Histoplasmosis

Histoplasmosis - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Histoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi spora jamur Histoplasma capsulatum pada paru. Histoplasma capsulatum biasanya tumbuh di tanah dan tempat-tempat yang terdapat kotoran burung atau kelelawar. Penyebaran Histoplasma capsulatum bisa melalui udara dan jika manusia terpapar jamur tersebut, maka bisa terkena infeksi. Tidak hanya melalui udara, jamur tersebut juga dapat menyebar melalui kontak fisik.

Gejala

Histoplasmosis bisa tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, jika seseorang terkena gejala akibat histoplasmosis, maka gejala yang bisa dialami adalah sebagai berikut:

  • Batuk.
  • Demam.
  • Sakit di bagian dada.
  • Nyeri otot.
  • Tubuh berkeringat, bahkan di malam hari.
  • Batuk yang disertai darah.
  • Sesak nafas.
  • Radang paru-paru.

Penyebab

Histoplasma capsulatum adalah jamur yang dapat menyebabkan histoplasmosis. Jamur tersebut dapat menyebar melalui udara, sama seperti virus Corona atau Covid-19. Penyakit histoplasmosis bisa terjadi baik pada orang yang belum terkena penyakit tersebut maupun yang sudah.

Histoplasma capsulatum tumbuh di tanah yang lembab, termasuk tanah yang terdapat kotoran burung atau kelelawar. Oleh karena itu, jamur histoplasma bisa ditemukan di kandang ayam, kandang burung merpati, peternakan yang sudah usang, taman, dan gua. Penyebaran histoplasmosis bisa melalui kontak fisik atau paparan udara. Oleh karena itu, setiap orang perlu berhati-hati jika keluar rumah.

Tidak hanya itu, risiko histoplasmosis juga bisa terjadi jika mereka adalah petani, peternak, pembasmi hama, pekerja taman, dan pekerja konstruksi.

Diagnosis

Jika Anda mengalami histoplasmosis, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Diagnosis yang dapat dilakukan meliputi:

  • Tes darah atau urine

Tes tersebut dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami histoplasmosis atau tidak.

  • Kultur jamur

Kultur jamur diambil dari cairan tubuh atau jaringan untuk mengetahui jika jamur histoplasma terjadi pada tubuh atau tidak.

  • Pemeriksaan rontgen

Pemeriksaan rontgen juga dapat dilakukan jika ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Contoh pemeriksaan rontgen yang dapat dilakukan adalah X-ray atau CT scan.

Pengobatan

Jika seseorang mengalami histoplasmosis dan ingin mengobati penyakit tersebut, berikut adalah obat anti jamur yang dapat digunakan:

  • Itrakonazol.
  • Ketoconazole.
  • Amphotericin B.

Pencegahan

Selain pengobatan, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah histoplasmosis:

  • Beristirahat yang cukup.
  • Jika memiliki sistem imun yang lemah, sebaiknya jangan melakukan aktivitas di tempat-tempat yang terdapat jamur histoplasma.
  • Gunakan masker jika berada di tempat-tempat yang mudah terkontaminasi kotoran unggas.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Anda sebaiknya temui dokter bila Anda mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Jantung yang bergerak secara cepat atau tidak teratur.
  • Batuk yang disertai dengan darah.
  • Sakit kepala dalam jangka panjang.
  • Merasa bingung atau tidak dapat berpikir jernih.

Sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat membuat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan seperti:

  • Mengapa saya bisa terkena histoplasmosis?
  • Apakah gejala yang saya alami membaik atau memburuk?
  • Apa yang perlu saya lakukan jika gejala yang dialami memburuk?
  • Bagaimanakah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit histoplasmosis?
  • Jika saya ingin melakukan aktivitas seperti berkebun, bagaimana cara untuk menghindari infeksi histoplasmosis?

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter dapat menanyakan kepada Anda terkait dengan kondisi yang Anda alami seperti:

  • Kapan Anda mengalami histoplasmosis?
  • Apakah gejala tersebut terjadi hanya sekali atau secara berulang?
  • Apakah Anda bekerja di luar ruangan?
  • Apakah Anda sering berada di tempat yang lembab?

Kesimpulan

Histoplasmosis merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, jika ingin mengatasi histoplasmosis, Anda sebaiknya ikuti anjuran yang disebutkan diatas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter mengenai histoplasmosis.