Risiko yang Mengintai Ibu Menyusui Makan Mie Instan

Ketika ibu hamil mereka harus menjaga makanannya demi mendukung kesehatan dan perkembangan sang buah hati. Mengidam menjadi alasan ibu untuk makan makanan yang diinginkan, namun sebisa mungkin tetap mendapat makanan yang bernutrisi.

Setelah fase melahirkan, banyak ibu baru yang mengira mereka dapat puas makan apa saja. Bahkan beberapa ibu menyusui makan mie instan karena terlalu rindu dengan kelezatannya. Meski tidak menimbulkan khusus, Anda tetap harus mengetahui risiko dari makan mie instan selama menyusui. 

Kandungan nutrisi utama mie instan

Mie instan sangat populer di seluruh dunia dan menjadi makanan cepat saji yang paling dinikmati oleh banyak orang. Bahan utama mie instan adalah tepung terigu, minyak nabati, dan penyedap rasa. 

Kandungan nutrisi mie instan bervariasi tergantung jenis, rasa, dan mereknya. Berikut kandungan nutrisi pada 1 porsi (43 gram) mie instan:

  • Kalori: 385kkal
  • Karbohidrat: 55,7 gram
  • Lemak total: 14,5 gram
  • Lemak jenuh: 6,5 gram
  • Protein: 7,9 gram
  • Serat: 2 gram
  • Sodium: 986 miligram
  • Tiamin: 0,6 miligram
  • Niasin: 4,6 miligram
  • Riboflavin: 0,4 miligram

Mie instan dibuat dari tepung yang telah difortifikasi dengan bentuk sintetis dari zat besi dan vitamin B untuk membuatnya lebih bergizi. Namun mie instan tetap tidak memiliki nutrisi penting seperti protein, serat, vitamin A, B12, dan C, kalsium, serta magnesium. 

Karena alasan ini mie instan kerap disebut dengan makanan yang tak bernutrisi. 

Bolehkah ibu menyusui makan mie instan?

Fase menyusui sangat penting karena ibu memberi nutrisi ke bayinya melalui susu, sehingga seorang ibu baru harus memastikan untuk menjalani gaya hidup sehat dan makanan yang bergizi. 

Jika Anda tidak bisa menahan diri untuk tidak memakannya, Anda tetap boleh memakannya asal mereka tidak alergi dengan makanan tersebut. Meskipun Anda bisa menambahkan makanan pendamping yang bergizi, seperti telur dan sayuran hijau, secara keseluruhan mie instan tidak mengandung gizi penting bagi ibu dan bayi. sehingga konsumsinya harus dibatasi. 

Selain itu ada beberapa alasan untuk membatasi ibu menyusui makan mie instan, antara lain:

  1. Tinggi natrium

Per 100 gram mie instan bisa mengandung sekitar 397-3678 miligram sodium. Sedangkan WHO merekomendasikan asupan natrium harian sebesar 2 gram per hari. 

Meskipun natrium termasuk mineral penting, jumlah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, risiko kanker perut, dan stroke. Mengonsumsi satu bungkus mie instan sudah melebihi batasan natrium yang ditentukan.

  1. Mengandung MSG dan TBHQ

MSG atau monosodium glutamat adalah zat penambah rasa yang umum ditemukan di banyak makanan olahan. Meski penggunaannya disetujui oleh FDA, beberapa penelitian menemukan konsumsi MSG dalam dosis besar dapat menyebabkan  obesitas dan hipertensi.

Beberapa orang yang sensitif terhadap MSG juga dapat menghasilkan reaksi seperti sakit kepala, mual, tekanan darah tinggi, kontraksi otot, dan ruam kulit. 

Sementara TBHQ merupakan pengawet makanan. Walaupun dianggap aman dalam dosis kecil, penelitian pada hewan menunjukkan paparan kronis TBHQ dapat menyebabkan kerusakan neurologis, meningkatkan risiko limfoma dan masalah hati.

  1. Rendah serat dan protein

Karena mie instan rendah serat dan protein, mengonsumsinya mie instan tidak akan membuat Anda kenyang. Anda mungkin merasa kenyang namun tak lama Anda kembali merasa lapar. Ibu menyusui makan mie instan tentu akan merasakan kelaparan yang lebih karena mie instan tidak memberi energi tambahan pada ibu.  

Selain itu makan makanan rendah serat dikaitkan dengan risiko gangguan pencernaan seperti sembelit dan penyakit divertikular serta berkurangnya jumlah bakteri sehat dalam usus. 

 Catatan: Memang tidak ada larangan ibu menyusui makan mie instan, ditambah hingga kini belum ditemukan kasus efek samping makan mie instan oleh ibu menyusui terhadap kesehatan bayi. Namun mengingat nutrisi pada mie instan yang sangat kurang, siapapun termasuk ibu menyusui harus membatasi konsumsinya,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *