Perbedaan Leukositosis Patologis dan Fisiologis pada Kehamilan

Tingginya sel darah putih di dalam darah (Leukositosis) dapat menjadi pertanda seseorang mengidap kanker.

Merupakan kondisi medis yang membuat seseorang memiliki jumlah sel darah putih yang terlalu berlebih atau terlalu banyak dinamakan dengan leukositosis. Kondisi ini akan menyerang seseorang karena diakibatkan beberapa hal, seperti misalnya munculnya peradangan, infeksi, alergi hingga seseorang terkena kanker darah.

Sel darah putih atau juga disebut dengan nama leukosit memiliki fungsi yakni melindungi diri dari munculnya infeksi dan penyakit. Ketika tubuh diserang penyakit, maka sel darah putih akan mengalami peningkatan sebagai bentuk respons dari munculnya infeksi penyakit tersebut. Namun, jika leukosit muncul dalam jumlah yang berlebihan maka ini juga bisa menjadi tanda tidak normal.

Leukositosis Fisiologi pada Kehamilan

Perlu diketahui bahwa sel darah putih berlebih pada kehamilan merupakan keadaan yang umum terjadi dan kondisi ini bersifat fisiologis. Penyebabnya adalah selama masa kehamilan terjadi stres fisiologis dan adanya peningkatan respons inflamasi. Yang dimaksud dengan respons inflamasi adalah bentuk toleransi imun selektif pada tubuh, imunosupresi dan imunomodulasi dari fetus.

Kondisi sel darah putih berlebih ini muncul di trimester pertama kehamilan dan akan terus bertahan selama masa kehamilan hingga setelah itu. Dari semua tipe leukosit, sel neutrofil memiliki jumlah paling tinggi ketimbang sel yang lain dalam pemeriksaan differential count. Kondisi tersebut bukan tanpa alasan, artinya terdapat hal yang menyebabkan munculnya keadaan itu.

Yakni terjadinya gangguan apoptosis neutrofil yang merupakan akibat dari respons inflamasi, neutrofil yang meningkat dalam jumlah dua kali lipat setelah melahirkan akan kembali normal di hari kelima pasca proses melahirkan. Selain itu, sel monosit diduga juga mengalami peningkatan, beda dengan sel lain seperti basofil, eosinofil dan limfosit yang cenderung menurun.

Leukositosis Patologis pada Kehamilan

Merupakan peningkatan sel darah putih yang melebihi batas atas nilai rujukan sesuai dengan trimester kehamilan. Jenis yang satu ini sekaligus tanda bahwa terdapat infeksi yang cukup ganas pada wanita hamil. Sel darah putih dalam kondisi ini bisa mencapai jumlah 75 ribu hingga 100 ribu per mm3 dan disebut hiperleukositosis.

Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh atau bahkan tidak dipedulikan, karena selain bisa memengaruhi kondisi ibu hiperleukositosis ditakutkan juga menginfeksi dan memengaruhi janin. Peningkatan yang terjadi melebihi nilai rujukan bermanfaat untuk mengetahui apakah terdapat kelainan seperti infeksi.

Pemeriksaan yang lebih spesifik sepertu differential count perlu dilakukan karena tujuannya membantu dokter untuk membedakan dan menentukan adanya kelainan dan infeksi yang dialami ibu hamil. Berikut ini terdapat beberapa kondisi yang perlu diwaspadai dan ketika diketahui harus segera mendapat penanganan dari dokter.

  • Infeksi dan Alergi

Ketika ibu hamil mengalami infeksi baik dikarenakan virus, bakteri hingga parasit dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah sel darah putih yang melebihi batas normal. Munculnya infeksi dan alergi ini sebagai respons pertahanan tubuh terhadap pembawa infeksi.

  • Konsumsi Obat

Tidak semua ibu hamil memerlukan konsumsi obat khusus, tetapi sebagian mungkin harus mengonsumsinya guna membantu pematangan organ tubuh janin. Hal ini sangat mungkin terjadi pada ibu hamil yang berisiko melahirkan secara prematur, kadar leukosit bisa meningkat dalam hal ini jika mengonsumsi jenis obat golongan kortikosteroid seperti dexamethasone.

  • Komplikasi Kehamilan

Komplikasi pada kehamilan yang biasa terjadi adalah preeklamsia, kondisi ini sangat memungkinkan meningkatkan jumlah leukosit ibu hamil. Munculnya kondisi ini juga memicu proses peradangan di dalam tubuh dan membuat rangsangan produksi leukosit bertambah. Jumlah leukosit akan bertambah banyak jika kondisi preeklamsia juga semakin parah.