana bisa mendapatkan hati pasangannya kembali, salah satunya menghargai usaha dan sikap pasangannya.

  1. Buat Batasan

Cara selanjutnya membuat pasangan menyesal karena tak menghargai kekasihnya adalah membuat batasan diri. Tepatnya ketika pasangan membutuhkan kehadiran sang kekasih untuk menemani, pastikan dalam keadaan ini bisa menjaga jarak. Atau pastikan diri berada dalam keadaan yang memungkinkan tidak bisa menemaninya.

Jika tak memberi batasan diri dan tetap mudah disuruh-suruh, mereka akan tetap meremehkan pasangannya. Untuk itu tentukan batasan diri terhadap kekasih seperti apa, karena tidak semua orang memiliki cara yang sama untuk membuat sadar pasangan mereka agar mau menghargai orang yang dikasihi dan mengubah sikap buruknya itu.

  1. Berkata Jujur

Lakukan cara ini jika sudah merasa lelah dengan sikap pasangan yang selalu tak menghargai kehadiran dan sikap kekasihnya. Apabila mereka tak menyadari bahwa apa yang diperbuat sangat menyakiti hati pasangannya, yang harus dilakukan adalah berkata jujur. Katakan sejujurnya kepada pasangan bahwa sudah tak sanggup lagi menahan sikap untuk bersabar.

Hal ini bisa menjadi peringatan keras bagi pasangan untuk segera berbenah dan tidak lagi meremehkan kekasih mereka. Namun apabila hal ini tidak terdampak apa-apa bagi mereka, langkah selanjutnya yang bisa diambil adalah introspeksi diri, bisa sendiri atau mengajak pasangan.

Tidak sedikit orang yang selalu berpikir keras untuk bisa berbuat baik kepada orang lain, terutama orang yang disayangi. Meskipun pada akhirnya usaha untuk membahagiakan mereka justru bertepuk sebelah tangan dan tak dihargai. Masalah ini tidak sepele karena banyak pasangan yang justru ingin mengakhiri hubungan asmara atau marah besar ketika merasa tidak dihargai pasangannya.