Mengenal Serology Test yang Dapat Mendeteksi Antibodi

Saat seseorang sakit seringkali harus menjalani pemeriksaan darah untuk melihat apakah orang tersebut sedang atau pernah terkena penyakit tertentu sehingga ada antibodi yang terbentuk akibat penyakit tersebut. Tes inilah yang disebut sebagai serology test atau dikenal juga dengan tes antibodi. 

Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pasien, lalu dimasukkan ke dalam tabung darah. Selanjutnya sampel darah tersebut akan diproses di laboratorium. Sekilas, serology test ini terlihat mirip dengan rapid test, namun tingkat akurasi tes ini dipercaya lebih tinggi dibandingkan rapid test karena dilakukan di laboratorium dan menggunakan teknologi canggih yang serba otomatis sehingga minim terjadinya human error.

Jenis Serology Test

Tes yang bertujuan untuk mendeteksi keberadaan antibodi ini terdiri dari beberapa jenis berikut ini.

  • Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)

Tes ini digunakan untuk menentukan jumlah antigen yang tidak diketahui pada sampel yang diambil. Sampel ini bisa berupa darah, air liur, atau lendir dari hidung pasien. Kemudian, sampel yang mengandung antigen ini akan diikatkan dengan antibodi spesifik, lalu ditempelkan pada permukaan dinding ELISA Plate

Antibodi yang sudah terikat ini akan membuat perubahan warna sehingga dapat diketahui berapa jumlah antigen yang terdapat pada sampel. Perubahan warna ini akan diukur dengan alat yang namanya ELISA Reader

Serology test jenis ini bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit, seperti HIV, hepatitis B dan C, kanker, hormonal, dan lain-lain. 

  • Neutralization test

Serology test jenis ini  digunakan untuk mengukur kemampuan antibodi pasien dalam menetralkan infektivitas dan melindungi sel dari infeksi. Tes ini sering dianggap sebagai gold standard dalam menentukan imunogenitas pasien. Namun, tes ini tidak termasuk dalam layanan umum rumah sakit dan lebih diperuntukkan untuk tujuan riset. Sebab, tes ini terbilang sangat mahal dan membutuhkan alat yang canggih.

  • Chemiluminescent immunoassay (CLIA)

Chemiluminescent immunoassay (CLIA) merupakan sebuah tes biokimia yang bertujuan untuk melihat reaksi antibodi terhadap antigen-nya. Setiap antibodi dalam sampel pasien akan bereaksi terhadap protein virus dan membentuk kompleks imun. Kemudian, kompleks imun ini akan diikat sehingga menghasilkan cahaya. Jumlah cahaya yang dipancarkan dari setiap sampel inilah yang akan digunakan untuk menghitung jumlah antibodi yang terdapat dalam sampel pasien.

Penyakit yang Bisa Didiagnosis Melalui Serology Test

Serology test sangat membantu dalam mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, parasit, dan virus, seperti :

  • Campak
  • Polio
  • Sifilis
  • HIV/AIDS
  • Brucellosis
  • Amebiasis
  • Rubella
  • Penyakit Autoimun
  • Yellow fever
  • Hepatitis B dan C

Hasil Serology Test 

Setelah seseorang menjalani serology test akan menunjukkan hasil normal atau abnormal. Jika hasil normal artinya tubuh menghasilkan antibodi sebagai respon terhadap antigen. Namun, jika hasil tes tidak menunjukkan adanya antibodi artinya orang tersebut tidak memiliki infeksi atau penyakit apapun dan ini juga termasuk hasil yang normal. 

Sementara itu, hasil yang abnormal menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi virus atau penyakit tertentu. Selain itu, hasil serology test yang abnormal ini juga bisa menunjukkan adanya gangguan autoimun.

Tindak Lanjut Hasil Serology Test

Tindak lanjut dari hasil serology test ini bisa berbeda-beda, tergantung hasil pemeriksaan dan jenis antibodi yang ditemukan. Umumnya, dokter akan memberikan resep antibiotik atau obat lain untuk membantu tubuh melawan infeksi pada pasien dengan hasil tes abnormal. Namun, terkadang dokter juga akan menyarankan beberapa pemeriksaan lanjutan apabila dicurigai adanya infeksi lain pada pasien dengan hasil serology test yang normal. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *