Mengapa Badan Panas Dingin? Mungkin Ini Penyebabnya!

Keadaan badan panas dingin atau atau yang biasa disebut meriang bisa disebabkan banyak hal, misalnya karena suhu eksternal yang dingin ataupun karena kondisi medis lainnya seperti hipoglikemia atau kecemasan. 

Kondisi ini seringkali disertai dengan kondisi tubuh yang gemetar atau menggigil, serta timbul benjolan di kulit Anda. Nah, berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang penyebab paling umum dari kondisi badan panas dingin dan cara meredakannya. 

Apa penyebab badan panas dingin?

Panas dingin atau yang biasa disebut dengan meriang adalah upaya tubuh Anda untuk mengatur atau menaikkan suhu internal yang disertai kontraksi otot di sekujur tubuh atau gemetar. Meriang juga biasanya terjadi dengan demam ataupun tanpa demam dan dalam kasus ini tubuh Anda akan menggigil sebagai mekanisme pertahanan terhadap patogen berbahaya di dalam tubuh. 

Bakteri atau virus infeksi berkembang biak pada subuh tubuh normal, jadi ketika tubuh Anda mengalami infeksi, tubuh akan merespon dengan meriang yang terkadang akan meningkatkan suhu tubuh Anda, dan memperlambat laju reproduksi virus atau bakteri. Hal inilah yang menyebabkan panas dingin bisa menjadi salah satu tanda infeksi virus atau bakteri, seperti:

  • Flu 
  • Radang paru-paru
  • Covid-19
  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Malaria
  • Sakit tenggorokan
  • Infeksi sinus
  • Reaksi obat
  • Artritis rheumatoid
  • Kanker 

Badan panas dingin tanpa demam

Suhu dingin atau demam bukan satu-satunya penyebab meriang. Penyebab lain termasuk:

  • Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia. Kadar gula darah yang rendah memicu respon stres tubuh Anda, yang dapat menyebabkan kedinginan atau gemetar. Gejala hipoglikemia lainnya termasuk kebingungan, berkeringat, kelelahan, dan detak jantung tidak teratur atau cepat.
  • Reaksi emosional yang intens. Rasa takut atau cemas dapat menyebabkan tubuh Anda berkeringat, yang kemudian dapat menyebabkan kedinginan, karena berkeringat menurunkan suhu internal Anda. Perasaan cemas yang intens juga menyebabkan tubuh Anda melepaskan adrenalin. Lonjakan adrenalin dapat menyebabkan tubuh panas dingin atau meriang. 
  • Pengerahan tenaga fisik yang ekstrim. Saat Anda berolahraga, suhu tubuh Anda meningkat dan tubuh Anda menghasilkan keringat untuk mencegah kepanasan. Setelah lari lama atau olahraga berat lainnya, suhu inti tubuh Anda turun. Penurunan ini, dikombinasikan dengan lapisan keringat di kulit, dapat menyebabkan Anda menggigil saat tubuh Anda mencoba untuk kembali ke suhu normal. 

Bagaimana mengatasi meriang?

Jika Anda mengalami meriang karena lingkungan yang dingin, kondisi ini mungkin akan hilang jika Anda mulai bergerak secara aktif. Tetapi jika Anda merasa panas dingin dan dikaitkan dengan infeksi bakteri atau virus, maka Anda disarankan untuk mengonsumsi obat untuk mengatasinya. 

Untuk meredakan demam, Anda dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas, seperti Tylenol atau Ibuprofen, yang merupakan pereda demam umum yang mengurangi peradangan dan dapat membantu meredakan panas dingin. 

Meriang sendiri belum tentu berbahaya, namun Anda harus mencari perawatan medis jika suhu Anda lebih dari 38 derajat celcius atau lebih tinggi, atau demam Anda tidak turun meskipun telah mengonsumsi obat pereda demam. Nah, jika hal ini terjadi ada baiknya untuk mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut karena dikhawatirkan penyakit tertentu. 

Badan panas dingin adalah perasaan dingin yang disertai dengan menggigil, dan mereka kadang timbul dengan atau tanpa demam. Tanpa demam, meriang akan biasanya muncul setelah terpapar lingkungan dingin. Namun, jika badan Anda meriang dengan demam, kemungkinan penyebabnya termasuk virus atau bakteri. Segera hubungi dokter untuk melakukan konsultasi lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *