Kenali Faktor Risiko Hepatitis Autoimun

Ketika berbicara mengenai masalah hati, kebanyakan orang mengarahkan pikirannya kepada kondisi sirosis atau kanker hati. Namun sebenarnya, banyak kasus masalah hati yang berupa hepatitis. Dari kondisi inilah, sirosis hati maupun kanker hati dapat berkembang. 

Hepatitis pun bukan hanya hepatitis A, B, atau C. Ada juga hepatitis autoimun yang merupakan kondisi saat sistem imun tubuh menyerang sel hati sampai memicu peradangan. Gejala dari hepatitis autoimun sendiri bisa berupa pembengkakan perut, kulit dan mata yang menguning, sampai feses yang memucat dan menjadi abu-abu karena fungsi hati menjadi tidak optimal. 

Sampai saat ini, belum diketahui pasti mengenai penyebab dari hepatitis autoimun. Namun, beberapa kondisi di bawah ini menjafi faktor risiko yang cukup kuat, yang bisa menyeret Anda ke kondisi hepatitis autoimun. 

Ada Masalah Hati Lain 

Hepatitis autoimun merupakan salah satu jenis masalah hati yang sebenarnya cukup langka terjadi. Namun, penyakit ini akan lebih mudah menghampiri Anda apabila sebelumnya ANda memiliki riwayat masalah hati lain. Banyak penderita hepatitis autoimun yang ternyata pernah memiliki eiwayat terkena masalah hepatitis A, hepatitis B, maupun hepatitis C. 

Miliki Riwayat Penyakit Autoimun 

Selain masalah hati, orang-orang yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit autoimun akan lebih mudah mengalami hepatitis autoimun. Ini seperti sistem imun menyerang secara menyebar. Jadi jika Anda pernah mengalami salah satu serangan sistem imun di salah satu bagian sel tubuh, risikonya menyebar ke sel hati cukup besar. Jadi, apabila Anda pernah terdiagnosis penyakit Graves, rheumatoid arthritis, maupun hipertiroidisme; Anda patut lebih waspada karena risiko terkena hepatitis autoimun lebih besar di diri Anda. 

Pengalaman Infeksi Tertentu 

Anda juga perlu lebih berhati-hati apabila sempat mengalami infeksi tertentu. Pasalnya, orang-orang dengan kasus infeksi di masa lalu cenderung lebih mudah terkena hepatitis autoimun. Beberapa infeksi yang mesti diwaspadai karena meningkatkan risiko hepatitis autoimun, antara lain herpes simpleks, campak, ataupun infeksi virus Epstein-Barr. 

Penggunaan Obat Tertentu 

Menyerangnya sistem imun ke bagian-bagian sel hati hingga membuat fungsi hati tidak optimal juga dapat terjadi pada orang-orang yang rutin mengonsumsi obat tertentu. Beberapa jenis obat yang dapat meningkatkan risiko hepatitis autoimun, antara lain statis ataupun beberapa jenis antibiotik. Jadi, selalu konsumsi obat sesuai resep dokter. Khusus untuk pengonsumsian antibiotik, pastikan Anda menghabiskan resep yang telah diberikan. 

Tingkat Stres Tinggi 

Mengelola stres sangat penting untuk menghindarkan Anda dari beragam penyakit. Banyak penyakit kronis yang nyatanya terpicu dari kondisi tingkat stres tinggi yang sulit terkendali. Tidak terkecuali hepatitis autoimun, penyakit ini ternyata lebih mudah menyerang orang-orang yang memiliki tingkat stres tinggi. 

Faktor Keturunan Berpengaruh

Apakah di keluarga Anda ada yang pernah memiliki riwayat hepatitis autoimun? Jika iya, artinya Anda memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit autoimun yang satu ini. Faktor keturunan memang berpengaruh cukup besar terhadap risiko terkena hepatitis autoimun, apalagi jika yang sempat terkena penyakit ini adalah orang tua atau saudara kandung Anda. 

Berjenis Kelamin Perempuan 

Siapapun sebenarnya bisa terkena hepatitis autoimun. Akan tetapi, jenis kelamin perempuan ternyata memiliki risiko lebih besar mengalami masalah hati yang satu hati diandingkan laki-laki. Sampai saat ini belum ditemukan alasan yang jelas terkait faktor risiko hepatitis autoimun yang lebih berisiko di perempuan. Faktor risiko ini hanya mengarah pada prevalensi perempuan yang terkena hepatitis autoimun lebih banyak daripada laki-laki. 

*** 

Mewaspadai faktor risiko untuk mengubah gaya hidup yang lebih bersahabat bagi hati sangat penting untuk mencegah munculnya hepatitis autoimun menimpa Anda. Namun jika sudah telanjur terkena, pengobatan yang rutin dan tepat bisa menghindarkan Anda dari risiko terburuk berupa gagal hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *