Pahami Risiko Candidiasis dan Pentingnya Efisol C

Belakangan Anda sering mengalami kulit pecah-pecah di mulut disertai rasa nyeri saat menelan? Waspadalah, jangan-jangan Anda sedang mengalami candidiasis. Ini merupakan infeksi jamur yang biasanya terjadi di mulut ataupun organ intim. Selain kulit pecah-oecah dan rasa nyeri, candidiasis juga bisa menimbulkan bercak putih di lidah dan gusi serta kemerahan di mulut ataupun tenggorokan. 

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, tidak ada saahnya mencoba mengonsumsi Efisol C. Ini merupakan tables yang berisi zat aktif dequalinium chloride dan ascorbic acid yang bisa meredakan nyeri akibat candidiasis. Tidak hanya itu, Efisol C juga dapat meredakan nyeri akibat infeksi mulut dan gigi lainnya. 

Anda mungkin berpikir, apa penyebab candidiasis yang sebenarnya? Penyebab penyakit ini pada dasarnya karena infeksi jamur Candida albicans. Di mana infeksi tersebut akan mudah terjadi apabila Anda memiliki faktor-faktor risiko di bawah ini. 

Antibiotik

Kebiasaan mengonsumsi antibiotik, walaupun itu dengan resep dokter, dapat meningkatkan risiko Anda mengalami candidiasis. Ini karena antibiotik cenderung bisa membunuh bakteri baik di mulut maupun alat kelamin Anda. Hingga akhirnya, infeksi dari organisme lain, seperti jamur, lebih mudah terjadi. 

Mulut Kering 

Jaga selalu kelembapan mulut Anda. Pasalnya, mulut yang kering akan sangat rentan menimbulkan risiko peradangan dan infeksi. Candidiasis pun bisa terpicu dari peradangan yang pada akhirnya mempermudah infeksi jamur untuk menyerang bagian mulut Anda. 

Kehamilan 

Pada saat hamil, kadar hormon esterogen meningkat. Kondisi inilah yang membuat peradangan lebih mudah terjadi, tidak terkecuali di bagian mulut Anda. Pada saat peradangan terjadi, infeksi mulut pun menjadi sulit untuk dihindari. 

Diabetes 

Kadar gula darah yang tingi juga meningkatkan risiko Anda terkena candidiasis. Ini karena kadar dalam darah yang berlebih atau dalam kondisi diabetes menurunkan kekebalan tubuh Anda secara signifikan. Kondisi ini pada akhirnya akan membuat risiko sariawan semakin besar dan risiko infeksi mulut tidak terkendali. Jika infeksi mulut terjadi, Anda bisa langsung mengambil Efisol C sebagai penanganannya. 

Imunitas Tubuh Lemah 

Sistem kekebalan yang lemah karena penyakit, seperti AIDS, darah dan kanker lainnya, juga meningkatkan risiko Anda terkena candidiasis. Contohnya pada penderita kanker, perawatan kemoterapi pada akhirnya membuat porensi sariawan semakin besar dan risiko candidiasis sulit terbendung. Ditambah lagi, penderita kanker maupun AIDS memiliki kekebalan tubuh rendah sehingga mudah terinfeksi melawan infeksi jamur.

Usia Lanjut 

Orang-orang dengan lanjut usia juga lebih rentan terkena candidiasis. Karena itu, jangan ragu untuk menyetok Efisol C jika sekali-sekali dibutuhkan. Usia yang terus bertambah menyebabkan kekebalan tubuh berkurang sehingga mudah terinfeksi jamur penyebab candidiasis. 

Berat Bayi Rendah 

Anak bayi pun bisa mengalami candidiasis. Ini terjadi khususnya pada bayi-bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Pasalnya, berat badan rendah membuat kekebalan tubuh bayi menjadi lebih rendah dan mudah terserang bakteri, virus, maupun jamur. Jika menemukan gejala candidiasis pada bayi Anda, segeralah berkonsultasi ke dokter sebab penanganannya tentu tidak bisa sembarangan. 

Penggunaan Gigi Palsu 

Anda sering mengalami candidiasis dan akhirnya banyak mengonsumsi Efisol C? Coba cek, apakah Anda menggunakan gigi palsu? Ini karena gigi palsu memungkinkan sariawan dan luka lebih gampang terjadi. Yang pada akhirnya, risiko peradangan dan infeksi mulut menjadi makin sulit untuk dhindari oleh Anda. 

*** 

Apapun faktor risiko yang Anda miliki, Anda bisa mengandalkan efisol C untuk meredakan nyeri dan gejalanya. Jika infeksi terus berlanjut, tentulah Anda perlu berkonsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan mendalam. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *