Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Alat Tes Kesuburan Wanita

Mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berhubungan intim adalah salah satu cara yang efektif untuk kemungkinan hamil. Seperti yang diketahui bahwa wanita memiliki masa subur atau disebut ovulasi. Sehingga tepat sekali jika melakukan hubungan seks saat periode ovulasi ini. Salah satu cara untuk mengetahui masa subur adalah dengan menggunakan alat tes kesuburan wanita

Jadi, alat tes kesuburan ini mirip dengan test pack kehamilan. Cara kerja dan proses penggunaannya juga sama. Namun kegunaannya jelas berbeda. Jika penasaran, yuk kenali alat tes kesuburan wanita ini.

Alat tes kesuburan wanita bantu ketahui masa subur

Mengenal Cara Kerja Alat Tes Ovulasi

Alat tes ovulasi ini juga menggunakan urin untuk mengetahui masa subur wanita. Jadi, alat tes kesuburan ini untuk mendeteksi kadar hormon LH dalam urin. Berbeda dengan alat tes kehamilan yang mengecek kadar hCG dalam urin.

Ketika akan memasuki masa ovulasi, kadar LH pun juga akan semakin meningkat. Kadar LH yang meningkat disebut dengan istilah surge. Masa subur ini biasanya berlangsung sleama 36 jam setelah terjadinya lonjakan LH. Oleh sebab itu, disarankan untuk Anda berhubungan seksual 2 hari sebelum masa ovulasi untuk meningkatkan kemungkinan hamil.

Keunggulan dari alat tes ovulasi ini tentu dari segi kemudahan penggunaan. Penggunaan alat tes ini membuat Anda tidak perlu repot mengukur suhu tubuh setiap pagi. 

Hasil dari penggunaan alat tes ini juga lebih akurat dan memprediksi ovulasi sebelum memasuki periode tersebut. Alat tes ini juga bisa dipakai kapan saja tidak harus setelah bangun tidur. Asal alat tes dipakai di jam yang sama setiap harinya agar lebih akurat. 

Jenis-jenis Alat Tes Kesuburan Wanita

Ada beberapa jenis alat tes kesuburan ini seperti halnya alat tes kehamilan. 

  1. Compact

Salah satu jenis alat tes kesuburan adalah alat digital. Selain mampu mendeteksi hormon LH dan estrogen, alat tes digital juga dapat mendeteksi masa subur yang lebih detail dan jelas dibanding alat jenis lainnya.

  1. Scope

Alat tes kesuburan scope ini cara kerjanya menggunakan air liur sebagai objek yang diteliti. Alat berbentuk scope ini bisa digunakan berulang kali, jadi lebih rama lingkungan dan praktis. Jika sudah digunakan, Anda bisa membersihkannya dan dapat digunakan nantinya.

  1. Strip

Alat tes kesuburan wanita selanjutnya adalah berbentuk strip. Harga alat tes ini lebih terjangkau. Bahkan banyak wanita yang membeli alat tes strip ini dalam jumlah banyak sehingga bisa rutin melakukan pengecekan masa subur agar tak terlewatkan.

Tips Melakukan Tes Kesuburan

Sebenarnya untuk mengetahui masa ovulasi ini bisa dengan menghitung manual masa subur menggunakan kalender. Hal ini sesuai dengan siklus menstruasi yang normal, biasanya masa subur terjadi sekitar 13 hari setelah hari terakhir menstruasi. Hanya saja, tingkat akurasi teknik penghitungan ini tidak terlalu baik.

Cara selanjutnya adalah dengan menggunakan alat tes kesuburan wanita. Pilihlah jenis test pack kesuburan yang sesuai dan paling mudah digunakan.

Anda bisa melakukan tes kesuburan di hari kesepuluh menstruasi. Jika hasilnya negatif, ulangi di hari berikutnya di jam yang sama hingga mendapatkan hasil positif.

Anda tentu perlu membaca dengan seksama cara penggunaan yang tertera di label kemasan. Jika hasilnya sudah positif, lakukan hubungan seks dengan pasangan dan lakukan hingga beberapa hari setelahnya. Bisa 4-7 hari berturut-turut.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar alat tes kesuburan wanita. Gunakan alat ini untuk membantu Anda meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Semoga berhasil, ya!

Cara Mengatasi Gejala Menopause

Menopause adalah kondisi di mana seorang perempuan berhenti mengalami menstruasi. Seseorang dapat dikatakan menopause apabila selama 12 bulan berturut-turut tidak terjadi periode menstruasi. Penyebab terjadi menopause adalah perubahan kadar hormon akibat bertambahnya usia.

Gejala menopause biasanya akan muncul saat perempuan berusia sekitar 45-55 tahun. Namun, rata-rata perempuan mengalami menopause pada usia 50an awal. Meski merupakan kondisi biologis yang dialami oleh setiap perempuan, namun gejala menopause yang mengganggu juga akan muncul, seperti mood yang naik turun, hot flashes atau mudah merasa gerah, gangguan tidur, hingga vagina kering. 

Lalu, apa yang menyebabkan menopause? Seperti yang dikatakan sebelumnya, menopause terjadi karena adanya perubahan hormon akibat bertambahnya usia. Namun, pada beberapa perempuan, periode ini juga dapat datang lebih awal karena beberapa faktor, seperti penyakit hingga efek samping perawatan medis.

Penyebab menopause pada wanita 

Berikut penyebab lainnya menopause pada seorang perempuan.

1. Perubahan hormon

Produksi hormon di tubuh juga akan mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Memasuki usia 30an akhir, estrogen dan progesteron yang mengatur siklus menstruasi seseorang akan berkurang jumlahnya. Hal ini akan berdampak pada kesuburan seorang wanita. 

Penurunan hormon dapat dilihat dari siklus menstruasi yang mulai tidak teratur saat perempuan memasuki usia awal 40an. Pada usia tesebut, gejala menopause akan mulai muncul selama beberapa tahun ke depan hingga menstruasi benar-benar berhenti. Periode ini juga biasa disebut sebagai perimenopause.

2. Kemoterapi atau radioterapi

Bagi sebagian perempuan, menopause dapat terjadi lebih cepat dari sebagian orang. Salah satu penyebabnya adalah efek samping dari perawatan medis seperti kemoterapi maupun radioterapi yang biasa dialami oleh pasien kanker.

Meski demikian, tidak semua pasien yang menjalani kedua perawatan ini juga akan mengalami menopause dini. Semuanya tergantung pada bagian tubuh mana yang menjadi target perawatan. 

Misalnya, radioterapi akan secara langsung mempengaruhi menopause apabila targe perawatannya adalah indung telur atau ovarium. Sementara itu jika radioterapi ditujukan untuk menghancurkan sel kanker di payudara ataupun anggota tubuh lain, tidak memengaruhi siklus menstruasi.

3. Operasi pengangkatan rahim 

Saat perempuan harus mengalami prosedur pengangkatan rahim, biasanya siklus menstruasi pun akan ikut berhenti. Pasalnya, pengangkatan rahim akan mengganggu produksi estrogen dan progesteron.

Setelah rahim diangkat, berapapun usia seseorang, menopause akan terjadi lebih cepat. Seorang perempuan akan berhenti menstruasi dan akan merasa gejala menopause lainnya.

Cara Mengatasi Gejala Menopause

Beberapa gejala menopause biasanya akan muncul sementara dan dapat mereda dengan sendirinya seiring dengan berkembangnya waktu. Namun, terkadang gejala menopause yang muncul akan dirasa sangat berat dan mengganggu.

Jika Anda merasakan keluhan yang cukup mengganggu, cobalah untuk meringankannya dengan beberapa cara berikut ini:

  • Untuk meringankan keluhan pada saluran kemih, seperti sulit menahan pipis dan peningkatan frekuensi buang air kecil, lakukanlah latihan Kegel secara rutin.
  • Untuk mengurangi hot flashes, sejukkan tubuh dengan minum air dingin dan mengenakan pakaian yang dapat menyerap keringat. Hindari mengonsumsi makanan atau minuman panas, makanan pedas, dan minuman beralkohol, serta jauhi tempat yang bersuhu panas.
  • Agar kualitas tidur tetap baik sekaligus meringankan gejala mood swing, lakukan olahraga ringan dan teknik relaksasi secara teratur (misalnya dengan yoga dan meditasi), serta hindari konsumsi minuman berkafein atau beralkohol.
  • Agar hubungan seksual menjadi lebih nyaman, gunakan pelumas vagina berbahan dasar air.

Apa Itu Menopause? Ini 7 Fakta yang Jarang Diketahui

Menopause memang bukanlah sebuah penyakit, namun merupakan fase yang pasti akan dialami oleh setiap wanita pada umur tertentu. Umur awal seseorang mengalami masa menopause tidak selalu sama. Namun, umumnya akan terjadi di usia 40 hingga 50 an tahun. Penting untuk mengetahui apa itu menopause sejak dini supaya efeknya bisa dikendalikan. 

Fakta Tentang Menopause

Saat menopause terjadi, akan ada banyak sekali perubahan yang terjadi di dalam tubuh. Salah satu yang paling terlihat adalah hot flashes. Selain tanda-tanda ini, ada beberapa fakta yang harus anda ketahui terkait menopause:

1. Setiap Wanita yang Akan Menopause Mengalami Perimenopause

Perimenopause merupakan periode yang terjadi sebelum datangnya menopause. Selama masa perimenopause ini, terjadi beberapa gejala seperti kegerahan serta menstruasi yang terhenti selama setahun. 

2. 75% Wanita Menopause Mengalami Hot Flashes

Hot flashes merupakan fase kegerahan mendadak yang terjadi selama menopause. Kondisi ini terjadi sepanjang pagi dan malam hari. Sebagian wanita menopause juga mengalami nyeri otot dan mood swings yang sangat parah. 

Selama periode hot flashes, suhu tubuh pun akan naik, kulit akan semakin memerah, serta terjadi keringat panas dalam waktu lama. Kondisi ini akan terjadi tiba-tiba selama 2 hingga 7 tahun. 

Untuk mengurangi efek yang dirasakan selama periode hot flashes, sebaiknya hindari beberapa aktivitas berikut ini:

  • Memakan makanan pedas. 
  • Bekerja terlalu keras
  • Mengonsumsi Alkohol dan Kopi
  • Berada pada tempat yang panas
  • Makan berlebihan
  • Merokok

Sebaliknya, lakukan beberapa hal berikut ini untuk mengurangi efek yang dirasakan selama hot flashes:

  • Memakai pakaian dengan bahan yang tidak terlalu tebal
  • Gunakan kipas angin saat di dalam ruangan
  • Cobalah melatih pernafasan untuk meminimalisir rasa panas
  • Kunjungi dokter bila rasa panas susah dikendalikan

3. Menopause Mempengaruhi Kesehatan Tulang

Benar bahwa produksi estrogen akan berkurang semenjak menopause terjadi. Kondisi ini tentu mempengaruhi kesehatan dan kepadatan tulang. Beberapa wanita menopause juga mengalami kesulitan menggerakkan pinggul. 

Untuk menjaga tulang tetap sehat selama menopause, lakukan beberapa hal ini:

  • Konsumsi makanan tinggi kalsium
  • Perbanyak suplemen vitamin D
  • Berolahraga secara teratur
  • Kurangi konsumsi alkohol
  • Hindari merokok

4. Umur Seorang Wanita Mulai Menopause

Umumnya, wanita akan mulai menopause di usia 50 an tahun. Terhentinya periode menstruasi juga dimulai antara umur 45-55 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan menopause akan terjadi di usia yang lebih muda. Wanita perokok tentunya akan mengalami masa menopause lebih cepat. 

5. Penyakit Jantung Ada Kaitannya dengan Menopause

Tidak semua wanita menopause mengalami penyakit jantung. Namun, Berkurangnya kadar estrogen semasa menopause memang membuat arteri berkurang fleksibilitasnya. Hal inilah yang menjadi cikal bakal lambatnya aliran darah mengalir ke jantung. Akibatnya, tubuh pun mudah lelah. Wanita menopause masih bisa mencegahnya dengan olahraga teratur serta memakan makanan rendah kalori untuk meningkatkan kualitas jantung. 

6. Gejala Menopause Tidaklah Sama Antara Wanita Satu dan Lainnya

Gejala umum menopause sebenarnya tidaklah sama. Setiap wanita mengalami fase yang berbeda. Ada wanita perokok yang sangat cepat memperoleh menopause, namun ada juga wanita peminum yang lambat menerima menopause. Itulah kenapa, diperlukan konsultasi mendalam dengan dokter untuk mengurangi efek sampingnya serta edukasi mendalam tentang apa itu menopause. 

7. Obat Hormon Tidak Selalu Baik Digunakan

Banyak obat dan terapi hormon yang diperbolehkan digunakan wanita menopause. Obat hormon ini berguna untuk mengurangi efek hot flashes serta kerapuhan tulang. Namun, dibalik manfaatnya, ada efek sampingnya bagi kesehatan. Sebaiknya kunjungi dokter sebelum memilih obat hormon yang sesuai. 

Bila ingin mengerti lebih lanjut tentang apa itu menopause, sudah sebaiknya dilakukan konsultasi secara privat dengan dokter yang berpengalaman. Mengetahui faktanya memudahkan anda untuk ambil langkah cepat mengurangi efek yang ditimbulkan.

Haid Setelah Nifas Apakah Berbeda?

Siklus menstruasi Anda telah berhenti selama 9 bulan kehamilan. Namun, bersiaplah menghadapi beberapa perubahan ketika Anda mendapatkan haid setelah nifas untuk yang pertama kalinya. Status menyusui Anda merupakan faktor terbesar yang memengaruhi kapan Anda akan mendapatkan haid setelah nifas pertama. Hal ini disebabkan karena prolactin, sebuah hormon yang bertanggung jawab akan produksi ASI dan menekan ovulasi. Wanita yang tidak menyusui biasanya akan memiliki haid setelah nifas pada 4 hingga 8 minggu setelah bayi dilahirkan. Sementara untuk ibu menyusui dan memberi anak formula, akan membutuhkan waktu sekitar beberapa minggu hingga bulan agar haid setelah nifas datang kembali. Merupakan hal yang sangat normal untuk tidak menstruasi selama 6 bulan atau lebih bagi para ibu menyusui. 

Tidak haid selama setahunbisa jadi gejala penyakit kronis

Pada saat haid setelah nifas terjadi, ada kemungkinan haid setelah nifas pertama akan berbeda dengan masa haid sebelum Anda hamil. Tubuh Anda mulai menyesuaikan diri dengan haid, dan Anda dapat mengalami beberapa jenis perbedaan berikut ini seperti kram yang dapat lebih kuat atau ringan dibandingkan dengan biasanya, gumpalan darah kecil, aliran haid yang lebih besar, aliran yang tampak tidak berhenti atau bermula, rasa nyeri yang semakin meningkat, dan panjang siklus yang tidak teratur. 

Haid setelah nifas pertama dapat pula lebih banyak dibandingkan dengan sebelum masa kehamilan. Dan juga dapat ditemani dengan kram yang lebih intens, yang disebabkan karena peningkatan jumlah lapisan rahim yang perlu dikikis. Saat siklus terus berlanjut, perubahan-perubahan yang dirasakan pada saat haid setelah nifas pertama akan berangsur-angsur berkurang. Dalam kasus yang langka, komplikasi seperti gangguan thyroid atau adenomiosis dapat menyebabkan pendarahan parah setelah kehamilan. Adenomyosis merupakan penebalan dinding rahim.

Di sisi lain, wanita yang memiliki endometriosis sebelum hamil akan memiliki haid setelah nifas yang lebih ringan. Haid yang ringan juga dapat disebabkan karena dua kondisi langka, yaitu sindrom Asherman dan sindrom Sheehan. Sindrom Asherman dapat menyebabkan jaringan parut di rahim, sementara sindrom Sheehan disebabkan karena kerusakan pada kelenjar pituitary, yang dapat diakibatkan oleh kehilangan darah parah. 

Haid setelah nifas yang sedikit menyakitkan dapat disebabkan karena kombinasi dari beberapa faktor, seperti meningkatnya intensitas kram rahim, hormon menyusui, dan rongga rahim yang berubah menjadi lebih besar setelah kehamilan, yang berarti ada lebih banyak lapisan rahim yang perlu dikikis pada masa haid. 

Yang perlu diperhatikan tentang haid setelah nifas

Apakah Anda melahirkan secara normal lewat vagina atau persalinan cesar, Anda bisa mengharapkan beberapa pendarahan dan cairan vagina setelah melahirkan bayi. Tubuh Anda akan terus mengikis darah dan jaringan yang melapisi rahim saat Anda hamil. Dalam beberapa minggu pertama, darah dapat lebih berat dan terlihat menggumpal. Setelah beberapa minggu berlangsung, darah akan diganti oleh cairan vagina yang disebut lochia. Lochia adalah cairan tubuh yang tampak bening atau berwarna putih krem hingga merah. Keluarnya cairan tersebut dapat terus menerus terjadi selama 6 minggu, di mana merupakan waktu yang tepat untuk haid setelah nifas pertama Anda apabila Anda tidak menyusui si kecil. Apabila cairan yang keluar memiliki tampilan seperti lochia, berhenti setelah beberapa waktu, dan Anda kemudian mengeluarkan darah dari vagina, hal ini dapat menjadi haid setelah nifas pertama Anda. Pada masa atau tahun postpartum pertama Anda, sangat normal haid setelah nifas memiliki waktu yang bervariasi, siklus yang tidak teratur, dan intensitas darah yang beragam. Hal ini khususnya akan terjadi apabila Anda menyusui anak.

Tips Cara Merawat Miss V dengan Benar

Vagina dikenal dengan nama miss V ataupun saluran kelahiran bagi mereka yang memiliki atau ingin memiliki anak. Kesehatan vagina sangat penting, sehingga Anda harus tahu cara merawat miss V. Vagina terhubung dengan serviks dan rahim. 

Ovarium, yang terletak di masing-masing sisi rahim, melepaskan sel telur pada orang-orang yang subur. Sel telur tersebut bergerak melewati tuba falopi ke rahim, di mana pada masa pembuahan, bertemu dengan sperma untuk ditanamkan di sepanjang dinding rahim.

 Apabila pembuahan tidak terjadi, menstruasi akan terjadi. Hingga sel telur berhasil dilepaskan, rahim akan terus membangun lapisan ekstra guna menyediakan lingkungan yang cocok untuk sel telur yang dibuahi. Namun, apabila sel telur tidak dibuahi, lapisan tersebut akan dikeluarkan oleh tubuh pada masa menstruasi hingga menopause atau pada faktor kondisi lain yang memengaruhi menstruasi. 

Setelah mengetahui anatomi dari vagina dan organ tubuh yang terhubung dengannya, Anda perlu memperhatikan dan melakukan beberapa cara merawat miss V agar tetap sehat. Beberapa tips tersebut di antaranya adalah:

  • Jangan semprot dengan air

Mungkin Anda tidak menyadarinya, akan tetapi menyemprot vagina dengan air merupakan tindakan yang menyehatkan. Lalu, bagaimana cara merawat miss V agar tetap bersih? Untungnya, vagina merupakan sebuah organ tubuh yang sehat luar biasa. Vagina mampu menjaga kebersihannya sendiri, dengan cara menyeimbangkan bakteri yang sehat dan level pH. Sehingga, penyemprotan miss V menggunakan air tidak diperlukan. 

Perlu Anda ketahui bahwa menyemprot miss V menggunakan air malah akan membunuh bakteri baik, yang mana dapat menyebabkan perubahan pH dan membuat Anda lebih rentan terkena infeksi. Mungkin Anda khawatir seputar bau vagina. Cara merawat miss V agar tidak memiliki bau yang tidak sedap adalah dengan mengubah makanan yang Anda konsumsi. Misalnya, buah nanas dapat membuat vagina berbau lebih manis, sementara asparagus memiliki efek yang sebaliknya. 

  • Jangan cukur bulu kemaluan

Sedikit merapikan bulu kemaluan untuk alasan estetika diperbolehkan. Namun, jangan cukur habis bulu kemaluan Anda karena bulu tersebut memiliki banyak manfaat, seperti melindungi daerah kewanitaan dari bakteri dan mencegah gangguan kesehatan yang disebabkan karena gesekan atau keringat. Dengan tidak mencukur bulu kemaluan, Anda akan terhindar dari rasa gatal saat rambut tumbuh kembali, bebas loka gores atau lecet, dan tidak ada rambut yang tumbuh ke dalam. 

  • Berhubungan seksual dengan aman

Salah satu cara merawat miss V yang terbaik adalah dengan melakukan hubungan seksual dengan aman, seperti menggunakan alat kontrasepsi. Dalam memilih kondom, hindari produk kondom yang mengandung spermicide, yang tidak sehat untuk vagina karena zat tersebut dapat membunuh bakteri baik di daerah kewanitaan Anda. Anda juga perlu memeriksakan diri dengan rutin guna memastikan tidak adanya penyakit menular seksual yang Anda derita. Buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual juga dapat mengurangi risiko terjangkitnya infeksi saluran kemih. 

  • Pakai pakaian yang “breathable

Pakaian atau kain yang “breathable” akan membuat vagina terasa lebih nyaman. Celana dalam yang terbuat dari bahan katun merupakan pilihan yang sangat baik. Katun memiliki sifat anti lembap yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Anda juga disarankan untuk mengganti pakaian yang basah sesegera mungkin guna mencegah pertumbuhan bakteri. 

Kesehatan vagina yang baik sangatlah penting. Untuk itu, lakukanlah beberapa tips cara merawat miss V di atas agar vagina Anda tetap sehat dan terhindar dari berbagai kondisi kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas di kemudian hari.

Punya Payudara Besar Sebelah? Mungkin Ini Penyebabnya

Sebagian besar wanita tentu ingin memiliki bentuk payudara yang normal. Payudara besar sebelah seringkali menurunkan kepercayaan diri seorang perempuan. Mungkin saja, ada kondisi tertentu di dalam tubuh Anda yang menyebabkan hal ini.

Biasanya, payudara besar sebelah dialami oleh wanita yang sedang melalui  masa menyusui. Tapi, ada juga perempuan yang merasakan hal ini, meskipun mereka sedang tidak menjalani masa menyusui. 

Hal-hal yang menyebabkan payudara besar sebelah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan payudara besar sebelah, salah satunya faktor medis. Berikut ini beberapa penyebabnya: 

  • Payudara hipoplastik

Saat mendengar namanya, Anda mungkin berpikir kondisi ini disebabkan oleh operasi payudara. Tapi, sebenarnya payudara hipoplastik merupakan kondisi medis yang ditandai dengan perbedaan ukuran payudara.

Terkadang, payudara hipolastik disebut juga dengan payudara terbelakang. Kondisi ini membuat payudara tampak kecil, tipis, memilliki jarak yang berjauhan, serta sangat tidak rata. Selain itu, bagian areola pada payudara Anda juga mungkin tampak sangat besar.

Seringkali, kondisi ini tidak bisa diidentifikasi penyebabnya. Namun, para ahli menduga faktor hormon menjadi salah satu unsur yang melatarbelakanginya.

  • Hipertrofi remaja

Sesuai namanya, kondisi ini lebih sering terjadi pada remaja di masa pubertas. Hipertrofi remaja adalah kondisi langka saat salah satu payudara tumbuh secara signifikan lebih besar daripada yang lain. 

Hingga kini, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan hipertrofi remaja. Namun, para ahli meyakini adanya pengaruh dari sensitivitas atau produksi hormon.

Kondisi ini biasanya terjadi dengan adanya pembesaran payudara yang ekstrem selama enam bulan. Kemudian, diikuti dengan periode berikutnya yang terus berkelanjutan. 

  • Hiperplasia Duktus Atipikal

Kondisi ini terjadi ketika terjadi pertumbuhan jaringan yang berlebihan di saluran susu payudara. Hiperplasia duktus atipikal bukanlah kanker, tetapi bisa meningkatkan resiko kanker di masa mendatang.

Dalam kondisi ini, ada lebih banyak sel yang melapisi saluran daripada biasanya. Selain itu, beberapa sel ini memiliki bentuk dan ukuran yang tidak beraturan.

Hal ini akan menyebabkan benjolan jinak pada payudara yang dapat mempengaruhi penampilan payudara Anda. 

  • Kehamilan

Payudara besar sebelah sulit dihindari bagi wanita yang telah menjalani masa kehamilan. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan hormon selama Anda mengandung, dimana hormon tersebut mempersiapkan payudara Anda untuk menyusui setelah bayi lahir nantinya.

Bahkan, dalam beberapa kondisi, payudara Anda mungkin tampak miring. Selama masa menyusui, ukuran payudara bisa berbeda-beda, terutama jika bayi lebih suka menyusu di salah satu sisi saja. 

Tetapi, selama bayi Anda mendapatkan asupan ASI yang cukup dan tumbuh dengan sehat, Anda tidak perlu mengkhawatirkan bentuk payudara yang tidak sempurna ini. 

Apakah ukuran payudara besar sebelah perlu dikhawatirkan?

Sebenarnya, Anda tidak perlu mencemaskan masalah ukuran payudara besar sebelah. Hal ini cukup umum terjadi dan normal, apalagi kalau dialami ketika Anda berada di tengah masa kehamilan dan menyusui.

Akan tetapi, apabila perbedaan ukuran payudara Anda cukup signifikan dan Anda sedang tidak hamil atau menyusui, mungkin Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter. Meskipun beberapa kondisi payudara tidak simetris tidak berbahaya, beberapa kondisi bisa meningkatkan resiko terkena kanker. 

Karena itu, Anda perlu memperhatikan kondisi payudara Anda setiap saat. Apabila terjadi perubahan secara tiba-tiba, Anda perlu menyampaikannya pada dokter Anda.

Apabila dokter menduga ada kondisi medis yang mendasari payudara besar sebelah, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan berupa mammogram, USG, atau biopsi payudara.