Manfaat Baby Push Walker untuk Perkembangan Anak

Tahukah kamu kalau penggunaan walker biasa tidak berdampak baik untuk perkembangan anak? Sebagai alternatif, kini kamu bisa membeli baby push walker untuk si Kecil.

Push walker atau push toys kini populer dan lebih direkomendasikan sebagai pengganti walker biasa. Sebab ia lebih efisien, aman, dan punya banyak manfaat untuk perkembangan anak.

Baby push walker dapat membantu bayi belajar berjalan

Bahkan, manfaatnya bukan sekedar membantu anak berjalan lho. Push toys juga bisa bantu perkembangan anak di antaranya:

  • Koordinasi bilateral
  • Perencanaan motorik
  • Koordinasi mata-tangan
  • Ekstensi pergelangan tangan
  • Pemindaian visual
  • Perhatian visual
  • Rotasi
  • Crossing midline

Untuk mengetahui manfaat selengkapnya, simak pembahasannya di bawah ini!

1. Bantu perkembangan motorik kasar anak

Alat ini dapat memberikan dukungan pada tubuh bayi yang belum mampu berdiri atau berjalan sendiri dan picu perkembangan motorik kasar.

Perkembangan motorik kasar ini melibatkan otot-otot besar tubuh, seperti yang ada di lengan, badan, dan kaki. Semakin lama bayi menghabiskan waktu untuk menggunakan otot-otot besar itu, maka semakin kuatlah mereka. 

Dengan begitu ia akan mulai mengembangkan kemampuan berdiri, berjalan, dan berputar dengan sendirinya. Selain itu mendorong push walker juga bisa membangun kekuatan, keseimbangan, dan kepercayaan diri si bayi.

2. Baby push walker bisa merangsang imajinasi

Siapa sangka, kalau alat bantu berjalan ini juga bisa merangsang daya imajinasi anak lho. Push toys yang didesain dengan berbagai macam bentuk dan warna bisa memicu daya imajinasi anak.

Seperti berbentuk mobil, motor, mesin penyedot debu, kereta bayi, dan lain-lain. Bermain dengan alat-alat ini juga dapat dimanfaatkan orang tua untuk bermain peran atau role play dengan anak.

3. Koordinasi yang baik

Push walker juga alat yang efektif dalam melatih keterampilan koordinasi dan keseimbangan pada anak. Mendorong mainan ini, anak butuh kemampuan koordinasi mata, kaki, tangan dengan baik.

Ini lebih sulit ketimbang merangkak atau berjalan sendiri. Mendorong mainan kesana kemari juga bisa sekaligus melatih keseimbangan si Kecil.

4. Melatih motorik halus

Push toys juga punya manfaat untuk perkembangan motorik halus anak. Dengan mainan ini, bayi belajar untuk memegang dan menggenggam dengan baik.

Hal ini akan membuat tangan dan genggaman anak semakin kuat dan menyempurnakan  gerakan tangan serta jari.

5. Baby push walker asah keterampilan spasial

Saat anak menggunakan alat ini lalu mendorongnya kesana kemari, secara tidak langsung ini akan mengasah kemampuan spasial mereka.

Keterampilan spasial ini membantu anak menentukan ke mana mereka harus pergi, berapa jauh harus pergi, hingga apa saja halangan yang harus mereka lewati.

Dari sini orang tua juga bisa sekaligus mengajarkan anak soal penunjuk arah. Seperti kanan, kiri, lurus, belok, dan lain-lain. 

6. Asah kemampuan berpikir

Berada di belakang “setir”, anak-anak tak hanya dirangsang untuk kembangkan keterampilan bergerak, mereka juga akan diasah untuk berpikir. 

Untuk bisa mendapatkan manfaat ini, kamu harus memilih jenis push walker yang dilengkapi fitur tambahan yang dapat merangsang daya pikir mereka.

7. Punya manfaat ganda

Selain bantu anak belajar berjalan, beberapa jenis push toys juga dilengkapi mainan lain yang terpasang di dalamnya.

Seperti permainan menyusun bentuk, mencocokkan gambar, dan permainan sensorik lainnya. Jadi mainan ini bisa sekaligus dijadikan media belajar.

Alat ini juga termasuk awet dan bisa dimainkan dalam waktu lama. Jadi tidak akan sia-sia meski anak sudah bisa berjalan karena mereka masih bisa memainkannya.
Itu dia beberapa manfaat baby push walker untuk perkembangan anak. Kalau merasa perlu,  orang tua juga bisa konsultasi dengan dokter tumbuh kembag anak terkait pemilihan jenis push toys terbaik untuk si Kecil.

Alasan Mengapa Baby Food Maker Penting Moms Miliki

Setiap Ibu punya cara masing-masing dalam menyiapkan asupan untuk buah hati. Asupan yang diberikan pun harus selalu diperhatikan dengan baik agar dapat mencukupi kebutuhan harian anak. Setelah bayi melewati masa ASI eksklusif di 6 bulan pertamanya, perlahan bayi mulai diperkenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI) untuk mengenalkannya pada tekstur makanan.

Bukan sembarangan, hal inilah yang juga sudah dikatakan oleh World Health Organization (WHO). WHO menyebut, pada usia sekitar 6 bulan kebutuhan bayi akan energi dan zat gizi sudah mulai semakin banyak, maka dari itu sudah mulai diperlukan makanan pendamping diluar ASI untuk terus memenuhi kebutuhan tersebut. 

Baby food maker memudahkan ibu dalam menyiapkan MPASI untuk bayi

Membuat MPASI yang pas untuk anak dapat dikatakan gampang-gampang sulit. MPASI harus dihaluskan, disaring teksturnya, dan disesuaikan dengan kemauan anak agar dapat dicerna dengan baik. Tak jarang para Ibu cukup bingung dan kewalahan dalam proses pembuatan MPASI. 

Lalu adakah solusi untuk menjawab permasalahan diatas? Ya, moms mungkin bisa coba menggunakan baby food maker untuk mengolah MPASI buat si kecil.

Apa itu baby food maker?

Baby food maker adalah alat yang sengaja dirancang khusus untuk mempermudah orang tua dalam mengolah makanan untuk bayi. Setiap baby food maker mempunyai manfaat berbeda-beda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta budget para Ibu, namun umumnya baby food maker memiliki manfaat berupa:

  • menghaluskan makanan padat bayi 
  • mengukus makanan (steam) dengan tidak menghilangkan kandungan nutrisi
  • mencairkan, menghangatkan makanan
  • kemampuan sterilisasi (beberapa)

Simpelnya, baby food maker dapat membuat proses pengolahan dan pembuatan MPASI menjadi lebih simpel dan mudah.

Mengapa baby food maker penting untuk dimiliki?

  1. Proses pembuatan MPASI menjadi praktis

Seperti fungsi utamanya, baby food maker dapat mempermudah proses penghalusan makanan padat menjadi makanan cair bertekstur untuk dengan baik. Proses pembuatan MPASI yang tadinya cukup memakan waktu kini  terpangkas saat menggunakan baby food maker karena akan menjadi lebih praktis.

  1. Semakin mudah untuk mengenalkan makanan pada bayi

Karena proses penghalusannya dibantu oleh penggunaan baby food maker, mengenalkan anak dengan berbagai macam makanan pun akan semakin mudah kedepannya. Buah, sayuran, hingga makanan padat lainnya akan lebih mudah diperkenalkan pada bayi karena teksturnya akan mudah dicerna oleh sang buah hati.

  1. Multifungsi

Seperti yang dijelaskan tadi, dalam satu jenis alat baby food maker biasanya sudah memiliki berbagai kemampuan. Jelas fungsinya utamanya adalah mempermudah proses pembuatan MPASI agar teksturnya lebih mudah diserap bayi dengan  cara menghaluskannya. 

Tapi diluar itu, baby food maker juga mampu mengukus makanan, mencairkan, hingga ada juga yang mempunyai kemampuan sterilisasi. Ini dapat dikatakan paket lengkap untuk peralatan sikecil.

  1. Investasi jangka panjang

Baby food maker memang tergolong mahal. Tapi jika dilihat kembali pada manfaat yang ditawarkan, tak ada salahnya untuk memasukkan baby food maker ke dalam list belanja kedepannya.

Jika dilihat dari fungsinya, tampaknya alat ini bukan hanya bisa digunakan untuk bayi lho,  moms.. Anggota keluarga dirumah pun juga dapat menggunakannya jika sewaktu-waktu ingin menghaluskan tekstur makanan atau menghangatkan makanan. Namun perlu diingat untuk hati-hati juga dalam menggunakannya, karena alat ini dirancang khusus untuk mengolah makanan pada bayi yang belum sekompleks makanan pada orang dewasa.

  1. Nutrisi lebih terjamin

Saat ini sudah banyak sekali MPASI instan yang dijual dipasaran dengan berbagai kandungan baik bagi anak yang dapat dijadikan pilihan. Namun bukankah lebih aman jika mengolah sendiri bahan makanan yang akan diberikan untuk sikecil? Lagi pula makanan yang diolah langsung memiliki nutrisi yang jauh lebih baik ketimbang MPASI instan.Itulah beberapa poin mengapa baby food maker penting untuk moms miliki. Penggunaan baby food maker memang tak wajib hukumnya, tapi apabila alat ini mampu mempermudah Ibu dalam menyiapkan asupan yang baik bagi anak, bukankah baby food maker terbilang penting untuk moms miliki?

Inilah Manfaat dari Yogurt untuk Bayi

Yoghurt merupakan produk olahan susu hasil fermentasi. Selain mengandung nutrisi yang sama dengan susu, yoghurt juga mengandung probiotik. Probiotik bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan saluran cerna. Yoghurt untuk bayi aman diberikan ketika bayi berusia 9 hingga 10 bulan. Saat ingin memberikan produk olahan susu ini, yoghurt yang aman untuk bayi adalah yoghurt tawar (plain) tanpa tambahan pemanis, kaya akan lemak, mengandung prebiotik, dan telah diproses dengan cara pasteurisasi.

Ada beberapa syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh orang tua ketika memberikan yoghurt untuk buah hatinya. Nah, berikut ini syarat agar yoghurt untuk bayi aman dikonsumsi.

  1. Pilihlah plain yoghurt

Jenis yoghurt harus tanpa rasa dan tambahan gula, alias plain yoghurt. Pada dasarnya, yoghurt telah mengandung gula alami dalam bentuk laktosa. Penambahan gula dalam yoghurt bisa saja memicu terjadinya kerusakan gigi dan obesitas pada bayi. Oleh sebab itu, Anda harus memeriksa ada atau tidaknya kandungan gula tambahan pada komposisi nilai gizi. Informasi ini umumnya tertera pada kemasan.

  1. Gunakan pemanis alami

Sebagai tambahan pemanis pada yoghurt untuk bayi, Anda dapat menambahkan buah yang telah dihaluskan. Namun, jika bayi sudah terbiasa melahap makanan padat, tambahkanlah potongan buah atau sayuran yang lunak dalam sajian yoghurt.

  1. Awasi penggunaan madu

Madu sebagai pemanis yoghurt untuk bayi tidak boleh diberikan. Hindari memberi madu sebagai pemanis bila bayi berusia di bawah 1 tahun. Pasalnya, madu mengandung bakteri yang bisa menyebabkan botulisme.

  1. Jangan memberikan yoghurt tanpa lemak

Berikan yoghurt untuk bayi kaya lemak untuk membantu pertumbuhan. Pada bayi berusia di bawah 2 tahun, hindari memberikan yoghurt tanpa lemak. Pasalnya, bayi membutuhkan kalori dan lemak dalam susu untuk pertumbuhannya.

  1. Pastikan yoghurt memenuhi syarat berikut

Pastikan bahwa yoghurt yang aman untuk bayi telah melalui proses pasteurisasi, terbuat dari susu murni, dan mengandung probiotik. Sebelum memberikan yoghurt, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Langkah ini akan membantu Anda untuk mengetahui apakah Si Kecil memiliki alergi susu atau alergi makanan tertentu. Dengan ini, pemberian yoghurt untuk bayi bisa dilakukan dengan aman dan manfaatnya bisa didapat secara optimal.

Manfaat yogurt untuk bayi

Yoghurt mengandung beragam nutrisi penting yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Protein, vitamin, kalsium, lemak, dan probiotik yang ada di dalamnya berguna pula dalam menunjang kesehatan bayi. Berikut ini manfaat dari pemberian yogurt untuk bayi.

  1. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Probiotik (bakteri baik) dalam yoghurt dapat memperlancar fungsi sistem pencernaan bayi dengan meningkatkan kesehatannya. Contoh bakteri baik ini adalah Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium lactis. Lactobacillus acidophilus bisa membantu dalam mengurangi gejala intoleransi laktosa. Sementara Bifidobacterium lactis dapat mencegah sembelit dan menurunkan frekuensi serangan irritable bowel syndrome (IBS). Tak hanya itu, yoghurt yang mengandung bakteri Streptococcus thermophilus juga mampu mengurangi rasa kembung dan kram perut yang mungkin dirasakan oleh bayi.

  1. Meredakan diare

Suatu penelitian dalam Nutrition Research Journal menunjukkan bahwa yoghurt dapat mengurangi gejala dan durasi diare pada bayi. Manfaat yoghurt untuk bayi ini muncul karena yoghurt dapat memelihara bakteri baik di saluran pencernaan sehingga mampu mengurangi infeksi bakteri dan frekuensi diare.

  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Probiotik dan asam laktat dalam yoghurt dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi secara keseluruhan. Kandungan vitamin A dan D di dalamnya juga mampu menjaga sistem imun bayi. 

  1. Mengoptimalkan kesehatan tulang

Yoghurt kaya akan nutrisi yang baik untuk tulang, seperti kalsium, protein, fosfor, magnesium, dan vitamin D. Protein pengikat zat besi dan laktoferin dalam yoghurt juga mampu meningkatkan aktivitas sel osteoblas yang membangun tulang dan mengurangi aktivitas sel osteoklas yang berfungsi melerai tulang.

  1. Membantu dalam mengatasi insomnia

Sebagian bayi sulit tidur di malam hari. jadi, untuk mengatasi kondisi ini, vitamin B kompleks dan tripofin dalam yoghurt mungkin dapat membantu. Vitamin B kompleks dan tripofin akan merangsang produksi serotonin, yaitu neurotransmiter yang mengendalikan pola tidur. Selain itu, kandungan magnesium dalam fermentasi susu ini pun memiliki efek menenangkan sehingga bisa memicu bayi untuk tidur.Itulah alasan kenapa yoghurt untuk bayi baik dan aman. Meski begitu, pemberian yoghurt ini harus disesuaikan dengan usia bayi. Sebelumnya pun harus didiskusikan dengan dokter agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Jadi Tren untuk Berdiet, Apa Manfaat Mie Shirataki?

Akhir-akhir ini, mengonsumsi mie shirataki sudah menjadi suatu tren baru. Tren ini secara khusus ada pada kalangan masyarakat yang ingin melakukan diet sehat guna menurunkan berat badan.

Dibandingkan dengan mie lainnya, jenis mie yang satu ini memang kaya akan serat. Secara khusus, serat ini disebut glukomanan, yaitu serat yang ada pada tanaman konjak. 

Adanya serat ini membuat mie shirataki menjadi lebih rendah kalori sekaligus mengendalikan berat badan. Karena itu, mie ini sangat cocok dikonsumsi bagi Anda yang ingin menjalani program diet. 

Manfaat mengonsumsi mie shirataki

Ada banyak manfaat yang bisa Anda rasakan dengan mengonsumsi jenis mie yang satu ini. Berikut manfaat-manfaat tersebut: 

  • Menurunkan berat badan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jenis mie ini rendah akan kalori. Selain itu, mie ini juga rendah akan karbohidrat dan gluten. Jadi, mie ini bisa mengendalikan berat badan Anda. 

Selain itu, serat glukomanan juga bisa bekerja seperti serat pada umumnya, yaitu memberikan rasa kenyang yang lebih cepat dan tahan lama. Dengan begitu, Anda bisa lebih mengendalikan nafsu makan Anda. 

Otomatis, jumlah makanan yang Anda konsumsi akan menurun. Hal ini tentunya akan berdampak juga pada penurunan berat badan Anda. 

  • Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Manfaat lainnya dari mengonsumsi mie jenis ini adalah menjaga sistem pencernaan tetap lancar. Serat dikenal sebagai nutrisi yang sangat baik untuk memperlancar sistem pencernaan Anda.

Glukomanan dalam mie shirataki bisa berkontribusi dalam memastikan hal ini. Serat ini termasuk sebagai jenis serat yang larut yang berperan sebagai probiotik.

Probiotik adalah kandungan yang diperlukan oleh sistem pencernaan Anda guna mendorong pertumbuhan bakteri sehat di usus besar.

  • Mengontrol diabetes

Tahukah Anda bahwa kandungan di dalam shirataki juga bisa membantu untuk mengontrol kadar gula darah? Hal ini tentu menjadi dampak yang positif bagi penderita diabetes. 

Penelitian telah membuktikan bahwa serat dalam shirataki bekerja efektif untuk menurunkan kadar gula darah serta resistensi insulin. Selain itu, tekstur serat yang kental akan membantu menunda proses pengosongan perut.

Saat perut dikosongkan dalam waktu yang lebih lama, aliran darah Anda pun tidak akan menyerap gula dengan terlalu cepat. Sehingga, Anda akan terhindar dari lonjakan kadar gula darah yang membahayakan. 

Risiko efek samping mie shirataki

Meskipun memberikan banyak manfaat, terkadang shirataki juga bisa menimbulkan efek samping negatif. Tapi, Anda tidak perlu khawatir, karena efek samping ini cukup jarang terjadi. Berikut ini efek samping tersebut: 

  • Gangguan pencernaan ringan

Pada beberapa orang, konsumsi shirataki memicu gangguan pencernaan ringan. Contohnya seperti tinja yang encer serta gejala perut kembung. Tapi, ini sangat jarang terjadi dan mudah diobati.

  • Pembengkakan tenggorokan

Bagi sebagian orang, serat glukomanan bisa menyebabkan pembengkakan pada tenggorokan. Secara khusus, ini terjadi apabila shirataki dikonsumsi tepat sebelum tidur.

Tapi Anda tidak perlu khawatir, karena efek samping ini lebih mungkin terjadi apabila glukomanan dikonsumsi melalui suplemen tablet khusus. Bila dikonsumsi melalui mie shirataki, maka risikonya cenderung kecil.

Perhatikan hal-hal di atas ketika mengonsumsi shirataki. Semua efek samping tidak terlalu serius dan bisa diobati dengan mudah.

Anda akan lebih banyak merasakan manfaat mengonsumsi shirataki dibandingkan dengan risiko efek sampingnya. Konsumsilah dengan cara serta kadar yang tepat.

Kenali Penyebab Bayi Gumoh dan Cara Mengatasinya

Hampir setiap bayi pernah mengeluarkan susu yang telah diminum secara tiba-tiba. Kondisi ini disebut dengan gumoh dan terkadang membuat orang tua panik akan kesehatan sang buah hati. Jika terlalu sering mengalami gumoh, orang tua harus mengetahui secara pasti apa saja penyebab bayi gumoh.

Namun, pada umumnya kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan karena tidak membahayakan. Untuk membuat orang tua lebih tenang, kenali hal-hal yang mendasarinya.

Penyebab Bayi Gumoh

Gumoh dalam istilah medis disebut dengan gastroesophageal reflux atau refluks. Gumoh lebih sering dialami oleh bayi usia di bawah 5 bulan yang mendapatkan sumber makanannya masih dari ASI atau susu formula saja.

Pada bayi usia di bawah 5 bulan, kerongkongannya belum berkembang sepenuhnya. Cincin otot yang terdapat pada ujung atas perut belum mampu menutup dengan benar. Ketika bayi menerima makanan berupa air susu, hal ini dapat menyebabkan makanannya naik kembali ke atas dam menjadikan bayi mengalami gumoh.  Penyebab bayi gumoh lainnya adalah ketika terlalu banyak minum susu atau menelan udara saat menyusu. 

Namun, para orang tua tidak perlu khawatir karena intensitas gumoh akan berkurang seiring bertambahnya usia si kecil. Umumnya, gumoh akan berhenti ketika bayi sudah diberi makanan pendamping ASI atau disebut juga MPASI, yakni sekitar usia 6 bulan hingga 1 tahun.

Cara Mengatasi saat Bayi Mengalami Gumoh

Gumoh umumnya tidak membutuhkan penanganan khusus dan setiap bayi memiliki intensitas gumoh yang berbeda-beda. Jika sang buah hati mengalami gumoh terlalu sering, Anda dapat mengatasinya dengan beberapa tips berikut.

  • Posisi bayi saat menyusu atau makan

Posisi yang paling tepat saat bayi menyusu atau makan adalah posisi tubuh yang lebih tegak. Waktu yang ideal untuk mempertahankan posisi ini adalah sekitar 20 hingga 30 menit setelah pemberian makan atau susu sehingga susu atau makanan dapat lebih cepat turun ke saluran pencernaan.

  • Porsi susu dan makan

Segala yang berlebihan tidak baik, termasuk dengan berlebihan saat menyusui bayi. Jika si kecil sudah kenyang, jangan paksa ia untuk terus menyusu. Cara memberikan susu yang lebih baik adalah dengan jumlah sedikit, namun dengan frekuensi yang lebih sering.

Orang tua juga perlu memperhatikan jadwal menyusui bayi secara teratur. Pastikan bayi menyusu di waktu yang tepat. Selain itu, jangan biarkan bayi terlalu lapar karena dapat menyebabkan usaha bayi lebih keras saat menghisap ASI sehingga makin banyak udara masuk saat menyusu.

  • Jeda setelah menyusui

Jangan langsung ajak bayi bermain setelah memberinya susu atau makan. Anda dapat memberikan jeda terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya gumoh. Perhatikan juga pakaian yang digunakan bayi, pastikan pakaian dan popoknya tidak terlalu ketat.

  • Usahakan bayi untuk sendawa

Gumoh bisa terjadi karena bayi menelan udara terlalu banyak saat menyusui. Dengan sendawa, bayi bisa mengeluarkan udara pada perutnya sehingga dapat menghindari terjadinya gumoh.

Pastikan bayi sendawa dengan cara yang benar, yaitu posisikan dada dan perut bayi bersandar di dada dan pundak Anda. Kemudian, usap punggungnya dengan perlahan hingga bersendawa.

  • Hindari posisi tidur tengkurap

Jika bayi sering gumoh saat tidur, Anda dapat memposisikan kepalanya lebih tinggi ketika ia tidur. Namun, perlu diperhatikan bahwa jangan menggunakan bantal untuk mengganjal kepalanya. Anda bisa menggunakan ganjalan seperti kain atau busa di bawah kasur pada bagian kepala bayi.

Bayi mengalami gumoh pada dasarnya bukanlah kondisi yang mengkhawatirkan. Namun jika bayi mengalami gumoh disertai dengan gejala lain seperti sulit bernafas, lemas, muntah berwarna kuning, dan sebagainya, Anda perlu mencurigai hal ini. Segera konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui penyebab bayi gumoh secara pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Bayi Sering Bersin Pertanda Terkena Pilek? Kenali Gejalanya

Pilek adalah virus yang dapat menyerang bayi baru lahir. Sangat penting untuk melindungi bayi dan anak kecil dari pilek karena dapat membuat mereka sangat sakit hingga kehilangan berat badan karena kesehatannya terganggu. Salah satu tanda yang mengindikasi adalah ketika bayi sering bersin.

Pilek menyebar dengan mudah dari orang ke orang. Ketika seseorang dengan pilek batuk, bersin atau berbicara, virus menyebar melalui udara. Bayi Anda dapat terinfeksi pilek jika dia menghirup virus atau menyentuh sesuatu (seperti mainan) yang mengandung virus pilek di atasnya dan kemudian menyentuh hidung, mata atau mulutnya.

Orang dengan pilek mungkin dapat menulari orang lain dari 1 hari sebelum mereka sakit hingga 5 sampai 7 hari setelahnya. Orang yang sangat sakit pilek atau anak kecil mungkin dapat menularkan pilek lebih lama, terutama jika mereka masih memiliki gejala. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui beberapa gejala pilek berikut ini, salah satunya bayi sering bersin.

1. Bayi rewel

Bayi rewel mungkin hal yang wajar. Namun, jika tangisannya tak kunjung berhenti hingga mengganggunya tidur, sebaiknya Anda mulai waspada. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda si kecil mengalami gangguan pernapasan dan membuat jalur napasnya terhambat. Perhatikan beberapa gejala lain, untuk memastikan bahwa tangisannya bukanlah hal yang normal, melainkan adanya indikasi penyakit lainnya.

2. Menolak ASI

Bayi yang terkena pilek, umumnya tidak mau menerima ASI. Ketika mereka meminum ASI, maka saluran pernapasannya yang hanya berasal dari mulut menjadi terhambat, karena hidungnya tersumbat. Oleh karena itu, ia menjadi sangat rewel karena kesulitan bernapas. Maka Anda harus waspada jika si kecil tak kunjung mau menerima ASI secara langsung maupun melalui botol selama berhari-hari.

3. Bayi sering bersin

Bersin adalah kondisi wajar yang bisa dialami oleh orang dewasa maupun bayi. Bersih merupakan salah satu cara tubuh membersihkan kotoran yang menempel pada hidung agar pernapasan lebih lancar. Namun, pada saat bayi sering bersin dalam waktu berdekatan dan diikuti dengan tangisan, sebaiknya ibu mulai waspada. Ini bisa menjadi salah satu tanda si kecil terkena pilek.

4. Susah tidur

Selain tidak mau menerima ASI, biasanya bayi yang terkena pilek akan mengalami kesulitan tidur. Hal ini terjadi karena saluran pernapasannya menjadi terhambat akibat lendir yang tidak dapat keluar. Anda sebaiknya memberikan bantalan lebih tinggi pada area kepala bayi, supaya jalur napasnya lebih leluasa.

5. Demam tinggi

Gejala pilek yang cukup membuat Anda harus khawatir adalah suhu tubuh anak yang mulai panas hingga 39 derajat celcius. Suhu tersebut tidak hanya mengganggunya tidur, tetapi si kecil akan merasa sangat lemas hingga memengaruhi sistem kekebalan tubuhnya. Oleh karena itu, jika sudah seperti ini, penting bagi ibu untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (juga disebut CDC) dan American Academy of Pediatrics (juga disebut AAP) merekomendasikan bahwa setiap orang yang berusia 6 bulan ke atas wajib mendapatkan vaksin influenza setiap tahun. Vaksin merupakan salah satu cara terbaik untuk melindungi anak dari pilek.

Anda juga dapat menggunakan semprotan hidung untuk menyedot ingus bayi. Cara ini adalah langkah terbaik untuk meringankan hidung tersumbat dan membuat si kecil bisa beristirahat dengan napas yang lega dan mau makan kembali. Bayi sering bersin saat pilek, sebenarnya juga menjadi salah satu cara alami tubuh mengeluarkan lendir yang ada pada hidungnya.

7 Kesalahan Cara Menidurkan Bayi yang Mesti Dihindari

Stres karena bayi terus menolak tidur sepanjang malam? Di satu sisi, Anda takut tumbuh kembang bayi terganggu karena kurang tidur. Di sisi lain, Anda merasa sangat lelah karena ketika bayi belum tidur, artinya belum ada pula waktu istirahat bagi Anda. 

Bisa jadi, bayi tidak mau tidur karena cara menidurkan bayi yang Anda lakukan salah. Beberapa cara menidurkan bayi memang terkesan efektif, namun pada kenyataannya akan berisiko untuk kesehatan dan kebiasaan tidur bayi ke depannya. 

Berikut ini adalah beberapa kesalahan cara menidurkan bayi yang umum dilakukan oleh orang tua. Jangan khawatir, Anda bisa memperbaikinya secepatnya agar bayi bisa tertidur lebih lelap dan aman. 

  1. Menghalangi Tidur Siang 

Siapa yang pernah memaksa bayinya untuk tidak tidur siang karena takut dia akan terjaga pada malam hari? Jangan berpikir bahwa menghalangi bayi tidur siang akan membuatnya lebih lelap pada malam hari. Kenyataannya, bayi-bayi memang tetap membutuhkan waktu tidur siang selain tidur malam. Bayi baru lahir sampai usia 6 bulan bahkan rata-rata menghabiskan waktu tidur siang antara 6-8 jam. Menghalangi tidur siang sama saja merebut hak untuk tumbuh kembangnya secara optimal. 

  1. Membiarkan Bayi Terlalu Lelah 

Anda mungkin berpikiran mengajak bayi terus bermain di siang hari adalah cara menidurkan bayi yang efektif. Ini akan membuatnya lelah dan memilih tidur lebih cepat pada malam hari. Kenyataannya, kondisi tubuh bayi yang terlalu lelah justru akan menyulitkan untuk tertidur malam. Walaupun bisa tidur lebih cepat, bayi pun akan lekas terbangun dan lebih rewel karena merasa tubuhnya pegal dan tidak nyaman. Anda mau mengalami hal seperti itu? 

  1. Menyusui Sampai Tertidur 

Memang mudah membuat bayi terlelap dengan cara menyusuinya. Namun, cara menidurkan bayi seperti ini berisiko besar. Menyusui bayi sampai tertidur bisa membuat perutnya kembung ataupun mengalami masalah pencernaan lain. Sebaiknya, Anda hanya menyusui bayi sampai mengantuk, kemudian tinggal menepuk-menepuk atau menimangnya sebentar hingga bisa tertidur. 

  1. Memakaikan Selimut dan Pakaian Tebal 

Kerap kali sebagai orang tua, rasa khawatir berlebihan muncul. Ini termasuk rasa cemas bayi merasa kedinginan dan mudah masuk angin. Anda pun berinisiatif memakaikan selimut dan pakaian tebal agar bayi merasa hangat dan mudah tertidur. Tapi percayalah, cara menidurkan bayi ini akan gagal. Selimut dan pakaian tebal saat tidur hanya membuat bayi merasa tidak nyaman dan berisiko ke gangguan pernapasan. 

  1. Membuat Tidur dengan Duduk di Mobil 

Mengajak bayi berjalan-jalan dengan mobil memang menjadi cara menidurkan bayi yang efektif. Namun, cara menidurkan bayi ini juga berisiko besar. Ketika tidur di mobil, posisi bayi cenderung duduk. Ini menimbulkan risiko kesulitan bernapas apabila posisi kepala bayi menunduk terlalu dalam dan menghalangi dadanya. Bahkan tidur dengan posisi duduk pada bayi menjadi salah satu risiko penyebab kematian mendadak. Jadi, lebih baik hindari cara ini!

  1. Tidak Konsisten Menerapkan Waktu Tidur 

Bisa jadi bayi menjadi sulit untuk tidur karena kebiasaan Anda yang menidurkannya secara tidak konsisten. Di suatu waktu, Anda akan berusaha menidurkannya pukul 7—8 malam. Namun di sisi lain, ada bisa jadi suka membawanya berjalan-jalan malam dan menemani Anda berkegiatan sampai waktu tidurnya menjadi larut. Jika sudah begini, bayi pun menjadi bingung waktu tidurnya dan menjadi lebih sulit untuk terlelap. 

  1. Memasang Musik Sepanjang Malam 

Musik pengantar tidur yang lembut memang ampuh menjadi cara menidurkan bayi. Namun salah jika Anda membiarkan musik terus menyala sepanjang malam. Hal ini bisa membuat bayi mengalami gangguan pendengaran dan keterlambatan bicara di kemudian hari. Segera matikan musik yang Anda pasang jika bayi sudah benar-benar terlelap. 

Cara menidurkan bayi memang banyak. Namun, pilihlah cara yang tepat. Cara yang salah hanya akan membuat Anda menyesal dan kesusahan di kemudian hari.

Kapan Bayi Bisa Melihat Secara Jelas? Inilah Tahapan Penglihatannya!

Indera penglihatan merupakan salah satu indera yang penting. Tidak heran jika sebagian orang tua penasaran, apakah bayi yang baru lahir sudah bisa melihat dengan baik atau tidak? Jawabannya adalah iya, namun bayi biasanya belum bisa melihat dengan jelas, khususnya objek yang jauh darinya. Lalu, kapan bayi bisa melihat sekelilingnya secara jelas?

Tidak seperti indera pendengarannya yang sudah matang sepenuhnya saat usianya satu bulan. Indera penglihatan bayi membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa melihat sekitarnya dengan jelas.

Mengenai kapan bayi melihat secara jelas, si kecil harus melewati beberapa tahapan perkembangan agar penglihatannya menjadi lebih sempurna. Tahapan perkembangan mata bayi hingga bisa melihat dengan jelas, dapat dilihat berdasarkan perkembangan sesuai dengan usianya.

1. Baru lahir hingga usia 1 bulan

Bayi baru lahir tidak dapat melihat sesuatu yang jauh. Bayi bisa melihat objek dengan dengan jarak 20-40 cm (kurang lebih satu jengkal orang dewasa). Pada usia ini, bayi lebih senang melihat warna yang kontras, atau warna-warna dengan memiliki perbedaan yang mencolok. 

Bayi yang baru lahir juga memiliki bola mata yang belum bisa fokus secara bersamaan. Saat diperlihatkan satu benda yang bergerak di depan matanya, bola matanya tidak bisa bersamaan mengikuti gerakan benda. Kemampuan mata bayi untuk fokus akan lebih baik saat usianya 1-2 bulan.

2. Usia 2 – 4 bulan

Di rentang usia ini, bayi biasanya sudah mulai jelas melihat perbedaan warna. Bayi mungkin sudah senang melihat benda berwarna primer, seperti merah, biru, atau kuning, dan benda dengan desain atau detail yang lebih rumit. Di saat ini, orang tua boleh menunjukkan mainan, buku, atau gambar yang berwarna terang.

Ketika usianya 4 bulan, bayi sudah bisa memperkirakan jarak. Didukung dengan  kemampuan motorik lengannya, bayi akan lebih mudah menjangkau objek yang dilihatnya.

3. Usia 5 bulan

Memasuki usia 5 bulan, kemampuan bayi untuk mengenali objek-objek yang kecil dan benda-benda yang bergerak sudah semakin membaik. Pada usia ini, Si Kecil mungkin akan suka bermain, karena ia sudah bisa mengenali objek walau hanya pernah melihat sedikit detail dari objek tersebut.

Pemahamannya mengenai warna juga sudah mulai membaik. Bayi sudah bisa membedakan warna-warna yang berani dan mulai membedakan warna-warna lembut, seperti warna pastel.

4. Usia 8 bulan

Saat berusia 8 bulan penglihatan bayi sudah mendekati sempurna, bahkan hampir sama dengan penglihatan orang dewasa. Di usia ini, bayi sudah mampu melihat benda yang jaraknya jauh, walau belum sebaik penglihatan jarak dekatnya.

5. Usia 12 bulan

Menginjak usia 12 bulan, bayi sudah dapat melihat dengan jelas. Dia sudah bisa melihat benda yang jarak dekat maupun jauh dengan baik. Bahkan bayi sudah mampu mengenali orang yang sudah dikenalnya dari kejauhan.

Penting bagi orang tua untuk mengetahui tahap-tahap perkembangan penglihatan bayi agar dapat mengenali secara dini apabila terjadi gangguan. Jika kedua bola mata si Kecil  tidak bergerak seiring pada usia 3-4 bulan, periksakanlah ke dokter anak. Gejala tersebut bisa jadi tanda si Kecil memiliki gangguan pada penglihatan atau pada otot mata.

Meski demikian, jika penglihatan bayi terus mengalami kesulitan fokus, terutama pada satu mata saja pada usia tiga sampai empat bulan, maka Anda perlu berkonsultasi ke dokter.

Anda juga tetap harus waspada jika menemukan tanda-tanda adanya gangguan mata pada bayi sebagai berikut:

  • Keluar air mata yang berlebihan, bisa menandakan adanya penyumbatan pada kelenjar air mata.
  • Kelopak mata merah atau berkerak, bisa menandakan adanya infeksi.
  • Tidak sinkronnya pergerakan bola mata, bisa mengindikasikan adanya masalah pada otot mata (misalnya mata juling atau strabismus).
  • Sensitivitas terhadap cahaya yang berlebihan, bisa menandakan adanya tekanan pada bola mata.
  • Muncul bintik putih pada pupil, bisa menandakan adanya kanker mata.
  • Mata yang sensitif terhadap cahaya.

Selain mengetahui kapan bayi bisa melihat, Anda juga wajib mengetahui tanda-tanda bahaya di atas. Jika Anda menemukan gejala gangguan mata tersebut, sebaiknya langsung periksakan bayi ke dokter mata agar cepat ditangani.

Hyperbilirubinemia, Bilirubin Tinggi pada Bayi Baru Lahir

Hiperbilirubinemia terjadi ketika bilirubin tinggi pada bayi (darah) dalam jumlah yang terlalu tinggi. Bilirubin tercipta akibat pemecahan sel darah merah. Sangat sulit bagi bayi baru lahir untuk membersihkan bilirubin dari dalam tubuh untuk pertama kalinya.

Bilirubin dapat menumpuk di dalam darah, jaringan, dan cairan. Bilirubin memiliki warna. Bilirubin dapat membuat kulit, mata, dan jaringan lain bayi menjadi kuning (sakit kuning atau jaundice). Sakit kuning dapat pertama kali muncul pada saat bayi dilahirkan. Atau kondisi ini dapat muncul kapanpun sesuai bayi dilahirkan. 

Apa yang menyebabkan bilirubin tinggi pada bayi baru lahir?

Dalam masa kehamilan, plasenta akan membersihkan bilirubin dari dalam darah bayi. Setelah bayi dilahirkan, hati bayi akan mengambil alih tugas tersebut. Bilirubin tinggi pada bayi baru lahir dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti:

  • Physiologic jaundice

Pada hari-hari pertama hidupnya, bayi tidak mampu membersihkan bilirubin dari dalam tubuh. Sakit kuning jenis yang normal ini terjadi sebagai respon berkurangnya kemampuan bayi untuk menyingkirkan bilirubin. Namun, sulit untuk mengetahui secara pasti, apakah sakit kuning disebabkan oleh masalah kesehatan lain atau tidak. 

  • Breastfeeding failure jaundice

Beberapa bayi tidak menyusu dengan baik pada masa-masa awal hidupnya. Hal ini dapat menyebabkan breastfeeding failure jaundice. Kurang mengonsumsi ASI dapat membuat bayi menjadi dehidrasi, serta menyebabkan bayi jarang buang air kecil. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan bilirubin tinggi pada bayi. Bayi yang terlahir pada 34 hingga 36 minggu kehamilan memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kondisi ini.

Bayi yang terlahir prematur tersebut sering tidak memiliki koordinasi dan kekuatan untuk menyusu dengan baik. Kondisi ini juga dapat terjadi pada bayi baru lahir yang memiliki awal sulit, terutama apabila mereka dipisahkan dari sang ibu dan tidak dapat makan dengan rutin dan teratur. Biasanya kondisi ini akan berangsur-angsur membaik saat bayi belajar bagaimana menyusu dengan baik. 

  • Sakit kuning ASI

Sekitar 2 persen dari bayi yang menyusu ASI akan menderita sakit kuning. Hal ini akan terjadi pada minggu pertama hidup mereka, yang akan memuncak pada usia 2 minggu. Sakit kuning akibat ASI dapat bertahan selama 3 hingga 12 minggu. Kondisi ini tidak berbahaya, namun pemeriksaan atau tes masih perlu untuk dilakukan guna memastikan kondisi anak tidak disebabkan oleh masalah lain yang berbahaya. Bilirubin tinggi pada bayi akibat menyusu ASI dapat disebabkan karena zat yang terkandung di dalam ASI. Zat tersebut dapat meningkatkan seberapa banyak bilirubin tinggi pada bayi dapat serap. 

  • Sakit kuning akibat hemolysis

Apabila anak Anda memiliki penyakit Rh (penyakit haemolytic pada bayi baru lahir akibat memiliki golongan darah yang berbeda dari sang ibu), sang bayi dapat menderita sakit kuning jenis ini. Kondisi ini juga dapat disebabkan karena memiliki terlalu banyak sel darah merah atau penyakit langka di mana sel darah merah lebih rapuh dibandingkan normal. Hemolysis adalah kata untuk proses di mana sel darah merah dipecah dan mengeluarkan bilirubin. 

Sekitar 60 persen dari bayi baru lahir penuh bulan akan menderita sakit kuning atau bilirubin tinggi pada bayi. Angka tersebut meningkat hingga 80 persen pada kasus bayi yang lahir secara prematur. Bayi yang terlahir dari ibu yang menderita diabetes atau penyakit Rh juga memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita sakit kuning.

Tips Gunakan Alat Tes Kehamilan dan Kesuburan

Ketika Anda membeli alat tes kehamilan dan kesuburan, Anda pasti berharap hasil yang Anda inginkan akan keluar. Bagi yang sedang merencanakan kehamilan, Anda pasti ingin hasil dari pengecekan alat tes kesuburan menunjukkan Anda sedang masa subur. Lalu saat sedang melakukan tes dengan alat tes kehamilan, Anda pasti ingin ada hasil positif, bukan? 

Namun, hasil negatif bisa saja Anda dapatkan jika Anda memakai alatnya tidak benar. Alhasil, Anda akan kecewa. Padahal bisa jadi, kondisi Anda sedang dalam situasi “positif” baik dari sisi masa kesuburan maupun adanya janin dalam rahim. Lalu, apa yang menyebabkan hasil tes menggunakan alat tes kehamilan dan kesuburan tidak sesuai kenyataan? 

Kondisi tersebut terjadi sangat mungkin karena Anda kurang tepat menggunakan alat-alat tersebut. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk melakukan cara tes menggunakan alat tes kehamilan dan kesuburan secara benar agar hasilnya pun akurat. 

  1. Hindari Pemakaian Terlalu Awal 

Anda mungkin sudah tidak sabar untuk melihat kondisi rahim Anda setelah berhubungan. Namun, sebaiknya hindari melakukan tes terlalu cepat karena ada kemungkinan mendapat hasil negatif palsu. Tes kehamilan menggunakan alat tes berbentuk strip sebaiknya dilakukan 3—4 hari sebelum periode menstruasi Anda datang. Ya, Anda tidak harus menunggu masa periode menstruasi terlewati!

  1. Pilih Alat yang Tepat 

Jika ingin mengecek kehamilan, cobalah mencari alat tes yang mampu mengukur kadar hCG urine di atas 5 mIU/ml. Pasalnya, angka tersebut merupakan nilai terendah sampai seseorang dikatakan tengah hamil. Umumnya, beberapa alat tes kehamilan di rumah sudah sangat akurat karena bisa mendeteksi kadar hCG urine minimal 12,5 mIU/ml. Dengan kemampuan tersebut, rata-rata alat tes kehamilan dari rumah bisa menyajikan hasil dengan tingkat akurasi di atas 95 persen. 

  1. Jangan Taruh di Kamar Mandi 

Alat tes kehamilan dan kesuburan sangat sensitif terhadap kondisi suhu. Pastikan Anda menaruh alat tes tersebut di area yang kering. Pasalnya jika ditaruh di tempat yang lembap, seperti kamar mandi, alat tes kehamilan dan kesuburan tersebut rentan rusak. 

  1. Perhatikan Kedaluwarsa 

Semakin baru alat tes kehamilan dan kesuburan diproduksi, semakin baik dan akurat hasilnya untuk Anda. Sebaliknya jika alat tes tersebut telah melewati tanggal kedaluwarsanya, hasilnya pun bisa jadi melenceng. Jadi, pastikan Anda mengecek tanggal kedaluwarsa alat tes yang Anda beli dan menggunakan alat tersebut secepatnya. 

  1. Pagi Hari Terbaik 

Pagi hari merupakan waktu terbaik untuk melakukan tes kehamilan atau kesuburan menggunakan alat di rumah. Ini karena saat pagi hari, konsentrasi hCG menyentuh angka tertingginya. Ini karena belum ada cairan lain yang masuk ke tubuh Anda. 

  1. Pastikan Lama Mencelup 

Alat tes kehamilan di rumah biasanya bermodel strip dengan tambahan tabung untuk menampung urine. Untuk melakukan tes, Anda tinggal mencelupkan strip ke tabung berisi urine. Namun, jangan buru-buru mengambil alat tes dari tabung. Pastikan waktu mencelup Anda sekitar 30 detik untuk bisa memperoleh hasil yang cukup akurat.

  1. Sabar Menunggu Hasil 

Ketika Anda mengambil alat tes kehamilan dari tabung, hasil belum tentu langsung Anda dapatkan. Ada periode jeda dari pengambilan alat ke proses tampilan hasil. Rata-rata alat tes kehamilan memerlukan waktu sekitar 1—3 menit untuk bisa menampilkan hasil Anda sedang hamil atau tidak. Sementara itu, jika Anda menggunakan alat tes kesuburan, Anda mesti menunggu hasil sekitar 3—5 menit dari waktu pengangkatan alat strip dari tabung berisi urine. 

Tidak sulit bukan melakukan tes dengan alat tes kehamilan dan kesuburan? Ikuti tips-tips di atas dan dapatkan hasil yang lebih akurat dan tidak palsu. Selamat mencoba.