Penyebab dan Gejala Angin Duduk yang Perlu Dipahami

Penting mengetahui pertolongan pertama angin duduk yang ditandai dengan nyeri dada

Merupakan kondisi yang menyebabkan para penderitanya merasakan nyeri di dada disebut dengan penyakit angin duduk. Istilah penyakit ini dalam dunia medis disebut dengan angina pectoris, kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang. Sehingga berakibat otot jantung tidak mendapat oksigen yang cukup dari yang dibutuhkannya.

Kondisi ini dipicu oleh aktivitas yang membuat jantung bekerja dengan lebih keras dan membutuhkan lebih banyak oksigen. Aktivitas yang muncul biasanya seperti olahraga, nyeri yang disebabkan kondisi ini biasanya mirip dengan nyeri dada akibat penyakit lain. Sementara itu, gejala yang muncul seperti ditindih atau ditekan.

Penyebab Angin Duduk (Angina)

Terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab atau pemicu seseorang mengalami kondisi ini, seperti terpapar suhu yang sangat panas atau sebaliknya, makan dalam jumlah yang besar, merokok, kelebihan berat badan, memiliki riwayat penyakit jantung, mempunyai kolesterol atau terkanan darah tinggi, menderita diabetes hingga malas dalam melakukan olahraga.

Disebut juga dengan angina pectoris, terjadi karena pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan. Fungsi dari pembuluh jantung ini adalah mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung, tujuannya agar jantung bisa memompa darah dengan baik. Ketika pembuluh koroner menyempit, maka suplai oksigen untuk jantung juga akan terganggu.

Sehingga jantung tidak bisa memompa darah dengan maksimal, kondisi ini juga dikenal dengan penyakit jantung koroner. Keadaan ini juga disebabkan karena pembentukan plak atau tumpukan lemak yang terdapat pada pembuluh darah koroner atau aterosklerosis. Pembuluh darah yang sudah menyempit semakin menyempit karena aktivitas yang dilakukan.

Selain diakibatkan karena jantung koroner, penyempitan pembuluh darah ii terjadi karena pembuluh darah koroner menyempit sesaat setelah otot pembuluh darah menegang. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat. Sejumlah faktor yang bisa menimbulkan seseorang mengalami kondisi ini.

Beberapa kondisi yang menjadi faktor penyebab seseorang mengalami penyempitan pembuluh darah antara lain, kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, obesitas, merokok, kurang olahraga, memiliki keluarga yang pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, laki-laki berusia 45 tahun ke atas atau perempuan yang sudah berusia 55 tahun ke atas hingga terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

Gejala Angina

Gejala utama dari kondisi ini adalah rasa nyeri di dalam dada, nyeri yang diakibatkan angina berupa nyeri seperti ditindih atau ditekan oleh benda berat. Nyeri ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti leher, lengan, punggung, rahang, bahu hingga gigi. Perempuan yang mengalami kondisi ini terkadang seperti ditusuk benda tajam.

Selain itu, beberapa gejala di atas juga disertai dengan keringat dingin, mual, pusing, lemas hingga sesak napas. Kondisi ini lebih sering timbul saat seseorang beraktivitas, yang kemudian mereda atau bahkan menghilang ketika penderitanya beristirahat atau juga ketika meminum obat. Jenis kondisi yang satu ini sering disebut dengan angin duduk tidak stabil.

Kapan ke Dokter?

Apabila seseorang sebelumnya menderita diabetes atau hipertensi, bisa langsung melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan. Penderita yang mengalami jenis tidak stabil harus segera di bawa ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit terdekat, hal ini dikhawatirkan seseorang akan mengalami serangan jantung.

Langkah awal yang dilakukan dokter adalah memeriksa gejala-gejala yang muncul pada pasien, dokter akan menanyakan riwayat mengenai gejala yang muncul, bisa karena tiba-tiba atau secara berkala. Selain itu, riwayat keluarga mengenai penyakit ini juga sangat diperlukan guna proses penanganan.

Ini Penyebab Terjadinya Fluorosis pada Gigi

Fluorosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan berubahnya tampilan gigi, kondisi ini membuat timbulnya lapisan terluar gigi yang disebut enamel. Perubahan ini bisa berbeda-beda dan tergantung pada tingkat keparahannya. Pada kebanyakan kasus, perubahan gigi yang terjadi terbilang sangat ringan seringkali hanya disadari oleh dokter gigi saat melakukan pemeriksaan.

Fluorosis terjadi karena asupan fluorida berlebihan pada anak selama masa pertumbuhan gigi. Namun, kondisi ini tidak mempengaruhi kesehatan gigi. Kasus ini termasuk jarang terjadi di Indonesia, karena kebanyakan orang Indonesia justru masih kekurangan fluorida. Kondisi ini, umumnya terjadi di negara-negara yang air minumnya bisa diambil langsung dari kran dan sudah diperkaya fluorida.

Penyebab fluorosis

Penyebab terjadinya fluorosis adalah asupan fluorida yang berlebihan pada anak semama tumbuh kembangnya, terutama jika hal ini terjadi hingga anak berusia 8 tahun. Kondisi ini dapat terjadi karena masa pertumbuhan gigi permanen pada anak berlangsung hingga usia 8 tahun. Asupan fluorida yang berlebih tersebut bisa terjadi karena hal-hal berikut ini:

  • Penggunaan suplemen dan pasta gigi yang banyak mengandung fluorida, apalagi jika pasta gigi terlelan oleh anak.
  • Anal terlalu banyak mengonsumsi air dengan kandungan fluorida yang tinggi.

Fluorosis yang ringan sulit untuk didiagnosis karena gejalanya yang seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Namun, dokter gigi dapat mendeteksi adanya perubahan tampilan gigi pada saat pemeriksaan. Oleh karena itu, periksakan gigi Anda dan anak Anda secara rutin untuk bisa membantu dalam mendeteksi fluorosis sedini mungkin.

Fluorosis yang ringan

Pada fluorosis yang ringan, tidak ada penanganan khusus yang diperlukan.

Fluorosis yang berat

Pada kasus fluorosis yang lebih berat, beberapa metode penanganan berikut bisa dilakukan oleh dokter untuk memperbaiki tampilan gigi Anda:

  • Menghilangkan noda pada gigi dengan metode pemutihan gigi.
  • Prosedur tambal gigi agar tampilan gigi bisa kembali baik.
  • Pemasangan crown dan veneer gigi

Segera berkonsultasi dengan dokter gigi apabila anak Anda mengalami gejala fluorosis, seperti bintik-bintik putih atau perubahan warna pada gigi. Meski tidak ada keluhan, pemeriksaan gigi setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan gigi maupun mulut.

Histoplasmosis

Histoplasmosis - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Histoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi spora jamur Histoplasma capsulatum pada paru. Histoplasma capsulatum biasanya tumbuh di tanah dan tempat-tempat yang terdapat kotoran burung atau kelelawar. Penyebaran Histoplasma capsulatum bisa melalui udara dan jika manusia terpapar jamur tersebut, maka bisa terkena infeksi. Tidak hanya melalui udara, jamur tersebut juga dapat menyebar melalui kontak fisik.

Gejala

Histoplasmosis bisa tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, jika seseorang terkena gejala akibat histoplasmosis, maka gejala yang bisa dialami adalah sebagai berikut:

  • Batuk.
  • Demam.
  • Sakit di bagian dada.
  • Nyeri otot.
  • Tubuh berkeringat, bahkan di malam hari.
  • Batuk yang disertai darah.
  • Sesak nafas.
  • Radang paru-paru.

Penyebab

Histoplasma capsulatum adalah jamur yang dapat menyebabkan histoplasmosis. Jamur tersebut dapat menyebar melalui udara, sama seperti virus Corona atau Covid-19. Penyakit histoplasmosis bisa terjadi baik pada orang yang belum terkena penyakit tersebut maupun yang sudah.

Histoplasma capsulatum tumbuh di tanah yang lembab, termasuk tanah yang terdapat kotoran burung atau kelelawar. Oleh karena itu, jamur histoplasma bisa ditemukan di kandang ayam, kandang burung merpati, peternakan yang sudah usang, taman, dan gua. Penyebaran histoplasmosis bisa melalui kontak fisik atau paparan udara. Oleh karena itu, setiap orang perlu berhati-hati jika keluar rumah.

Tidak hanya itu, risiko histoplasmosis juga bisa terjadi jika mereka adalah petani, peternak, pembasmi hama, pekerja taman, dan pekerja konstruksi.

Diagnosis

Jika Anda mengalami histoplasmosis, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda dengan melakukan diagnosis. Diagnosis yang dapat dilakukan meliputi:

  • Tes darah atau urine

Tes tersebut dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami histoplasmosis atau tidak.

  • Kultur jamur

Kultur jamur diambil dari cairan tubuh atau jaringan untuk mengetahui jika jamur histoplasma terjadi pada tubuh atau tidak.

  • Pemeriksaan rontgen

Pemeriksaan rontgen juga dapat dilakukan jika ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Contoh pemeriksaan rontgen yang dapat dilakukan adalah X-ray atau CT scan.

Pengobatan

Jika seseorang mengalami histoplasmosis dan ingin mengobati penyakit tersebut, berikut adalah obat anti jamur yang dapat digunakan:

  • Itrakonazol.
  • Ketoconazole.
  • Amphotericin B.

Pencegahan

Selain pengobatan, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah histoplasmosis:

  • Beristirahat yang cukup.
  • Jika memiliki sistem imun yang lemah, sebaiknya jangan melakukan aktivitas di tempat-tempat yang terdapat jamur histoplasma.
  • Gunakan masker jika berada di tempat-tempat yang mudah terkontaminasi kotoran unggas.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Anda sebaiknya temui dokter bila Anda mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Jantung yang bergerak secara cepat atau tidak teratur.
  • Batuk yang disertai dengan darah.
  • Sakit kepala dalam jangka panjang.
  • Merasa bingung atau tidak dapat berpikir jernih.

Sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat membuat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan seperti:

  • Mengapa saya bisa terkena histoplasmosis?
  • Apakah gejala yang saya alami membaik atau memburuk?
  • Apa yang perlu saya lakukan jika gejala yang dialami memburuk?
  • Bagaimanakah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit histoplasmosis?
  • Jika saya ingin melakukan aktivitas seperti berkebun, bagaimana cara untuk menghindari infeksi histoplasmosis?

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter dapat menanyakan kepada Anda terkait dengan kondisi yang Anda alami seperti:

  • Kapan Anda mengalami histoplasmosis?
  • Apakah gejala tersebut terjadi hanya sekali atau secara berulang?
  • Apakah Anda bekerja di luar ruangan?
  • Apakah Anda sering berada di tempat yang lembab?

Kesimpulan

Histoplasmosis merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, jika ingin mengatasi histoplasmosis, Anda sebaiknya ikuti anjuran yang disebutkan diatas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan ke dokter mengenai histoplasmosis.

Apa Saja Perbedaan Flu dan Pilek?

Pilek dan flu merupakan penyakit yang paling umum terjadi pada manusia. Banyak orang berpikir bahwa pilek dan flu adalah satu penyakit, namun pilek dan flu memiliki definisi yang berbeda. Apa saja perbedaan flu dan pilek?

Baik pilek maupun flu, keduanya merupakan penyakit yang terjadi karena adanya infeksi di bagian saluran pernafasan. Meskipun jenis virus penyebabnya pada kedua penyakit tersebut berbeda, kedua penyakit ini dapat memicu gejala yang serupa sehingga orang-orang mengira bahwa flu dan pilek adalah hal yang sama.

Flu biasanya dapat memicu kondisi yang lebih parah dibandingkan dengan pilek. Masalah ini juga dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan antara kedua penyakit tersebut, supaya Anda dapat melakukan pengobatan yang tepat.

Meskipun serupa, flu dan pilek bisa dibedakan. Perbedaan flu dan pilek dapat dipahami melalui perbandingan sebagai berikut:

  • Flu

Flu dapat menunjukkan gejala berupa hidung tersumbat, hidung meler, dan bersin. Orang yang terkena flu juga berpotensi mengalami sakit tenggorokan, demam, batuk, sakit kepala, nyeri pada bagian tubuh, dan kelelahan selama beberapa hari. Gejala flu yang terjadi pada anak-anak bisa berupa sakit perut, diare, mual, dan muntah.

  • Pilek

Pilek dapat menunjukkan gejala berupa hidung tersumbat, hidung meler, bersin, sakit tenggorokan, serta batuk ringan atau sedang. Walaupun jarang terjadi, pilek juga dapat menimbulkan kelelahan, nyeri, mual, dan muntah.

Flu

Flu dibagi menjadi tiga jenis, antara lain influenza A, influenza B, dan influenza C. Virus influenza A dan B merupakan jenis penyebab flu yang paling sering terjadi. Strain aktif virus influenza bervariasi selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, para peneliti perlu mengembangkan vaksin setiap tahun untuk mencegah masalah seperti ini.

Musim flu biasanya muncul pada musim tertentu. Pada negara empat musim seperti Amerika Serikat, flu jenis ini biasanya muncul di musim semi atau gugur, dan memuncak pada saat musim dingin.

Virus flu dapat menyebar ketika manusia terkontaminasi tetesan cairan orang yang terkena infeksi. Orang-orang yang terkena flu, periode penularan berlangsung antara satu hari setelah tertular hingga 7 hari kemudian.

Flu bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti pneumonia. Orang-orang yang memiliki risiko lebih besar terhadap hal tersebut adalah:

  • Anak-anak.
  • Lansia.
  • Wanita hamil.
  • Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pilek

Pilek merupakan infeksi saluran pernafasan atas yang terjadi karena virus. Menurut American Lung Association, lebih dari 200 virus yang dapat membuat seseorang terkena pilek. Rhinovirus adalah salah satu jenis virus yang paling umum membuat orang bersin dan meler ketika pilek. Virus ini juga bisa berpotensi menular orang lain.

Pilek bisa datang kapan saja, namun penyakit tersebut lebih sering terjadi ketika memasuki cuaca dingin. Masalah seperti ini bisa terjadi karena sebagian besar virus penyebab pilek berkembang di cuaca yang memiliki kelembaban yang rendah.

Tidak hanya cuaca yang dingin, pilek juga bisa disebabkan oleh alergi. Sebagian orang memiliki reaksi alergi yang berbeda. Ada yang alergi terhadap debu, namun juga ada yang alergi terhadap hewan.

Pilek bisa menular ke orang lain. Paparan bersin atau batuk akan tersebar melalui udara dan menempel di permukaan mana saja. Orang lain bisa tertular ketika menyentuh permukaan yang telah terpapar hal seperti ini. Penularan bisa terjadi dalam waktu dua sampai empat hari setelah manusia terpapar.

Cara Mengatasi Flu dan Pilek

Perbedaan flu dan pilek bisa dilihat melalui perbandingan di atas. Cara mengatasi penyakit-penyakit seperti ini bisa melalui obat yang sesuai dengan kondisi Anda. Contoh obat yang dapat Anda konsumsi adalah vitamin C. Selain menggunakan obat, Anda sebaiknya melakukan pencegahan seperti menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan.

Perbedaan Leukositosis Patologis dan Fisiologis pada Kehamilan

Tingginya sel darah putih di dalam darah (Leukositosis) dapat menjadi pertanda seseorang mengidap kanker.

Merupakan kondisi medis yang membuat seseorang memiliki jumlah sel darah putih yang terlalu berlebih atau terlalu banyak dinamakan dengan leukositosis. Kondisi ini akan menyerang seseorang karena diakibatkan beberapa hal, seperti misalnya munculnya peradangan, infeksi, alergi hingga seseorang terkena kanker darah.

Sel darah putih atau juga disebut dengan nama leukosit memiliki fungsi yakni melindungi diri dari munculnya infeksi dan penyakit. Ketika tubuh diserang penyakit, maka sel darah putih akan mengalami peningkatan sebagai bentuk respons dari munculnya infeksi penyakit tersebut. Namun, jika leukosit muncul dalam jumlah yang berlebihan maka ini juga bisa menjadi tanda tidak normal.

Leukositosis Fisiologi pada Kehamilan

Perlu diketahui bahwa sel darah putih berlebih pada kehamilan merupakan keadaan yang umum terjadi dan kondisi ini bersifat fisiologis. Penyebabnya adalah selama masa kehamilan terjadi stres fisiologis dan adanya peningkatan respons inflamasi. Yang dimaksud dengan respons inflamasi adalah bentuk toleransi imun selektif pada tubuh, imunosupresi dan imunomodulasi dari fetus.

Kondisi sel darah putih berlebih ini muncul di trimester pertama kehamilan dan akan terus bertahan selama masa kehamilan hingga setelah itu. Dari semua tipe leukosit, sel neutrofil memiliki jumlah paling tinggi ketimbang sel yang lain dalam pemeriksaan differential count. Kondisi tersebut bukan tanpa alasan, artinya terdapat hal yang menyebabkan munculnya keadaan itu.

Yakni terjadinya gangguan apoptosis neutrofil yang merupakan akibat dari respons inflamasi, neutrofil yang meningkat dalam jumlah dua kali lipat setelah melahirkan akan kembali normal di hari kelima pasca proses melahirkan. Selain itu, sel monosit diduga juga mengalami peningkatan, beda dengan sel lain seperti basofil, eosinofil dan limfosit yang cenderung menurun.

Leukositosis Patologis pada Kehamilan

Merupakan peningkatan sel darah putih yang melebihi batas atas nilai rujukan sesuai dengan trimester kehamilan. Jenis yang satu ini sekaligus tanda bahwa terdapat infeksi yang cukup ganas pada wanita hamil. Sel darah putih dalam kondisi ini bisa mencapai jumlah 75 ribu hingga 100 ribu per mm3 dan disebut hiperleukositosis.

Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh atau bahkan tidak dipedulikan, karena selain bisa memengaruhi kondisi ibu hiperleukositosis ditakutkan juga menginfeksi dan memengaruhi janin. Peningkatan yang terjadi melebihi nilai rujukan bermanfaat untuk mengetahui apakah terdapat kelainan seperti infeksi.

Pemeriksaan yang lebih spesifik sepertu differential count perlu dilakukan karena tujuannya membantu dokter untuk membedakan dan menentukan adanya kelainan dan infeksi yang dialami ibu hamil. Berikut ini terdapat beberapa kondisi yang perlu diwaspadai dan ketika diketahui harus segera mendapat penanganan dari dokter.

  • Infeksi dan Alergi

Ketika ibu hamil mengalami infeksi baik dikarenakan virus, bakteri hingga parasit dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah sel darah putih yang melebihi batas normal. Munculnya infeksi dan alergi ini sebagai respons pertahanan tubuh terhadap pembawa infeksi.

  • Konsumsi Obat

Tidak semua ibu hamil memerlukan konsumsi obat khusus, tetapi sebagian mungkin harus mengonsumsinya guna membantu pematangan organ tubuh janin. Hal ini sangat mungkin terjadi pada ibu hamil yang berisiko melahirkan secara prematur, kadar leukosit bisa meningkat dalam hal ini jika mengonsumsi jenis obat golongan kortikosteroid seperti dexamethasone.

  • Komplikasi Kehamilan

Komplikasi pada kehamilan yang biasa terjadi adalah preeklamsia, kondisi ini sangat memungkinkan meningkatkan jumlah leukosit ibu hamil. Munculnya kondisi ini juga memicu proses peradangan di dalam tubuh dan membuat rangsangan produksi leukosit bertambah. Jumlah leukosit akan bertambah banyak jika kondisi preeklamsia juga semakin parah.

Fakta dan Penjelasan Mengenai Kerusakan Tubuh Wanita Perokok

Tidak sedikit pasangan yang menginginkan kehadiran buah hati meski telah menikah dalam kurun waktu yang cukup lama. Banyak faktor yang bisa menjadi alasan bagi setiap pasangan memilih untuk menunda memiliki momongan, salah satunya karena rokok. Terlebih jika yang memiliki kebiasaan ini adalah wanita, meski terlihat sehat tubuh wanita perokok ternyata juga mengalami kerusakan.

Fakta menunjukkan bahwa banyak orang yang memiliki kebiasaan merokok dan sering menghisap asap rokok secara tak langsung masih tetap bisa hamil dan memilik anak. Namun, terdapat beberapa fakta lain yang berbahaya di balik kebiasaan tersebut. Beberapa fakta yang ada bahkan bisa mengancam si perempuan kehilangan nyawa.

Fakta Wanita Perokok

Dokter Obsteteri dan Ginekologi, dokter Reino Rambey menjelaskan bahwa dalam merencanakan momongan diperlukan sel telur dan sel sperma yang berada dalam kondisi dan kualitas yang bagus. Kaitannya dengan rokok adalah konsumsi rokok pastinya bisa merusak kondisi sel tersebut dan secara kedokteran bahkan diklaim mampu membunuh sel tersebut.

Medis memang tidak dapat memastikan apakah kondisi sel dalam keadaan yang rusak meskipun dalam program kehamilan kondisi beberapa sel seperti sel telur dan sperma diidentifikasi berada pada kondisi yang sehat. Ketika pasangan tetap bisa memiliki anak meski kerap mengonsumsi rokok bisa dikatakan beruntung karena tidak terjadi kerusakan pada sel.

Penyebab rokok berbahaya untuk perempuan hamil adalah asap rokok yang berisiko merusak sel, hal itu pula yang membuat kasus di setiap pasangan berbeda-beda. Tak dapat dipungkiri bahwa merokok memberikan pengalaman tersendiri bagi perempuan, namun di balik itu terdapat beberapa penyakit berbahaya yang bisa mengancam nyawa seperti berikut ini.

  • Risiko Serangan Jantung

Perempuan yang merokok memiliki risiko 50 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung ketimbang laki-laki yang juga merokok. Hasil sebuah penelitian menyebutkan bahwa kondisi tersebut berhubungan dengan interaksi tembakau di dalam rokok dan hormon estrogen di dalam tubuh perempuan yang punya kebiasaan merokok.

Data penelitian dari University of Copenhagen yang melibatkan sebanyak 25 ribu laki-laki dan perempuan menyebutkan bahwa perempuan memiliki risiko 2,24 kali lebih tinggi terserang infark miokardium ketimbang perokok laki-laki.

  • Risiko Kanker Paru

Journal of the American Association menyebutkan dalam sebuah penelitian bahwa merokok lebih berbahaya bagi perempuan karena meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru dan bisa menyebabkan kematian. Bahkan risiko kematian yang diakibatkan kanker paru karena merokok bisa mencapai 600 persen.

Hal ini dibuktikan dengan data dari 1059 hingga 2010, penderita kanker paru akibat merokok meningkat secara drastis. Pada laki-laki meningkat dua kali lipat, sementara pada perempuan hingga sepuluh kali lipat. Pada umumnya, perokok perempuan yang meninggal ini lebih ulu terserang kanker paru dan kanker payudara.

  • Kerusakan DNA

Bahaya lain yang mengancam perokok perempuan adalah DNA pada perempuan tidak dapat pulih dalam hal kemampuan memperbaiki DNA yang rusak. Tidak seperti kemampuan DNA pada laki-laki yang memiliki kemampuan lebih baik, padahal salah satu dampak dari merokok adalah munculnya kerusakan DNA yang bisa membuat seseorang terkena penyakit kanker.

Fakta lain yang menarik dari wanita perokok adalah alasan yang berbeda dari laki-laki, hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang menyebut bahwa laki-laki akan lebih bersemangat dan waspada ketika merokok, sementara bagi perempuan merokok bisa memberikan rasa relaks dan mengurangi stres.

Kenali Penyakit Paget yang Sebabkan Kerapuhan Tulang

Di antara jenis-jenis penyakit tulang, osteoporosis merupakan penyakit tulang yang umumnya dikenal oleh banyak masyarakat. Namun, selain osteoporosis, terdapat juga penyakit tulang yang sebabkan kerapuhan tulang, yaitu penyakit Paget. Walaupun kedua penyakit tersebut menyebabkan tulang rapuh, namun keduanya tetap memiliki perbedaan.

Apa yang menyebabkan penyakit Paget?

Termasuk ke dalam kategori penyakit tulang kronis, penyakit Paget dapat mengganggu jaringan tulang, sehingga tulang menjadi rapuh bahkan berubah bentuk. Umumnya, penyakit Paget menyerang tulang belakang, tulang tengkorak, tulang panggul, dan tulang kaki. Meskipun begitu, penyakit ini tidak akan menyebar ke bagian tulang lain, ketika ia mengganggu satu atau beberapa tulang.

Penyebab terjadinya penyakit Paget karena adanya kelainan siklus regenerasi tulang. Idealnya, pada tulang yang normal, terdapat keseimbangan jumlah tulang yang perlu untuk diganti dan jaringan tulang baru yang diproduksi. Namun, pada penderita penyakit Paget, siklus regenerasi tulang ini berjalan terlalu cepat, sehingga jaringan tulang yang baru tidak terbentuk secara sempurna. Hal ini kemudian berdampak pada kerapuhan dan perubahan tulang.

Hingga saat ini, para dokter belum mengetahui alasan pasti penyebab kelainan pada siklus regenerasi tulang yang dialami penderita penyakit Paget. Walaupun begitu, faktor genetik dan keturunan diperkirakan sebagai salah satu penyebabnya.

Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak banyak penderita penyakit Paget memiliki riwayat kesehatan anggota keluarga dengan penyakit serupa. Adanya kemungkinan bahwa virus menjadi penyebab kelainan pada proses regenerasi, perlu untuk diteliti lebih lanjut.

Keluhan umum akibat penyakit Paget

Keluhan utama yang seringnya dilaporkan oleh penderita penyakit Paget adalah rasa nyeri pada tulang. Mereka juga mengeluhkan sakit dan kaku pada bagian persendian dan adanya pembengkakan. Atas dasar keluhan tersebut, penyakit Paget juga sering dikira sebagai penyakit artritis akibat adanya kemiripan gejala.

Dokter akan melakukan rontgen dengan pencitraan dan pemindaian tulang pada pasien dengan keluhan tersebut untuk memastikan diagnosis yang tepat. Selain itu, pasien juga akan direkomendasikan untuk melakukan tes laboratorium dengan mengukur kadar alkali fosfatase dalam darah. Pada penderita penyakit Paget, kadar alkali fosfatase dalam darah lebih tinggi dibanding dengan orang normal.

Salah Potong Kuku Bisa Menyebabkan Penyakit Pada Kuku

Saat kuku sudah mulai panjang, pasti Anda sangat ingin untuk memotongnya. Namun, seringkali ditemukan kesalahan dalam memotong kuku yang dapat menyebabkan penyakit pada kuku. Berikut beberapa kesalahan dalam memotong kuku yang harus Anda hindari:

  1. Memotong kuku terlalu pendek

Saat memotong kuku terlalu pendek, biasanya akan menyebabkan rasa perih ketika terkena air.

  • Memotong kuku dengan hasil bulat

Meskipun terlihat indah, namun memotong kuku dengan hasil bulat akan menyebabkan penyakit pada kuku, potonglah kuku dengan lurus sehingga pertumbuhan kuku pun lurus ke depan.

  • Merobek atau mencabut ujung samping kuku

Kesalahan ini sering dilakukan dan memicu terjadinya cantengan. Ujung samping kuku yang terkadang menjadi tempat penumpukan kotoran seringkali dicabut dengan tujuan agar kotoran tidak menumpuk. Hal ini justru memberi ruang pada kuku tumbuh ke samping dan bisa melukai kulit di samping kuku.

Kesalahan-kesalahan dalam memotong kuku dapat menyebabkan penyakit pada kuku yang disebut cantengan. Kondisi ini terjadi ketika kuku yang tubuh melukai kulit di sekitar kuku. Gejala-gejala cantengan adalah sebagai berikut:

  • Terasa nyeri di sepanjang sisi kuku jari
  • Terdapat kemerahan di sekitar kuku
  • Bengkak di sekitar kuku
  • Menyebabkan infeksi atau adanya nanah di sekitar kuku

Supaya terhindar dari penyakit pada kuku seperti cantengan, maka diperlukan cara memotong kuku yang benar. Berikut triknya:

  1. Lunakan kuku agar mudah dipotong

Anda dapat memotong kuku setelah mandi atau dengan mengompres kuku dengan air hangat dalam beberapa menit. Hal ini bertujuan agar kuku melunak dan lebih mudah dipotong.

  • Gunakan gunting kuku yang bersih

Alat gunting kuku dapat memudahkan Anda memotong kuku. Selain itu, pastikan alatnya bersih. Pastikan Anda membersihkannya minimal sebulan sekali dengan alkohol 70%.

  • Potong kuku dengan lurus

Potonglah kuku Anda dengan bentuk lurus tandap memotong ujung samping dari kuku dan hindari memotong kuku terlalu pendek.

  • Haluskan bagian ujung kuku dengan kikir kuku

Setelah memotong kuku, biasanya bagian ujung kuku akan terasa kasar dan tajam, terutama di bagian ujung samping kuku. Gunakan kikir kuku untuk menghaluskan ujung kuku yang kasar agar tidak menyangkut.

  • Gunakan pelembap kuku

Langkah terakhir, gunakan pelembap kuku agar tidak kering. Kuku rang kering akan mudah patah.

3 Jenis Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Anak

Anak-anak paling rentan terkena penyakit, salah satunya penyakit kulit. Bahkan ada beberapa jenis penyakit kulit yang paling sering menyerang anak-anak. Tidak perlu panik, Anda perlu mengetahui bahwa jenis penyakit pada anak berikut terbilang biasa terjadi dan dapat sembuh dengan sendirinya.

  1. Ruam popok akibat iritasi kulit

Ruang popok memang sering terjadi pada bayi yang menggunakan popok. Penyebab dari ruam popok ini adalah iritasi terhadap urine atau tinja dalam waktu yang lama. ruam popok terlihat sebagai bercak-bercak merah terang di area kulit sekitar popok. Iritasi yang berkelanjutan dapat memperparah penyakit kuliti in, karena dapat memicu terjadinya infeksi pada kulit di area tersebut.

Penanganan utama untuk mengatasi ruam popok adalah dengan cara sering mengganti popok dan menggunakan krim pelembap yang dapat melindungi kontak kulit bayi langsung dari iritan. Krim yang dapat melindungi kulit dari iritan adalah mengandung zinc oxide. Krim steroin yang formulanya ringan juga dapat diaplikasikan pada kulit bayi untuk mengurangi risiko ruam popok terjadi.

  • Biang keringat

Biang keringat juga merupakan salah satu jenis penyakit kulit pada anak.  Penyebabnya dikarenakan tersumbatnya kelenjar keringat akibat cuaca panas dan lembap. Biang keringat berbentuk seperti benjolan kecil menyerupai jerawat, biasanya biang keringat sering terjadi pada area kepala dan leher. Biang keringat dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Namun, untuk meredakan gejalanya, sebaiknya jaga kondisi bayi agar tidak terlalu kepanasan atau kedinginan.

  • Hand, foot, and mouth disease

Jenis penyakit kulit ini sering terjadi pada anak-anak, terutama pada musim panas. Penyebabnya adalah virus coxsackie. Penyakit ini biasanya diawali dengan demam, diikuti dengan ruam-ruam merah pada kulit tangan dan kaki yang tidak gatal. Selain itu, penyakit ini juga menyebabkan luka pada bagian dalam mulut sehingga menyebabkan kesulitan mengunyah dan menelan pada anak.

Sama seperti penyakit infeksi virus pada umumnya, penyakit ini dapat sembuh sendiri. Namun, jika anak sedang mengalaminya, sebaiknya jangan beraktivitas terlebih dahulu karena penyakit ini sangat mudah menular.

Fibrosis Paru Sebabkan Kesulitan Bernapas hingga Komplikasi

Fibrosis paru adalah sebuah kondisi, di mana jaringan parut tumbuh di organ paru-paru yang menyebabkan seseorang mengalami kesulitan bernapas. Jaringan parut ini tumbuh setelah seseorang mengalami cedera atau luka. Tumbuhnya jaringan paru ini selain dapat mengakibatkan kesulitan bernapas, ia juga berpeluang memicu penyakit berbahaya lain, seperti gagal jantung, komplikasi, dan lainnya.

Bagaimana mendiagnosis fibrosis paru?

Fibrosis paru hanyalah salah satu dari sekitar 200 jenis penyakit paru yang dikenal dalam dunia medis. Banyaknya jenis penyakit paru tersebut, terkadang menyulitkan dokter dalam mengidentifikasi fibrosis paru. Sekitar 55% responden dalam survei yang diadakan oleh Pulmonary Fibrosis Foundation, mendapatkan diagnosis yang salah. Kesalahan ketika mendiagnosis fibrosis paru, antara lain asma, pneumonia, atau bronkitis.

Seiring berkembangnya pengetahuan dan teknologi, fibrosis paru dapat didiagnosis secara lebih tepat. Hal ini dilakukan dengan menganalisis riwayat kesehatan pasien dengan hasil CT scan khusus dada. Opsi untuk melakukan pemeriksaan biopsi atau sampel jaringan juga terkadang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat. Fibrosis paru juga dapat didiagnosis dengan beberapa alat atau prosedur lain, seperti:

  • pemeriksaan darah untuk mencari tahu penyakit autoimun, infeksi, dan anemia.
  • Tes fungsi paru untuk mengukur kapasitas paru.
  • Tes ekokardiogram (EKG) atau cardiac stress test untuk mengetahui permasalahan jantung.
  • Pengambilan sampel dahak untuk memeriksa tanda infeksi.
  • Pulse oximetry yang bertujuan untuk mengukur kadar oksigen.
  • Gas darah arteri untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah.

Gejala-gejala fibrosis paru

Masyarakat cenderung kurang akrab dengan fibrosis paru, dibanding dengan penyakit paru lain, seperti asma atau bronkitis. Gejala fibrosis paru umumnya juga tidak begitu terasa. Namun, gejala utama yang perlu diperhatikan dari fibrosis paru adalah sesak napas.

Setelah itu, muncul gejala lain, yang mungkin akan beragam antara satu penderita dengan lainnya. Begitu juga dengan intensitas penyakit ini yang berbeda pada tiap penderita. Ada yang mengalami perkembangan penyakit dalam waktu yang singkat, ada juga yang menderita gejalanya dalam waktu yang lambat. Gejala-gejala yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Nyeri pada persendian dan otot.
  • Napas yang cenderung pendek.
  • Mudah merasa lelah.
  • Batuk kering yang berkepanjangan.
  • Penurunan berat badan.
  • Ujung jari kaki dan tangan melebar dan membulat.

Bagaimana cara mengobati fibrosis paru?

Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan yang mampu menyembuhkan fibrosis paru secara efektif. Jaringan paru-paru yang terinfeksi tidak dapat kembali ke kondisi normal. Walaupun begitu, tetap terdapat cara-cara untuk mencegah penyakit ini lebih parah dan membantu pernapasan penderita:

  • Prednison yang digunakan untuk mengurangi peradangan dan menekan sistem kekebalan tubuh.
  • Pirfenidone atau nintedanib yang merupakan obat antifibrotik. Obat ini berguna untuk mencegah pembentukan jaringan parut pada paru-paru.
  • Oksigen tambahan.

Selain tiga opsi di atas, menjaga dan menerapkan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, membantu mengurangi risiko terjangkitnya fibrosis paru ini. Selain itu, menggunakan perlindungan untuk alat pernapasan ketika bekerja di lingkungan yang berkaitan dengan bahan-bahan kimia, juga perlu diperhatikan.