Pahami Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Gelisah

Gelisah adalah suatu kondisi di mana terdapat perasaan tegang dan tubuh tidak mampu untuk beristirahat atau berkonsentrasi dengan baik. 

Perasaan gelisah merupakan emosi yang normal terjadi. Tapi hal itu juga bisa terjadi jika Anda di bawah tekanan atau menggunakan obat-obatan. Meski begitu, ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gelisah. 

Gejala Gelisah

Gelisah memiliki gejala umum meliputi:

  • Perasaan tidak nyaman
  • Mudah tersinggung
  • Tidak sabar
  • Gugup
  • Keras kepala
  • Terlalu gembira atau bersemangat
  • Dapat bertindak dengan marah atau kasar pada saat yang bersamaan.

Penyebab Gelisah

Berikut adalah penyebab gelisah yang paling umum:

Skizofrenia

Anda mungkin tidak bisa mengendalikan emosi atau tindakan. Kondisi skizofrenia juga dapat membuat kita sulit mengetahui apa yang nyata dan tidak. Hal itu tentu saja bisa membuat masalah. 

Anda mungkin tidak bisa mengatur kegelisahan Anda. Oleh karena itu, penting untuk berbicara dengan dokter, saat mulai merasa tidak nyaman.

Gejala skizofrenia lainnya meliputi:

  • Kesulitan untuk menyelesaikan sesuatu
  • Memiliki masalah untuk mengingat dan berbicara
  • Berpikir tentang hal yang tidak masuk akal
  • Melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi).

Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar juga kerap disebut sebagai gangguan manik-depresif. Gangguan bipolar dapat menyebabkan perubahan yang kuat pada emosi dan tingkat energi Anda. Suasana hati Anda bisa berputar antara perasaan baik dan buruk, atau mengalaminya sekaligus.

Jika gangguan bipolar menyebabkan Anda menjadi gelisah, Anda mungkin juga mengalami:

Episode manik. Selama periode “naik” ini, Anda mengalami:

  • Banyak energi
  • Tidak ingin tidur atau istirahat
  • Berpikir dengan sangat cepat.

Episode depresi. Selama periode “down” ini, Anda mengalami:

  • Perubahan jumlah makanan yang dikonsumsi (terlalu banyak atau terlalu sedikit)
  • Sedikit energi
  • Pikiran untuk bunuh diri
  • Kesulitan tidur dalam jumlah yang tepat.

Dengan adanya manic dan depresi, hal-hal ini mungkin terjadi:

  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
  • Masalah narkoba atau alkohol
  • Melihat hal-hal yang seharusnya tidak ada (halusinasi).

Alzheimer dan Demensia

Alzheimer dan demensia adalah penurunan kemampuan berpikir, berperilaku, atau mengingat sesuatu. Anda mungkin merasa frustrasi dan tidak bisa mengendalikan perasaan Anda. Alzheimer dan demensia lebih sering terjadi pada orang tua, tapi hal tersebut bukan ciri khas penuaan.

Salah satu gejala utama demensia adalah hilang ingatan. Anda mungkin  juga tidak dapat melakukan berbagai hal untuk diri sendiri, seperti makan atau berpakaian.

Penyakit Alzheimer adalah penyebab demensia paling umum pada orang tua. Dan jika Anda merawat seseorang yang menderita Alzheimer, mereka mungkin sering terlihat gelisah. Anda harus mencari tahu apakah mereka juga memiliki:

  • Interaksi yang buruk dengan obat-obatan
  • Perasaan kesepian atau depresi
  • Sembelit
  • Rasa sakit
  • Sensitif terhadap suara atau keramaian
  • Kesulitan beradaptasi dengan perubahan.

Autisme

Anda mungkin merasa kesal jika mengalami kesulitan berkomunikasi. Hal tersebut bisa terjadi jika Anda memiliki gangguan spektrum autisme (ASD). Autisme adalah gangguan sensorik dan perilaku yang muncul saat masih muda. Autisme dapat membuat situasi sosial menjadi sulit. Anda mungkin merasa perlu mengulangi perilaku tertentu untuk menenangkan diri. Tapi itu mungkin tidak selalu berhasil dan hal ini bisa menimbulkan gelisah.

Gejala autisme lainnya termasuk:

  • Sensitif terhadap lampu, kebisingan, atau keramaian
  • Memiliki masalah saat bicara
  • Kesulitan melakukan kontak mata jika berkomunikasi dengan orang lain.

Stres

Hidup mungkin bisa terasa sulit. Dan wajar jika Anda merasa gelisah saat sedang stres. Stres bisa terjadi karena masalah di rumah, kantor, atau di sekolah. Terlalu banyak stres dapat memperburuk masalah kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Gejala umum stres mental lainnya termasuk:

  • Gelisah
  • Depresi
  • Lelah
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Kesulitan tidur

Hipotiroidisme

Gelisah juga merupakan gejala hipotiroidisme. Ketiga gelisah, tubuh tidak membuat cukup hormon tiroid. Tanpa bahan kimia ini, otak dan tubuh tidak akan bekerja terlalu cepat. Hal ini dapat terjadi jika Anda menjalani pengobatan radiasi, menjalani operasi tiroid, atau memiliki kondisi autoimun, seperti tiroiditis Hashimoto.

Gejala hipotiroidisme lainnya meliputi:

  • Kesulitan dalam mengingat
  • Sembelit
  • Depresi atau cemas
  • Lelah

Menstruasi

Perubahan hormon sebelum haid bisa membuat Anda merasa tegang dan gelisah. Tetapi Anda mungkin merasa kewalahan dan gelisah jika Anda memiliki gangguan disforik pramenstruasi (PMDD). Itu adalah bentuk sindrom pramenstruasi (PMS) yang lebih serius.

Beberapa gejala PMDD lainnya meliputi:

  • Menangis
  • Mudah lupa
  • Kelelahan yang parah
  • Masalah perut
  • Mengalami kesulitan di tempat kerja 

Pengobatan atau Penanganan Terhadap Gelisah

Cara menangani atau mengobati gelisah harus disesuaikan dengan penyebab gelisah itu sendiri. Berikut adalah cara pengobatan gelisah:

Skizofrenia

Untuk mengobati rasa gelisah, dokter bisa memberi:

  • Antipsikotik
  • Benzodiazepin
  • Terapi bicara

Jika tidak ada yang berhasil, Anda membutuhkan perawatan lebih lanjut, dan bisa jadi campuran dari hal berikut:

  • Dukungan pendidikan
  • Keterlibatan keluarga
  • Bantuan dari atasan Anda
  • Obat-obatan
  • Terapi

Gangguan Bipolar

Pengobatan yang disarankan adalah sebagai berikut:

  • Obat-obatan
  • Penstabil mood
  • Psikoterapi

Alzheimer dan Demensia

Untuk gelisah karena alzheimer dan demensia, Anda mungkin membutuhkan hal ini:

  • Lingkungan yang tenang
  • Akupuntur
  • Terapi perilaku kognitif
  • Konseling
  • Olahraga
  • Pijat tangan
  • Terapi musik

Autisme

Anda mungkin memerlukan pendekatan pribadi untuk mengobati gejala gelisah yang dialami. Dokter dapat memberi Anda:

  • Rencana penghilang stres
  • Terapi perilaku
  • Pengobatan

Stres

Pengobatan untuk meredakan stres mungkin akan meningkatkan suasana hati Anda. Anda mungkin bisa mencoba:

  • Olahraga
  • Tidur yang cukup
  • Mencoba teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam, yoga, atau mediasi.

Hipotiroidisme

Pengobatan dan penanganan untuk hipotiroidisme harus bisa meredakan kegelisahan Anda. Dokter akan memberi Anda obat untuk mengembalikan kadar hormon Anda kembali normal.

Menstruasi

Pengobatan untuk gelisah karena gejala PMDD termasuk:

  • Antidepresan
  • Olahraga
  • Manajemen stres
  • Suplemen vitamin, seperti B6 atau magnesium.

Pastikan sebelum Anda menggunakan obat atau memilih perawatan untuk meredakan atau mengobati gelisah, Anda telah melakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu.

Apakah Menangis Itu Baik? Ini 7 Manfaat Menangis!

Hampir semua orang pernah menangis, pun bayi yang baru lahir saja hadir dengan tangisan mereka. Namun, terkadang ketika kita dewasa menangis menjadi hal yang terkadang membuat kita jarang melakukannya. Bahkan bagi beberapa orang dewasa menangis sering kali mereka hindari. 

Namun, apakah menangis itu baik untuk kita? Apakah menangis memiliki manfaat tersendiri? Nah, berikut akan dijelaskan apakah menangis itu baik atau tidak untuk seseorang. Dan, apakah manfaat menangis ada? Ini penjelasannya!

Mengapa orang menangis?

Manusia menghasilkan tiga jenis air mata, yaitu:

  • Basal. Saluran air mata terus-menerus yang mengeluarkan air mata basal, yang merupakan cairan antibakteri kaya protein yang membantu menjaga kelembapan mata setiap kali seseorang berkedip. 
  • Refleks. Ini adalah air mata yang dipicu oleh iritan seperti angin, asap, atau bawang. Mereka dilepaskan untuk menghilangkan iritasi ini dan melindungi mata. 
  • Emosional. Manusia meneteskan air mata sebagai respon terhadap berbagai emosi. Air mata ini mengandung hormon stres yang lebih tinggi daripada jenis air mata lainnya. 

Ketika orang berbicara tentang menangis, itu biasanya mengacu pada air mata emosional. 

Apakah menangis baik untuk Anda?

Menangis dengan nyaring atau kencang terkadang bisa sesuai dengan yang diperintahkan dokter. Faktanya, beberapa psikolog bahkan menyarankan bahwa kita mungkin melakukan tindakan merugikan dengan tidak menangis secara teratur. 

“Menangis dapat mengaktifkan tubuh dengan cara yang sehat,” menurut Stephen Sideroff, Ph.D. psikologi klinis di UCLA dan director of the Raoul Wallenberg Institute of Ethics. Stephen pun mengatakan, “Menurunkan kewaspadaan dan pertahanan diri dan menangis adalah hal yang sangat positif dan sehat. Hal yang sama terjadi ketika Anda menonton film dan itu akan menyentuh Anda”. Hal ini jugalah yang membuat menangis memiliki manfaat. 

Manfaat menangis

Orang mungkin mencoba untuk menahan air mata jika mereka melihatnya sebagai tanda kelemahan, tetapi sains menunjukkan bahwa melakukan hal itu bisa berarti kehilangan berbagai manfaat. Peneliti telah menemukan bahwa manfaat menangis, meliputi:

  1. Efek menenangkan

Menenangkan diri adalah ketika orang:

  • Mengatur emosi mereka sendiri
  • Menenangkan diri
  • Mengurangi kesusahan mereka sendiri

Menangis mungkin memiliki efek langsung yang menenangkan diri pada orang-orang. Studi tersebut menjelaskan bagaimana menangis mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang membantu orang rileks. 

  1. Membantu meredakan nyeri

Penelitian telah menemukan bahwa selain menenangkan diri, meneteskan air mata emosional melepaskan oksitosin dan endorfin. Bahan kimia ini membuat orang merasa baik dan juga dapat meringankan rasa sakit fisik dan emosional. Dengan cara ini, menangis dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan rasa nyaman. 

  1. Meningkatkan mood

Menangis dapat membantu mengangkat semangat orang dan membuat mereka merasa lebih baik. Selain meredakan nyeri, oksitosin dan endorfin dapat membantu meningkatkan mood. Inilah sebabnya mengapa mereka sering dikenal sebagai bahan kimia yang membuat perasaan nyaman. 

  1. Melepaskan racun dan mengurangi stres

Saat manusia menangis sebagai respon terhadap stres, air mata mereka mengandung sejumlah hormon stres dan bahan kimia lainnya. Para peneliti percaya bahwa menangis dapat mengurangi kadar bahan kimia ini di dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat mengurangi stres. 

  1. Membantu tidur

Sebuah penelitian kecil pada tahun 2015 menemukan bahwa menangis dapat membantu bayi tidur nyenyak. Masih belum diteliti apakah menangis memiliki efek meningkatkan kualitas tidur orang dewasa. 

  1. Melawan bakteri

Menangis membantu membunuh bakteri dan menjaga kebersihan mata karena air mata mengandung cairan yang disebut lisozim. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa lisozim memiliki sifat antimikroba yang sangat kuat sehingga dapat membantu mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh agen bioterror, seperti antraks. 

  1. Meningkatkan visi

Air mata basal yang dilepaskan setiap kali seseorang berkedip, membantu menjaga kelembapan mata dan mencegah selaput lendir mengering. Seperti yang telah dijelaskan National Eye Institute, efek pelumas dari air mata basal membantu orang untuk melihat lebih jelas. Saat membran mengering, penglihatan bisa menjadi kabur. 

Jadi, menangis adalah respon manusia normal terhadap berbagai macam emosi yang memiliki sejumlah manfaat kesehatan dan sosial, termasuk pereda nyeri dan efek menenangkan diri. Namun, jika tangisan sering terjadi, tidak terkendali atau tanpa alasan bisa jadi hal tersebut tidak memiliki manfaat menangis. Sebaliknya hal tersebut bisa jadi pertanda Anda depresi. Jika demikian, segera bicarakan dengan dokter Anda.

5 Cara Mencegah Terjebak dari Sikap Rasis

Bertindak dan melakukan sikap rasis bisa dilakukan oleh siapapun. Anda pun mungkin kadang-kadang melakukan sikap rasis tanpa Anda sadari ketika memilih tidak berteman dengan seseorang atau menjauhi sekelompok tertentu karena merasa tidak ada yang keuntungan yang bisa diperoleh jika bergaul dengannya. 

Lama-kelamaan, sikap rasis yang terkesan sepele tersebut bisa membuat Anda terjebak dalam sikap rasis yang lebih parah. Nantinya Anda bisa dengan mudah mendiskriminasi orang lain atau berlaku buruk terhadap ras tertentu, tanpa menyadari tindakan tersebut salah. 

Karena itu, sedari awal lebih baik Anda mulai melakukan strategi agar tidak terjebak dalam sikap rasis tersebut. Berikut ini adalah beberapa tips dan cara yang dapat Anda lakukan guna tidak menjadi orang yang penuh dengan rasa dan sikap rasis. Bahkan dengan cara-cara ini, Anda juga bisa menekan rasisme yang terjadi di sekitar Anda. 

  1. Jangan Tertawa untuk Lelucon Rasis 

Awal mula sikap rasis bisa jadi muncul dari model bercanda yang mengarah pada ras tertentu. Dari candaan tersebut, muncul stigma terhadap orang-orang dengan ras tersebut yang lebih mengarah ke peremehan. Mulai sekarang, sebaiknya Anda tidak mengikuti bercandaan yang mengarah ke rasisme. Jika terpaksa harus bergabung dengan orang-orang yang sedang melakukan lelucon tersebut, jangan tertawa terhadap apa yang dilontarkan mereka sebab hal ini akan membuat lelucon tersebut terus digaungkan. Tunjukkan pada mereka bahwa Anda tidak menyukai lelucon rasis. 

  1. Keluar dari “Benteng”

Jangan hanya di rumah saja atau jangan terlalu nyaman bersenang-senang di kota Anda. Cobalah melangkahkan kaki untuk melakukan perjalanan jauh. Perjalananan akan membuat Anda menyadari bahwa ada banyak ras di berbagai tempat dan bagaimana sikap baik mereka memperlakukan Anda. Menyadari hal tersebut akan membuat Anda sadar bahwa bukan hanya Anda ataupun ras Anda yang baik dan bisa mendapatkan perlakuan layak di dunia. Ada banyak ras lain yang berhak mendapatkan kenyamanan dan kebaikan tersebut. 

  1. Stop Berasumsi 

Salah satu akar dari sikap rasis adalah asumsi yang berlebihan terhadap suatu kelompok tertentu. Asumsi tersebut sering kali tidak benar dan hanya muncul karena praduga yang tidak beralasan. Mulai sekarang jika menjumpai orang lain ataupun berinteraksi dengan orang lain, stop asumsi Anda! Asumsi hanya akan menggiring Anda ke pemikiran rasis sehingga Anda pun akan lebih melakukan tindakan-tindakan yang mengarah ke rasisme. 

  1. Berteman dengan Banyak Ras 

Berteman dengan banyak orang belum tentu baik. Berteman hanya dengan satu ras cenderung akan membuat Anda mudah memperlakukan orang lain dengan sikap rasis. Lebih baik, Anda mulai mencari teman-teman baru yang berbeda ras. Semakin banyak Anda memiliki teman yang berbeda ras, Anda akan semakin mengerti betapa majemuknya dunia ini. Dengan demikian, sikap rasis Anda pun akan luntur dengan sendirinya. 

  1. Jangan Mudah Percaya Media 

Beberapa gambaran di media baiknya tidak langsung Anda percayai, apalagi jika hal yang digambarkan cenderung mengarah ke ras tertentu. Sudah banyak peran media membuat sikap rasis terus eksis di dunia. Sebaiknya jika memperoleh gambaran akan ras tertentu di media, Anda mengecek ulang hal tersebut. Tidak ada salahnya Anda langsung bertanya kepada orang-orang atau teman Anda yang terkategori dalam ras tersebut mengenai benar tidaknya apa yang ditayangkan oleh media mengenai ras mereka. 

*** 

Sikap rasis tidak akan membuat diri Anda maupun dunia ini menjadi lebih baik. Justru dengan mencegah bersikap rasis, kondisi akan lebih damai dan pertikaian bisa diminimalkan. Karena itu, nyatakan peperangan dengan sikap rasis mulai sekarang, yuk!

4 Cara Buat Pasanganmu Menyesal karena Tak Dihargai

Biasanya urusan menghargai dan tidak menghargai ini selalu muncul dalam suatu hubungan asmara, terutama bagi mereka yang sedang pacaran. Kondisi ini bisa terjadi apabila sepasang kekasih ini sudah terbiasa dengan kelakuan masing-masing pihak yang membuat keduanya merasa tak dihargai dalam berbagai hal.

Pada dasarnya setiap orang berasumsi jika diri mereka harus melakukan apa saja agar dicintai pasangannya. Namun dalam kondisi ini tak sedikit pihak yang justru merasa sakit hati, tentu hal ini akan mengganggu mereka dan tak sedikit yang berpikir untuk membuat salah satu pihak menyesal karena tidak menghargai usaha yang telah dilakukan oleh pasangannya.

Cara Membuat Pasangan Menyesal

  1. Beri Respons Dingin

Ubah sikap menjadi lebih dingin jika merasa tak dihargai pasangan, biasanya hal ini dilakukan seseorang jika pasangan mereka melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Cara ini bisa dilakukan dengan mengabaikan beberapa hal seperti tidak membalas pesan dan tidak mengangkat telepon dari pasangan.

Tunggu sampai pasangan bertanya-tanya terkait apa yang sedang terjadi dan jelaskan secara baik-baik mengenai apa yang terjadi. Ungkapkan perasaan yang ada, katakan jika merasa tidak dihargai oleh pasangan dan tidak menyukai cara perlakuan mereka.

  1. Berhenti Melayani

Jika merasa tidak dihargai lagi oleh pasangan, berhenti melakukan hal-hal yang hanya akan dipandang sebelah mata oleh pasangan. Jangan lakukan hal-hal remeh, salah satunya ketika membalas pesan dan mengangkat telfon dari pasangan secara langsung tanpa memberi sedikit jeda bagi pasangan untuk menunggu.

Ketika kebiasaan sebelumnya yang sudah diketahui pasangan ternyata berubah drastis, mereka pasti akan bertanya-tanya mengapa kondisi tersebut bisa terjadi. Dari keadaan ini dapat dipastikan pasangan bisa berpikir bagaimana bisa mendapatkan hati pasangannya kembali, salah satunya menghargai usaha dan sikap pasangannya.

  1. Buat Batasan

Cara selanjutnya membuat pasangan menyesal karena tak menghargai kekasihnya adalah membuat batasan diri. Tepatnya ketika pasangan membutuhkan kehadiran sang kekasih untuk menemani, pastikan dalam keadaan ini bisa menjaga jarak. Atau pastikan diri berada dalam keadaan yang memungkinkan tidak bisa menemaninya.

Jika tak memberi batasan diri dan tetap mudah disuruh-suruh, mereka akan tetap meremehkan pasangannya. Untuk itu tentukan batasan diri terhadap kekasih seperti apa, karena tidak semua orang memiliki cara yang sama untuk membuat sadar pasangan mereka agar mau menghargai orang yang dikasihi dan mengubah sikap buruknya itu.

  1. Berkata Jujur

Lakukan cara ini jika sudah merasa lelah dengan sikap pasangan yang selalu tak menghargai kehadiran dan sikap kekasihnya. Apabila mereka tak menyadari bahwa apa yang diperbuat sangat menyakiti hati pasangannya, yang harus dilakukan adalah berkata jujur. Katakan sejujurnya kepada pasangan bahwa sudah tak sanggup lagi menahan sikap untuk bersabar.

Hal ini bisa menjadi peringatan keras bagi pasangan untuk segera berbenah dan tidak lagi meremehkan kekasih mereka. Namun apabila hal ini tidak terdampak apa-apa bagi mereka, langkah selanjutnya yang bisa diambil adalah introspeksi diri, bisa sendiri atau mengajak pasangan.

Tidak sedikit orang yang selalu berpikir keras untuk bisa berbuat baik kepada orang lain, terutama orang yang disayangi. Meskipun pada akhirnya usaha untuk membahagiakan mereka justru bertepuk sebelah tangan dan tak dihargai. Masalah ini tidak sepele karena banyak pasangan yang justru ingin mengakhiri hubungan asmara atau marah besar ketika merasa tidak dihargai pasangannya.

Alasan Anda Membutuhkan Dokter Psikologi di Jakarta Selatan

Hidup selalu memiliki tantangannya tersendiri bagi setiap orang. Baik itu kematian orang yang dicintai atau perasaan cemas yang luar biasa, penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa bantuan tersedia untuk setiap masalah yang dihadapi kehidupan. Lalu bagaimana Anda tahu bahwa Anda perlu menemui dokter psikologi? Cari tahu mengenai dokter psikologi yang praktek di Jakarta Selatan.

Meskipun dokter psikologi tidak dapat meresepkan obat dalam banyak kasus, mereka menyediakan layanan kesehatan mental penting lainnya. Dokter psikologi berlisensi dapat mendiagnosis kondisi psikologis, melakukan tes dan penilaian, melakukan psikoterapi, mengajarkan keterampilan koping, dan banyak lagi.

Mereka sering membantu orang dengan memberikan terapi bicara, yang ada banyak jenisnya. Jenis psikoterapi yang digunakan psikolog bergantung pada latar belakang dan pelatihan mereka, serta karakteristik unik dari kondisi Anda. Jenis psikoterapi meliputi perilaku, kognitif, perilaku kognitif, humanistik, psikodinamik, dan interpersonal.

Setiap wilayah memiliki dokter psikologi yang berbeda-beda dan tentu yang terlatih, baik Anda tinggal di Jakarta Selatan, Barat, Timur dan Utara sekalipun. Kenapa Anda membutuhkan dokter psikologi?

Psikolog dapat membantu orang dengan masalah psikologis seperti depresi atau kecemasan. Mereka mungkin juga bekerja untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan jangka pendek seperti stres karena kehilangan pekerjaan atau kesedihan setelah kematian orang yang dicintai. Para ahli kesehatan mental ini juga dapat bekerja dengan orang-orang yang memiliki kecanduan alkohol atau zat lain untuk mengembangkan strategi penanggulangan baru. Berikut beberapa alasan kenapa orang mungkin membutuhkan dokter psikologi:

  • Kehilangan 
  • Stres dan kecemasan
  • Depresi
  • Fobia
  • Masalah keluarga dan hubungan
  • Kebiasaan dan kecanduan yang tidak sehat
  • Kejernihan mental
  • Gangguan mental

Untuk Anda yang menetap di Jakarta Selatan, banyak pilihan dokter psikologi atau yang lebih dikenal sebagai psikolog dan psikiater. Namun sebenarnya, psikolog dan psikiater adalah dua peran yang berbeda.

Psikolog memiliki gelar doktor di bidang psikologi, studi tentang pikiran dan perilaku manusia. Mereka bukan dokter medis. Seorang psikolog dapat memiliki gelar PhD dalam bidang filsafat atau PsyD dalam psikologi klinis atau konseling. Biasanya, mereka melakukan magang 1-2 tahun. Tidak seperti psikiater, psikolog juga dilatih untuk memberikan tes psikologis (seperti tes IQ atau tes kepribadian).

Jika Anda tinggal di Jakarta Selatan dan membutuhkan pelayanan kesehatan dari dokter psikologi, baik untuk masalah mental atau tes IQ dan kepribadian, Anda bisa mencari tahu daftar dokter psikologi di Jakarta Selatan melalui SehatQ.

Kumpulan Fakta Tentang Duck Syndrome

Pernahkah Anda berpura-pura bahagia sedangkan sebenarnya Anda tengah memendam suatu atau beberapa masalah psikologis seperti kesedihan, gelisah, cemas, dan sebagainya? Jika pernah dan frekuensinya cukup sering, hati-hati, bisa saja Anda tengah mengalami duck syndrom.

Duck syndrome sendiri kurang lebih memiliki definisi suatu kondisi di mana seseorang menunjukkan sesuatu yang berkebalikan dengan keadaan sebenarnya. Misal dia tengah bersedih, tetapi menampilkan wajah gembira seakan-akan tidak terjadi apa-apa.

Duck syndrome sendiri diambil dari kondisi bebek yang terlihat tenang dari permukaan padahal di dalam air, kedua kakinya mengepak dengan kuat. Kondisi duck syndrome berkait erat dengan muda-mudi atau para remaja. Hal ini menjadi wajar karena tuntutan sosial membuat kelompok umur ini harus terlihat sempurna untuk dapat “diterima” oleh lingkungannya.

Kondisi psikologis ini cukup menarik untuk dibahas lebih lanjut. Berikut beberapa fakta tentang duck syndrome:

  • Ditemukan dan Dipakai Pertama Kali oleh Universitas Stanford

Istilah ini awalnya digunakan untuk menjelaskan kondisi yang dialami oleh banyak mahasiswa di Universitas Stanford, California, Amerika Serikat. Mereka kerap “tersenyum palsu” atas semua tuntutan akademik, sosial, maupun komunitasnya. Seakan-akan mereka dapat melewati itu dengan sempurna. Padahal sebagai mahasiswa yang berasal dari berbagai macam latar belakang, mereka harus berjuang sekuat tenaga untuk menjawab tuntutan-tuntutan itu.

  • Berkaitan dengan Depresi Klinis

Duck syndrome sebenarnya tidak termasuk ke dalam kelompok diagnosis kesehatan mental formal. Namun, orang dengan duck syndrome sering kali menunjukkan masalah-masalah depresi klinis lain, mulai dari kecemasan (anxiety) hingga penyakit mental lainnya.

  • Berkaitan dengan Identitas dan Harga Diri

Inti dari permasalahan duck syndrome terletak pada identitas diri dan harga diri. Banyak orang yang kesulitan untuk menyikapi stress tinggi di lingkungannya dikarenakan sulit menemukan teman bicara, atau bahkan merasa permasalahan yang dialami merupakan hal yang memalukan. Oleh karena itu, mereka menutupinya dengan ‘topeng baik-baik saja’.

  • Berkait Erat dengan Media Sosial

Penggunaan media sosial dapat memunculkan perasaan gengsi dan minder. Mayoritas pengguna medsos meng-update status atau memposting foto hal-hal yang membahagiakan dan membanggakan. Padahal, apa yang terlihat tidaklah selalu sesuai dengan yang dibayangkan. Akhirnya media sosial pun bisa menjadi tekanan untuk terlihat sempurna.

  • Faktor Risikonya Terbagi Dua

Ada dua faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengalami duck syndrome. Pertama risiko spesifik dan kedua risiko umum. Faktor spesifik berkaitan dengan hal-hal yang berada di luar dirinya (eksternal), semisal tuntutan dari orang tua, lingkungan, dan sebagainya. Sementara risiko umum yang berkaitan dengan diri mereka atau internal, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, yakni masalah-masalah kesehatan mental, termasuk depresi atau kecemasan.

  • Tidak Ada Tanda yang Jelas

Fakta ini berkaitan dengan fakta-fakta sebelumnya. Karena duck syndrome tidak termasuk kondisi medis formal, tiada kriteria diagnosa atau tanda-tanda yang jelas dan pasti untuk memeriksa kondisi ini, selain gambaran situasi seperti bebek tadi.

Dokter atau psikiater mungkin akan memulai pemeriksaan dari penilaian mengenai kondisi kesehatan mental secara menyeluruh. Tingkat kecemasan, depresi, dan penyakit mental lain akan dievaluasi untuk dapat mengatasi masalah ini.

  • Pengobatan

Untuk mengatasi kondisi duck syndrome, dokter atau psikiater mungkin akan menerapkan dua macam prosedur, yakni psikoterapi dan pengobatan medis. Mereka akan menyasar masalah-masalah mental yang ada di dalam diri pasien terlebih dahulu untuk mengatasi masalah ini.

  • Komplikasi

Jika penderita duck syndrome tidak mendapat penanganan, bukan tidak mungkin penyakit mental bawaan mereka akan semakin parah dan menimbulkan kondisi lanjutan. Dikatakan bahwa depresi dan kecemasan bisa menimbulkan masalah medis, masalah kesehatan mental lainnya, kecacatan, dan kematian dini.

Itulah beberapa fakta yang dapat diketahui mengenai fenomena duck syndrome. Akhirnya, pengakuan dan terbuka mengungkapkan perasaan yang tengah dialami menjadi faktor penting untuk dapat terhindar dari kondisi ini. Jangan lupakan juga kenyataan bahwa terlihat “sedang tidak baik-baik saja” terkadang perlu dilakukan oleh setiap orang untuk menjaga kewarasan mereka.

Jangan Anggap Sepele, Berikut 7 Manfaat Bermain Video Game Bagi Kesehatan

Banyak orangtua yang akan memarahi anaknya jika ketahuan bermain video game. Anak yang bermain game ini sering dikaitkan dengan sifat pemalas.

Padahal, di berbagai negara, bermain game bahkan bisa menjadi pekerjaan profesional yang bisa mendatangkan pundi-pundi uang. Menurut studi, ternyata bermain video game juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Benarkah?

Manfaat Bermain Video Game Bagi Kesehatan yang Perlu DIketahui

Bermain video game ternyata tidak hanya memberikan rasa senang bagi pemainnya. Namun ternyata juga memiliki dampak positif lain yang mungkin jarang diketahui oleh banyak orang. Apa saja? Berikut selengkapnya.

  1. Meningkatkan Kapasitas Memori

Menurut riset yang dilakukan tahun 2015 lalu, para peneliti dari University of California melakukan penelitian terhadap 69 partisipan. Sepertiga diminta untuk bermain game Super Mario 3D World selama 2 minggu, sepertiga lagi memainkan Angry Birds, dan sisanya tidak bermain apapun.

Ternyata, mereka yang bermain video game 3D memiliki pengingkatan memori saat menyelesaikan tugas. Terlihat bahwa game 3D dapat memberikan stimulasi pada otak. Sedangkan partisipan yang tidak bermain game apa-apa, tidak memiliki peningkatan memori.

  • Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis pada Anak

Ternyata, game action juga dapat membantu anak-anak untuk meningkatkan kemampuan  membaca dan menulis pada anak-anak. Hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 lalu. Menurut peneliti, anak yang bermain game action lebih cepat membaca.

Membaca sambil bermain video game lebih membuat anak nyaman dibanding melakukan terapi membaca dengan cara tradisional.

  • Menghilangkan Rasa Sakit

Pada penelitian tahun 2012 yang dilakukan terhadap 195 pasien terapi psikologis dan fisik, ditemukan bahwa para pasien tersebut mengaku rasa sakit yang dideritanya berkurang setelah melakukan terapi video game. Sebelumnya pada 2010 juga sudah dilakukan riset yang menemukan bahwa video game efektif mengurangi rasa sakit.

Bahkan game virtual reality (VR) disebut juga dapat mengurangi kecemasan pada penderita penyakit kronis.

  • Membuat Seseorang Lebih Pintar

Pada tahun 2013 lalu, sebuah riset menyebut bahwa orang yang aktif bermain Xbox dan PlayStation memiliki tingkat kognisi yang lebih baik. Bahkan pada jenis game apa saja, fungsi berpikir partisipan dicatat adanya peningkatan.

  • Mengurangi Trauma Psikologis

Pasti Anda semua sudah tahu mengenai game tetris. Nah, game legendaris ini ternyata juga dapat mengurangi rasa trauma pada pasien. Hal ini berdasarkan hasil penelitian tahun 2016 terhadap 37 pasien di rumah sakit. Pasien ini diminta untuk memainkan game Tetris selama 20 menit. Hasilnya, mereka yang bermain game Tetris ini dapat menekan angka trauma akibat kecelakaan yang dia main.

  • Meningkatkan Volume Otak

Game Super Mario 64 ternyata dapat meningkatkan ukuran otak yang berkaitan dengan kecerdasan spesial, keterampilan motorik halus, perencanaan strategis, hingga pembentukan memori.

Hasil tersebut dilihat dari 24 peserta yang diteliti. Peserta tersebut selama 2 bulan bermain game 30 menit sehari. Hasilnya, terdapat peningkatan materi abu-abu yang ada di daerah hippocampus kanan, otak kecil, dan korteks prefrontal kanan. Analisa otak ini dibandingkan dengan orang yang tidak bermain game. Menurut salah satu peneliti mengatakan bahwa video game dapat menstimulasi bagian otak tertentu.

  • Mengurangi Depresi dan Stress

Menurut studi, gamers yang hobi bermain video game ternyata dapat melampiaskan dtress dan depresi yang dialami dengan bermain game. Dari hasil studi tersebut bisa diambil hipotesis bahwa game tertentu dapat mengurangi tingkat stress bahkan depresi seseorang sehingga pikirannya lebih tenang setelah bermain game.

Ciri ciri Ekstrovert Yang Perlu Anda Ketahui

Kepribadian ekstrovert sangat nyaman berada di kelompok

Orang-orang ekstrovert sering digambarkan sebagai “jiwa” dari sebuah pesta. Sifat dan pribadi yang ramah serta penuh semangat membuat orang-orang di sekitar ekstrovert merasa tertarik. Ciri ciri ekstrovert yang lain adalah mereka kesulitan dalam mengalihkan perhatian dan akan berkembang berkat interaksi dengan orang lain. Pada tahun 1960an, seorang psikolog bernama Carl Jung pertama kali mendeskripsikan ekstrovert (istilah yang sekarang umum digunakan adalah ekstrovert) dan introvert saat membahas elemen kepribadian. Carl Jung mengklasifikasikan kedua kelompok tersebut berdasarkan di mana mereka mendapatkan sumber energi. Secara sederhana, Carl Jung menyatakan bahwa ekstrovert mendapatkan energi dari kerumunan dan interaksi dengan dunia luar di sekitarnya. Sementara itu, introvert lebih membutuhkan waktu seorang diri untuk mengembalikan tenaga. Introvert juga lebih pendiam, dan meskipun introvert dapat memiliki aktivitas sosial bersama banyak orang, pada akhirnya mereka akan membutuhkan waktu jauh dari orang lain untuk dapat mengisi ulang energi mereka sendiri. 

Ciri-ciri kepribadian orang ekstrovert

Carl Jung menemukan bahwa kebanyakan orang jatuh di antara spektrum antara introvert dan ekstrovert. Saat teori Carl Jung menjadi populer, penelitian menemukan bahwa ada alasan hormon dan genetik yang membuat seseorang menunjukkan ciri ciri ekstrovert dibandingkan dengan orang lain. Adapun beberapa ciri kepribadian yang menunjukkan seorang ekstrovert adalah:

  • Menyukai lingkungan sosial

Orang yang memiliki kepribadian ekstrovert lebih sering menjadi pusat perhatian saat mereka berada di lingkungan sosial, dan mereka menyukai perhatian tersebut. Orang ekstrovert dapat berkembang dalam situasi sosial, dan mereka mencari rangsangan sosial tersebut. Ekstrovert tidak akan takut dalam memperkenalkan diri mereka sendiri pada orang-orang yang baru dikenal, dan mereka jarang menghindari situasi yang tidak biasa karena alasan takut membuat kesalahan atau tidak mengenal seseorang. 

  • Tidak suka menyendiri dan tidak membutuhkan waktu untuk menyendiri

Ciri ciri ekstrovert lain adalah mereka tidak suka menyendiri. Berbeda dengan introvert yang perlu berdiam diri di rumah atau tempat sepi setelah bersosialisasi dengan teman kantor atau keluarga, seorang yang ekstrovert akan merasa menghabiskan waktu seorang diri dapat mengurangi energi mereka. Sederhananya, seorang ekstrovert akan “mengisi ulang” energi mereka dengan berada dan bersosialisasi dengan orang di sekitarnya. 

  • Anda berkembang saat berada di sekitar orang

Orang ekstrovert akan merasa nyaman apabila mereka berada di dalam kelompok yang besar. Mereka akan menjadi ujung tombak suatu acara atau olahraga kelompok. Tidak heran apabila orang ekstrovert akan jarang menolak undangan pesta, pernikahan, ataupun acara pertemuan lainnya. 

  • Berteman dengan banyak orang

Orang ekstrovert mudah membuat teman baru. Ini karena mereka merasa nyaman berada di sekitar orang dan merasakan energi dari orang lain. Mereka juga memiliki jaringan yang besar dan kenalan yang banyak. Saat mengajar hal-hal baru, karir, atau aktivitas baru, ekstrovert juga akan mengembangkan lingkaran sosial mereka. 

  • Lebih suka membicarakan masalah atau pertanyaan

Saat introvert lebih suka mengatasi masalah secara internal dan memikirkan jalan keluarnya sendiri, ekstrovert tidak keberatan untuk membicarakan masalahnya kepada khalayak publik guna mencari panduan. Mereka juga lebih mudah untuk mengekspresikan diri mereka secara terbuka dan membuat preferensi atau pilihan yang jelas. 

Apabila Anda merasa tidak memiliki semua ciri ciri ekstrovert di atas, Anda tidak sendiri. Faktanya, kebanyakan orang berada di tengah-tengah spektrum introvert dan ekstrovert. Hanya ada sedikit orang yang benar-benar ekstrovert atau introvert seutuhnya.