Giant Cell Arteritis, Sakit Kepala yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Sakit kepala dapat menyerang siapa saja. Jenisnya pun dapat berbeda-beda tergangung pada penyebabnya. Namun ada satu jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan kebutaan, yakni giant cell arteris.

Apa iu giant cell arteris?

Giant cell arteris atau arteritis sel raksasa merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada pembuluh darah arteri yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini lebih sering menyerang pembuluh arteri di kepala (arteri temporal), dan oleh sebab itu juga disebut dengan arteritis temporal.

Gejala sakit kepala giant cell arteris

Gejala giant cell arteris hampir serupa dengan sakit kepala tipe tegang, sehingga dokter seringkali salah mendiagnosis penyakit ini. Diagnosis akan lebih rumit jika pasien menggambarkan kondisi neurologis yang menyakitkan. 

Gejala arteritis sel raksasa yang paling umum adalah sakit kepala dan nyeri tekan pada satu atau kedua pelipis. Sakit kepala bisa semakin memburuk, datang dan pergi, atau mereda untuk sementara. 

Gejala lainnya meliputi:

  • Penglihatan ganda
  • Kehilangan penglihatan permanen di satu mata secara tiba-tiba
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan
  • Nyeri rahang, biasanya terjadi saat mengunyah atau berbicara
  • Demam
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Nyeri dan kaku di leher, bahu, atau pinggul
  • Lidah mati rasa

Penyebab dan faktor risiko giant cell arteris

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari giant cell arteris. Peneliti percaya kondisi ini berkaitan dengan respon autoimun tubuh, penggunaan antibiotik dosis tinggi, dan infeksi berat.

Namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena sakit kepala arteritis sel raksasa, antara lain:

  • Usia

Giant cell arteris lebih sering menyerang orang dewasa di atas 50 tahun, dan gejalanya cenderung tampak pada usia 70 hingga 80 tahun.  

  • Jenis kelamin

Wanita berisiko dua kali lebih besar mengembangkan kondisi ini daripada laki-laki.

  • Ras dan wilayah geografis

Arteris sel raksasa paling sering terjadi pada orang kulit putih di Eropa Utara atau keturunan Skandinavia.

  • Riwayat keluarga

Giant cell arteris dapat diturunkan secara genetik.

  • Polimialgia reumatik (polymyalgia rheumatica)

Sekitar 50 persen penderita giant cell arteris juga menderita polimialgia reumatik (polymyalgia rheumatica).

Giant cell arteris dan komplikasi kesehatan yang fatal

Jika Anda merasakan salah satu gejala giant cell arteris, ada baiknya untuk segera menemui dokter. Arteritis temporal tidak dapat disembuhkan, sehingga tujuan dari pengobatan adalah meminimalisir kerusakan jaringan yang terjadi akibat giant cell arteris.

Sebagai perawatan umum, dokter akan memberikan obat  kortikosteroid dosis tinggi. Obat ini memiliki efek samping dan dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan masalah kesehatan lainnya.

Namun apabila arteritis temporal tidak diobati, kemungkinan besar dapat terjadi komplikasi kesehatan yang sangat fatal, seperti:

  • Kebutaan yang terjadi pada salah satu atau kedua mata. Biasanya terjadi secara permanen.
  • Aneurisma aorta merupakan tonjolan yang terbentuk di pembuluh darah arteri, biasanya di tengah dada dan perut. Jika aneurisma aorta pecah dapat menyebabkan pendarahan internal dan berakibat kematian.
  • Stroke
  • Kelemahan otot mata
  • Peradangan dan kerusakan pembuluh darah lain di tubuh

Catatan

Karena dokter merekomendasikan obat kortikosteroid, penderita arteritis temporal harus menjalani perawatan secara rutin dan konsisten, dan biasanya berlangsung selama satu hingga dua tahun. Selama perawatan dokter akan memantau kemajuan dan reaksi tubuh terhadap pengobatan yang diberikan.

Setelah perawatan selesai pun pasien tetap harus rutin berkonsultasi dengan dokter karena giant cell arteris dapat kambuh sewaktu-waktu. Jika Anda memiliki pertanyaan terkait giant cell arteris, jangan ragu untuk mendiskusikannya langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

9 Tanda Tubuh Mengalami Sindrom Overtraining

Berolahraga memang disarankan untuk kesehatan tubuh. Akan tetapi, jika berlebihan justru bisa memicu sindrom overtraining. Apa itu?

Sindrom overtraining adalah kondisi ketika  Anda berolahraga secara berlebihan tanpa memberi tubuh waktu yang cukup untuk beristirahat. Tentu saja kondisi ini berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Bahkan, sindrom overtraining ini juga dapat menyebabkan cedera. Olahraga yang dapat menyebabkan sindrom overtraining ini adalah kardio, HIIT, hingga angkat beban.

Tanda-tanda Seseorang Mengalami Sindrom Overtraining

Ada sejumlah gejala yang dirasakan oleh mereka yang mengalami sindrom ini. Tanda dan gejalanya beragam, seperti pola makan terganggu hingga adanya masalah pada otot.

Berikut beberapa gejala dan tanda Anda mengalami sindrom overtraining.

  • Mengalami Cedera

Orang yang berolahraga secara berlebihan biasanya akan berisiko mengalami cedera seperti misalnya mengalami stress fracture ketika terlalu sering berlari. Ada pula risiko lain yang mungkin juga terjadi jika Anda lari berlebihan, seperti mengalami ketegangan sendi, patah tulang, hingga mengalami cedera jaringan lunak.

  • Nafsu Makan Berkurang dan Turunnya Berat Badan

Ternyata berolahraga secara berlebihan akan membuat hormon Anda tidak seimbang sehingga mengganggu rasa lapar atau kenyang tubuh Anda.

Harusnya, setelah berolahraga, Anda akan merasa lapar. Namun, olahraga berlebihan hanya akan membuat nafsu makan Anda berkurang. Asupan makanan yang masuk ke tubuh pun tidak cukup. Kondisi ini tentu akan membuat berat badan Anda mengalami penurunan jika berlangsung lama.

  • Nyeri Otot

Beraktivitas atau berolahraga yang ebrlebihan akan membuat oto Anda menjadi tegang. Sebab, Anda akan cenderung mendorong diri untuk melewati batas kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas yang berlebihan. Jika tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup dengan segera, maka bisa menyebabkan otot Anda terasa nyeri dan mengalami cedera. Bahkan bukan tidak mungkin terjadi microtears (robekan kecil) pada otot Anda.

  • Mengalami Kelelahan Ekstrem

Tubuh akan mengalami kelelahan yang tidak wajar alias esktrem ketika melakukan olahraga yang berlebihan. Apalagi tidak memberi tubuh jeda untuk beristirahat.

Untuk itu, perlu mengistirahatkan tubuh ketika sudah mulai terasa lelah. Biasanya tubuh akan terasa lelah saat asupan energi sebelum berolahraga kurang. Sehingga cadangan karbohidrat, protein, dan juga lemak akan digunakan sebagai sumber energi. Itulah yang membuat tubuh menjadi kelelahan ekstrem.

  • Performa Menurun

Alih-alih membuat tubuh bersemangat, olahraga yang berlebihan justru bisa membuat tubuh mengalami penurunan performa. Performa yang dimaksud seperti fokus atau konsentrasi, daya tahan, kelincahan, kekuatan, stamina, hingga reaksi tubuh saat mendapat ancaman.

  • Mengalami Gangguan Tidur

SIndrom overtraining karena olahraga yang berlebihan bisa membuat hormon stres jadi tidak seimbang. Sehingga akan membuat Anda sulit melepaskan stres dan ketegangan di waktu tidur. Tentu kondisi ini akan mengganggu tidur Anda seperti mudah mengalami kelelahan ekstres, tidur tidak berkualitas, bahkan perubahan mood tiba-tiba.

  • Kehilangan Motivasi

Dampak negatif saat tubuh olahraga secara berlebihan adalah dapat membuat Anda kehilangan motivasi untuk latihan. Tak lain disebabkan karena Anda mengalami kelelahan fisik dan juga mental, tidak menikmati latihan, serta perasaan tidak mencapai target.

  • Tubuh Akan Mudah Sakit

Sindrom overtraining juga bisa membuat tubuh Anda terasa lesu. Efeknya, tubuh Anda pun menjadi rentan terkena penyakit. Ada pula risiko Anda bisa mengalami ISPA atau infeksi saluran pernapasan atas karena imunitas tubuh Anda melemah.

  • Hilang Konsentrasi dan Stres

Kadar hormon stres dalam tubuh Anda juga bisa tidak stabil jika Anda berolahraga secara berlebihan. Sindrom overtraining ini akan membuat Anda mengalami kegelisahan dan hilang konsentrasi, serta memunculkan gejala lain yang berhubungan dengan suasana hati maupun depresi.

Segeralah beristirahat jika Anda sudah merasakan berbagai kejanggalan pada stamina dan kondisi fisik Anda. Bisa jadi itu adalah tanda bahwa tubuh Anda mengalami sindrom overtraining akibat melakukan aktivitas fisik yang berlebihan.

Zincpro

Zincpro merupakan jenis obat yang dapat digunakan oleh anak jika mereka mengalami diare. Zincpro tersedia dalam kemasan sirup yang mengandung zat aktif zink sulfat. Zincpro dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp 45.000,00 per botol dan bisa didapatkan tanpa resep dokter. Meskipun demikian, Anda perlu perhatikan jika obat tersebut dapat menimbulkan efek samping.

Ciri-Ciri Zink Sulfat

Sesuai dengan proses kerja obat dalam tubuh, zink sulfat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Absorpsi

Obat yang mengandung zink sulfat ini tidak terserap dengan sempurna di saluran pencernaan. Selain itu, kadar obat yang dapat masuk ke peredaran darah berkisar antara 20 hingga 30 persen.

  • Distribusi

Penyebaran obat yang mengandung zink sulfat ini bisa ke seluruh tubuh dengan konsentrasi tinggi di bagian tubuh tertentu seperti otot dan mata. Zink sulfat juga memiliki ikatan protein plasma sebesar 55 persen pada albumin dan 40 persen pada alfa-1-globulin.

  • Ekskresi

Obat yang mengandung zink sulfat ini dapat diekskresi melalui feses, urin, dan keringat.

Manfaat Obat Zincpro

Pada dasarnya, Zincpro merupakan salah satu obat pelengkap untuk mengatasi diare yang dialami anak-anak yang dapat dikonsumsi dengan oralit atau garam rehidrasi oral. Bahan tersebut bisa dijadikan sebagai pengganti cairan untuk tubuh.

Selain menggantikan cairan di dalam tubuh, obat tersebut dapat mengembalikan integritas penghalang mukosa, membantu meningkatkan produksi antibodi, dan membantu limfosit bersirkulasi supaya dapat melawan patogen di bagian usus. Tidak hanya itu, obat tersebut juga dapat mengangkat radikal bebas yang berbahaya, membantu perkembangan di dalam tubuh dengan normal, dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Penggunaan Obat Zincpro

Jika pasien ingin menggunakan obat Zincpro, maka penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Jika pasien berada di usia antara 2 hingga 6 bulan, maka dosisnya sebanyak setengah sendok takar 5 mL yang dikonsumsi sekali sehari. Jika pasien berada di usia antara 6 bulan hingga 5 tahun, maka dosisnya sebanyak 1 sendok takar 5 mL yang dikonsumsi sekali sehari.

Pasien dapat mengkonsumsi obat Zincpro baik dengan makanan maupun tidak dan perlu mengkonsumsi obat tersebut selambat-lambatnya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Efek Samping Akibat Obat Zincpro

Pada dasarnya, obat Zincpro sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menimbulkan efek samping yang meliputi:

  • Sakit kepala

Jika pasien mengalami sakit kepala, maka mereka perlu mengkonsumsi cairan dan beristirahat yang cukup. Jika sakit kepala terjadi lebih dari seminggu, maka perlu temui dokter.

  • Pusing

Jika pasien merasa pusing, mereka perlu berbaring terlebih dahulu. Jika sudah merasa lebih baik, maka pasien bisa coba duduk dan berdiri.

  • Sakit perut

Jika pasien sakit perut, maka pasien sebaiknya coba mengkonsumsi makanan dengan porsi yang sedikit terlebih dahulu. Jika merasa membaik, maka bisa mengkonsumsi lebih banyak makanan. Jika tidak merasa membaik, maka perlu temui dokter.

  • Diare

Jika pasien mengalami diare, maka pasien sebaiknya mengkonsumsi cairan secukupnya dan jangan mengkonsumsi makanan yang dapat menimbulkan diare seperti makanan pedas.

  • Mual

Jika pasien merasa mual, pasien sebaiknya coba mengkonsumsi makanan yang ringan. Jika kondisinya memburuk, maka pasien perlu hubungi dokter.

  • Muntah

Jika muntah, pasien sebaiknya mengkonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi dan gunakan obat sesuai anjuran dokter.

Kesimpulan

Walaupun Zincpro dapat memberikan beberapa manfaat bagi tubuh, obat tersebut juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Oleh karena itu, pasien sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apakah Zincpro dapat digunakan pasien yang usianya di antara 2 bulan hingga 5 tahun, atau mereka sebaiknya menggunakan pengobatan lain untuk mengatasi diare.

Benarkah Posisi Jantung Di Sebelah Kiri?

Jantung adalah organ kompleks yang memompa darah ke seluruh tubuh Anda. Jantung yang tidak sehat tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, tanda dan gejala tertentu dapat mengindikasikan adanya masalah pada jantung. Lalu dimanakah sebenarnya posisi jantung?

Jantung bertanggung jawab untuk memompa darah ke seluruh tubuh Anda Untuk melakukan ini, jantung terisi darah dan kemudian berkontraksi untuk mendorong darah melalui sistem peredaran darah.  Impuls listrik memberitahu jantung seberapa sering berkontraksi atau “berdetak”.

Posisi kanan jantung menerima darah dari vena dan memompanya menuju paru-paru Anda. Di sini, darah menerima oksigen dan membuang karbondioksida untuk dikeluarkan oleh paru-paru. Posisi kiri jantung kemudian menerima darah beroksigen dari paru-paru dan memompanya melalui arteri ke seluruh tubuh Anda.

Posisi jantung pada tubuh terdapat di dada, sedikit di kiri tengah. Sehingga posisi jantung tepatnya berada di belakang tulang dada dan di antara paru-paru Anda. Jantung memiliki empat ruang berbeda. Atrium kiri dan kanan memiliki posisi di atas, dan ventrikel kiri dan kanan di bawah. Septum adalah dinding jaringan yang memisahkan bilik kiri dan kanan. Jantung juga memiliki empat katup, yaitu:

  1. Katup pulmonal membuka dan menutup untuk mengatur aliran darah dari ventrikel posisi kanan ke arteri pulmonalis (paru-paru).
  2. Katup aorta membuka dan menutup untuk mengatur darah beroksigen dari ventrikel kiri ke aorta (arteri terbesar di tubuh).
  3. Katup mitral membuka dan menutup untuk mengatur aliran darah beroksigen dari atrium posisi kiri ke ventrikel kiri.
  4. Katup trikuspid membuka dan menutup untuk mengatur aliran darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan.

Pada manusia, jantung memiliki ukuran kira-kira sebesar kepalan tangan besar dan beratnya antara sekitar 280 sampai 340 gram pada pria dan 230 sampai 280 gram pada wanita.

Posisi jantung Anda sebenarnya dekat dengan tengah dada Anda, namun sekitar dua pertiga jantung Anda memiliki posisi di sisi kiri dada, dan sepertiga berposisi di sisi kanan. Sehingga posisi jantung hampir berada di tengah.

Posisi jantung Anda secara teknis terletak di mediastinum (ruang membran yang terletak di antara paru-paru), yang dengan sendirinya berada di tengah toraks (bagian tubuh antara leher dan perut).

Jika Anda meletakkan tangan Anda di dada, Anda akan berpikir bahwa seluruh jantung ada di sisi kiri dada. Karena jantung memiliki ukuran sebesar kepalan tangan, Anda dapar mengepalkan tangan dan meletakkannya di tengah dada, sehingga Anda akan tahu di mana posisi jantung Anda.

Posisi jantung biasanya dianggap di sisi kiri tubuh Anda karena sisi bagian jantung inilah yang melakukan sebagian besar pekerjaan.  Sisi kiri jantung lebih kuat dan merupakan bagian jantung yang memompa darah kaya oksigen ke bagian tubuh Anda yang lain, sehingga posisi jantung yang terletak sedikit di sisi kiri dada Anda yang akan Anda rasakan saat jantung berdetak.

Obat Bibir Bintik Bintik dan Gatal Berdasarkan Penyebabnya

Bibir yang muncul bintik dan gatal memang mengganggu. Selain mengganggu penampilan, juga membuat penderitanya tidak nyaman. Apalagi jika bintik tersebut disebabkan oleh penyakit berbahaya. Sehingga beberapa orang akan mencari tahu apa obat bibir bintik bintik dan gatal yang dialami.

Bibir yang muncul bintik dan gatal ini seringnya menyebabkan rasa sakit dan terasa gatal sehingga harus segera ditangani agar tidak bertambah parah. Segeralah berkonsultasi dengan dokter dan Anda akan disarankan untuk mengkonsumsi obat obat bibir bintik bintik dan juga gatal. Namun, sebelum itu, harus diketahui dulu apa penyebab bibir bintik dan gatal agar tahu apa jenis obat yang tepat.

Penyebab Bibir Bintik-bintik

Agar tahu pasti obat bibir bintik bintik dan gatal ini, perlu diketahui penyebab pastinya. Bisa jadi karena infeksi, cedera bibir, hingga reaksi terhadap alergi.

Gejala-gejala dari bibir bintik bintik maupun gatal adalah tampilan dan kondisi bintik, ukuran bintik, serta gejala-gejala lainnya. 

Berikut beberapa penyebab munculnya bibir bintik bintik dan gatal, yaitu:

  1. Virus Herpes Simplex (HSV)

Infeksi virus HSV ini akan membuat terjadinya lepuhan yang berisi cairan kecil di sekitar bibir dan mulut. Lepuhan ini akan terasa gatal dan nyeri.

Luka herpes ini bisa menular melalui kontak langsung jika terkena luka pada penderita. Namun, luka ini akan hilang dengan sendirinya. 

Obat bibir bintik-bintik akibat virus herpes ini bisa dengan pemberian obat antivirus. Lalu, penderita perlu mencukupi kebutuhan nutrisi dan istirahat agar sistem imun tubuh semakin kuat.

  1. Cheilitis Kontak Alergi

Bibir bintik-bintik dan gatal juga bisa disebabkan oleh cheilitis kontak alergi. Yaitu reaksi atas alergi yang biasanya muncul karena melakukan kontak dengan pemicu alergi atau alergen. Biasanya alergi ini muncul tiba-tiba setelah terpapar alergen.

Kontak alergi bisa dipicu oleh banyak kemungkinan, seperti makanan misalnya seafood, kacang tanah, telur, dan lainnya. Bisa juga karena alergi terhadap bulu hewan, kandungan pada produk kosmetik, cuaca, serta produk kimia.

Jika Anda mengalami bibir bintik dan gatal akibat reaksi alergi akan hilang sendirinya. Namun, jika tidak kunjung membaik dalam waktu sehari (24 jam), segeralah konsultasi dengan dokter agar mendapatkan obat bibir bintik bintik akibat kontak alergi. Pastikan juga agar Anda tidak terpapar alergen agar reaksi tersebut tidak kambuh kembali.

  1. Dermatitis Perioral

Dermatitis perioral merupakan bintik kecil pada bibir yang bentuknya seperti jerawat (rosacea) yang belum bisa dipastikan apa penyebabnya. Gejala jika terjadi dermatitis perioral ini akan terlihat seperti ruam kecil kemerahan di area mulut dan juga dagu.

  1. Cheilitis Traumatik

Cheilitis traumatik adalah peradangan akibat adanya rangsangan berlebih pada bibir yang sensitif. Biasanya lebih sering dialami oleh anak-anak dan remaja karena serung menjilat dan menggigit bibir yang membuat bibir bengkak dan terasa gatal.

Cara mengobatinya cukup dengan menghentikan kebiasaan buruk tersebut, tanpa perlu adanya perawatan dari dokter. Tapi, jika iritasi terus terjadi dan tidak hilang sendiri, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Obat Bibir Bintik dan Gatal

Ketika Anda mengalami bibir bintik bintik akibat penyakit tertentu, maka ada beberapa obat bibir bintik bintik yang bisa dipilih.

  • Obat akibat infeksi, seperti antibiotik biasanya diberikan oleh dokter untuk mengobati bibir bintik akibat infeksi bakteri. Ada juga obat antijamur untuk infeksi jamur, dan antivirus untuk bintik di bibir akibat infeksi virus
  • Obat antihistamin untuk bibir bintik-bintik akibat alergi
  • Krim bisa diberikan untuk obat bibir bintik bintik akibat virus herpes untuk meredakan rasa sakit dan iritasi yang dialami, serta diikuti dengan obat antivirus juga
  • Obat antibiotik oral atau topikal sebagai obat bibir bintik bintik akibat dermatitis perioral.

Pahami Gejala Hipoparatiroid untuk Cegah Komplikasi

Hormon paratiroid berperan penting untuk menjaga keseimbangan kalsium dan fosfor yang amat diperlukan oleh tubuh. Namun ada kondisi, produksi hormon yang satu ini tidak mencukupi untuk mencetak keseimbangan tersebut. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah hipoparatiroid. 

Jangan menyepelekan kurangnya hormon paratiroid. Sebab dari kondisi hipoparatiroid tersebut, kadar kalsium dalam tubuh akan terus-menerus rendah. Sementara, jumlah fosfor yang terproduksi meningkat pesat. Jika tidak segera ditangani, hipoparatiroid akhirnya dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang menyeramkan. 

Beberapa komplikasi yang timbul akibat hipoparatiroid, di antaranya katarak, hipertensi, gangguan fungsi ginjal, sampai kondisi gagal jantung. Kondisi kurangnya hormon paratiroid ini bisa menyerang siapa saja. Bahkan pada anak-anak, hipoparatiorid bisa mengganggu perkembangan mental dan fisik. 

Karena itu, penting untuk memahami gejala apa saja yang bisa timbul sebagai akibat kurangnya produksi hormon paratiroid dalam tubuh. Tanda-tanda ini bisa menjadi alarm peringatan bagi Anda bahwa munkin Anda mengidap hipoparatiroid.

  1. Kesemutan 

Jangan remehkan kesemutan. Sangat mungkin terjadi kesemutan yang sering Anda alami merupakan gejala dari rendahnya kadar kalsium dalam tubuh yang disebabkan oleh hipoparatiroid. Kesemutan yang menimpa penderita hipoparatiroid tidak hanya terjadi di ujung jari kaki ataupun tangan. Anda bahkan bisa merasakan kesemutan di bibir!

  1. Masalah Otot 

Penderita hipoparatiroid umumnya akan sering bermasalah dengan otot-otot di sekujur tubuh. Tahap awal, Anda akan mengalami masalah otot berupa nyeri di beberapa daerah tubuh. Namun jika hormon tiroid yang diproduksi tubuh semakin menipis, tidak jarang Anda akan sering mengalami kejang otot, khususnya di bagian sekitar mulut. 

  1. Kerapuhan Kuku 

Kondisi kuku bisa menggambarkan kondisi kesehatan Anda. Lewat kuku pula, Anda bisa mengetahui ada tidaknya gejala kekurangan hormon paratiroid atau tidak. Orang-orang yang mengidap hipoparatiroid umumnya memiliki kuku yang rapuh akibat rendahnya kalsium yang diproduksi tubuh. 

  1. Depresi 

Ketika Anda sering merasa cemas berlebih sampai merasa depresi, bisa jadi itu bukan hanya dari pikiran. Kondisi depresi juga dapat dipicu oleh rendahnya kadar kalsium dalam tubuh, yang salah satunya disebabkan oleh hipoparatiroid. Tidak ada salahnya Anda mencoba mengecek kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh lewat pemeriksaan laboratorium.

  1. Rambut Rontok

Anda kerap mengalami rambut rontok yang sulit teratasi? Cobalah untuk memeriksakan kadar kalsium Anda. Pasalnya, rambut rontok merupakan salah satu gejala paling umum yang dialami oleh pasien hipoparatiroid. 

  1. Gigi Berlubang

Suka makanan manis ataupun minum dingin bisa jadi menjadi penyebab gigi berlubang. Namun, ada kalanya pula gigi berlubang merupakan gejala dari hipoparatiroid. Gigi berlubang tercipta karena kadar kalsium tidak memenuhi kebutuhan gigi untuk terus kuat. Jadi walaupun Anda sudah sering membersihkan gigi dan tidak menyantap makanan-makanan yang menjadi musuh gigi, gigi berlubang tetap Anda alami. 

  1. Kelelahan 

Orang-orang yang memiliki kadar kalsium rendah cenderung memiliki daya tahan tubuh yang kurang kuat pula. Karena alasan inilah, para penderita hipoparatiroid cenderung akan mudah merasa lelah dan terserang sakit. 

  1. Kehilangan Ingatan 

Gejala yang cukup ekstrem ini memang tidak banyak menimpa orang-orang dengan hipoparatiroid. Akan tetapi tidak bisa disangkal, didapati beberapa kasus yang menunjukkan orang-orang yang kekurangan hormon paratiroid bisa mengalami kehilangan ingat. Kehilangan ingatan yang dialami dapat mencapai taraf parah ataupun ringan seperti kebingungan. 

*** 

Gejala-gejala hipoparatiroid cenderung tidak parah sehingga acap diabaikan oleh para penderitanya. Karena itulah, banyak kasus hipoparatiroid yang baru bisa tertangani ketika sudah masuk dalam fase parah. Tidak ada salahnya Anda segera memeriksakan diri ke dokter sebagai jaga-jaga apabila mengalami gejala-gejala di atas. Setidaknya jika memang itu termasuk gejala hipoparatiroid pada diri Anda, penanganan yang cepat dan tepat dapat dilakukan sehingga Anda terhindar dari komplikasi.

Mengenal Operasi Ganglion, Pengobatan Kista di Pergelangan Tangan

Kista ganglion biasanya terjadi pada area tangan, khususnya pergelangan tangan. Kista ini merupakan pembengkakan berisi cairan yang berkembang di dekat sendi atau tendon. Salah satu upaya pengobatannya adalah dengan operasi ganglion. 

Jenis kista ini tidak bersifat kanker, sehingga tidak akan menyebar ke bagian lain dari tubuh Anda. Meski begitu, seiring berjalannya waktu, ukuran kista tersebut mungkin akan semakin membesar. 

Operasi ganglion secara khusus akan dilakukan apabila dokter menganggap bahwa kondisi kista ganglion yang Anda derita lebih efektif disembuhkan dengan cara ini. 

Pentingnya menjalani operasi ganglion bagi penderita kista ganglion

Saat seseorang terkena kista ganglion, mereka akan mengalami pertumbuhan benjolan di permukaan kulit area tangan. Dalam beberapa kasus, keberadaan kista ini tidak menimbulkan gejala tertentu ataupun ketidaknyaman. Bila hal ini terjadi, maka Anda tidak perlu menjalani pengobatan khusus, termasuk operasi.

Akan tetapi, operasi akan dibutuhkan apabila gejala semakin parah dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Gejala tersebut biasanya berupa:

  • Nyeri dan adanya rasa tertekan
  • Kesulitan melakukan aktivitas dengan tangan, seperti mencengkram benda
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar area kista

Umumnya, gejala ini akan datang dan pergi dengan sendirinya. Sebagian besar gejala yang muncul dianggap terjadi sebagai akibat dari tekanan kista pada struktur otot tendon dan saraf. 

Apabila hal ini terjadi, dokter mungkin akan menganjurkan untuk menjalani operasi. Operasi akan dilakukan oleh dokter spesialis bedah tangan. 

Macam-macam operasi untuk mengobati kista ganglion

Dalam operasi, ada dua macam prosedur yang mungkin dilakukan, yaitu: 

  • Operasi artroskopi

Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil menyerupai lubang kunci. Nantinya, sebuah kamera yang disebut artroskop akan dimasukkan melalui lubang tersebut untuk melihat kondisi bagian dalam sendi Anda.

Kemudian, melalui artroskop, dokter akan menggunakan peralatan khusus untuk mengangkat dan mengeluarkan kista melalui lubang sayatan. 

  • Operasi terbuka

Berbeda dengan operasi artroskopi, pada operasi terbuka dokter akan membuat sayatan berukuran sedang, bukan kecil. Umumnya, panjang sayatan kurang lebih 5 cm pada lokasi sendi atau tendon yang terkena. 

Jenis operasi yang dilakukan akan ditentukan berdasarkan pada lokasi kista ganglion Anda. Selain itu, dokter bedah juga akan memberikan anjuran mengenai pilihan operasi yang dianggap paling tepat. 

Baik operasi artroskopi maupun operasi terbuka sama-sama efektif dalam menyembuhkan kista ganglion. Keduanya juga bisa dilakukan dengan pembiusan, sehingga Anda tidak akan merasakan sakit selama operasi. 

Apakah operasi ganglion adalah satu-satunya cara menyembuhkan kista ganglion?

Sebenarnya, operasi ganglion baru akan dilakukan bila cara lainnya tidak berhasil atau tidak memungkinkan. Cara tersebut adalah dengan mengeluarkan cairan pada kista menggunakan jarum atau disebut dengan prosedur aspiration.

Aspiration merupakan pilihan pengobatan pertama pada penderita kista ganglion karena tidak invasif. Dokter akan mengupayakan untuk mengeluarkan isi kista sebanyak mungkin.

Prosedurnya dilakukan dengan menusukkan jarum suntik dan mengeluarkan isi ganglion. Setelah selesai, lubang bekas jarum suntik akan ditutup dengan perban yang bisa dilepas 6 jam kemudian. 

Terkadang, dokter akan menyuntikkan obat steroid pada sekitar area yang terkena untuk mencegah pertumbuhan kista di kemudian hari. Namun, sebenarnya belum ada bukti yang jelas bahwa upaya ini bisa mengurangi resiko kambuhnya ganglion.Bila kista ganglion yang Anda derita tidak parah, biasanya dokter tidak akan menganjurkan pengobatan dengan operasi ganglion. Khususnya, jika pengobatan masih bisa dilakukan dengan aspiration saja.

Jenis Cedera Saraf Tulang Belakang dan Pengobatannya

Sumsum tulang belakang adalah sekumpulan saraf utama yang membawa impuls dari dan ke otak ke seluruh tubuh. Terdapat lingkaran tulang yang mengelilingi sumsum tulang belakang yang disebut dengan tulang belakang atau tulang punggung. Cedera saraf tulang belakang adalah akibat dari trauma langsung pada sumsum tulang belakang; atau kerusakan pada tulang, jaringan lunak, atau pembuluh darah yang mengelilingi sumsum tulang belakang tersebut.

Memahami cedera saraf tulang belakang

Seseorang dengan cedera saraf tulang belakang, sebagian atau seluruh impuls mungkin tidak akan dapat dihantarkan dengan baik oleh saraf tulang belakang. Akibatnya, seseorang akan mengalami kehilangan fungsi pergerakan dan perasaannya, seperti rasa sakit. Adapun cedera saraf tulang belakang di dekat leher dapat mengakibatkan kelumpuhan hampir di seluruh bagian tubuh daripada cedera satu saraf tulang belakang bagian bawah.

Cedera saraf tulang belakang termasuk dalam kondisi medis darurat. Oleh sebab itu, penyakit ini membutuhkan penanganan yang cepat, agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih buruk. Pengobatan yang diberikan dapat berupa obat-obatan, penyangga, atau traksi, serta pembedahan. Adapun untuk perawatannya dapat dengan obat-obatan dan menjalani terapi rehabilitasi.

Faktor penyebab

Cedera pada saraf tulang belakang dapat terjadi akibat:

  • Jatuh.
  • Penyakit tertentu, seperti polio atau spina.
  • Kecelakaan kendaraan bermotor.
  • Cedera olahraga.
  • Kecelakaan industri.
  • Penembakan.
  • Serangan fisik. 
  • Jika tulang belakang lemah karena kondisi lain, seperti artritis, maka cedera ringan ini dapat menyebabkan trauma pada tulang belakang.

Jenis cedera saraf tulang belakang

Tingkat keparahan cedera saraf tulang belakang bergantung pada jenis cederanya, yaitu:

  • Cedera lengkap, penderitanya akan kehilangan semua perasaan (sensorik) dan kemampuan untuk mengontrol gerakan (fungsi motorik) di bawah cedera tulang belakang.
  • Cedera sebagian, jika penderitanya hanya memiliki beberapa fungsi motorik atau sensorik di bagian saraf tulang belakang yang terkena.

Selain itu, kelumpuhan yang terjadi akibat cedera tulang belakang, dapat disebut sebagai:

  • Tetraplegia, dikenal juga sebagai quadriplegia, artinya lengan, tangan, badan, kaki, dan organ panggul yang terpengaruh oleh cedera tulang belakang.
  • Paraplegia, kelumpuhan yang menyerang seluruh atau sebagian batang tubuh, kaki, dan organ panggul. 

Gejala yang dapat muncul

Cedera saraf tulang belakang dalam bentuk apa pun dapat menimbulkan gejala seperti berikut:

  • Kehilangan gerakan.
  • Kehilangan atau sensasi yang berubah, seperti kemampuan untuk merasakan panas, dingin, dan sentuhan.
  • Kehilangan kontrol usus atau kandung kemih.
  • Aktivitas refleks atau kejang yang berlebihan.
  • Perubahan fungsi seksual, kepekaan seksual, dan tingkat kesuburan.
  • Nyeri atau sensasi hebat yang disebabkan oleh kerusakan pada serabut saraf di sumsum tulang belakang.
  • Kesulitan bernapas, batuk, atau mengeluarkan sekresi dari paru-paru.

Pengobatan cedera saraf tulang belakang

Seseorang yang memiliki gejala cedera saraf tulang belakang harus segera dibawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Umumnya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dengan tes pencitraan, diantaranya rontgen, computed tomography (CT), dan pencitraan resonansi magnetik (MRI).

Setelah diagnosis ditetapkan, maka pengobatan yang mungkin diberikan adalah imobilisasi, pembedahan, obat-obatan, dan rehabilitasi. 

  1. Imobilisasi, bertujuan memastikan penderitanya dapat bernapas dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
  2. Pembedahan, diperlukan untuk mengangkat darah dan fragmen tulang yang menumpuk dan menekan sumsum tulang belakang.
  3. Obat-obatan, umumnya diberikan obat pereda nyeri, relaksan otot, dan obat lainnya yang diperlukan.
  4. Rehabilitasi, meliputi terapi fisik dan okupasi untuk membantu proses pemulihan lebih cepat atau lebih lengkap.

Pada terapi rehabilitasi, sangat dibutuhkan dukungan emosional dari seluruh pihak keluarga. Hal ini karena penderita mungkin saja mengalami depresi akibat cedera saraf tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan. Oleh sebab itu, dukungan keluarga juga sangat berperan penting dalam proses kesembuhan pasien.

Gangguan Sistem Pencernaan, Penyakit Yang Umum Terjadi

Gangguan sistem pencernaan memengaruhi banyak orang, kondisi ini melibatkan saluran pencernaan, yang juga dikenal sebagai gastrointestinal (GI). Saluran pencernaan Anda meliputi kerongkongan, hati, lambung, usus kecil dan besar, kantong empedu dan pankreas.

Gangguan sistem pencernaan meliputi berbagai penyakit mulai dari yang ringan sampai yang parah. Kebanyakan orang tidak membicarakan kondisi ini, tetapi memiliki masalah pencernaan adalah hal yang biasa.

Berikut beberapa kondisi gangguan sistem pencernaan beserta gejalanya:

  • Penyakit Gastroesophageal Reflux (GERD)

Mulas sering terjadi, tetapi jika terjadi secara teratur, Anda mungkin perlu dievaluasi untuk GERD. GERD paling sering muncul sebagai mulas, tetapi GERD yang tidak terkontrol dapat mengikis lapisan esofagus dan menyebabkan perdarahan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa sakit di dada yang sangat ekstrem sehingga terkadang disalahartikan sebagai serangan jantung.

  • Diare kronis

Diare merupakan gangguan sistem pencernaan yang sangat sering terjadi. Membuang air besar yang sering tiga kali atau lebih dalam sehari, yang berlangsung selama setidaknya empat minggu dapat menimbulkan kekhawatiran.

  • Batu empedu

Batu empedu adalah endapan keras yang terbentuk di kantong empedu Anda.  LBatu empedu dapat terbentuk ketika ada terlalu banyak kolesterol atau limbah dalam empedu Anda, atau jika kantong empedu Anda tidak kosong dengan baik. Ketika batu-batu empedu menghalangi saluran-saluran yang mengarah dari kantong empedu ke usus Anda, mereka dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam di perut kanan atas Anda.

  • Sembelit kronis

Sembelit kronis biasanya didefinisikan sebagai memiliki kurang dari tiga gerakan usus seminggu selama tiga minggu atau lebih. Hal ini mungkin juga kasus tinja yang keras dan sulit untuk dikeluarkan.

  • Gastroenteritis

Kebanyakan orang menyebut kondisi gangguan sistem pencernaan ini sebagai flu perut. Gastroenteritis disebabkan oleh infeksi, baik virus atau bakteri di usus.  Infeksi bakteri dapat disebabkan oleh E. coli atau salmonella, sedangkan infeksi virus dapat termasuk rotavirus atau momok kapal pesiar yang terkenal, norovirus. Parasit juga dapat menyebabkan gastroenteritis.

Kebanyakan penyakit gangguan sistem pencernaan memiliki gejala yang mirip. Biasanya untuk mengontrol gangguan sistem pencernaan, dimulai dengan perubahan gaya hidup sederhana. Jika Anda curiga Anda memiliki salah satu masalah di atas, jangan menunda untuk berbicara dengan dokter untuk menemukan perawatan yang efektif. 

Diet tinggi serat yang membuat feses Anda terbentuk dengan baik dan tebal sering kali merupakan pengobatan terbaik untuk kondisi gangguan sistem pencernaan yang umum ini. Obat untuk merelakskan otot sfingter anal, serta anestesi topikal dan mandi sitz, dapat meredakan rasa sakit; Namun, kondisi yang kronis mungkin memerlukan pengobatan medis.

Penyebab dan Gejala Angin Duduk yang Perlu Dipahami

Penting mengetahui pertolongan pertama angin duduk yang ditandai dengan nyeri dada

Merupakan kondisi yang menyebabkan para penderitanya merasakan nyeri di dada disebut dengan penyakit angin duduk. Istilah penyakit ini dalam dunia medis disebut dengan angina pectoris, kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang. Sehingga berakibat otot jantung tidak mendapat oksigen yang cukup dari yang dibutuhkannya.

Kondisi ini dipicu oleh aktivitas yang membuat jantung bekerja dengan lebih keras dan membutuhkan lebih banyak oksigen. Aktivitas yang muncul biasanya seperti olahraga, nyeri yang disebabkan kondisi ini biasanya mirip dengan nyeri dada akibat penyakit lain. Sementara itu, gejala yang muncul seperti ditindih atau ditekan.

Penyebab Angin Duduk (Angina)

Terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab atau pemicu seseorang mengalami kondisi ini, seperti terpapar suhu yang sangat panas atau sebaliknya, makan dalam jumlah yang besar, merokok, kelebihan berat badan, memiliki riwayat penyakit jantung, mempunyai kolesterol atau terkanan darah tinggi, menderita diabetes hingga malas dalam melakukan olahraga.

Disebut juga dengan angina pectoris, terjadi karena pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan. Fungsi dari pembuluh jantung ini adalah mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung, tujuannya agar jantung bisa memompa darah dengan baik. Ketika pembuluh koroner menyempit, maka suplai oksigen untuk jantung juga akan terganggu.

Sehingga jantung tidak bisa memompa darah dengan maksimal, kondisi ini juga dikenal dengan penyakit jantung koroner. Keadaan ini juga disebabkan karena pembentukan plak atau tumpukan lemak yang terdapat pada pembuluh darah koroner atau aterosklerosis. Pembuluh darah yang sudah menyempit semakin menyempit karena aktivitas yang dilakukan.

Selain diakibatkan karena jantung koroner, penyempitan pembuluh darah ii terjadi karena pembuluh darah koroner menyempit sesaat setelah otot pembuluh darah menegang. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat. Sejumlah faktor yang bisa menimbulkan seseorang mengalami kondisi ini.

Beberapa kondisi yang menjadi faktor penyebab seseorang mengalami penyempitan pembuluh darah antara lain, kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, obesitas, merokok, kurang olahraga, memiliki keluarga yang pernah mengalami kondisi ini sebelumnya, laki-laki berusia 45 tahun ke atas atau perempuan yang sudah berusia 55 tahun ke atas hingga terlalu banyak mengonsumsi alkohol.

Gejala Angina

Gejala utama dari kondisi ini adalah rasa nyeri di dalam dada, nyeri yang diakibatkan angina berupa nyeri seperti ditindih atau ditekan oleh benda berat. Nyeri ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain, seperti leher, lengan, punggung, rahang, bahu hingga gigi. Perempuan yang mengalami kondisi ini terkadang seperti ditusuk benda tajam.

Selain itu, beberapa gejala di atas juga disertai dengan keringat dingin, mual, pusing, lemas hingga sesak napas. Kondisi ini lebih sering timbul saat seseorang beraktivitas, yang kemudian mereda atau bahkan menghilang ketika penderitanya beristirahat atau juga ketika meminum obat. Jenis kondisi yang satu ini sering disebut dengan angin duduk tidak stabil.

Kapan ke Dokter?

Apabila seseorang sebelumnya menderita diabetes atau hipertensi, bisa langsung melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan. Penderita yang mengalami jenis tidak stabil harus segera di bawa ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit terdekat, hal ini dikhawatirkan seseorang akan mengalami serangan jantung.

Langkah awal yang dilakukan dokter adalah memeriksa gejala-gejala yang muncul pada pasien, dokter akan menanyakan riwayat mengenai gejala yang muncul, bisa karena tiba-tiba atau secara berkala. Selain itu, riwayat keluarga mengenai penyakit ini juga sangat diperlukan guna proses penanganan.