Lidah Terasa Asam Setelah Makan? Kenali 8 Penyebabnya

Lidah terasa asam, pahit, atau manis ketika makan biasanya reaksi sederhana terhadap sesuatu yang dimakan, termasuk aftertaste atau rasa setelah makan. Misalnya, rasa asam setelah minum kopi atau susu bisa berasal dari cara pengolahan dan penyajiannya. 

Namun perubahan rasa normal atau disebut sebagai dysgeusia juga bisa menandakan kondisi kesehatan Anda. 

Berikut ini penyebab mulut Anda terasa pahit atau asam setelah makan:

  1. Dehidrasi

Siapa sangka selain membuat tubuh menjadi tidak bertenaga, dehidrasi juga bisa menyebabkan lidah terasa asam. Dehidrasi membuat mulut kering dan dapat mengubah indra perasa, sehingga terjadilah dysgeusia. 

Usahakan setidaknya minum 8 gelas atau lebih setiap harinya untuk meningkatkan kadar cairan dalam tubuh.

  1. Kekurangan seng (zinc)

Seng merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh, salah satunya berperan dalam fungsi pengecap. Kekurangan seng adalah salah satu penyebab gangguan indera perasa yang paling umum. 

Beberapa penyebab kekurangan seng antara lain:

  • Kanker
  • Penyakit celiac
  • Penyakit Crohn
  • Penyakit ginjal kronis
  • Pankrearitis
  • Kolitis ulserativa
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Kemoterapi
  • Konsumsi obat seperti diuretik tiazid, kaptropil, dll
  1. Konsumsi obat-obatan tertentu

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Canadian Family Physician, terdapat kurang lebih 250 jenis obat yang dapat menyebabkan dysgeusia. Ini mungkin karena cara kerja obat yang mempengaruhi reseptor rasa di otak atau sisa obat dalam air liur.

Mungkin juga disebabkan oleh fenomena rasa intravaskular (intravascular taste), dimana molekul obat di pembuluh darah berinteraksi dengan reseptor pengecap. 

Perawatan kanker, seperti radiasi atau kemoterapi juga dapat menyebabkan sensasi tersebut. Adapun obat yang dapat membuat lidah terasa asam meliputi beberapa jenis antibiotik, antihistamin, obat parkinson, dan banyak lainnya. 

  1. GERD

GERD atau penyakit refluks gastrointestinal adalah kelainan dimana katup antara esofagus dan perut tidak menutup sempurna setelah makan. Akhirnya, sisa makanan dan asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan mulut terasa asam atau pahit. 

GERD ditandai dengan:

  • Maag
  • Nyeri dada
  • Lidah terasa asam atau pahit
  • Bau mulut
  • Rasa terbakar di tenggorokan
  • Sulit menelan
  • Seperti ada benjolan di tenggorokan 
  • Batuk
  • Suara serak

Merokok, serta mengonsumsi alkohol, kafein, makanan berlemak dan asam dalam porsi besar adalah pemicu umum terjadinya refluks asam. Kehamilan, obesitas, dan hernia hiatus juga dapat membuat katup tidak menutup sempurna. 

  1. Kebiasaan merokok

Perokok cenderung merasakan lidahnya asam atau tidak enak setelah merokok, sehingga untuk mengatasinya butuh hidangan dengan rasa kuat seperti kopi. 

Merokok juga sumber dari berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan dysgeusia, seperti GERD, kanker, dan defisiensi seng.

  1. Kebersihan mulut yang buruk

Tidak menyikat gigi dengan benar akan meninggalkan sisa-sisa makanan di mulut yang kemudian menyebabkan mulut terasa asam. Sikat gigi minimal dua kali sehari dan bersihkan dengan benang gigi untuk mendapat kebersihan mulut yang maksimal.

  1. Infeksi

Infeksi seperti pilek atau sinusitis bisa mempengaruhi indera perasa Anda, yang membuat makanan terasa asam atau pahit, hingga akhirnya tidak berselera makan. Ini juga terjadi ketika Anda menderita penyakit tipus. Saat kondisi Anda membaik, rasa asam di mulut perlahan hilang. 

  1. Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, kemampuan indera pengecap berkurang dan menjadi kurang sensitif. Tak jarang lansia mengalami distorsi dalam persepsi rasa normal dan merasakan rasa asam atau bahkan lidah mati rasa saat makan. 

Itu tadi beberapa penyebab lidah terasa asam. Mengatasi penyebabnya bisa membantu menghilangkan rasa asam di mulut. Jika tak kunjung membaik, penyebabnya mungkin bisa lebih serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *