Kondisi yang Meningkatkan Risiko Penyebab Ginjal Bocor

Ada berbagai penyakit yang menjadi penyebab ginjal bocor. Penyakit tersebut seperti, sindrom nefrotik, preeklamsia, nefropati diabetik, infeksi ginjal, kanker dan lain sebagainya. Di samping penyakit tersebut, masih ada pula hal lain yang bisa membuat ginjal bocor di antaranya, yaitu dehidrasi, tekanan darah tinggi, dan glomerulonefritis. Di sisi lain, sebetulnya masih ada pula hal-hal yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami ginjal bocor. 

Akan tetapi, sebelum membahas itu, artikel ini akan lebih dulu menginformasikan secara umum mengenai kondisi ginjal bocor. Sebagai informasi, ginjal bocor adalah kondisi ginjal yang banyak mengeluarkan albumin atau protein melalui urin saat buang air kecil. Dalam dunia kesehatan, kondisi tersebut bukan pertanda baik karena ginjal bocor menandakan adanya kerusakan pada pembuluh darah kecil di ginjal. 

Ginjal bocor adalah sebutan "akrab" dari kondisi proteinuria.

Lantas, apa saja sih hal yang meningkatkan risiko orang mengalami kebocoran dalam ginjal? Setelah ditelusuri, berbagai sumber ternyata menyatakan bahwa orang yang mengidap diabetes dan darah tinggi lebih rentan mengalami ginjal bocor. Tentu penyebab ginjal bocor dari dua kondisi tersebut memang bukan tanpa alasan. 

Sebab, sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau diabetes merupakan penyakit yang bisa menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu, sebagai upaya pencegahan, kita disarankan untuk menjaga asupan gula ke dalam tubuh. Di samping itu, olahraga dan diet juga perlu untuk menjaga kesehatan dan kadar gula dalam tubuh kita. Ingat, jauh lebih baik mencegah daripada mengobati, terlebih diabetes dapat dikatakan pintu masuk terserangnya penyakit lain. 

Selain diabetes dan darah tinggi, masih ada faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami ginjal bocor. Kondisi yang dimaksud adalah kegemukan atau obesitas, faktor genetik karena ada riwayat keluarga terhadap penyakit ginjal, dan umur lebih dari 65 tahun. 

Khusus untuk obesitas, kelebihan berat badan ini memang tak mengherankan menjadi salah satu penyebab ginjal bocor. Sebab, secara umum orang yang mengalami obesitas biasanya kadar gula dalam tubuh tinggi. Sehingga, sebagaimana telah disampaikan, olahraga dan diet amat dianjurkan jika tak ingin mengalami ginjal bocor. 

Lebih lanjut, faktor peningkatan risiko mengalami ginjal bocor juga menyasar etnis. Ini tentu terbilang unik karena jarang sekali ditemukan kaitannya. Akan tetapi, untuk ginjal bocor, ada sumber yang membahas kesehatan menyebut etnis Asia, Afrika-Amerika, Indian, dan Latin berisiko lebih tinggi mengalami ginjal bocor. 

Demikianlah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap ginjal bocor. Akan tetapi, perlu kita ingat, bahwa penyakit tersebut biasanya hanya bersifat sementara, walaupun ada juga kasus dalam waktu lama. Nah selain berolahraga dan diet, beberapa cara bisa kita lakukan untuk menghindari kebocoran pada ginjal. 

Cara agar tak menderita atau mengatasi penyakit penyebab ginjal bocor adalah dengan mengubah pola makan. Ingat, salah satu hal yang buat risiko ginjal bocor tinggi adalah obesitas dan diabetes. Oleh karena itu, berhentilah makan makanan cepat saji dan perbanyak makan sayuran, buah, telur, dan gading yang olahannya seperti makanan rumahan. 

Akan tetapi, jika ginjal bocor terjadi karena efek dari suatu penyakit, maka dalam mengatasinya adalah dengan minum obat penyakit penyebab ginjal bocor tersebut. Di samping itu, berkonsultasi dengan dokter juga diperlukan karena bukan tidak mungkin dalam penanganannya dibutuhkan langkah medis lebih lanjut. 

Akhir kata, semoga artikel yang membahas kondisi nan meningkatkan risiko penyebab ginjal bocor ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Sekali lagi, jauh lebih baik sedari dini kita melakukan pencegahan daripada harus berjibaku mengatasi kondisi ginjal bocor!