Begini 4 Hal Penyebab Bayi Obesitas

Begini 4 Hal Penyebab Bayi Obesitas

Obesitas dapat terjadi tanpa disadari oleh orangtua. Penyebab bayi obesitas bisa dari berbagai faktor, mulai dari faktor genetik, kondisi kesehatan ibu ketika hamil, hingga asupan makan harian bayi yang mengandung gula terlalu tinggi.

Memang pertumbuhan bayi dibawah satu tahun berkembang dengan pesat. Saking pesatnya pertumbuhan dan perkembangan bayi, bayi usia 6 bulan bisa memiliki berat badan 2 kali lipat dari berat saat bayi lahir dan menyebabkan bayi obesitas. Dan saat bayi berusia satu tahun, berat badannya bisa mencapai 3 kali lipat dari berat lahirnya.

Berat badan bayi dapat menjadi salah satu tanda apakah bayi mengalami obesitas atau tidak, berikut berat badan ideal bayi berdasarkan usia :

  • Bayi dapat dikatakan obesitas, jika berat badan lahirnya di atas 4 kg
  • Bayi berusia dibawah 3 bulan, berat normalnya 4,2 kg sampai 6,4 kg
  • Usia bayi 4-6 bulan, idealnya bayi memiliki berat badan 6,4 kg sampai 7,9 kg
  • Bayi yang berusia 7-9 bulan idealnya memiliki berat badan 7,6 kg sampai 8,9 kg
  • Bayi dengan usia 10-12 bulan berat badan idealnya 8,5 kg sampai 9,6 kg

Para pakar Harvard University berpendapat bahwa bayi yang mengalami obesitas di 2 tahun awal kehidupannya akan lebih berisiko mengalami masalah kesehatan saat beranjak dewasa. Orangtua perlu memantau perkembangan dan pertumbuhan berat dan tinggi badan bayi disesuaikan dengan usianya dan juga perhatikan apakah sudah sesuai dengan perkembangan titik kurva sejak bayi lahir.

Berikut beberapa pemicu yang mungkin menjadi penyebab bayi obesitas :

1. Konsumsi susu formula

Bayi yang mengonsumsi susu formula secara berlebihan cenderung memiliki risiko tinggi bayi bisa mengalami obesitas. Kemungkinan bayi yang mengonsumsi ASI lebih rendah risikonya dibandingkan dengan bayi yang mengonsumsi susu formula. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, pertumbuhan berat badannya akan naik secara perlahan dibandingkan dengan susu formula. 

Itulah sebabnya, jika bayi sedang meminum ASI sebaiknya tidak diberikan susu formula tambahan, cukup berikan ASI saja. Karena dikhawatirkan justru akan meningkatkan risiko bayi obesitas. Pemberian susu formula dibawah usia 6 bulan akan lebih berisiko menjadi pemicu bayi obesitas dikarenakan beberapa alasan ini :

  • Kecenderungan bayi akan menghabiskan seluruh susu yang ada di botol, meskipun bayi sudah kenyang.
  • Biasanya orang tua memberikan susu formula berdasarkan jadwal pemberian susu, bukan berdasarkan rasa lapar bayi.
  • Kemungkinan pemberian susu formula berlebihan (overfeeding) menjadi lebih besar.

2. Persalinan dengan C-Section atau Caesar

Dalam penelitian, bayi yang terlahir dengan metode persalinan operasi caesar akan lebih rentan terhadap obesitas ketika usianya dibawah 6 bulan. Hal ini dikarenakan bakteri yang terdapat dalam pencernaan bayi yang lahir dengan metode caesar dan normal akan berbeda. Akan tetapi, ini bukannya alasan utama dan hanya menjadi pemicu pendukung bayi bisa mengalami obesitas. Jadi, tidak selalu dan tidak semua bayi yang lahir dari metode caesar akan mengalami obesitas nantinya.

3. Ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional

Berat badan bayi dalam kandungan sangat berkaitan dengan kondisi dari kesehatan sang ibu. Dimulai dari berat badan ibu sebelum hamil, saat hamil, kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, dan kondisi kesehatan ibu apakah menderita diabetes gestasional atau tidak. Karena hal ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi dalam kandungan hingga bayi lahir.

4. Ibu hamil yang obesitas

Ibu yang mengalami obesitas saat hamil juga bisa menjadi penyebab bayi obesitas saat dilahirkan. Ibu hamil yang obesitas meningkatkan risiko melahirkan bayi obesitas dengan badan diatas 4 kg (makrosomia). Tentu bukan itu saja dampak yang mungkin terjadi, tetapi obesitas selama kehamilan juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti :

  • Ibu mengalami tekanan darah tinggi preeklamsia
  • Terdapat gumpalan darah
  • Pendarahan menjadi lebih berat pasca melahirkan
  • Ibu mengalami diabetes gestasional
  • Ibu bisa mengalami keguguran

Selain itu, bayi obesitas dapat memberikan dampak buruk lainnya, seperti :

  • Bayi lahir dengan banyak lemak di tubuhnya
  • Berat badan lahir bayi menjadi lebih tinggi
  • Bayi bisa lahir lebih awal dari waktu yang normal (sebelum 37-40 minggu)
  • Meningkatkan risiko kepada bayi akan penyakit kronis seperti jantung atau diabetes saat bayi beranjak dewasa
  • Bayi bisa mengalami cacat lahir (spina bifida)
  • Bayi bisa lahir dalam keadaan meninggal

Jadi, kenaikan berat badan ibu saat hamil, maupun segala kondisi kesehatan ibu hamil sangatlah penting untuk di kontrol.

Bayi obesitas ini tentunya dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti :

  • Gaya hidup sehat sejak hamil
  • Mengusahakan lahir dengan cara normal atau pervaginam
  • Fokus memberikan ASI eksklusif kepada bayi minimal hingga usianya 6 bulan
  • Memberi takaran susu formula pada bayi
  • Mengenali sinyal rasa kenyang pada bayi untuk menghindari pemberian susu berlebihan
  • Berikan MPASI bayi berupa buah, dan hindari memberikan jus buah instan kemasan
  • Menghindari pemberian MPASI yang terlalu cepat, normalnya MPASI diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan ke atas

Ternyata bayi obesitas bisa berpengaruh kepada kondisi kesehatan bayi yang berkepanjangan ya. Tentunya hal ini nantinya akan menghambat tumbuh kembang dan eksplorasi anak selama masa pertumbuhannya. Jadi, yuk mulai perhatikan dan kontrol selalu pertumbuhan dan berat badan bayi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *