Cegah Stunting Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Bayi

ibu mengukur tinggi putra - kid height potret stok, foto, & gambar bebas royalti

1000 hari partama kehidupan merupakan masa emas perkembangan bagi janin hingga menjadi bayi. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan nutrisi pada anak agar terhindar dari stunting.”

1000 hari partama kehidupan, yakni 270 hari masa kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi dilahirkan merupakan masa penting pembangunan ketahanan anak. Jika gizi baik dan cukup tidak diberikan selama 1000 hari partama kehidupan ini, maka bisa menyebabkan stunting dan sulit diobati.

Apa itu stunting?

Menurut Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah kondisi yang ditandai dengan tinggi badan anak tidak sesuai dengan tinggi badan seumurnya. Atau, stunting merupakan suatu kondisi di mana anak mengalami kegagalan dalam bertumbuh, baik secara fisik maupun otak.

Stunting akan dihubungkan dengan malnutrisi dan infeksi kronis (non endokrin), yang umunya ditandai dengan perawakan pendek pada anak. Namun, tidak semua anak yang bertubuh pendek merupakan ciri-ciri stunting, hal tersebut juga bisa disebabkan oleh kondisi patologis atau non patologis.

Faktor penyebab stunting

Setidaknya, ada dua faktor penyebab terjadinya stunting pada janin, yakni faktor eksternal dan faktor internal.

  • Faktor ekstenal biasanya disebabkan oleh buruknya fasilitas sanitasi, seperti minim akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan hidup di daerah rumah.
  • Faktor internal dikaitkan dengan kekurangan gizi selama masa kehamilan hingga bayi lahir.

Dengan mengtahaui faktor yang mempengaruhi, Anda bisa melakukan tindak pencegahan terjadinya stunting.

Pencegahan stunting di 1000 hari partama kehidupan

Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami hambatan selama masa tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan kecukupan gizi sejak awal masa kehamilan. Sebab, stunting bisa terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan, dan akan menghambat perkembanggannya selama di kandungan hingga ia tumbuh menjadi anak-anak.

Saat hamil, usahakan ibu mengonsumsi makronutrien, seperti karbohidrat, protein, dan lemak secara cukup. Lalu, diimbangi dengan mengonnsumsi mikronutrien, yakni vitamin dan mineral yang ada di dalam buah dan sayuran.

Kemudian, pencegahan stunting masih berlanjut ketika bayi telah lahir dan masuk ke dalam periode menyusui hingga MP-ASI. Ibu harus memahami bagaimana cara pemberian ASI yang benar dan makanan yang baik saat memasuki MP-ASI agar anak tidak mengalami kekurangan gizi, khususnya gizi buruk.

Dianjurkan untuk membuat dan memberikan MP-ASI sendiri, dan hindari pemberian MP-ASI yang tidak jelas proses pembuatannya. Apabila Anda ingin memberikan makanan siap saji, harus dipastikan makanan tersebut telah terdaftar di BPOM.

Begitu pula dengan pemberian snack pada anak. Ada baiknya jika snack di antara waktu makan diberikan dalam bentuk buah, puding, dan biskuit yang anak Anda sukai.

Ciri-ciri anak mengalami stunting

Selain mengalami pertumbuhan tubuh yang lebih lambat jika dibandingkan dengan anak seusianya, ciri-ciri anak stunting juga bisa berupa:

1.Tanda pubertas terlambat

2.Memiliki kemampuan buruk untuk menyerap informasi

3.Pertumbuhan gigi terhambat

4.Anak menjadi lebih pendiam

5.Wajah tampak lebih muda dari seusianya

6.Berat badan menurun

7.Anak menjadi mudah terserang penyakit

Dampak stunting pada anak

Akibat kurangnya perhatian pada 1000 hari partama kehidupan anak, maka bisa menimbulkan dampak di kehidupan selanjutnya, baik dampak janga pendek, maupun dampak jangka panjang.

Dampak jangka pendek stunting bisa berakibat pada terganggunya perkembangan otak, IQ rendah, dan gangguan pada pertumbuhan fisik serta metabolisme.

Sedangkan, dampak jangka panjang berupa kekebalan tubuh yang lemah sehingga memicu beragam jenis penyakit, seperti penyakit jantung, pembuluh darah, dan lainnya. Selain itu, menurunkan kemampuan kognitif otak dan meningkatkan risiko munculnya penyakit metabolik juga bisa menjadi dampak jangka panjang kekurangan gizi pada 1000 hari partama kehidupan.

Perlu Anda ketahui bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya gizi pada 1000 hari partama kehidupan. Ibu hamil dengan tubuh pendek di bawah rata-rata akan mengalami pelambatan aliran darah ke janin selama masa kehamilan. Hal itu bisa menjadi salah satu faktor lainnya yang bisa membuat anak menjadi stunting.

Stunting yang terjadi sejak bayi akan terus terbawa hingga ia dewasa. Maka dari itu, pentingnya ibu untuk selalu memerhatikan penyebab terjadinya stunting, salah satunya kebutuhan kecukupan gizi pada 1000 hari partama kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *