Beragam Penyebab Maag Kambuh pada Anak

Meski diketahui sakit maag seringkali terjadi pada orang dewasa, namun kenyataannya kondisi ini juga dapat menyerang anak-anak. Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui gejala dan penyebab maag yang dialami oleh anak. Karena tidak semua anak mampu menjelaskan rasa sakit yang dialaminya.

Apa Saja Gejala Maag pada Anak?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah anak Anda mengalami maag atau tidak. Gejala maag pada anak sebenarnya mirip dengan gejala yang terjadi pada orang dewasa. Beberapa gejala yang terjadi di antaranya:

  • Mengalami mual dan muntah
  • Ulu hati terasa nyeri atau perih
  • Nafsu makan berkurang
  • Sering mengalami sendawa dan kentut
  • Porsi makan sedikit dan lebih cepat kenyang
  • Merasa tidak nyaman karena perut kembung
  • Bau mulut anak tidak sedap
  • Mulut terasa asam

Penyebab Maag Kambuh pada Anak

Penyebab maag yang paling umum diketahui adalah akibat dari telat makan. Padahal, penyebab dari sakit maag tidak hanya itu. Penyebab maag pada anak umumnya diakibatkan oleh terganggunya fungsi pencernaan. Untuk lebih jelasnya, kenali beberapa penyebab maag yang mungkin terjadi pada anak Anda:

  1. Mengonsumsi makanan pedas, berminyak, dan berlemak

Kandungan capsaicin yang terdapat dalam makanan pedas dapat beresiko memperlambat pengolahan makanan di lambung anak. Sementara mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak berpotensi meningkatkan asam lambung, yang dapat berakibat pada lamanya waktu pengosongan lambung dari waktu normal yang dibutuhkan.

  1. Porsi makanan terlalu banyak dan cepat

Anda perlu memperhatikan porsi makan anak Anda akhir-akhir ini. Pahami seberapa banyak porsi makan yang sebenarnya anak Anda butuhkan. Karena porsi makan yang terlalu banyak, terlebih dengan terburu-buru, dapat memicu asam lambung naik.

  1. Langsung berbaring sehabis makan 

Kebiasaan berbaring sehabis makan dapat menjadi penyebab maag anak Anda kambuh. Berbaring sehabis makan dapat membuat asam lambung anak naik ke kerongkongan sebab saat itu proses pencernaan makanan sedang berlangsung. Maka sebaiknya beri jeda waktu 2 jam setelah makan, sebelum anak Anda berbaring. 

  1. Efek samping obat-obatan

Bisa jadi penyebab maag yang menyerang anak Anda berasal dari efek samping obat-obatan yang telah dikonsumsi. Beberapa obat pereda nyeri semacam aspirin, ibuprofen, dan naproxen berpotensi membuat dinding lambung anak menipis dan mengiritasi lambungnya.

  1. Infeksi bakteri helicobacter pylori

Penyebab maag lainnya pada anak bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Infeksi bakteri ini umumnya akibat dari mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis. 

Cara Menangani Maag pada Anak

Jika anak Anda terlihat menunjukkan gejala maag yang telah disebutkan, Anda tidak perlu panik dalam menanganinya. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meringankan sakit maag yang anak Anda alami, yaitu:

  • Hindari perut anak kosong dalam waktu yang lama. Beri makanan dengan porsi yang cukup dan asupan bergizi yang seimbang.
  • Pastikan anak tidak makan dalam suapan yang terlalu besar dan mengunyah makanan sampai halus sebelum menelannya.
  • Hindari makanan yang dapat memicu asam lambung naik seperti makanan pedas, berminyak, berlemak, dan mengandung asam.
  • Ketika maag menyerang, usahakan anak tidur dengan bantal kepala agar gas dari lambung tidak semakin naik.
  • Biasakan anak untuk selalu mencuci tangan sebelum makan agar terhindar dari infeksi bakteri.
  • Hanya memberikan obat-obatan pereda nyeri pada anak sesuai dengan anjuran resep dari dokter.

Cara penanganan tersebut bisa dengan mudah Anda terapkan di rumah. Namun jika tidak ada tanda-tanda kondisi maag membaik, sebaiknya Anda segera membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik. Selain itu, penting juga untuk mengetahui penyebab maag pada anak agar nantinya dapat dihindari.

5 Cara Menurunkan Panas Bayi dengan Pengobatan Rumahan

Sebagai orang tua, tidak ada yang lebih berharga dari anak Anda. Apabila si kecil memperlihatkan gejala serta tanda suhu yang tinggi, dari dahi sampai pipi yang memerah, maka reaksi Anda akan panik. Seperti apa cara menurunkan panas bayi yang benar?

Hal itu normal terjadi ketika bayi Anda, suhu badannya naik turun terdapat alasan seperti  dari aktivitas fisik, mandi air hangat, melawan alergi atau bahkan pencernaan dan metabolisme yang meningkat. Bahkan waktu siang hari dapat berdampak karena suhu tubuh cenderung meningkat pada sore hari. 

Suhu Bayi Normal

Suhu normal pada bayi dianggap sekitar 36,4 derajat celcius. Kepanasan dan demam pada bayi dianggap sekitar 38 derajat celcius atau lebih. Perlu diingat bahwa suhu tubuh bayi normal dapat bervariasi pada bayi Anda sepanjang hari.

Bayi di bawah 3 bulan sangat butuh perhatian medis jika terjadi demam, agar segera didiagnosis dari penyebabnya serta mengobatinya. Jika hanya demam ringan tidak perlu kunjungan ke dokter bagi bayi yang usia nya lebih dari 3 bulan. Lalu, bagaimana cara menurunkan panas bayi Anda tapi ketahui dulu tanda-tanda panas tinggi dibawah: 

Tanda-tanda Panas Tinggi

Di bawah ini Anda akan menemukan beberapa tanda dan gejala bayi kepanasan:

  • Mereka merasa hangat saat disentuh
  • Kulit bayi Anda merah
  • Mereka memiliki detak jantung yang cepat
  • Mereka demam tetapi tidak berkeringat
  • Bayi Anda lesu atau tidak responsif
  • Bayi Anda muntah
  • Bayi Anda tampak pusing atau bingung

Pertimbangkan Penyebab Potensial

Harus diingat bahwa demam bukanlah penyakit. Sebaliknya, ini adalah gejala dari masalah mendasar lainnya. Dalam kebanyakan kasus, masalahnya mungkin adalah infeksi; namun, tergantung pada jenis infeksinya atau apakah itu masalah lain akan menentukan jalannya pengobatan. Beberapa penyebab paling umum adalah:

Infeksi Virus

Virus seperti infeksi usus, pilek atau flu, atau cacar air dapat menyebabkan bayi Anda mengalami demam sebagai respons alami untuk melawan infeksi. Virus tidak bersifat bakteri, tetapi antibiotik tidak berpengaruh.

Infeksi Bakteri

Meskipun kurang khas dibandingkan demam virus, demam bakteri bisa menjadi infeksi yang jauh lebih serius. Infeksi pneumonia bakteri, infeksi telinga dan tenggorokan, pneumonia bakteri, maupun meningitis bakteri perlu antibiotik agar mencegah komplikasi kesehatan tambahan.

Imunisasi

Apabila anak Anda baru melakukan vaksinasi kemungkinan akan mengalami demam ringan. Tak perlu khawatir dosis yang tepat acetaminophen atau ibuprofen bisa digunakan untuk bayi Anda agar mengurangi rasa sakit. Namun, jika terjadi demam yang terus berlanjut, disarankan untuk segera ke dokter.

Tumbuh gigi

Bayi Anda mungkin mengalami sedikit kenaikan suhu karena gigi baru tumbuh. Menggosok gigi anak Anda atau menggunakan cincin tumbuh gigi dapat membantu. Jika demam tumbuh gigi bayi Anda berlangsung lebih dari 2 hari, dapatkan bantuan medis.

Cara menurunkan demam

Ada beberapa cara menurunkan panas bayi. Pada bayi yang berusia lebih dari 3 bulan tidak perlu untuk ke dokter jika suhu meningkat. Anda bisa melakukan pengobatan demam di rumah dengan beberapa metode diantaranya : 

1. Asetaminofen

Jika anak Anda berusia lebih dari 3 bulan, Anda dapat menawarkan mereka sejumlah asetaminofen (Tylenol) anak-anak yang aman.

Dosis biasanya didasarkan pada berat badan. Dokter akan meminta bayi Anda untuk ditimbang jika belum melakukan penimbangan, maupun bayi Anda mengalami pertumbuhan baru-baru ini..

Tidak perlu memberikannya obat apa pun, jika bayi Anda merasa tidak nyaman karena demamnya. Jika demamnya tinggi atau memiliki gejala lainnya sehingga membuat tidak nyaman, dengan memberikan obat bisa membantu untuk sementara agar membuat demamnya reda.

2. Sesuaikan pakaian mereka

Gunakan bayi Anda dengan pakaian yang nyaman serta ringan, gunakan selimut tipis agar bayi Anda tetap sejuk. 

Jangan menggunakan pakaian yang berlebihan pada bayi Anda karena bisa mengganggu metode pendinginan secara alami tubuh bayi Anda. 

3. Turunkan suhu

Buat rumah dan kamar bayi Anda tetap sejuk. Agar membantu bayi Anda tidak kepanasan. 

4. Mandikan mereka dengan air hangat

Cobalah menyeka bayi Anda dengan air hangat. Pertahankan suhu air agar tetap hangat selama mandi untuk memastikan keamanan air.

Jangan menggunakan air dingin, karena bisa membuat bayi Anda menggigil, serta bisa membuat suhunya meningkat. Lakukan pengeringan kepada bayi Anda setelah mandi, kemudian pakaikan pakaian yang ringan. 

5. Tawarkan cairan

Dehidrasi adalah kemungkinan komplikasi demam. Tawarkan cairan biasa (ASI atau susu formula) dan pastikan bayi Anda mengeluarkan air mata saat menangis, mulut lembab, dan popok basah biasa.

Coba untuk mendiskusikan ke dokter Anda untuk cara agar bayi Anda tetap terhidrasi.

Semua hal dipertimbangkan

Jika anak Anda demam, bayi dan balita mengalami demam. Meskipun pada awalnya Anda mungkin khawatir, ketahuilah bahwa bayi Anda akan kembali ke dirinya yang normal dan ribut dalam beberapa hari.

Daripada mendasarkan tingkat keparahan demam anak Anda hanya pada termometer, perhatikan bagaimana si kecil bertindak, karena ini bisa menjadi tanda yang lebih jelas tentang apa yang sedang terjadi yang telah dijelaskan, dan bagaimana cara menurunkan panas bayi.

Begini 4 Hal Penyebab Bayi Obesitas

Obesitas dapat terjadi tanpa disadari oleh orangtua. Penyebab bayi obesitas bisa dari berbagai faktor, mulai dari faktor genetik, kondisi kesehatan ibu ketika hamil, hingga asupan makan harian bayi yang mengandung gula terlalu tinggi.

Memang pertumbuhan bayi dibawah satu tahun berkembang dengan pesat. Saking pesatnya pertumbuhan dan perkembangan bayi, bayi usia 6 bulan bisa memiliki berat badan 2 kali lipat dari berat saat bayi lahir dan menyebabkan bayi obesitas. Dan saat bayi berusia satu tahun, berat badannya bisa mencapai 3 kali lipat dari berat lahirnya.

Berat badan bayi dapat menjadi salah satu tanda apakah bayi mengalami obesitas atau tidak, berikut berat badan ideal bayi berdasarkan usia :

  • Bayi dapat dikatakan obesitas, jika berat badan lahirnya di atas 4 kg
  • Bayi berusia dibawah 3 bulan, berat normalnya 4,2 kg sampai 6,4 kg
  • Usia bayi 4-6 bulan, idealnya bayi memiliki berat badan 6,4 kg sampai 7,9 kg
  • Bayi yang berusia 7-9 bulan idealnya memiliki berat badan 7,6 kg sampai 8,9 kg
  • Bayi dengan usia 10-12 bulan berat badan idealnya 8,5 kg sampai 9,6 kg

Para pakar Harvard University berpendapat bahwa bayi yang mengalami obesitas di 2 tahun awal kehidupannya akan lebih berisiko mengalami masalah kesehatan saat beranjak dewasa. Orangtua perlu memantau perkembangan dan pertumbuhan berat dan tinggi badan bayi disesuaikan dengan usianya dan juga perhatikan apakah sudah sesuai dengan perkembangan titik kurva sejak bayi lahir.

Berikut beberapa pemicu yang mungkin menjadi penyebab bayi obesitas :

1. Konsumsi susu formula

Bayi yang mengonsumsi susu formula secara berlebihan cenderung memiliki risiko tinggi bayi bisa mengalami obesitas. Kemungkinan bayi yang mengonsumsi ASI lebih rendah risikonya dibandingkan dengan bayi yang mengonsumsi susu formula. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, pertumbuhan berat badannya akan naik secara perlahan dibandingkan dengan susu formula. 

Itulah sebabnya, jika bayi sedang meminum ASI sebaiknya tidak diberikan susu formula tambahan, cukup berikan ASI saja. Karena dikhawatirkan justru akan meningkatkan risiko bayi obesitas. Pemberian susu formula dibawah usia 6 bulan akan lebih berisiko menjadi pemicu bayi obesitas dikarenakan beberapa alasan ini :

  • Kecenderungan bayi akan menghabiskan seluruh susu yang ada di botol, meskipun bayi sudah kenyang.
  • Biasanya orang tua memberikan susu formula berdasarkan jadwal pemberian susu, bukan berdasarkan rasa lapar bayi.
  • Kemungkinan pemberian susu formula berlebihan (overfeeding) menjadi lebih besar.

2. Persalinan dengan C-Section atau Caesar

Dalam penelitian, bayi yang terlahir dengan metode persalinan operasi caesar akan lebih rentan terhadap obesitas ketika usianya dibawah 6 bulan. Hal ini dikarenakan bakteri yang terdapat dalam pencernaan bayi yang lahir dengan metode caesar dan normal akan berbeda. Akan tetapi, ini bukannya alasan utama dan hanya menjadi pemicu pendukung bayi bisa mengalami obesitas. Jadi, tidak selalu dan tidak semua bayi yang lahir dari metode caesar akan mengalami obesitas nantinya.

3. Ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional

Berat badan bayi dalam kandungan sangat berkaitan dengan kondisi dari kesehatan sang ibu. Dimulai dari berat badan ibu sebelum hamil, saat hamil, kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, dan kondisi kesehatan ibu apakah menderita diabetes gestasional atau tidak. Karena hal ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi dalam kandungan hingga bayi lahir.

4. Ibu hamil yang obesitas

Ibu yang mengalami obesitas saat hamil juga bisa menjadi penyebab bayi obesitas saat dilahirkan. Ibu hamil yang obesitas meningkatkan risiko melahirkan bayi obesitas dengan badan diatas 4 kg (makrosomia). Tentu bukan itu saja dampak yang mungkin terjadi, tetapi obesitas selama kehamilan juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti :

  • Ibu mengalami tekanan darah tinggi preeklamsia
  • Terdapat gumpalan darah
  • Pendarahan menjadi lebih berat pasca melahirkan
  • Ibu mengalami diabetes gestasional
  • Ibu bisa mengalami keguguran

Selain itu, bayi obesitas dapat memberikan dampak buruk lainnya, seperti :

  • Bayi lahir dengan banyak lemak di tubuhnya
  • Berat badan lahir bayi menjadi lebih tinggi
  • Bayi bisa lahir lebih awal dari waktu yang normal (sebelum 37-40 minggu)
  • Meningkatkan risiko kepada bayi akan penyakit kronis seperti jantung atau diabetes saat bayi beranjak dewasa
  • Bayi bisa mengalami cacat lahir (spina bifida)
  • Bayi bisa lahir dalam keadaan meninggal

Jadi, kenaikan berat badan ibu saat hamil, maupun segala kondisi kesehatan ibu hamil sangatlah penting untuk di kontrol.

Bayi obesitas ini tentunya dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti :

  • Gaya hidup sehat sejak hamil
  • Mengusahakan lahir dengan cara normal atau pervaginam
  • Fokus memberikan ASI eksklusif kepada bayi minimal hingga usianya 6 bulan
  • Memberi takaran susu formula pada bayi
  • Mengenali sinyal rasa kenyang pada bayi untuk menghindari pemberian susu berlebihan
  • Berikan MPASI bayi berupa buah, dan hindari memberikan jus buah instan kemasan
  • Menghindari pemberian MPASI yang terlalu cepat, normalnya MPASI diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan ke atas

Ternyata bayi obesitas bisa berpengaruh kepada kondisi kesehatan bayi yang berkepanjangan ya. Tentunya hal ini nantinya akan menghambat tumbuh kembang dan eksplorasi anak selama masa pertumbuhannya. Jadi, yuk mulai perhatikan dan kontrol selalu pertumbuhan dan berat badan bayi!

Penyebab Flu Anak dan Cara Mengobati dengan Fludane

Flu merupakan salah satu penyakit yang kerap dialami pada anak-anak. Hal ini bisa disebabkan karena sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan. Flu pada umumnya bisa reda sendiri dengan sering beristirahat. Tetapi, Anda bisa membantu meredakan gejalanya dengan memberikan obat yang dijual bebas di apotek seperti Fludane.

Penyebab Flu pada Anak

Sesuai namanya, penyakit flu mendapatkan namanya dari virus yang menyebabkannya, yaitu virus influenza. Virus influenza dapat menyebar ketika seseorang batuk atau bersin lalu mengeluarkan droplet atau percikan yang telah terinfeksi virus, kemudian ada orang lain yang menghirupnya. tetesan atau percikan tersebut juga dapat mendarat pada benda-benda seperti gagang pintu, kereta belanja dan sebagainya lalu menginfeksi orang yang menyentuhnya.

Anak-anak dapat menyebarkan flu sehari sebelum gejala muncul, dan 5-7 hari setelah mereka sakit. Virus penyebab penyakit flu ini dapat dengan mudah berpindah dari anak ke anak karena mereka berbagi hal-hal seperti pensil, mainan, komputer, remote, sendok, dan garpu.

Meski sebagian besar anak-anak atau balita bisa pulih dengan cepat tanpa mengalami komplikasi, flu bisa memberikan dampak berbahaya bagi beberapa anak kecil. Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun menghadapi risiko signifikan terkena komplikasi akibat flu. Hal tersebut membuat peningkatan anak-anak yang harus dirawat di rumah sakit karena flu. 

Menurut CDC, anak-anak berisiko lebih tinggi terserang flu dan mengalami komplikasi ketika mereka memiliki masalah kesehatan tambahan seperti:

  • asma
  • diabetes
  • kanker
  • masalah sistem kekebalan tubuh
  • penyakit paru kronis
  • gangguan ginjal
  • penyakit jantung.

Peneliti juga telah menemukan bahwa anak-anak yang memiliki riwayat asma dan masalah neurologis yang sudah ada sebelumnya, akan menjadi lebih rentan terhadap komplikasi yang dapat ditimbulkan karena flu. Untuk anak kecil, komplikasi potensial yang dapat terjadi yaitu:

  • radang paru-paru
  • infeksi telinga
  • infeksi sinus
  • kejang.

Cara Mengobati Flu pada Anak

Pada umumnya flu dapat reda atau sembuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, pastikan anak Anda untuk:

  • minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi
  • banyak tidur, istirahat, dan santai
  • memakai pakaian dengan layer atau lapisan yang mudah dipasang dan dilepas. Hal ini karena anak-anak bisa merasa dingin selama satu menit lalu panas sesaat setelahnya.
  • berikan obat acetaminophen dan atau ibuprofen untuk meredakan demam dan nyeri. Tetapi jangan berikan aspirin kepada anak-anak dan remaja karena dapat menimbulkan sindrom Reye.

Anda juga dapat memberikan anak Anda obat Fludane sirup yang berkhasiat untuk meredakan gejala flu yang disertai batuk. Selain itu, Fludane sirup yang memiliki rasa jeruk ini juga diklaim mampu meredakan demam, sakit kepala dan mengatasi hidung tersumbat. 

Obat Fludane mengandung parasetamol, klorfeniramin maleat, dan fenilpropanolamin HCl. Parasetamol berfungsi sebagai zat analgetik dan antipiretik yang dikenal mampu meredakan rasa nyeri serta menurunkan demam pada anak. Sedangkan kandungan klorfeniramin maleat merupakan zat antihistamin yang dapat menekan produksi histamin yang efektif menghentikan reaksi bersin-bersin pada anak. Kandungan fenilpropanolamin HCl berfungsi sebagai dekongestan yang berfungsi untuk mengatasi hidung tersumbat dengan cara mengurangi peradangan pembuluh darah pada rongga hidung.

Anda bisa mendapatkan Fludane dengan mudah karena obat ini merupakan golongan obat bebas terbatas. Tetapi frekuensi penggunaannya harus mematuhi petunjuk yang tertera pada kemasan atau mengikuti anjuran dari dokter, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya.  Anda bisa menggunakan obat Fludane anak rasa jeruk untuk meredakan flu pada anak dengan harga Rp 21.039 untuk kemasan isi 60 mL.

Inilah Manfaat dari Yogurt untuk Bayi

Yoghurt merupakan produk olahan susu hasil fermentasi. Selain mengandung nutrisi yang sama dengan susu, yoghurt juga mengandung probiotik. Probiotik bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan saluran cerna. Yoghurt untuk bayi aman diberikan ketika bayi berusia 9 hingga 10 bulan. Saat ingin memberikan produk olahan susu ini, yoghurt yang aman untuk bayi adalah yoghurt tawar (plain) tanpa tambahan pemanis, kaya akan lemak, mengandung prebiotik, dan telah diproses dengan cara pasteurisasi.

Ada beberapa syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh orang tua ketika memberikan yoghurt untuk buah hatinya. Nah, berikut ini syarat agar yoghurt untuk bayi aman dikonsumsi.

  1. Pilihlah plain yoghurt

Jenis yoghurt harus tanpa rasa dan tambahan gula, alias plain yoghurt. Pada dasarnya, yoghurt telah mengandung gula alami dalam bentuk laktosa. Penambahan gula dalam yoghurt bisa saja memicu terjadinya kerusakan gigi dan obesitas pada bayi. Oleh sebab itu, Anda harus memeriksa ada atau tidaknya kandungan gula tambahan pada komposisi nilai gizi. Informasi ini umumnya tertera pada kemasan.

  1. Gunakan pemanis alami

Sebagai tambahan pemanis pada yoghurt untuk bayi, Anda dapat menambahkan buah yang telah dihaluskan. Namun, jika bayi sudah terbiasa melahap makanan padat, tambahkanlah potongan buah atau sayuran yang lunak dalam sajian yoghurt.

  1. Awasi penggunaan madu

Madu sebagai pemanis yoghurt untuk bayi tidak boleh diberikan. Hindari memberi madu sebagai pemanis bila bayi berusia di bawah 1 tahun. Pasalnya, madu mengandung bakteri yang bisa menyebabkan botulisme.

  1. Jangan memberikan yoghurt tanpa lemak

Berikan yoghurt untuk bayi kaya lemak untuk membantu pertumbuhan. Pada bayi berusia di bawah 2 tahun, hindari memberikan yoghurt tanpa lemak. Pasalnya, bayi membutuhkan kalori dan lemak dalam susu untuk pertumbuhannya.

  1. Pastikan yoghurt memenuhi syarat berikut

Pastikan bahwa yoghurt yang aman untuk bayi telah melalui proses pasteurisasi, terbuat dari susu murni, dan mengandung probiotik. Sebelum memberikan yoghurt, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Langkah ini akan membantu Anda untuk mengetahui apakah Si Kecil memiliki alergi susu atau alergi makanan tertentu. Dengan ini, pemberian yoghurt untuk bayi bisa dilakukan dengan aman dan manfaatnya bisa didapat secara optimal.

Manfaat yogurt untuk bayi

Yoghurt mengandung beragam nutrisi penting yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Protein, vitamin, kalsium, lemak, dan probiotik yang ada di dalamnya berguna pula dalam menunjang kesehatan bayi. Berikut ini manfaat dari pemberian yogurt untuk bayi.

  1. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Probiotik (bakteri baik) dalam yoghurt dapat memperlancar fungsi sistem pencernaan bayi dengan meningkatkan kesehatannya. Contoh bakteri baik ini adalah Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium lactis. Lactobacillus acidophilus bisa membantu dalam mengurangi gejala intoleransi laktosa. Sementara Bifidobacterium lactis dapat mencegah sembelit dan menurunkan frekuensi serangan irritable bowel syndrome (IBS). Tak hanya itu, yoghurt yang mengandung bakteri Streptococcus thermophilus juga mampu mengurangi rasa kembung dan kram perut yang mungkin dirasakan oleh bayi.

  1. Meredakan diare

Suatu penelitian dalam Nutrition Research Journal menunjukkan bahwa yoghurt dapat mengurangi gejala dan durasi diare pada bayi. Manfaat yoghurt untuk bayi ini muncul karena yoghurt dapat memelihara bakteri baik di saluran pencernaan sehingga mampu mengurangi infeksi bakteri dan frekuensi diare.

  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Probiotik dan asam laktat dalam yoghurt dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi secara keseluruhan. Kandungan vitamin A dan D di dalamnya juga mampu menjaga sistem imun bayi. 

  1. Mengoptimalkan kesehatan tulang

Yoghurt kaya akan nutrisi yang baik untuk tulang, seperti kalsium, protein, fosfor, magnesium, dan vitamin D. Protein pengikat zat besi dan laktoferin dalam yoghurt juga mampu meningkatkan aktivitas sel osteoblas yang membangun tulang dan mengurangi aktivitas sel osteoklas yang berfungsi melerai tulang.

  1. Membantu dalam mengatasi insomnia

Sebagian bayi sulit tidur di malam hari. jadi, untuk mengatasi kondisi ini, vitamin B kompleks dan tripofin dalam yoghurt mungkin dapat membantu. Vitamin B kompleks dan tripofin akan merangsang produksi serotonin, yaitu neurotransmiter yang mengendalikan pola tidur. Selain itu, kandungan magnesium dalam fermentasi susu ini pun memiliki efek menenangkan sehingga bisa memicu bayi untuk tidur.Itulah alasan kenapa yoghurt untuk bayi baik dan aman. Meski begitu, pemberian yoghurt ini harus disesuaikan dengan usia bayi. Sebelumnya pun harus didiskusikan dengan dokter agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Camidryl Sirup: Obat dengan Kandungan Utama Diphenhydramine HCL

Diphenhydramine HCL ditemukan di dalam obat flu dan batuk. Dan salah satu bentuk obat dari diphenhydramine HCL adalah sirup, seperti produk Camidryl Sirup 60 ml. Obat ini memiliki kategori obat batuk, flu, dan alergi, serta batuk berdahak. 

Obat ini memang berfungsi sesuai diphenhydramine HCL itu sendiri. Sebab, diphenhydramine HCL merupakan obat untuk meredakan gejala akibat reaksi alergi, rinitis alergi, dan common cold. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan, serta kondisi tremor dan kaku otot pada penderita parkinson.

Untuk diketahui Camidryl Sirup 60 ml bermanfaat dalam meringankan batuk yang disertai dengan alergi. Kandungan di dalam Camidryl Sirup 60 ml telah disertai dengan diphenhydramine HCL dan ammonium chloride yang dapat membantu dalam meringankan batuk, yang disebabkan karena alergi dan disertai pengeluaran dahak. 

Kandungan diphenhydramine HCL yang merupakan obat antihistamina bermanfaat dalam meredakan gejala alergi seperti demam dan pilek. Selain itu, kandungan ammonium chloride merupakan obat golongan ekspektoran yang bekerja dengan cara mengencerkan dahak, sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan. 

Indikasi (Manfaat) obat Camidryl Sirup 60 ml yakni untuk meringankan batuk yang disebabkan karena alergi dan disertai pengeluaran dahak.

Komposisi Obat Camidryl Sirup 60 ml adalah per tiap 5 ml mengandung Diphenhydramine HCL 12,5 mg, ammonium chloride 100 mg, alkohol 0,25 persen. Dengan kandungan obat seperti itu, dosis obat Camidryl Sirup 60 ml menjadi:

  • Untuk dewasa, 2 sendok takar (2 ml) per 4 jam dan tidak lebih dari 8 sendok takar (40 ml) per 24 jam.
  • Untuk Anak-anak:
  • 2-6 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml)/4 jam tidak lebih dari 2 sendok takar (10 ml)/24 jam;
  • 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml)/4 jam tidak lebih dari 4 sendok takar (20 ml)/24 jam.

Obat Camidryl Sirup 60 ml tentu sangat baik jika dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Minimal, kamu membaca aturan pakai yang terdapat di label kemasan. Karena Obat Camidryl Sirup 60 ml adalah jenis sirup, maka konsumsilah menggunakan sendok takar yang biasanya telah tersedia di dalam kemasan. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena ukuran dosis bisa berbeda.

Penggunaan diphenhydramine HCL bersamaan dengan obat-obatan lain dapat menimbulkan efek interaksi antarobat, yang meliputi:

  • Meningkatkan efek kantuk dan efek samping yang bisa berakibat fatal bila digunakan bersama obat penenang, antidepresan, atau antihistamin lain, seperti hydroxyzine;
  • Meningkatkan efek obat antikolinergik, seperti atropin; 
  • Mengurangi efektivitas betahistine.

Adapun efek samping penggunaan obat  Camidryl Sirup 60 ml, antara lain:

  • Gatal-gatal;
  • Kekeringan pada mulut, hidup dan tenggorokan;
  • Mengentalnya dahak;
  • Hipotensi;
  • Timbul efek kantuk;
  • Gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin);;
  • Gangguan pencernaan;
  • Reaksi alergi pada kulit;
  • Sedasi;
  • Pusing.

Kalau sudah begitu, segera pergi ke dokter dan sampaikan efek-efek yang ditimbulkan setelah mengonsumsi obat tersebut.  Perlu diingat juga dalam masalah penyimpanan. Agar obat ini tetap terjaga kualitasnya, dianjurkan untuk menyimpan di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari panas sinar matahari langsung.

Sementara itu, beberapa hal yang sekiranya perlu diperhatikan mengenai obat ini antara lainL

  • Tidak boleh mengendarai motor atau menjalankan mesin selama minum obat ini;
  • Tidak untuk diberikan kepada anak di bawah 2 tahun;
  • Pasien penderita dengan gangguan saluran pernapasan bagian bawah: asma;
  • Wanita hamil dan menyusui;
  • Pasien usia lanjut.

Waspada kemungkinan kontraindikasi dari penggunaan obat ini. Kontraindikasi adalah suatu efek (negatif) yang bisa terjadi dalam penggunaan obat. Alih-alih memberi manfaat, kontraindikasi ini justru membuat masalah baru. Kelompok manusia yang berisiko mengalami kontraindikasi dari penggunaan obat ini adalah:

  • Bayi;
  • Wanita menyusui;
  • Penderita yang hipersensitif.

Jika kamu sedang flu atau batuk, silakan dapatkan Camidryl Sirup 60 ml dengan kandungan diphenhydramine HCL di Toko SehatQ dengan harga Rp6.004. Namun, sebelum mengonsumsinya, pastikan kamu memperhatikan hal-hal di atas.

Anak Pilek dan Batuk? Coba Gunakan Anakonidin Sirup

Batuk dan pilek adalah kondisi yang sangat umum terjadi, apalagi pada anak-anak. Ketika melihat gejala batuk dan pilek pada anak, Anda tidak perlu cemas. Anda bisa memberikan anak obat untuk meredakan gejala batuk dan pilek seperti Anakonidin sirup

Anakonidin adalah salah satu obat batuk dan pilek yang tersedia untuk anak-anak di Indonesia. Obat ini hadir dalam bentuk sirup berukuran 60 ml per kemasan. Harganya cukup terjangkau dan bisa Anda beli secara bebas tanpa memerlukan resep dari dokter. 

Kapan perlu menggunakan Anakonidin sirup?

Waktu yang tepat untuk menggunakan obat Anakonidin adalah ketika anak mengalami gejala dari kondisi batuk dan pilek. Anak Anda mungkin tidak bisa mengenali gejala ini sendiri. Karena itu, sebagai orang tua, Anda harus bisa teliti memperhatikan perubahan gejala pada anak.

Tidak seperti orang dewasa, anak tidak bisa menggambarkan gejala mereka sendiri. Supaya Anda bisa mendeteksi ketika anak mengalami batuk atau pilek, berikut ini gejala yang perlu Anda waspadai:

  • Batuk dan bersin-bersin
  • Ada lendir di hidung, baik encer maupun kental
  • Peningkatan suhu tubuh atau demam
  • Sakit tenggorokan
  • Mata berair dan berkerak
  • Anak murung dan merasa lelah
  • Kehilangan nafsu makan

Itu adalah gejala-gejala yang paling umum. Ketika anak Anda mengalami gejala ini, maka Anda patut mencurigai adanya kondisi pilek atau batuk.

Setelah memastikan anak batuk atau pilek, Anda bisa memberikan mereka obat Anakonidin sirup sesuai dosis. Anda juga bisa memastikan mengenai kesesuaian konsumsi obat dengan apoteker ketika akan membeli obat tersebut.

Untuk penggunaan yang tepat, obat Anakonidin sebaiknya dipakai berdasarkan dosis sebagai berikut:

  • Untuk anak-anak usia 2-5 tahun, dosisnya 5 ml atau 1 sendok takar sebanyak 3 kali dalam sehari
  • Untuk anak-anak usia 6-12 tahun, dosisnya 10 ml atau 2 sendok takar sebanyak 3 kali dalam sehari

Jangan berikan obat ini pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Selain itu, jangan juga memberikannya apabila anak Anda sudah berusia 12 tahun ke atas.

Ikuti dosis dan anjuran pemakaian yang tepat supaya kondisi batuk dan pilek Anda bisa disembuhkan dengan maksimal.

Perhatian khusus saat menggunakan obat

Sebenarnya, Anakonidin bukanlah obat keras. Karena itu, bisa dipakai pada anak dan bisa didapatkan secara bebas tanpa resep dari dokter.

Akan tetapi, ketika menggunakannya, Anda tetap perlu memperhatikan beberapa hal. Ini penting agar tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan anak Anda.

Berikut ini hal-hal yang sebaiknya diperhatikan ketika menggunakan Anakonidin sirup:

  • Efek samping

Ada risiko efek samping yang mungkin dialami oleh anak setelah menggunakan obat ini. Efek samping ini cenderung ringan dan bisa membaik dalam beberapa waktu.

Risiko efek samping yang mungkin terjadi adalah mengantuk, sakit kepala, gangguan pencernaan, peningkatan detak jantung, jantung berdebar, mulut kering, sulit berkemih, dan insomnia. 

  • Penderita penyakit lain

Apabila anak Anda menderita penyakit lain, maka waspadai penggunaan obat ini. Bisa saja, obat untuk penyakit lain tidak cocok bila dikombinasikan dengan Anakonidin.

Secara khusus, perhatikan apabila anak menderita gangguan fungsi hati dan ginjal, kerusakan saraf mata, diabetes melitus, gangguan jantung, asma, dan hipoksia.

Berikan Anakonidin sirup pada anak sesuai dosis yang sudah ditetapkan. Pemakaian dalam jumlah besar dan jangka panjang tidak baik untuk organ hati dan ginjal anak.