Cara Menanam Lidah Buaya di Pot yang Benar

cara menanam lidah buaya

Lidah buaya merupakan jenis tanaman sukulen yang membutuhkan perhatian khusus agar media tanamnya tidak terlalu lembab. Pasalnya, sebagian besar kasus lidah buaya mati karena pembusukan batang. Meskipun demikian, cara menanam lidah buaya tidak serumit yang dipikirkan bahkan lidah buaya bisa ditanam di dalam pot. 

Hal yang perlu diperhatikan

Pertumbuhan lidah buaya akan maksimal seiring dengan pemilihan media tanam yang tepat. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menanam lidah buaya:

  • Gunakan pot yang terbuat dari terakota atau pot berpori lainnya. Pot terakota cocok digunakan untuk tanaman yang hidup di tanah kering, seperti jenis sukulen salah satunya lidah buaya
  • Pot plastik juga bisa digunakan, namun Anda harus melubangi di bagian bawahnya untuk memperbaiki drainase media tanam. Lubang akan memungkinkan kelebihan air keluar. Kelembaban yang berlebih menyebabkan batang lidah buaya mudah layu dan busuk
  • Pilih pot sesuai ukuran lidah buaya. Jika lidah buaya memiliki batang yang besar, pastikan pot memiliki tinggi dan lebar yang pas untuk menempatkan lidah buaya di dalamnya
  • Gunakan tanah yang mengandung perlite, batuan lava, potongan kulit kayu atau campuran ketiganya untuk menjaga drainase tanah
  • Anda tidak perlu menambahkan lapisan dasar pot berisi kerikil, tanah liat, atau bahan-bahan lainnya dengan tujuan meningkatkan drainase akar. Lubang di bawah pot cukup untuk menyeimbangkan kelembaban
  • Untuk mempercepat lidah buaya membentuk akar baru setelah ditanam, taburi batang lidah buaya dengan bubuk hormon yang mampu meningkatkan perakaran. Akan tetapi, cara ini opsional, boleh dilakukan jika diperlukan

Cara menanam lidah buaya di pot

Setelah menyiapkan media tanam yang tepat, berikut ini langkah-langkah menanam lidah buaya di pot dengan benar:

  1. Cuci pot dari kotoran yang menempel dan keringkan. Letakkan tisu atau koran di bagian dasar pot untuk mencegah tanah berceceran kemudian keluar dari lubang drainase
  2. Siapkan lidah buaya dan bersihkan akarnya dari kotoran dengan hati-hati. Buang batang yang telah kering dan tidak sehat. Jika terdapat batang sehat yang terpaksa dipangkas karena tidak cukup diletakkan di pot, potong sebagian batang tersebut dan letakkan tanaman lidah buaya di bawah sinar matahari langsung. Beberapa hari kemudian, luka sayatan akan tertutup dengan kulit baru. Meskipun risiko paling besar memotong batang lidah buaya yaitu tanaman mati
  3. Tambahkan tanah hingga mencapai 1/3 bagian pot. Letakkan tanaman dan tambahkan tanah. Ingat, jangan isi pot dengan tanah hingga penuh, sisakan beberapa inci dari atas pot. 
  4. Jangan langsung menyiram lidah buaya, tunggu setidaknya hingga 1 minggu. Hal ini akan mengurangi risiko pembusukan dan memberikan waktu lidah buaya agar tumbuh akar baru. Jika tanaman nampak telah segar kembali, letakkan di tempat hangat namun tidak terpapar cahaya matahari secara langsung

Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan

Saat menanam tanaman lidah buaya, terdapat faktor-faktor yang memengaruhi kesuburannya. Berikut ini berbagai faktor yang harus diperhatikan:

  • Pencahayaan: tempatkan di tempat yang terang namun tidak di bawah sinar matahari langsung. Lidah buaya yang ditempatkan di cahaya redup seringkali memiliki batang yang lebih panjang
  • Suhu: lidah buaya tumbuh paling baik pada suhu 13-27 derajat Celsius. Suhu ini sesuai dengan suhu di dalam rumah 
  • Pemupukan: beri pupuk hanya 1 kali dalam setahun karena umumnya lidah buaya tidak membutuhkan banyak pupuk untuk bertahan hidup
  • Pemindahan pot: jika akar telah keluar dari pot dan tanaman menjadi sesak di dalam pot, pindahkan ke pot lainnya atau pekarangan

Kurma Medjool

Kurma Medjool merupakan salah satu makanan manis yang paling populer untuk dikonsumsi. Kurma tersebut tampak seperti permen dan memiliki warna yang gelap. Kurma tersebut juga merupakan kurma yang lebih bermanfaat dibandingkan dengan kurma lain karena mengandung kalsium yang lebih tinggi.

Kurma Medjool berasal dari Maroko dan tumbuh dari pohon Phoenix dactylifera. Buah tersebut dapat Anda temukan di mana saja dan dapat dikonsumsi secara langsung. Anda dapat memperoleh kurma tersebut dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar Rp 200.000,00.

Kandungan Kurma Medjool

Kurma Medjool memiliki kandungan sebagai berikut:

  • 133 kalori.
  • Karbohidrat (36 gram).
  • Serat (3,2 gram).
  • Protein (0,8 gram).
  • Gula (32 gram).
  • Lemak (0 gram).
  • Kalsium (2% AKG (angka kecukupan gizi)).
  • Zat besi (2% AKG).
  • Potasium (7% AKG).
  • Copper (19% AKG).
  • Magnesium (6% AKG).
  • Vitamin B6 (7% AKG).

Jika Anda ingin menjaga asupan kalori dan kadar gula darah, Anda sebaiknya jangan mengkonsumsi kurma tersebut secara berlebihan.

Kurma juga merupakan salah satu buah yang kering dan mengandung kalori yang lebih banyak dibandingkan dengan buah lain. Kandungan tersebut lebih besar karena jumlah air yang ada pada kurma sedikit.

Manfaat Kurma Medjool

Jika Anda mengkonsumsi kurma Medjool, berikut adalah manfaat yang Anda akan peroleh:

  1. Sumber antioksidan

Kurma Medjool merupakan salah satu makanan yang mengandung antioksidan dimana kandungan tersebut dapat melindungi sel-sel tubuh manusia dari kerusakan oksidatif. Jika hal tersebut terjadi, maka manusia bisa mengalami stres oksidatif karena zat radikal bebas. Hal tersebut dapat memicu risiko seperti penyakit kanker.

Kurma Medjool mengandung antioksidan seperti flavonoid untuk mencegah risiko penyakit seperti ini.

  1. Sumber energi

Karena kurma Medjool mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, buah tersebut dapat memberikan energi untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. Banyak orang yang mengkonsumsi kurma ketika sahur dan berbuka puasa.

  1. Menjaga tulang

Karena kurma Medjool mengandung kalsium yang tinggi, buah tersebut dapat dijadikan sebagai makanan untuk menjaga kesehatan tulang manusia.

  1. Menjaga kesehatan otak

Karena kurma Medjool juga mengandung antioksidan, buah tersebut dapat mengurangi plak pada otak. Plak pada otak merupakan salah satu tanda seseorang mengalami penyakit Alzheimer (penurunan daya ingat).

  1. Menjaga pencernaan

Kurma Medjool bermanfaat dalam menjaga pencernaan manusia karena mengandung serat. Kandungan tersebut dapat membantu melancarkan BAB (buang air besar). Selain itu, kandungan tersebut juga dapat mengurangi risiko pada pencernaan seperti kanker usus.

Sebuah studi menyatakan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi kurma, mereka lebih sering buang air besar dengan lancar dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengkonsumsi kurma.

  1. Menjaga kondisi jantung

Serat dan antioksidan yang ada pada kurma Medjool juga dapat menjaga kondisi jantung seseorang. Serat memiliki peran dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan mencegah penumpukan plak pada pembuluh darah.

Antioksidan memiliki peran dalam mencegah zat radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Efek Samping Kurma Medjool

Anda juga perlu pahami bahwa kurma Medjool dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Kenaikan berat badan

Karena kurma Medjool mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, Anda perlu konsumsi kurma tersebut secukupnya. Jika dikonsumsi secara berlebihan, maka Anda akan mengalami kenaikan berat badan.

  • Alergi

Kurma Medjool juga mengandung sulfit sehingga dapat menimbulkan reaksi alergi seperti ruam.

  • Penyakit ginjal

Kurma Medjool berisiko bagi Anda yang mengalami penyakit ginjal. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tanyakan kepada dokter tentang makanan lain yang dapat dikonsumsi untuk menjaga kondisi ginjal.

Kesimpulan

Kurma Medjool merupakan salah satu buah yang dapat menjaga kesehatan manusia. Namun, karena buah tersebut mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, Anda sebaiknya jangan konsumsi buah tersebut secara berlebihan jika Anda ingin menjaga berat badan Anda. Untuk informasi lebih lanjut tentang kurma Medjool, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Konsumsi Protein Berlebih Apakah Berbahaya?

Mungkin Anda sudah familiar dengan diet tinggi protein. Diet seperti diet Caveman dan diet Paleo terdiri dari rasio makronutrien yang beragam, namun biasanya tinggi konsumsi protein. Meskipun standar diet ketogenic menekankan lemak, diet ini juga bisa tinggi protein. Bahkan diet yang terdiri dari makanan nabati juga bisa mengandung protein dalam jumlah yang tinggi. Protein adalah bagian penting untuk diet yang sehat. Konsumsi protein dapat membantu membentuk dan memperbaiki otot, organ tubuh, dan tulang. Diet tinggi protein juga terbukti bermanfaat dalam mengurangi lemak, menurunkan berat badan, lebih mudah membuat kenyang, dan menjaga otot. 

Akan tetapi, konsumsi protein juga telah dihubungkan dengan beberapa risiko yang penting untuk diketahui dan dipahami. Ahli nutrisi menyarankan agar konsumsi protein dalam batas yang wajar dan tidak melebihi nilai harian yang direkomendasikan. Beberapa risiko terlalu banyak konsumsi protein di antaranya adalah:

  • Bertambahnya berat badan

Diet tinggi protein dapat mengurangi berat badan. Namun, pengurangan berat badan jenis ini hanya bersifat sementara dan jangka pendek. Konsumsi protein berlebih biasanya disimpan dalam bentuk lemak, sementara asam amino dibuang dari dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan pertambahan berat badan, terutama apabila Anda mengonsumsi banyak kalori serta berusaha meningkatkan konsumsi protein. Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa pertambahan berat badan diasosiasikan dengan diet di mana protein menggantikan karbohidrat, namun tidak menggantikan lemak. 

  • Bau mulut tidak sedap

Konsumsi protein dalam jumlah besar dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap, terutama apabila Anda membatasi asupan karbohidrat. Ini mungkin disebabkan karena tubuh Anda sedang berada dalam kondisi metabolisme yang disebut ketosis, yang memproduksi zat kimia yang memiliki bau tidak sedap. Menyikat gigi ataupun “flossing” tidak akan menghilangkan bau tersebut. Untuk mengatasinya, Anda bisa meminum banyak air atau mengunyah permen karen. 

  • Konstipasi

Dalam sebuah studi, 44 persen pesertanya melaporkan adanya konstipasi. Ini disebabkan karena diet tinggi protein yang membatasi karbohidrat biasanya rendah serat. Meningkatkan asupan air dan serat dapat membantu mencegah konstipasi. 

  • Diare

Memakan terlalu banyak makanan olahan ataupun produk susu dapat menyebabkan terjadinya diare. Hal ini berisiko tinggi terutama apabila Anda menderita intoleransi laktosa atau mengonsumsi sumber protein seperti daging, ikan, dan hewan ternak lainnya. Untuk menghindari terjadinya diare, minum banyak air, hindari minuman berkafein, dan batasi makanan gorengan atau konsumsi lemak berlebih. Selain itu, tingkatkan asupan serat Anda. 

  • Dehidrasi

Tubuh akan membuang nitrogen berlebih bersama air dan cairan. Hal ini dapat menyebabkan Anda dehidrasi meskipun Anda tidak merasa haus dibandingkan biasanya. Studi kecil tahun 2002 melibatkan atlet menemukan bahwa dengan konsumsi protein meningkat, level hidrasi malah menurun. Akan tetapi, studi tahun 2006 menyimpulkan bahwa konsumsi lebih banyak protein memiliki dampak yang lebih minim pada hidrasi. Risiko atau efek ini dapat diminimalisir dengan cara meningkatkan asupan air, terutama apabila Anda adalah seorang yang aktif. Tanpa menghiraukan pentingnya konsumsi protein, sangat penting bagi Anda untuk minum air sepanjang hari. 

Penting bagi Anda untuk memahami risiko yang dibawa apabila konsumsi protein berlebih terjadi. Selalu konsultasi dengan dokter atau ahli nutrisi sebelum memulai diet baru apapun, terutama apabila Anda memiliki kondisi kesehatan medis tertentu. Dokter dapat membantu Anda menunjukkan pro kontra diet tinggi protein berdasarkan kebutuhan Anda. Intinya, penting bagi Anda untuk makan makanan yang sehat dan seimbang, serta memiliki gaya hidup yang aktif.