Kalori Oatmeal Ternyata Cukup Tinggi, Kesalahan Ini dapat Memperburuknya

kalori oatmeal

Oat (Avena sativa) merupakan kelompok gandum utuh yang sering disebut sebagai sumber serat dan antioksidan. Karena alasan tersebut oatmeal selalu dimasukkan dalam program diet sebagai pengganti nasi.

Siapa sangka kalori oatmeal tak serendah yang dikira. Jika dikonsumsi dengan cara yang salah, oatmeal bukannya membantu menurunkan berat badan tapi justru membuat angka di timbangan membengkak.

Berapa banyak kalori oatmeal dalam semangkuk?

Pada 100 gram oat mentah mengandung sebanyak 389 kalori, 66 gram karbohidrat, dan 17 gram protein. Bisa dikatakan angka ini cukup rendah bagi orang-orang yang menjalani diet oatmeal.

Oat juga mengandung 8% air, 11% serat, serta vitamin dan mineral termasuk mangan, vitamin B1, dan zat besi.

Manfaat kesehatan oat

Selain kaya vitamin dan mineral, oatmeal kaya antioksidan meliputi avenathramides, asam ferulic, dan asam fitat. Berikut beberapa manfaat kesehatan oat:

  • Menurunkan kadar kolesterol

Kolesterol tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Dengan beta gluken pada serat, keseimbangan kolesterol tetap terjaga.

  • Mencegah diabetes tipe 2

Beta gluken juga telah terbukti bermanfaat mengontrol gula darah sehingga mencegah dari penyakit diabetes tipe 2.

  • Meningkatkan rasa kenyang

Rasa kenyang akan menahan keinginan untuk makan. Hal ini merupakan peran dari kalori oatmeal serta serat larut yang terkandung di dalamnya.

  • Bebas gluten

Orang dengan sensitivitas gluten akan sangat terbantu dengan oatmeal karena tidak mengandung gluten. Sebagai gantinya oat mengandung jenis protein serupa yang disebut dengan avenin yang bekerja meningkatkan asupan mineral dan serat.

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Memberi makan bayi di bawah usia enam bulan dengan gandum utuh dikaitkan dengan penurunan risiko asma selama masa kanak-kanak.

  • Meningkatkan kesehatan pencernaan

Orang dewasa lanjut usia yang mengonsumsi serat dedak gandum akan mendapatkan efek kesehatan pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Bagaimana kalori oatmeal menyebabkan kegemukan?

Sangat jelas bahwa oatmeal termasuk pilihan terbaik untuk menurunkan berat badan. Selain rendah kalori, oatmeal juga dikemas dengan serat kuat dan protein yang bekerja sama mensukseskan program diet Anda.

Sayangnya ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan sehingga kalori oatmeal meningkat dan menggagalkan diet Anda. Kesalahan mengonsumsi oatmeal antara lain:

  • Memakan oatmeal dalam porsi besar

Anggapan “semakin banyak makan makanan sehat maka semakin baik” juga ada pada oat. Karena oatmeal dilabeli dengan makanan sehat terkadang membuat sebagian orang mengonsumsinya dalam porsi besar. Menurut panduan rekomendasi, setengah cangkir oat kering merupakan ukuran satu porsi oatmeal.

  • Terlalu banyak menambahkan gula atau pemanis buatan

Untuk memberi rasa manis, gula atau pemanis buatan ditambahkan ke dalam semangkuk oatmeal. Hal ini akan jadi masalah jika ada terlalu banyak pemanis di dalamnya.

Sebagai alternatif yang lebih sehat, Anda bisa menggunakan sedikit gula alami dari kurma, madu, atau bubuk kayu manis.

  • Menggunakan topping buah kering

Buah kering mengandung tinggi gula. Anda bisa menggunakan buah segar atau beku karena selain lebih rendah gula, kandungan airnya membantu Anda merasa lebih kenyang.

  • Memilih oatmeal instan beraroma

Sebagian besar oatmeal instan mengandung gula. Jika Anda lebih menyukai yang instan, maka pilihlah variasi polos tanpa gula.

  • Tidak menambahkan cukup protein

Meskipun serat dalam oatmeal membuat Anda merasa kenyang lebih lama, beberapa orang dapat merasa kembali lapar satu jam kemudian. Untuk mengatasinya, tambahkan sumber protein seperti kacang-kacangan, susu, yogurt, atau bubuk protein.

Mengolah oatmeal dengan tepat dapat membantu kalori oatmeal tetap terjaga. Dengan begitu Anda tidak akan kehilangan manfaat yang ditawarkan oleh wholegrain tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *