Kenali Stadium Kanker Prostat Beserta Karakteristiknya

Gejala kanker prostat memiliki beberapa tingkatan stadium. Penilaiannya berdasarkan laju perkembangan penyakit.

Penyebab perkembangannya mungkin bisa dilihat dari sejumlah faktor yang dapat meningkatkan resiko.

Mulai dari seiring bertambahnya usia, riwayat keturunan, serta pola makan dan gaya hidup yang tidak menyehatkan.

Penilaian tentang stadium kanker prostat dapat diketahui melalui rangkaian proses pemeriksaan hingga pengukuran.

Tujuannya untuk mengetahui ukuran dan agresivitas kanker pada tubuh. Jadi, penting sebagai landasan penanganan medis sejak dini.

Anda juga perlu mewaspadai gejala kanker prostat yang mungkin muncul. Apa saja?

Gejala Kanker Prostat

Kanker prostat umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala kanker prostat baru muncul ketika prostat mengalami pembengkakan dan mulai memengaruhi uretra. 

Jika sampai di tahap ini, biasanya ada beberapa gejala umum seperti:

  • Lebih sering buang air kecil, terutama saat malam hari
  • Nyeri atau panas pada penis saat buang air kecil atau ejakulasi
  • Merasa kandung kemih selalu penuh
  • Sulit menahan buang air kecil
  • Tekanan saat mengeluarkan urine berkurang
  • Darah dalam urine atau air mani  

Cara Memeriksa Stadium Kanker Prostat

Terdapat beberapa sistem yang digunakan dalam pemeriksaan stadium kanker prostat. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangannya.

Terdapat beberapa macam sistem yang digunakan. Seperti pemeriksaan colok dubur (DRE) hingga tes pencitraan.

Namun, selain dua macam tes di atas, terdapat pula beberapa sistem lain yang umum digunakan. Di antaranya:

1. Sistem TNM

Sistem yang paling umum digunakan dengan mengukur dan mengetahui seberapa banyak kanker telah menyebar.

Setiap huruf pada TNM mengandung maksud pemeriksaan. Mulai dari T, untuk melihat luas ukuran tumor.

Kemudian, N untuk menyatakan apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

Terakhir, M untuk menyatakan apakah kanker telah menyebar ke jaringan lain di dalam tubuh.

2. Tes Kadar PSA

PSA merupakan kepanjangan dari Prostat Specific Antigen. Metode skrining kanker prostat mengandalkan kadar PSA.

Kadar PSA umumnya berada di cairan semen dan darah. Protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat.

Nilai PSA lebih rendah umumnya dianggap aman. Namun jika hasilnya tinggi, ada indikasi kanker prostat, meskipun tidak selalu.

3. Skor Gleason

Sistem pemeriksaan selanjutnya yakni dengan menggunakan skor Gleason. Untuk mengetahui pola agresivitas kanker.

Caranya dengan memeriksa sampel jaringan prostat. Kemudian hasilnya terdiri dari dua skor.

Skor pertama adalah pola yang paling umum terlihat dan harus lebih dari 50 persen jaringan.

Skor kedua yaitu pola paling umum terlihat lainnya. Harus kurang dari 50 persen tetapi lebih 5 persen dari jaringan.

Semakin tinggi skornya, semakin agresif pula perilaku kanker tersebut di dalam tubuh.

Tingkatan Stadium Kanker Prostat

Setelah melalui proses pemeriksaan di atas, dokter sudah bisa menentukan tingkatan stadium yang diderita.

Kemudian dapat memberikan rekomendasi dan menentukan langkah penanganan lebih lanjut serta pengobatan yang tepat.

Berikut ini berbagai tingkatan stadium kanker prostat beserta karakteristiknya.

Stadium 1

  • Kanker masih dalam stadium awal
  • Belum keluar dari kelenjar prostat
  • Dimungkinkan tidak terasa saat pemeriksaan DRE
  • Level PSA biasanya di bawah 10 ng/mL
  • Skor Gleason umumnya 6 atau lebih rendah.
  • Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun hampir 100 persen.

Stadium 2

  • Kanker masih di dalam prostat
  • Dokter mungkin mulai merasakan perubahan abnormal pada prostat saat pemeriksaan DRE
  • Terbagi dalam tiga tingkatan lagi
  • Mulai dari yang terendah Stadium 2A, 2B, dan tertinggi 2C
  • Umumnya level PSA kurang dari 20 ng/mL, dan skor Gleason antara 6 sampai 8
  • Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun hampir 100 persen.

Stadium 3

  • Kanker mulai tumbuh di luar kelenjar prostat
  • Mungkin belum mencapai rektum, kandung kemih, dan organ lainnya
  • Level PSA dan skor Gleason tinggi
  • Juga terbagi dalam tiga tingkatan
  • Stadium 3A, kanker ada di satu atau kedua sisi kelenjar prostat, level PSA 20 atau lebih tinggi, dan skor Gleason mungkin sekitar 8
  • Stadium 3B, kanker telah menyebar di luar kelenjar prostat ke jaringan terdekat tetapi tidak ke kelenjar getah bening. PSA dapat berupa level apapun, dan skor Gleason bisa mencapai 8
  • Stadium 3C, kanker dapat tumbuh di luar prostat tapi tidak ada keterlibatan kelenjar getah bening. PSA dapat di level manapun dan skor Gleason sekitar 8 atau kurang
  • Jika kanker belum menyebar jauh, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pada stadium 3 masih hampir 100 persen.

Stadium 4

  • Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau ke bagian tubuh lainnya
  • Terbagi dalam dua tingkatan
  • Stadium 4A, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya tetapi mungkin belum ke jaringan lainnya
  • Stadium 4B, kanker telah menyebar ke kelenjar getah benih yang jauh atau organ lain di tubuh seperti halnya tulang
  • Level PSA dan skor Gleason apapun dimungkinkan
  • Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun adalah sekitar 30 persen.

Demikian informasi lengkap mengenai gejala kanker prostat dan tingkatan stadium kanker prostat.

Apa Itu Menopause? Ini 7 Fakta yang Jarang Diketahui

Menopause memang bukanlah sebuah penyakit, namun merupakan fase yang pasti akan dialami oleh setiap wanita pada umur tertentu. Umur awal seseorang mengalami masa menopause tidak selalu sama. Namun, umumnya akan terjadi di usia 40 hingga 50 an tahun. Penting untuk mengetahui apa itu menopause sejak dini supaya efeknya bisa dikendalikan. 

Fakta Tentang Menopause

Saat menopause terjadi, akan ada banyak sekali perubahan yang terjadi di dalam tubuh. Salah satu yang paling terlihat adalah hot flashes. Selain tanda-tanda ini, ada beberapa fakta yang harus anda ketahui terkait menopause:

1. Setiap Wanita yang Akan Menopause Mengalami Perimenopause

Perimenopause merupakan periode yang terjadi sebelum datangnya menopause. Selama masa perimenopause ini, terjadi beberapa gejala seperti kegerahan serta menstruasi yang terhenti selama setahun. 

2. 75% Wanita Menopause Mengalami Hot Flashes

Hot flashes merupakan fase kegerahan mendadak yang terjadi selama menopause. Kondisi ini terjadi sepanjang pagi dan malam hari. Sebagian wanita menopause juga mengalami nyeri otot dan mood swings yang sangat parah. 

Selama periode hot flashes, suhu tubuh pun akan naik, kulit akan semakin memerah, serta terjadi keringat panas dalam waktu lama. Kondisi ini akan terjadi tiba-tiba selama 2 hingga 7 tahun. 

Untuk mengurangi efek yang dirasakan selama periode hot flashes, sebaiknya hindari beberapa aktivitas berikut ini:

  • Memakan makanan pedas. 
  • Bekerja terlalu keras
  • Mengonsumsi Alkohol dan Kopi
  • Berada pada tempat yang panas
  • Makan berlebihan
  • Merokok

Sebaliknya, lakukan beberapa hal berikut ini untuk mengurangi efek yang dirasakan selama hot flashes:

  • Memakai pakaian dengan bahan yang tidak terlalu tebal
  • Gunakan kipas angin saat di dalam ruangan
  • Cobalah melatih pernafasan untuk meminimalisir rasa panas
  • Kunjungi dokter bila rasa panas susah dikendalikan

3. Menopause Mempengaruhi Kesehatan Tulang

Benar bahwa produksi estrogen akan berkurang semenjak menopause terjadi. Kondisi ini tentu mempengaruhi kesehatan dan kepadatan tulang. Beberapa wanita menopause juga mengalami kesulitan menggerakkan pinggul. 

Untuk menjaga tulang tetap sehat selama menopause, lakukan beberapa hal ini:

  • Konsumsi makanan tinggi kalsium
  • Perbanyak suplemen vitamin D
  • Berolahraga secara teratur
  • Kurangi konsumsi alkohol
  • Hindari merokok

4. Umur Seorang Wanita Mulai Menopause

Umumnya, wanita akan mulai menopause di usia 50 an tahun. Terhentinya periode menstruasi juga dimulai antara umur 45-55 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan menopause akan terjadi di usia yang lebih muda. Wanita perokok tentunya akan mengalami masa menopause lebih cepat. 

5. Penyakit Jantung Ada Kaitannya dengan Menopause

Tidak semua wanita menopause mengalami penyakit jantung. Namun, Berkurangnya kadar estrogen semasa menopause memang membuat arteri berkurang fleksibilitasnya. Hal inilah yang menjadi cikal bakal lambatnya aliran darah mengalir ke jantung. Akibatnya, tubuh pun mudah lelah. Wanita menopause masih bisa mencegahnya dengan olahraga teratur serta memakan makanan rendah kalori untuk meningkatkan kualitas jantung. 

6. Gejala Menopause Tidaklah Sama Antara Wanita Satu dan Lainnya

Gejala umum menopause sebenarnya tidaklah sama. Setiap wanita mengalami fase yang berbeda. Ada wanita perokok yang sangat cepat memperoleh menopause, namun ada juga wanita peminum yang lambat menerima menopause. Itulah kenapa, diperlukan konsultasi mendalam dengan dokter untuk mengurangi efek sampingnya serta edukasi mendalam tentang apa itu menopause. 

7. Obat Hormon Tidak Selalu Baik Digunakan

Banyak obat dan terapi hormon yang diperbolehkan digunakan wanita menopause. Obat hormon ini berguna untuk mengurangi efek hot flashes serta kerapuhan tulang. Namun, dibalik manfaatnya, ada efek sampingnya bagi kesehatan. Sebaiknya kunjungi dokter sebelum memilih obat hormon yang sesuai. 

Bila ingin mengerti lebih lanjut tentang apa itu menopause, sudah sebaiknya dilakukan konsultasi secara privat dengan dokter yang berpengalaman. Mengetahui faktanya memudahkan anda untuk ambil langkah cepat mengurangi efek yang ditimbulkan.