Apa Itu Menopause? Ini 7 Fakta yang Jarang Diketahui

Menopause memang bukanlah sebuah penyakit, namun merupakan fase yang pasti akan dialami oleh setiap wanita pada umur tertentu. Umur awal seseorang mengalami masa menopause tidak selalu sama. Namun, umumnya akan terjadi di usia 40 hingga 50 an tahun. Penting untuk mengetahui apa itu menopause sejak dini supaya efeknya bisa dikendalikan. 

Fakta Tentang Menopause

Saat menopause terjadi, akan ada banyak sekali perubahan yang terjadi di dalam tubuh. Salah satu yang paling terlihat adalah hot flashes. Selain tanda-tanda ini, ada beberapa fakta yang harus anda ketahui terkait menopause:

1. Setiap Wanita yang Akan Menopause Mengalami Perimenopause

Perimenopause merupakan periode yang terjadi sebelum datangnya menopause. Selama masa perimenopause ini, terjadi beberapa gejala seperti kegerahan serta menstruasi yang terhenti selama setahun. 

2. 75% Wanita Menopause Mengalami Hot Flashes

Hot flashes merupakan fase kegerahan mendadak yang terjadi selama menopause. Kondisi ini terjadi sepanjang pagi dan malam hari. Sebagian wanita menopause juga mengalami nyeri otot dan mood swings yang sangat parah. 

Selama periode hot flashes, suhu tubuh pun akan naik, kulit akan semakin memerah, serta terjadi keringat panas dalam waktu lama. Kondisi ini akan terjadi tiba-tiba selama 2 hingga 7 tahun. 

Untuk mengurangi efek yang dirasakan selama periode hot flashes, sebaiknya hindari beberapa aktivitas berikut ini:

  • Memakan makanan pedas. 
  • Bekerja terlalu keras
  • Mengonsumsi Alkohol dan Kopi
  • Berada pada tempat yang panas
  • Makan berlebihan
  • Merokok

Sebaliknya, lakukan beberapa hal berikut ini untuk mengurangi efek yang dirasakan selama hot flashes:

  • Memakai pakaian dengan bahan yang tidak terlalu tebal
  • Gunakan kipas angin saat di dalam ruangan
  • Cobalah melatih pernafasan untuk meminimalisir rasa panas
  • Kunjungi dokter bila rasa panas susah dikendalikan

3. Menopause Mempengaruhi Kesehatan Tulang

Benar bahwa produksi estrogen akan berkurang semenjak menopause terjadi. Kondisi ini tentu mempengaruhi kesehatan dan kepadatan tulang. Beberapa wanita menopause juga mengalami kesulitan menggerakkan pinggul. 

Untuk menjaga tulang tetap sehat selama menopause, lakukan beberapa hal ini:

  • Konsumsi makanan tinggi kalsium
  • Perbanyak suplemen vitamin D
  • Berolahraga secara teratur
  • Kurangi konsumsi alkohol
  • Hindari merokok

4. Umur Seorang Wanita Mulai Menopause

Umumnya, wanita akan mulai menopause di usia 50 an tahun. Terhentinya periode menstruasi juga dimulai antara umur 45-55 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan menopause akan terjadi di usia yang lebih muda. Wanita perokok tentunya akan mengalami masa menopause lebih cepat. 

5. Penyakit Jantung Ada Kaitannya dengan Menopause

Tidak semua wanita menopause mengalami penyakit jantung. Namun, Berkurangnya kadar estrogen semasa menopause memang membuat arteri berkurang fleksibilitasnya. Hal inilah yang menjadi cikal bakal lambatnya aliran darah mengalir ke jantung. Akibatnya, tubuh pun mudah lelah. Wanita menopause masih bisa mencegahnya dengan olahraga teratur serta memakan makanan rendah kalori untuk meningkatkan kualitas jantung. 

6. Gejala Menopause Tidaklah Sama Antara Wanita Satu dan Lainnya

Gejala umum menopause sebenarnya tidaklah sama. Setiap wanita mengalami fase yang berbeda. Ada wanita perokok yang sangat cepat memperoleh menopause, namun ada juga wanita peminum yang lambat menerima menopause. Itulah kenapa, diperlukan konsultasi mendalam dengan dokter untuk mengurangi efek sampingnya serta edukasi mendalam tentang apa itu menopause. 

7. Obat Hormon Tidak Selalu Baik Digunakan

Banyak obat dan terapi hormon yang diperbolehkan digunakan wanita menopause. Obat hormon ini berguna untuk mengurangi efek hot flashes serta kerapuhan tulang. Namun, dibalik manfaatnya, ada efek sampingnya bagi kesehatan. Sebaiknya kunjungi dokter sebelum memilih obat hormon yang sesuai. 

Bila ingin mengerti lebih lanjut tentang apa itu menopause, sudah sebaiknya dilakukan konsultasi secara privat dengan dokter yang berpengalaman. Mengetahui faktanya memudahkan anda untuk ambil langkah cepat mengurangi efek yang ditimbulkan.

Haid Setelah Nifas Apakah Berbeda?

Siklus menstruasi Anda telah berhenti selama 9 bulan kehamilan. Namun, bersiaplah menghadapi beberapa perubahan ketika Anda mendapatkan haid setelah nifas untuk yang pertama kalinya. Status menyusui Anda merupakan faktor terbesar yang memengaruhi kapan Anda akan mendapatkan haid setelah nifas pertama. Hal ini disebabkan karena prolactin, sebuah hormon yang bertanggung jawab akan produksi ASI dan menekan ovulasi. Wanita yang tidak menyusui biasanya akan memiliki haid setelah nifas pada 4 hingga 8 minggu setelah bayi dilahirkan. Sementara untuk ibu menyusui dan memberi anak formula, akan membutuhkan waktu sekitar beberapa minggu hingga bulan agar haid setelah nifas datang kembali. Merupakan hal yang sangat normal untuk tidak menstruasi selama 6 bulan atau lebih bagi para ibu menyusui. 

Tidak haid selama setahunbisa jadi gejala penyakit kronis

Pada saat haid setelah nifas terjadi, ada kemungkinan haid setelah nifas pertama akan berbeda dengan masa haid sebelum Anda hamil. Tubuh Anda mulai menyesuaikan diri dengan haid, dan Anda dapat mengalami beberapa jenis perbedaan berikut ini seperti kram yang dapat lebih kuat atau ringan dibandingkan dengan biasanya, gumpalan darah kecil, aliran haid yang lebih besar, aliran yang tampak tidak berhenti atau bermula, rasa nyeri yang semakin meningkat, dan panjang siklus yang tidak teratur. 

Haid setelah nifas pertama dapat pula lebih banyak dibandingkan dengan sebelum masa kehamilan. Dan juga dapat ditemani dengan kram yang lebih intens, yang disebabkan karena peningkatan jumlah lapisan rahim yang perlu dikikis. Saat siklus terus berlanjut, perubahan-perubahan yang dirasakan pada saat haid setelah nifas pertama akan berangsur-angsur berkurang. Dalam kasus yang langka, komplikasi seperti gangguan thyroid atau adenomiosis dapat menyebabkan pendarahan parah setelah kehamilan. Adenomyosis merupakan penebalan dinding rahim.

Di sisi lain, wanita yang memiliki endometriosis sebelum hamil akan memiliki haid setelah nifas yang lebih ringan. Haid yang ringan juga dapat disebabkan karena dua kondisi langka, yaitu sindrom Asherman dan sindrom Sheehan. Sindrom Asherman dapat menyebabkan jaringan parut di rahim, sementara sindrom Sheehan disebabkan karena kerusakan pada kelenjar pituitary, yang dapat diakibatkan oleh kehilangan darah parah. 

Haid setelah nifas yang sedikit menyakitkan dapat disebabkan karena kombinasi dari beberapa faktor, seperti meningkatnya intensitas kram rahim, hormon menyusui, dan rongga rahim yang berubah menjadi lebih besar setelah kehamilan, yang berarti ada lebih banyak lapisan rahim yang perlu dikikis pada masa haid. 

Yang perlu diperhatikan tentang haid setelah nifas

Apakah Anda melahirkan secara normal lewat vagina atau persalinan cesar, Anda bisa mengharapkan beberapa pendarahan dan cairan vagina setelah melahirkan bayi. Tubuh Anda akan terus mengikis darah dan jaringan yang melapisi rahim saat Anda hamil. Dalam beberapa minggu pertama, darah dapat lebih berat dan terlihat menggumpal. Setelah beberapa minggu berlangsung, darah akan diganti oleh cairan vagina yang disebut lochia. Lochia adalah cairan tubuh yang tampak bening atau berwarna putih krem hingga merah. Keluarnya cairan tersebut dapat terus menerus terjadi selama 6 minggu, di mana merupakan waktu yang tepat untuk haid setelah nifas pertama Anda apabila Anda tidak menyusui si kecil. Apabila cairan yang keluar memiliki tampilan seperti lochia, berhenti setelah beberapa waktu, dan Anda kemudian mengeluarkan darah dari vagina, hal ini dapat menjadi haid setelah nifas pertama Anda. Pada masa atau tahun postpartum pertama Anda, sangat normal haid setelah nifas memiliki waktu yang bervariasi, siklus yang tidak teratur, dan intensitas darah yang beragam. Hal ini khususnya akan terjadi apabila Anda menyusui anak.

Tips Cara Merawat Miss V dengan Benar

Vagina dikenal dengan nama miss V ataupun saluran kelahiran bagi mereka yang memiliki atau ingin memiliki anak. Kesehatan vagina sangat penting, sehingga Anda harus tahu cara merawat miss V. Vagina terhubung dengan serviks dan rahim. 

Ovarium, yang terletak di masing-masing sisi rahim, melepaskan sel telur pada orang-orang yang subur. Sel telur tersebut bergerak melewati tuba falopi ke rahim, di mana pada masa pembuahan, bertemu dengan sperma untuk ditanamkan di sepanjang dinding rahim.

 Apabila pembuahan tidak terjadi, menstruasi akan terjadi. Hingga sel telur berhasil dilepaskan, rahim akan terus membangun lapisan ekstra guna menyediakan lingkungan yang cocok untuk sel telur yang dibuahi. Namun, apabila sel telur tidak dibuahi, lapisan tersebut akan dikeluarkan oleh tubuh pada masa menstruasi hingga menopause atau pada faktor kondisi lain yang memengaruhi menstruasi. 

Setelah mengetahui anatomi dari vagina dan organ tubuh yang terhubung dengannya, Anda perlu memperhatikan dan melakukan beberapa cara merawat miss V agar tetap sehat. Beberapa tips tersebut di antaranya adalah:

  • Jangan semprot dengan air

Mungkin Anda tidak menyadarinya, akan tetapi menyemprot vagina dengan air merupakan tindakan yang menyehatkan. Lalu, bagaimana cara merawat miss V agar tetap bersih? Untungnya, vagina merupakan sebuah organ tubuh yang sehat luar biasa. Vagina mampu menjaga kebersihannya sendiri, dengan cara menyeimbangkan bakteri yang sehat dan level pH. Sehingga, penyemprotan miss V menggunakan air tidak diperlukan. 

Perlu Anda ketahui bahwa menyemprot miss V menggunakan air malah akan membunuh bakteri baik, yang mana dapat menyebabkan perubahan pH dan membuat Anda lebih rentan terkena infeksi. Mungkin Anda khawatir seputar bau vagina. Cara merawat miss V agar tidak memiliki bau yang tidak sedap adalah dengan mengubah makanan yang Anda konsumsi. Misalnya, buah nanas dapat membuat vagina berbau lebih manis, sementara asparagus memiliki efek yang sebaliknya. 

  • Jangan cukur bulu kemaluan

Sedikit merapikan bulu kemaluan untuk alasan estetika diperbolehkan. Namun, jangan cukur habis bulu kemaluan Anda karena bulu tersebut memiliki banyak manfaat, seperti melindungi daerah kewanitaan dari bakteri dan mencegah gangguan kesehatan yang disebabkan karena gesekan atau keringat. Dengan tidak mencukur bulu kemaluan, Anda akan terhindar dari rasa gatal saat rambut tumbuh kembali, bebas loka gores atau lecet, dan tidak ada rambut yang tumbuh ke dalam. 

  • Berhubungan seksual dengan aman

Salah satu cara merawat miss V yang terbaik adalah dengan melakukan hubungan seksual dengan aman, seperti menggunakan alat kontrasepsi. Dalam memilih kondom, hindari produk kondom yang mengandung spermicide, yang tidak sehat untuk vagina karena zat tersebut dapat membunuh bakteri baik di daerah kewanitaan Anda. Anda juga perlu memeriksakan diri dengan rutin guna memastikan tidak adanya penyakit menular seksual yang Anda derita. Buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual juga dapat mengurangi risiko terjangkitnya infeksi saluran kemih. 

  • Pakai pakaian yang “breathable

Pakaian atau kain yang “breathable” akan membuat vagina terasa lebih nyaman. Celana dalam yang terbuat dari bahan katun merupakan pilihan yang sangat baik. Katun memiliki sifat anti lembap yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Anda juga disarankan untuk mengganti pakaian yang basah sesegera mungkin guna mencegah pertumbuhan bakteri. 

Kesehatan vagina yang baik sangatlah penting. Untuk itu, lakukanlah beberapa tips cara merawat miss V di atas agar vagina Anda tetap sehat dan terhindar dari berbagai kondisi kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas di kemudian hari.

Punya Payudara Besar Sebelah? Mungkin Ini Penyebabnya

Sebagian besar wanita tentu ingin memiliki bentuk payudara yang normal. Payudara besar sebelah seringkali menurunkan kepercayaan diri seorang perempuan. Mungkin saja, ada kondisi tertentu di dalam tubuh Anda yang menyebabkan hal ini.

Biasanya, payudara besar sebelah dialami oleh wanita yang sedang melalui  masa menyusui. Tapi, ada juga perempuan yang merasakan hal ini, meskipun mereka sedang tidak menjalani masa menyusui. 

Hal-hal yang menyebabkan payudara besar sebelah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan payudara besar sebelah, salah satunya faktor medis. Berikut ini beberapa penyebabnya: 

  • Payudara hipoplastik

Saat mendengar namanya, Anda mungkin berpikir kondisi ini disebabkan oleh operasi payudara. Tapi, sebenarnya payudara hipoplastik merupakan kondisi medis yang ditandai dengan perbedaan ukuran payudara.

Terkadang, payudara hipolastik disebut juga dengan payudara terbelakang. Kondisi ini membuat payudara tampak kecil, tipis, memilliki jarak yang berjauhan, serta sangat tidak rata. Selain itu, bagian areola pada payudara Anda juga mungkin tampak sangat besar.

Seringkali, kondisi ini tidak bisa diidentifikasi penyebabnya. Namun, para ahli menduga faktor hormon menjadi salah satu unsur yang melatarbelakanginya.

  • Hipertrofi remaja

Sesuai namanya, kondisi ini lebih sering terjadi pada remaja di masa pubertas. Hipertrofi remaja adalah kondisi langka saat salah satu payudara tumbuh secara signifikan lebih besar daripada yang lain. 

Hingga kini, tidak diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan hipertrofi remaja. Namun, para ahli meyakini adanya pengaruh dari sensitivitas atau produksi hormon.

Kondisi ini biasanya terjadi dengan adanya pembesaran payudara yang ekstrem selama enam bulan. Kemudian, diikuti dengan periode berikutnya yang terus berkelanjutan. 

  • Hiperplasia Duktus Atipikal

Kondisi ini terjadi ketika terjadi pertumbuhan jaringan yang berlebihan di saluran susu payudara. Hiperplasia duktus atipikal bukanlah kanker, tetapi bisa meningkatkan resiko kanker di masa mendatang.

Dalam kondisi ini, ada lebih banyak sel yang melapisi saluran daripada biasanya. Selain itu, beberapa sel ini memiliki bentuk dan ukuran yang tidak beraturan.

Hal ini akan menyebabkan benjolan jinak pada payudara yang dapat mempengaruhi penampilan payudara Anda. 

  • Kehamilan

Payudara besar sebelah sulit dihindari bagi wanita yang telah menjalani masa kehamilan. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan hormon selama Anda mengandung, dimana hormon tersebut mempersiapkan payudara Anda untuk menyusui setelah bayi lahir nantinya.

Bahkan, dalam beberapa kondisi, payudara Anda mungkin tampak miring. Selama masa menyusui, ukuran payudara bisa berbeda-beda, terutama jika bayi lebih suka menyusu di salah satu sisi saja. 

Tetapi, selama bayi Anda mendapatkan asupan ASI yang cukup dan tumbuh dengan sehat, Anda tidak perlu mengkhawatirkan bentuk payudara yang tidak sempurna ini. 

Apakah ukuran payudara besar sebelah perlu dikhawatirkan?

Sebenarnya, Anda tidak perlu mencemaskan masalah ukuran payudara besar sebelah. Hal ini cukup umum terjadi dan normal, apalagi kalau dialami ketika Anda berada di tengah masa kehamilan dan menyusui.

Akan tetapi, apabila perbedaan ukuran payudara Anda cukup signifikan dan Anda sedang tidak hamil atau menyusui, mungkin Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter. Meskipun beberapa kondisi payudara tidak simetris tidak berbahaya, beberapa kondisi bisa meningkatkan resiko terkena kanker. 

Karena itu, Anda perlu memperhatikan kondisi payudara Anda setiap saat. Apabila terjadi perubahan secara tiba-tiba, Anda perlu menyampaikannya pada dokter Anda.

Apabila dokter menduga ada kondisi medis yang mendasari payudara besar sebelah, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan berupa mammogram, USG, atau biopsi payudara.