Stop Bullying! Kenali Bentuk-bentuk Perundungan Berikut Ini

Bullying merupakan tindakan menyakiti atau mengganggu seseorang yang dilakukan secara berulang. Bentuk bullying beraneka macam, namun sayangnya masih banyak orang tua yang menganggap jika bentuk bullying hanyalah kekerasan fisik. Padahal bentuk bullying tidak harus menyakiti fisik sang korban.

Stop Bullying dengan Mengenali Bentuk-bentuk Bullying

Bullying juga bisa berbentuk verbal yang dapat menyakiti perasaan hingga memengaruhi mental korban. Untuk itu, orang tua harus mengenali apa saja bentuk-bentuk bullying agar bisa melindungi anak dari tindakan tersebut.

1. Bullying Verbal

Merupakan bullying yang cukup sering terjadi di kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Bullying verbal menggunakan kata-kata penghinaan untuk menyakiti korban seperti memanggil korban dengan nama panggilan tidak pantas seperti ‘si gendut’, ‘si kurus’ atau ‘si bodoh’. Biasanya pelaku bullying akan menargetkan anak-anak yang berkebutuhan khusus atau yang menurut mereka memiliki penampilan kurang menarik.

Anak-anak yang menjadi pelaku bullying verbal menganggap jika kata-kata penghinaan yang mereka lontarkan menyenangkan. Seringkali teman-teman pelaku, turut menertawai korban yang membuat pelaku melakukan penghinaan tanpa henti.

Bullying verbal cukup sulit terdeteksi jika sang korban tidak berbicara. Karena biasanya pelaku bullying akan memulai aksinya saat tidak ada orang dewasa di dekat mereka. Bullying verbal harus mendapatkan penanganan yang serius karena bisa memengaruhi mental korban. Korban perlahan-lahan semua kata hinaan yang mereka terima akan menjadi pembenaran sehingga mereka akan merasa rendah diri dan malu untuk bertemu orang lain.

2. Cyberbullying

Berkat semakin canggihnya teknologi dan semakin banyaknya anak-anak yang menggunakan internet, cyberbullying semakin marak terjadi. Cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang terjadi melalui teknologi digital seperti forum online, sosial media, game online ataupun aplikasi perpesanan instan. Cyberbullying juga memiliki banyak jenisnya seperti:

  • Mengunggah foto atau video memalukan korban.
  • Membuat grup chat online dan mengecualikan korban di dalamnya dengan maksud menjelek-jelekkan korban.
  • Berbicara kasar atau memaki korban menggunakan media sosial, baik itu di komentar atau postingan sosial media.
  • Mencuri atau membuat akun palsu mengatasnamakan korban dan membuat postingan yang membuat teman-teman korban salah paham.

Cyberbullying sangat berbahaya, karena apapun yang diunggah di dalamnya akan cepat sekali menyebar dan sulit untuk menghentikannya serta akan terus ada di internet selama bertahun-tahun. Yang tentu akan sangat memengaruhi mental korban, bahkan cyberbullying juga dapat membuat korban depresi hingga menyakiti dirinya sendiri. Stop bullying, apapun itu bentuknya termasuk perundungan secara online.

3. Penindasan Fisik

Merupakan bentuk bullying yang paling terlihat. Anda dapat dengan jelas melihat tanda-tanda bullying pada tubuh anak Anda seperti memar atau luka. Biasanya pelaku bullying fisik memiliki tubuh yang lebih besar dan lebih kuat dari korban. Anda bisa lebih mudah melaporkan bullying yang anak Anda terima dengan memfoto memar dan luka pada tubuh anak Anda.

4. Bullying Sosial

Bullying sosial atau agresi relasional merupakan bentuk bullying dimana anak Anda dikecualikan dan dikucilkan dalam kelompok. Pelaku bullying dan kelompoknya juga bisa menyebarkan gosip tidak benar mengenai korban agar korban dibenci oleh kelompok lainnya. Bullying sosial juga bertujuan agar hubungan pertemanan korban dengan anak lainnya hancur.

Bentuk bullying ini paling sering ditemukan pada kalangan remaja, dan anak perempuan yang lebih sering melakukannya daripada anak laki-laki.

5. Penindasan Seksual

Merupakan tindakan yang menargetkan seseorang secara seksual dan sering dilakukan oleh anak laki-laki. Biasanya pelaku akan melakukan gerakan vulgar, melakukan sentuhan tanpa ijin dan berkomentar kasar atau vulgar mengenai penampilan korban. Bentuk bullying ini tentu sangat tidak bermoral apalagi jika yang melakukannya adalah remaja. Karena dalam kasus ekstrim penindasan seksual merupakan pintu bagi pelaku untuk melakukan serangan seksual.

Stop bullying apapun itu bentuknya, karena bullying adalah tindakan tercela yang bisa memengaruhi mental korban hingga mereka dewasa. Bahkan bullying juga bisa memengaruhi masa depan korban dan pelakunya.

Rekomendasi Mainan Bayi 2 Bulan Terbaik 2021

Meskipun baru berusia 2 bulan, bayi membutuhkan mainan yang bisa menstimulasi kemampuan motorik halusnya. Ada banyak jenis mainan bayi 2 bulan yang bisa kamu beli di pasaran. 

Memberikan mainan pada bayi bisa dilakukan sedini mungkin, bahkan dimulai di usia 0-1 bulan, karena umumnya bayi sudah mulai ekspresif dan mampu merespon apa yang ia lihat dan ia dengar. 

Pada usia 2 bulan, bayi sudah bisa mengenali wajah, senyuman, serta mulai menggapai benda-benda yang ada di dekatnya. Untuk itu penting sekali memilih mainan yang tepat dan aman. 

Sebaiknya pilih mainan yang bisa menstimulasi fungsi panca indranya, seperti benda yang cerah dan berwarna-warni, mainan yang mengeluarkan suara, hingga mainan yang bisa digenggam.

Berikut ini rekomendasi mainan bayi 2 bulan terbaik 2021.

Mainan musik box gantung

Mainan gantung dengan musik merupakan salah satu mainan yang tepat untuk bayi berusia 2 bulan. 

Dengan mainan ini, bisa melatih penglihatan bayi yang disertai dengan musik yang menenangkan. Kamu bisa menaruhnya di atas box bayi agar bayi bisa melihatnya secara langsung.

Harga untuk mainan gantung ini bervariasi, tergantung dari merek dan fiturnya. Mainan ini dijual rata-rata dengan harga mulai dari Rp30 ribuan. 

Rattle

Rattle merupakan mainan yang bisa menghasilkan suara. Bentuknya yang kecil juga membuat bayi bisa menggenggam mainan ini. 

Manfaat mainan rattle yakni bisa menstimulasi perkembangan pendengaran bayi agar lebih optimal.

Ada beberapa jenis rattle yang biasanya digunakan, yakni yang bisa digenggam, atau bisa juga diikatkan pada pergelangan kaki. 

Harga setiap rattle juga bervariasi, mulai dari Rp59 ribuan. 

Teether

Di usia 2 bulan, bayi juga sudah mulai suka menggigit barang yang dipegangnya. Teether bisa jadi mainan yang seru untuk bayi sekaligus melatih kemampuan motorik kasarnya.

Sebelum membeli, pastikan memilih teether yang terbuat dari silikon dan BPA free ya.

Harga teether juga bervariasi tergantung merek dan bentuknya. Ada yang menjual mulai harga Rp10ribuan hingga ratusan ribu. Pilih yang cocok dengan si kecil, ya!

Plush toys

Plush toys merupakan mainan berupa boneka dengan bulu yang lembut dan anak untuk bayi. Tak hanya bisa menjadi teman si kecil, plush toys juga bisa merangsang pergerakan ototnya. 

Sebaiknya pilih plush toys dengan bahan yang aman dan tidak membuat bayi jadi tersedak, ya. 

Kotak musik

Kotak musik khusus untuk bayi 2 bulan juga bisa membuatnya tenang dan tidak rewel. Sebaiknya putarkan lagu-lagu yang menenangkan dengan volume yang tidak terlalu kencang. 

Suara yang ada di kotak musik juga bisa membantu untuk menstimulasi pendengarannya. 

Soft book

Di usia 2 bulan, kamu sudah bisa memberikan mainan berupa buku pada anak, loh! Tapi pastikan jika buku yang kamu berikan memiliki tekstur yang lembut, ya!

Kamu sudah bisa mengajaknya melihat-lihat soft book dengan warna yang cerah. Warna-warna yang cerah akan membuat bayi tertarik untuk melihatnya. 

Tips memberikan mainan bayi 2 bulan

Di usia 2 bulan, biasanya anak akan tertarik dengan hal-hal yang mencolok, seperti warna-warna yang cerah, suara-suara di luaran, hingga penasaran dengan benda yang dipegangnya.

Pastikan memberikan mainan yang mudah digenggap oleh anak seperti teether atau rattle, kerincingan yang menimbulkan suara-suara, hingga buku dengan warna-warna yang cerah dan mencolok. 

Pilih juga mainan dengan bahan-bahan yang aman dan BPA free dan tidak membahayakan saat bayi tak sengaja memasukannya ke dalam mulut.

6 Social Skill yang Penting Diajarkan pada Anak

Social skill

Kecerdasan secara akademik tentu bukan satu-satunya hal yang penting dan bisa menjamin keberhasilan anak menjalani kehidupannya. Ternyata, social skill atau kemampuan sosial juga dibutuhkan.

Social skill merupakan sekelompok kemampuan yang dapat membantu seseorang berkomunikasi dengan orang lain dengan kata-kata, penampilan, hingga bahasa tubuh.

Hidup akan lebih mudah dan menyenangkan jika seseorang memiliki kemampuan sosial untuk berkomunikasi satu sama lain. Bahkan, menurut penelitian, kemampuan sosial ini juga memengaruhi tingkat keberhasilan seseorang di masa depan. Jadi penting sekali untuk mempelajari social skill ini, bukan bakat yang ada dalam diri seseorang. 

Pentingnya mengajarkan Social Skil pada Anak

Nah, sebenarnya ada banyak sekali manfaat mengajarkan anak kemampuan sosial sehingga perlu sekali diajarkan. Berikut beberapa manfaat kemampuan sosial yang perlu Anda ajarkan pada anak demi kelangsungan masa depan yang baik.

  1. Anak Cenderung Berprestasi 

Siapa sih orang tua yang tidak menginginkan anak-anaknya mencapai keberhasilan di masa depan? Anda bisa mengajarkan anak social skill untuk mewujudkannya.

Kemampuan sosial disebut dalam sebuah riset di Amerika Serikat dari Penn State dan Duke University, disebutkan bahwa anak yang memiliki kemampuan sosial seperti berbagi, menyimak, atau bisa bekerja sama di usia 5 tahun cenderung ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah dan bisa mendapatkan pekerjaan.

  1. Punya Persahabatan yang Kuat

Biasanya di usia dini, anak akan mulai memiliki persahabatan dengan teman yang seusia. Anak dengan social skill yang baik akan mudah sekali mendapat teman baru dan biasanya akan akrab. Persahabatan di usia dini ini akan sangat baik bagi kesehatan mental anak, seperti tidak mudah stres dan lebih menikmati masa kecil dengan merasa bahagia.

  1. Punya Peluang Sukses Lebih Besar

Menurut sebuah studi menyebut bahwa tingkat kemampuan sosial dan juga emosianal anak di usia dini akan menjadi faktor untuk melihat bagaimana tingkat kesuksesan anak di masa depan.

Social Skill yang Perlu Diajarkan pada Anak

Lantas, apa saja kemampuan sosial yang penting diajarkan pada anak-anak? Simak selengkapnya berikut ini.

  • Keterampilan Menyimak

Melatih anak sejak dini untuk menyimak akan mempersiapkannya menjadi seorang pendengar yang baik. Tidak hanya sekedar mendengarkan, namun juga berusaha memahami apa yang disampaikan. Sehingga anak akan mudah menyerap pelajaran dengan lebih baik. Skill ini juga akan berguna dalam berbagai hal, seperti hubungan persahabatan, percintaan, hingga pekerjaan.

  • Berbagi

Anak juga perlu diajarkan untuk berbagi  yang akan membantunya bergaul nantinya. Di usia 2 tahun akan bahkan sudah menunjukkan keinginannya untuk berbagi mainan atau berbagi makanan dengan teman atau orang lain. Namun, hal ini akan dilakukan jika mereka memiliki lebih dari satu mainan atau makanan. 

Anak yang berusia 3-6 tahun justru biasanya pelit berbagi. Saat sudah berusia 7 tahun, mereka akan kembali ingin berbagi.  Anak yang merasa bahagia dengan diri sendiri biasanya juga suka berbagi. Tindakan ini akan membuatnya merasa lebih percaya diri. Oleh karena itu penting sekali untuk mengajarkan anak berbagi sejak kecil. Bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti mainan atau makanan. Sehingga jika terus dikembangkan, sikap ini akan menjadi dermawan yang melekat padanya hingga dewasa.

  • Kerja Sama

Anak juga harus diajarkan kemampuan kerja sama agar dia bisa menjadi seseorang yang berfungsi baik dalam komunitas. Kemampuan kerja sama ini perlu diajarkan pada anak sejak dini. Hal dasar yang bisa diajarkan pada anak adalah dengan menyuruh adik dan kakak kerja sama dalam merapikan kamar. Karena apapun pekerjaan yang dikerjakan secara bersama-sama akan lebih cepat selesai.

  • Tata Krama

Tata krama penting juga diajarkan pada anak sejak dini. Hal ini akan membuat sang anak lebih mudah dihargai dan disukai orang lain. Anak dengan kemampuan tata krama dengan baik akan terbiasa sopan pada siapa saja hingga ke lingkungan kerja. 

Hal simpel yang bisa diajarkan pada anak agar memiliki tata krama adalah dengan melatih anak mengucapkan kata ajaib, seperti “maaf”, “tolong”, serta “terima kasih”. Jangan lupa juga mengajarkan anak untuk berbicara dengan menggunakan bahasa yang sopan, apalagi jika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua.

  • Kontak Mata

Melakukan kontak mata ketika berbicara dengan orang lain menunjukkan tanda bahwa anak percaya diri yang tinggi. Meski ada anak yang punya sikap pemalu, namun kontak mata ini perlu diajarkan. Anda bisa melatih anak melakukan kontak mata ketika berbicara dengan Anda. Sehingga dia akan terbiasa melakukannya dengan orang lain ketika berinteraksi. 

  • Mengikuti Aturan dan Instruksi

Anak yang suka mengikuti instruksi biasanya lebih patuh. Anda bisa mengajarkan anak agar mengikuti perintah dan instruksi yang Anda berikan dengan jelas dan mudah dimengerti. Seperti meminta anak membereskan sepatu yang berantakan, kemudian dilanjutkan dengan merapikan mainan setelah perintah pertama selesai. Jangan pula terlalu keras dalam mengajarkan anak kedisiplinan pada proses awal. 

Social skill memang bukan berarti membuat anak lebih cerdas. Akan tetapi dengan adanya kemampuan ini akan membuat anak bisa lebih terbuka mempelajari sesuatu hal.

Tips Memilih Pospak Bayi, Jangan Asal Beli!

Bagi orangtua yang menyambut kelahiran buah hatinya, tentu sangat bersemangat mempersiapkan kebutuhan si kecil. Salah satu yang juga penting dipersiapkan adalah pospak atau popok sekali pakai. Jangan salah pilih, ya!

Pospak untuk bayi yang baru lahir memang tidak bisa dibeli sembarangan. Kulit bayi yang sangat sensitif dan lembut akan mudah terjadi iritasi jika produk popok yang digunakan tidaklembut.

Tips Memilih Pospak Bayi

Berikut beberapa tips yang bisa dijadikan panduan sebelum membeli popok sekali pakai untuk bayi Anda.

  • Pilihlah Bahannya yang Lembut

Seperti yang dijelaskan bahwa kulit bayi yang baru lahir sangatlah sensitif. Sehingga akan sangat mudah iritasi jika bergesekan dengan sesuatu yang kasar. Oleh sebab itulah, penting untuk memilih bahan popok yang lembut dan aman jika bersentuhan dengan kulit bayi.

  • Daya Serap Tinggi

Bayi akan sering sekali buang air kecil jika cairannya tercukupi. Oleh sebab itu, pastikan agar Anda memilih pospa yang punya daya serap cairannya baik. Hal ini penting agar kulit bayi tidak iritasi karena air kencing yang tidak terserap. Apalagi bayi akan rewel jika popoknya basah. Maka dari itu, pilihlah popok dengan daya serap yang tinggi agar tidak bocor.

  • Ketahui Jenis-jenis Pospak

Pospak ada bermacam-macam jenisnya. Ada dengan perekat, ada pula pospak dengan bentuk celana. Bermacam jenis pospak ini, berbeda pula kegunaannya. Biasanya popok dengan perekat digunakan oleh bayi yang baru lahir. Sedangkan popok yang berbentuk celana biasanya digunakan oleh bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas. Maka dari itu, mulailah untuk menyesuaikan jenis popok dengan kebutuhan dan usia bayi Anda.

  • Pilih Ukuran yang Pas

Popok memiliki ukuran yang bermacam-macam. Maka pastika ukuran pospak yang Anda beli sesuai dengan berat badan bayi Anda. Memilih ukuran yang pas, tidak longgar juga tidak sempit, akan membuat bayi Anda merasa nyaman. Jika popoknya longgar, maka kemungkinan kebocoran akan mudah terjadi.

  • Kandungan Pospak

Sebelum membeli, penting juga untuk mengeckek kandunga pospak. Hal ini untuk menghindari bayi alergi terhadap bahan tersebut. Maka, pilihlah popok yang lembut dan terbuat dari bahan yang aman bagi kulit sensitif bayi.

  • Merek Popok Bayi

Jangan membeli popok hanya karena harganya yang murah. Tapi pilihlah merek popok yang berkualitas dan terjamin kualitasnya.

Jika masih awal-awal, belilah pospak tidak hanya dalam satu merek saja. Coba berbagai merek popok hingga Anda menemukan pospan yang cocok bagi si kecil.

Tidak harus juga menggunakan satu merek popok yang sama pada bayi. Bisa diselang-seling, asal popok yang Anda gunakan tidak membuat iritasi pada kulit bayi.

Kriteria Pospak Bayi yang Bagus

Setelah mengetahui tips memilih pospak untuk bayi, ada beberapa kriteria popok bagus untuk bayi itu seperti apa. Berikut kriterianya:

  • Pospak memiliki sirkulasi lapisan udara
  • Popok memiliki teknologi tinggi yang dapat menjaga kesehatan kulit bayi
  • Produk popok yang digunakan aman untuk kulit bayi yang sensitif dan terbuat dari bahan yang tidak menyebabkan iritasi
  • Popok memiliki daya serap yang tinggi dan bahannya lembut
  • Memiliki ukuran yang bervariasi sehingga dapat disesuaikan dengan ukuran bayi
  • Elastis dan tidak ketat pada bayi
  • Pospak tipis sehingga tidak mengganggu gerak bayi yang aktif

Pastikan agar pospak yang Anda pilih disesuaikan dengan keadaan bayi, gaya hidup, serta kondisi finansial Anda.

Manfaat Adanya Posyandu Balita bagi Ibu dan Anak

Posyandu merupakan kegiatan dasar yang dilaksanakan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Posyandu balita yang sering ditemui di setiap desa atau kelurahan ini merupakan fasilitas kesehatan dalam wilayan kerja suatu puskesmas.

Karena dijalankan oleh masyarakat, maka pengelola posyandu ini dipilih oleh masyarakat secara musyawarah. Setidaknya ada 5 orang kader posyandu yang akan mengabdi pada masyarakat dan dibantu oleh petugas puskesmas untuk memberikan pengetahuan seputar medis.

Beragam Kegiatan di Posyandu Balita

Kegiatan di posyandu balita tidak hanya untuk balita saja, tetapi juga untuk ibu dan anak secara umum. Ada 5 kegiatan utama yang harus diselenggarakan oleh posyandu, yaitu:

  • Kegiatan untuk Kesehatan Ibu Anak

Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu hamil, menyusui, ibu dalam masa nifas, serta untuk bayi dan balita. Contoh kegiatan pada ibu hamil berupa:

  • Pemantauan kesehatan, mulai dari menimbang berat badan, cek tekanan darah, informasi asupan gizi, hingga konsultasi medis
  • Ada kelas untuk kegiatan ibu hamil seperti penyuluhan, senam, hingga pelatihan.

Kegiatan untuk ibu menyusui berupa penyuluhan KB, perawatan saat nifas, hingga informasi seputar pemberian ASI eksklusif.

Sedangkan untuk kegiatan pada bayi dan balita dapat berupa penyuluhan kesehatan anak, menimbang berat badan, serta penentuan status pertumbuhan balita atau bayi.

  • Kegiatan Imunisasi

Untuk kegiatan pemberian imunisasi di Posyandu hanya boleh dilakukan oleh petugas Puskesmas. Pemberian imunisasi pada bayi dan ibu hamil akan disesuaikan dengan program masing-masingnya.

  • Kegiatan KB

Kegiatan ini berisi penyuluhan seputar keluarga berencana (KB). Bahkan di posyandu juga bisa mendapatkan alat kontrasepsi seperti pil KB dan juga suntik KB.

  • Kegiatan Pemantauan Gizi

Kegiatan ini berfokus pada pemantauan terkait gizi pada ibu hamil dan juga balita, seperti penimbangan berat badan, mendeteksi gangguan pertumbuhan lebih dini, pemberian suplemen, hingga konseling seputar asupan gizi. Jika ibu hamil dan balita mengalami gejala kekurangan gizi maka akan segera dirujuk untuk ke puskesmas.

  • Kegiatan Pencegahan Diare

Di posyandu juga ada kegiatan untuk penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini untuk mencegah terjadinya diare. Selain penyuluhan, kegiatan di posyandu balita ini juga memberikan obat oralit atau obat penanggulangan diare lainnya.

Jika kelima kegiatan utama sudah dilaksanakan dengan baik, maka posyandu dapat menggelar kegiatan tambahan berupa:

  • Pengamatan penyakit yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa, misalnya tetanus atau juga demam berdarah.
  • Penyediaan air bersih
  • Kesehatan untuk orang yang lanjut usia
  • Tabungan ibu bersalin
  • Pendidikan Anak Usia Dini
  • Kesehatan reproduksi remaja

Manfaat Adanya Posyandu Balita

Posyandu yang ada di setiap RT atau desa ini memberikan banyak sekali manfaat. Bahkan posyandu berperan menurunkan angka kematian ibu, bayi, serta balita melalui pemberdayaan masyarakat.

Berikut beberapa manfaat yang dapat diberikan oleh posyandu balita bagi masyarakat, yaitu:

  • Memberikan saran seputar asupan gizi bagi bayi dan anak agar terhindar dari gizi buruk
  • Asupan gizi, suplemen, vitamin, serta vaksin yang diperlukan oleh ibu hamil dapat terpantau dengan baik
  • Ibu dan anak mendapatkan penyuluhan kesehatan
  • Ibu, bayi, dan balita lebih mudah mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dengan adanya posyandu ini
  • Memastikan balita ataupun bayi mendapat imunisasi lengkap sesuai aturan pemerintah
  • Kesehatan ibu dalam masa nifas dapat terjaga dengan memperoleh vitamin A ataupun tablet penambah darah
  • Ibu, bayi, atau balita yang mengalami kelainan segera mendapat rujukan ke puskesmas
  • Posyandu balita dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai kesehatan ibu, bayi, dan juga balita.

Amankah Ibu Hamil Naik Pesawat?

Saat bepergian jauh, pesawat terbang memang akan menjadi pilihan transportasi utama yang digunakan. Namun bagaimana jika ibu hamil naik pesawat? Meskipun demikian, ada anggapan ibu hamil tidak boleh naik pesawat karena dapat membahayakan janin yang ada dikandungannya. Hal ini kadang membuat banyak ibu hamil yang kebingungan, apalagi jika bagi mereka yang ingin melakukan babymoon atau memiliki urusan yang mengharuskannya bepergian dengan pesawat.

Jika Anda memiliki kehamilan yang sehat, sebenarnya bepergian menggunakan pesawat terbilang aman dan tidak membahayakan ibu ataupun janin. Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk naik pesawat, ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Selain itu, Anda juga harus mencari tahu tentang kebijakan maskapai penerbangan mengenai aturan ibu hamil naik pesawat.Sebab mungkin saja setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda-beda. Umumnya, Anda diharuskan menandatangani surat Pernyataan Pertanggungjawaban Terbatas pada saat check in.

Pada kehamilan yang berisiko tinggi, misalnya mengalami pendarahan, menderita diabetes, atau hipertensi, maka Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Kemungkinan dokter akan menyarankan Anda untuk tidak naik pesawat selama kehamilan. Meski terbilang aman, naik pesawat saat hamil juga dapat menimbulkan risiko.

Risiko ibu hamil naik pesawat

  • Radiasi

Naik pesawat sesekali mungkin tak akan menimbulkan masalah bagi sebagian besar ibu hamil. Akan tetapi, jika Anda terlalu sering naik pesawat maka tubuh dapat melebihi batas radiasi yang dianggap aman selama kehamilan. Kondisi ini dapat memberikan dampak yang buruk pada ibu maupun janin.

  • Keguguran

Ada anggapan bahwa paparan radiasi atmosfer alami saat naik pesawat dapat meningkatkan risiko keguguran atau kelainan pada janin. Namun, jika Anda hanya sesekali melakukan perjalanan dengan pesawat maka risikonya sangat rendah. Risiko lebih tinggi terjadi pada ibu hamil yang sering naik pesawat.

  • Penggumpalan darah

Ketika hamil, duduk untuk waktu yang lama di bangku pesawat dapat menyebabkan darah terkumpul di kaki sehingga meningkatkan risiko penggumpalan darah atau deep vein thrombosis. Udara kabin dan kelembapan yang rendah juga bisa menambah risiko. 

  • Naiknya tekanan darah dan detak jantung

Naik pesawat saat hamil dapat menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meningkat. Hal ini umumnya tidak membahayakan ibu hamil, jika memiliki kondisi kehamilan yang sehat. Meski demikian, ada baiknya jika ibu hamil turut waspada akan potensi masalah ini.

Waktu paling aman untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat, yaitu pada trimester kedua kehamilan (minggu ke-14 sampai 27). Di trimester ini, morning sickness sudah mereda, tingkat energi lebih tinggi, dan kemungkinan keguguran pun rendah.

Sementara, jika memutuskan untuk terbang saat trimester pertama maka gejala-gejala kehamilan yang Anda rasakan, seperti mual, pusing, kram, kelelahan, sering buang air kecil, dan lainnya, dapat membuat Anda merasa tidak nyaman sehingga mengganggu perjalanan. 

Kandungan juga masih berusia sangat muda sehingga dikhawatirkan belum cukup kuat untuk bepergian jauh. Selain itu, bagi ibu hamil yang usia kandungannya di atas 28 minggu juga harus sangat berhati-hati.

Ibu hamil tidak boleh naik pesawat ketika usia kehamilan di atas 37 minggu. Sebab setelah memasuki usia kehamilan ini, Anda dapat melahirkan kapan saja, dan akan sangat berisiko jika melahirkan di pesawat karena kemungkinan tak ada tenaga medis ahli yang menangani.

Kulit Kepala Bayi Kering? Gunakan Minyak Rambut Bayi

Semua orang dapat menderita kulit kepala kering, terutama bayi dan anak-anak. Namun, sulit untuk menentukan penyebab kulit kepala keiring pada bayi, dan bagaimana cara merawat kondisi tersebut, Salah satu jenis kulit kepala kering yang terjadi pada bayi berhubungan dengan sebuah kondisi yang bernama “cradle cap”. Hal ini akan menyebabkan kulit kepala bayi yang terlihat berkerak, bersisik, kering, mengelupas, dan dengan tampilan yang mirip ketombe. Apabila bayi memiliki cradle cap, ada kemungkinan gejala serupa muncul di daerah tubuh lain, seperti di selangkangan, ketiak, dan telinga. Penyebab utamanya tidak diketahui, namun dipercaya cradle cap merupakan sebuah kondisi yang disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Untungnya, cradle cap tidak menyebabkan gatal atau mengganggu bayi. Perawatannya pun cukup mudah, mulai dari menggunakan sampo dengan teratur, memijat dengan minyak rambut bayi mineral dan minyak zaitun, serta menggunakan krim hydrocortisone. Artikel ini akan membahasnya dengan mendalam.

Merawat kulit kepala bayi kering di rumah

Selain cradle cap, penyebab kulit kepala bayi kering lain adalah ketombe dan alergi. Setelah Anda tahu penyebab keringnya kulit kepala, perawatan dapat dilakukan di rumah dengan mudah. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah:

  • Memijat menggunakan minyak mineral

Anda bisa menggunakan minyak mineral sebagai minyak rambut bayi. Minyak mineral dipercaya dapat melepaskan serpihan-serpihan yang tersangkut di kulit kepala guna mengurangi gejala cradle cap. Meskipun minyak ini umum digunakan sebagai perawatan rumahan, minyak mineral belum terbukti ilmiah keefektifannya. Anda bisa memijat menggunakan minyak rambut bayi ini sebelum mencuci rambut menggunakan sampo. Pastikan minyak benar-benar dibersihkan karena minyak berlebih yang tertinggal di kulit kepala malah akan menyebabkan kondisi cradle cap menjadi semakin buruk.

  • Sesuaikan jadwal keramas bayi

Mencuci rambut bayi menggunakan sampo tidak hanya dapat membersihkan dan kotoran dari helai rambut mereka yang lembut, tetapi juga kotoran dan minyak berlebih dari kulit kepala. Berapa kali Anda perlu melakukan keramas pada rambut dan kulit kepala bayi sangat tergantung pada kondisi mereka. Untuk kasus cradle cap, keramas setiap hari dapat membersihkan minyak dan melepaskan serpihan cradle cap di kulit kepala. Apabila kondisi disebabkan oleh selain cradle cap, hindari keramas setiap hari karena akan membuat kulit kepala kering.

  • Minyak zaitun

Minyak zaitun juga bisa digunakan sebagai minyak rambut bayi, terutama apabila bayi memiliki ketombe dan eksim. Pijat kepala bayi menggunakan minyak zaitun (dan bukan minyak mineral) untuk kondisi ketombe dan eksim. Pastikan untuk membilasnya dengan bersih dan benar guna mencegah cradle cap.

  • Oleskan krim hydrocortisone

Krim hydrocortisone tersedia dalam bentuk krim OTC (over the counter) atau dijual bebas. Krim ini dapat membantu mengatasi gejala kemerahan, peradangan, dan juga gatal. Meskipun krim ini sangat efektif untuk merawat eksim, krim ini tidak digunakan untuk kasus cradle cap atau pun penumpukan ketombe. Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter anak Anda sebelum melakukan metode ini. Krim hydrocortisone umumnya aman digunakan untuk anak-anak selama krim ini tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Tergantung penyebabnya, akan membutuhkan waktu beberapa minggu hingga kulit kepala kering kembali normal. Apabila tidak ada kemajuan setelah menggunakan minyak rambut bayi dan perawatan lain yang disebutkan di atas, hubungi dokter anak Anda untuk memeriksa kulit kepala anak dan mendapatkan rekomendasi perawatan yang dibutuhkan.