Apa Saja Perbedaan Flu dan Pilek?

Pilek dan flu merupakan penyakit yang paling umum terjadi pada manusia. Banyak orang berpikir bahwa pilek dan flu adalah satu penyakit, namun pilek dan flu memiliki definisi yang berbeda. Apa saja perbedaan flu dan pilek?

Baik pilek maupun flu, keduanya merupakan penyakit yang terjadi karena adanya infeksi di bagian saluran pernafasan. Meskipun jenis virus penyebabnya pada kedua penyakit tersebut berbeda, kedua penyakit ini dapat memicu gejala yang serupa sehingga orang-orang mengira bahwa flu dan pilek adalah hal yang sama.

Flu biasanya dapat memicu kondisi yang lebih parah dibandingkan dengan pilek. Masalah ini juga dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan antara kedua penyakit tersebut, supaya Anda dapat melakukan pengobatan yang tepat.

Meskipun serupa, flu dan pilek bisa dibedakan. Perbedaan flu dan pilek dapat dipahami melalui perbandingan sebagai berikut:

  • Flu

Flu dapat menunjukkan gejala berupa hidung tersumbat, hidung meler, dan bersin. Orang yang terkena flu juga berpotensi mengalami sakit tenggorokan, demam, batuk, sakit kepala, nyeri pada bagian tubuh, dan kelelahan selama beberapa hari. Gejala flu yang terjadi pada anak-anak bisa berupa sakit perut, diare, mual, dan muntah.

  • Pilek

Pilek dapat menunjukkan gejala berupa hidung tersumbat, hidung meler, bersin, sakit tenggorokan, serta batuk ringan atau sedang. Walaupun jarang terjadi, pilek juga dapat menimbulkan kelelahan, nyeri, mual, dan muntah.

Flu

Flu dibagi menjadi tiga jenis, antara lain influenza A, influenza B, dan influenza C. Virus influenza A dan B merupakan jenis penyebab flu yang paling sering terjadi. Strain aktif virus influenza bervariasi selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, para peneliti perlu mengembangkan vaksin setiap tahun untuk mencegah masalah seperti ini.

Musim flu biasanya muncul pada musim tertentu. Pada negara empat musim seperti Amerika Serikat, flu jenis ini biasanya muncul di musim semi atau gugur, dan memuncak pada saat musim dingin.

Virus flu dapat menyebar ketika manusia terkontaminasi tetesan cairan orang yang terkena infeksi. Orang-orang yang terkena flu, periode penularan berlangsung antara satu hari setelah tertular hingga 7 hari kemudian.

Flu bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti pneumonia. Orang-orang yang memiliki risiko lebih besar terhadap hal tersebut adalah:

  • Anak-anak.
  • Lansia.
  • Wanita hamil.
  • Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pilek

Pilek merupakan infeksi saluran pernafasan atas yang terjadi karena virus. Menurut American Lung Association, lebih dari 200 virus yang dapat membuat seseorang terkena pilek. Rhinovirus adalah salah satu jenis virus yang paling umum membuat orang bersin dan meler ketika pilek. Virus ini juga bisa berpotensi menular orang lain.

Pilek bisa datang kapan saja, namun penyakit tersebut lebih sering terjadi ketika memasuki cuaca dingin. Masalah seperti ini bisa terjadi karena sebagian besar virus penyebab pilek berkembang di cuaca yang memiliki kelembaban yang rendah.

Tidak hanya cuaca yang dingin, pilek juga bisa disebabkan oleh alergi. Sebagian orang memiliki reaksi alergi yang berbeda. Ada yang alergi terhadap debu, namun juga ada yang alergi terhadap hewan.

Pilek bisa menular ke orang lain. Paparan bersin atau batuk akan tersebar melalui udara dan menempel di permukaan mana saja. Orang lain bisa tertular ketika menyentuh permukaan yang telah terpapar hal seperti ini. Penularan bisa terjadi dalam waktu dua sampai empat hari setelah manusia terpapar.

Cara Mengatasi Flu dan Pilek

Perbedaan flu dan pilek bisa dilihat melalui perbandingan di atas. Cara mengatasi penyakit-penyakit seperti ini bisa melalui obat yang sesuai dengan kondisi Anda. Contoh obat yang dapat Anda konsumsi adalah vitamin C. Selain menggunakan obat, Anda sebaiknya melakukan pencegahan seperti menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan.