Mungkinkah Overdosis Antihistamin Seperti Polofar?

Antihistamin, seperti polofar, adalah obat alergi yang digunakan untuk mengurangi atau menghambat efek histamin, sebuah zat kimia yang diproduksi oleh tubuh sebagai respon terhadap adanya paparan alergen. Respon alergi (baik alergi musiman, alergi dalam ruangan, alergi hewan peliharaan, alergi makanan, ataupun sensitivitas terhadap makanan), respon alergi dapat memicu beberapa gejala tertentu, seperti bersin, batuk, radang tenggorokan, hidung meler, ruam kulit, hidung mampet, dan mata yang merah dan gatal. Obat-obatan alergi dianggap aman apabila digunakan dengan benar dan dapat mengatasi gejala alergi dengan cepat. 

Overdosis antihistamin, juga disebut dengan keracunan antihistamin, terjadi ketika terlalu banyak obat tersebut di dalam tubuh. Hal ini sangat berbahaya, dan dapat mengancam nyawa. Sehingga sangat penting untuk memahami dosis yang tepat untuk menghindari terjadinya keracunan. Ada dua jenis antihistamin, yaitu antihistamin sedatif dan antihistamin non-sedatif. Beberapa jenis antihistamin sedatif contohnya adalah dexchlorpheniramine (contohnya polofar), cyproheptadine, diphenhydramine, doxylamine, brompheniramine; sementara antihistamin non-sedatif adalah pheniramine, loratadine, cetirizidine, dan fexofenadine. 

Gejala overdosis antihistamin

Gejala Anda menderita overdosis antihistamin di antaranya adalah rasa kantuk, pandangan yang kabur, mual, muntah, detak jantung yang meningkat, bingung, dan hilangnya keseimbangan. Komplikasi overdosis antihistamin generasi pertama yang lebih serius termasuk koma dan kejang. Overdosis antihistamin non-sedatif biasanya lebih tidak beracun dan tidak separah antihistamin sedatif, contohnya adalah pusing, sakit kepala, ngantuk, dan gelisah. Terkadang, tachycardia dapat terjadi. Tachycardia adalah sebuah kondisi di mana detak jantung istirahat Anda melebihi 100 detak jantung per menit. Gejala overdosis biasanya muncul dalam waktu 6 jam setelah mengonsumsi antihistamin dalam jumlah yang terlalu banyak. Gejala yang dapat Anda rasakan bisa bersifat ringan, untuk kemudian bertambah parah seiring berjalannya waktu. 

Telah ada laporan mengenai kematian yang diakibatkan oleh keracunan antihistamin, termasuk karena overdosis tanpa disengaja dan penyalahgunaan yang disengaja. Kematian dapat terjadi ketika overdosis menyebabkan komplikasi parah seperti gangguan pernapasan, serangan jantung, dan kejang. Toleransi setiap orang terhadap antihistamin seperti polofar beragam. Namun, keracunan biasanya terjadi ketika seseorang mengonsumsi tiga atau lima kali dosis yang direkomendasikan. 

Perawatan overdosis antihistamin

Perawatan overdosis antihistamin berfokus pada menstabilkan kesehatan dan menyediakan perawatan dukungan. Anda akan mendapatkan “activated charcoal” di rumah sakit yang digunakan untuk situasi kegawatdaruratan untuk membantu mengatasi efek keracunan. Activated charcoal akan bekerja sebagai sebuah antidot, menghentikan penyerapan racun dan zat kimia dari lambung ke dalam tubuh. Racun kemudian akan diikat oleh charcoal dan dikeluarkan oleh lewat tubuh saat Anda buang air besar. Sebagai tambahan penggunaan activated charcoal, dukungan umum overdosis antihistamin adalah pemantauan pernapasan dan jantung. Prognosis tergantung pada jumlah antihistamin yang dicerna dan seberapa parah overdosis terjadi, namun pemulihan secara penuh dapat terjadi dengan perawatan medis yang cepat. 

Beberapa efek konsumsi antihistamin seperti polofar dapat meniru gejala adanya overdosis, seperti mual ringan, pusing, muntah, diare, dan sakit perut. Gejala tersebut biasanya tidak membutuhkan perawatan medis, dan dapat berangsur-angsur membaik saat tubuh menyesuaikan diri dengan obat tersebut. Meskipun demikian, hubungi dokter apabila Anda menderita efek samping. Anda mungkin perlu menurunkan dosis atau menggunakan obat antihistamin lain selain polofar. Perbedaan antara efek samping dan overdosis adalah tingkat keparahan gejala yang dirasakan. Gejala yang parah seperti detak jantung yang cepat, rasa sesak di dada, dan kejang membutuhkan perawatan kegawatdaruratan secepatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *