Proses Perkembangan Bayi Hingga Usia 6 Bulan

Proses tumbuh dan perkembangan bayi merupakan dua berbeda namun sulit dipisahkan. Pertumbuhan merupakan kondisi atau hal yang dapat diukur, sedangkan perkembangan merupakan proses secara kualitatif namun juga kuantitatif seperti struktur dan fungsi pada tumbuh yang semakin sempurna serta bertambahnya kemampuan anak.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penting bagi orang tua dalam mengamati serta mengidentifikasi pertumbuhan dan perkembangan bayi, patokan perkembangan pada anak dapat dikategorikan menjadi perkembangan pada motorik kasar, motorik halus, komunikasi, kognitif, dan juga emosional serta sosial anak oleh karena itu berikut merupakan proses tumbuh kembang anak hingga usianya 6 bulan.

Bulan Pertama

Pada usia di bulan pertamanya, anak sudah bisa melatih fokus kepada satu hal, mereka mulai melihat sekitar mereka dan memandangi objek tertentu. Pada saat ini anak akan belajar untuk mengenali wajah dan mengamati hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Namun, bayi belum bisa melihat cahaya terang akibat penglihatan pada matanya yang masih samar. Selain itu, bayi biasanya sudah secara reflek mengepalkan tangannya dan mengernyit dahi mereka jika terdengar suara yang keras.

Bulan Kedua

Bulan kedua bayi akan semakin aktif bergerak dan melakukan banyak hal, mereka juga sudah bisa mengontrol tubuhnya dengan baik seperti mengangkat bahu dan kepala mereka. Bukan hanya itu, bayi juga akan sering menggunakan kakinya untuk menendang-nendang dengan kuat apabila mereka sedang kegirangan atau bermain.

Bulan Ketiga

Perkembangan bayi di bulan ketiga, ditandai dengan semakin sempurnanya koordinasi gerak tangan dan mata mereka. Bayi sudah bisa memegang suatu benda seperti mainan dan bisa membuka dan mengepalkan jari mereka. Selain itu, pada usianya di bulan ketiga bayi akan mulai bisa merespon apabila diajak untuk berinteraksi atau bermain, dimana mereka sudah bisa tertawa dan juga menanggapi jika ada suara yang memanggil.

Bulan Keempat

Setelah mereka mulai belajar merespon dari suara yang ada di sekitarnya, di usia ini bayi sudah mulai bisa berinteraksi dengan orang sekitarnya. Bukan hanya itu, mereka akan lebih menikmati apabila lawan bicaranya bermain atau berinteraksi kepada mereka. Selain itu, bayi akan sering tertawa dan tersenyum, sehingga banyak orang mungkin akan merasa gemas karena tingkah lakunya yang lucu. Keseimbangannya juga akan mulai berkembang, dimana mereka mulai bisa menopang kepala dan tubuhnya saat duduk walaupun tanpa sandaran.

Bulan Kelima

Kontrol tubuhnya akan semakin baik dan lebih kuat menopang tubuhnya di usia ini, mereka akan sering berguling karena sudah mahir dalam mengontrol perutnya. Bayi yang sudah menginjak usia lima bulan akan mulai pintar dalam mengamati dan melihat benda-benda kecil disekitarnya. Perhatian mereka juga akan teralihkan apabila melihat benda atau objek yang bergerak, di usia ini pun bayi sudah belajar untuk mengamati bentuk serta warna objek tertentu. Sebaiknya orang tua menemani dan lebih mengajaknya berinteraksi untuk menstimulasi kemampuan komunikasinya.

Bulan Keenam

Umumnya bayi sudah bisa duduk tanpa bantuan rata-rata pada usia 6,5 bulan, paling cepat 4 bulan dan paling lambat yaitu 9 bulan. Mereka akan berusaha untuk bisa duduk tanpa ada penopang atau bantuan. Hal ini dikarenakan perkembangan bayi di bulan keenam, mereka akan lebih terlihat signifikan dalam mencapai tonggak baru. Sehingga wajar pada usia ini mereka bisa duduk sendiri dengan normal walaupun awalnya dari posisi merangkak atau berbaring.

Rekomendasi Susu Penambah Berat Badan Bayi, Si Kecil Gemuk dan Sehat

Orang tua manapun pasti senang melihat anaknya tumbuh dengan sehat dan aktif. Namun ketika melihat ukuran badannya, si kecil terlihat lebih kecil dari anak-anak seumurannya. Padahal ibu sudah rajin memberikan sang buah hati ASI. 

Cara lain yang bisa dicoba adalah dengan memberikan susu penambah berat badan bayi. Simak artikel berikut untuk mengetahui cara memilih susu formula yang sesuai dengan kebutuhan si kecil dan rekomendasi susu penambah berat badan bayi

Berapa berat badan bayi yang sesuai dengan usianya?

Selama beberapa hari pertama setelah bayi lahir, bayi akan mengalami penurunan berat badan. Namun dengan pemberian ASI secara rutin atau dikombinasikan dengan susu formula, setelah 2 minggu berikutnya mereka akan mendapatkan kembali berat badannya. 

Bayi berusia 0-3 bulan akan mengalami peningkatan berat badan 140-200 gram per minggu, dan pertumbuhan sebanyak 1,5 hingga 2,5 cm per bulan. Memasuki usia 3 bulan penambahan berat badan bayi sedikit melambat yaitu 110 gram seminggu, kemudian pada usia 4-5 bulan berat badan bayi kembali bertambah dua kali lipat. 

Susu penambah berat badan bayi mengandung sejumlah nutrisi

Pada usia 7 bulan, bayi akan mendapatkan penambahan sekitar 85-140 gram seminggu atau 900 gram sebulan. Menginjak usianya yang ke 1 tahun, sang buah hati memiliki berat badan tiga kali lipat sejak saat lahir.

Bagaimana cara memilih susu formula untuk bayi?

Beberapa bayi bisa saja muntah di antara waktu menyusui, memiliki alergi makanan, refluks, mengalami kesulitan menelan, atau mengalami diare yang berkelanjutan. Hal-hal ini dapat membuat si kecil tidak menyerap kalori yang dibutuhkan sehingga berat badan mereka tidak mencapai standar. 

Berat badan bayi yang tidak normal meningkatkan risiko masalah tumbuh kembang pada anak. Demi mencapai berat badan bayi, dokter akan menyarankan pemberian susu penambah berat badan bayi. 

Kebanyakan susu formula memang diformulasikan untuk mencukupi kebutuhan gizi si kecil dan membantu peningkatan berat badan bayi. Namun sebelum membeli susu formula bayi, tak ada salahnya untuk mengetahui cara memilih susu penambah berat badan bayi:

  • Pilihlah susu dengan kandungan protein yang tinggi, misalnya alfa laktalbumin yang terkandung di dalam susu sapi 
  • Jika bayi memiliki alergi, pilihlah susu rendah laktosa
  • Pastikan susu diperkaya dengan nutrisi seperti vitamin A, B, fosfor, protein, omega-3, dan omega-6
  • Pilih susu yang sesuai dengan usia bayi, bisa dilihat pada label kemasan

Rekomendasi susu penambah berat badan bayi

Berikut ini 5 rekomendasi susu penambah berat badan bayi untuk anak usia di bawah 1 tahun:

  1. Frisolac Gold

Frisolac Gold merupakan susu penambah berat badan bayi yang sering direkomendasikan oleh dokter untuk bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI. 

Susu formula ini diproses dengan teknologi Locknutri untuk mempertahankan kualitas protein, serta diperkaya dengan Lactobacillus casei, nukleotida, dan probiotik bifidobacterium untuk melindungi saluran cerna bayi sekaligus menstimulasi sistem kekebalan tubuh si kecil. Frisolac Gold juga mengandung vitamin E untuk membantu tumbuh kembang bayi.

  1. Enfamil A+

Susu Enfamil A+ merupakan susu formula pendamping ASI yang efektif membantu meningkatkan berat badan bayi berusia 0-6 bulan. Selain itu, Enfamil A+ mengandung nutrisi penting seperti DHA dan ARA untuk  mendukung fungsi kognitif, serta prebiotik GOS untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung tumbuh kembang bayi.

  1. Nutribaby Royal Acti Duobio

Selain mendukung berat badan bayi yang sehat, penting juga untuk menjaga sang buah hati dari paparan infeksi penyebab penyakit. Nutribaby Royal Acti Duobio memiliki kandungan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan bayi usia 0-6 bulan seperti galakto oligosakarida (GOS), frukto oligo sakarida (FOS), AA dan DHA, vitamin, taurin, L-sistein, dan nutrisi lainnya. 

Selain itu, Nutribaby Royal Acti Duobio juga  memiliki formula  Acti Duobio+ untuk menjaga ketahanan tubuh serta kemampuan berpikir si kecil. 

  1. SGM LLM+

SGM LLM+ menjadi salah satu susu penambah berat badan bayi yang sering digunakan oleh ibu. SGM LLM+ memiliki formula Complinutri yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Keunggulan lainnya adalah susu formula ini juga bebas laktosa sehingga cocok untuk bayi yang memiliki alergi atau intoleransi laktosa.

  1. Morinaga BMT

Morinaga BMT memiliki formulasi yang mudah dicerna oleh lambung bayi baru lahir sehingga tidak akan menyebabkan masalah ketika diberikan kepada bayi. Tekstur dan rasanya pun menyerupai ASI sehingga ibu tidak akan melewati drama si kecil menolak minum susu formula. 

Kandungan nutrisinya pun cukup komplit, seperti protein whey, prebiotik, AA, DHA, serta vitamin dan mineral. 

Selain kelima rekomendasi susu penambah berat badan bayi di atas, ibu juga bisa meminta rekomendasi susu formula lain dari dokter. Hal terpenting adalah berikan susu formula yang sesuai dengan usia, kondisi, dan kebutuhan si kecil.

Tips Memilihkan Konten Edukatif Pada Tablet untuk Anak

Selama sekolah di rumah, pasti Anda banyak memberikan tablet untuk anak. Namun, terkadang di luar sekolah, Anda tetap memberikannya. Hal inilah yang sebenarnya harus Anda perhatikan. Anda harus memastikan bahwa seluruh konten yang ada di dalam tablet tersebut aman untuk anak dan tidak memberikan dampak buruk bagi tumbuh kembang, psikologi dan kognitif anak. 

Namun, bagaimana Anda dapat memastikan bahwa teknologi apa pun yang Anda gunakan mendukung dan memperluas pembelajaran anak-anak, sambil membedakan dan mewakili pembelajar Anda yang beragam? Berikut adalah wawasan berbasis penelitian terbaru tentang cara terbaik untuk mengevaluasi dan memilih pengalaman media digital berkualitas tinggi untuk anak Anda.

Pemilihan tablet untuk anak harus memerhatikan spesifikasinya

1. Keterlibatan orangtua

Keterlibatan adalah langkah pertama dari proses pembelajaran. Bagaimana mungkin anak-anak mempelajari informasi baru jika mereka tidak memperhatikan? Sementara keterlibatan memiliki implikasi yang kuat untuk belajar, itu tidak menjamin pembelajaran. Adalah peran Anda sebagai orangtua sekaligus pendidik untuk menentukan dengan tepat apa yang menarik dan mempertahankan perhatian anak. 

Kemudian Anda dapat mengevaluasi apakah itu terhubung dengan tujuan pembelajaran yang sebenarnya. Misalnya, aplikasi membaca yang mengeluarkan suara konyol atau karakter yang melompat-lompat mungkin menyenangkan dan menarik perhatian anak, tetapi sebenarnya dapat mengalihkan perhatian anak dari mempelajari bunyi huruf yang diajarkan.  

2. Keragaman konten

Banyak penelitian sedang dilakukan seputar pentingnya keragaman konten edukatif. Anak-anak perlu melihat diri mereka sendiri, komunitas mereka, dan keragaman dunia mereka terwakili dalam materi yang mereka berinteraksi. Namun, Anda tidak boleh berhenti mempertimbangkan keragaman dalam konten.

Ambil contoh salah satu platform media digital yang menampilkan berbagai macam anak dalam rekaman ekspresi wajah mereka, tetapi menggunakan anak laki-laki kulit hitam secara konsisten untuk memodelkan kemarahan dan perilaku agresif. Terapkan prinsip yang sama yang Anda gunakan saat mempertimbangkan representasi dalam memilih konten edukatif untuk pilihan media digital anak Anda.

3. Pastikan terhubung dengan kurikulum 

Media pembelajaran digital di tablet untuk anak harus menambah nilai pengalaman belajar dengan memiliki hubungan yang jelas dan bijaksana dengan kurikulum anak. Oleh karena itu, ketika Anda memilih media digital untuk sarana edukasi anak, Anda perlu bertanya pada diri sendiri bagaimana konten yang disajikan terhubung dengan kurikulum dan standar pembelajaran. Banyak platform bahkan akan membantu Anda menjembatani hubungan itu dengan panduan kurikulum dan penyelarasan standar. 

Pilih sesuatu yang dapat digunakan dalam berbagai cara. Hal ini bisa memungkinkan anak-anak menjelajahi bioma untuk mempelajari lebih lanjut tentang mereka. Ini bisa berfungsi sebagai sumber yang memungkinkan anak-anak menggali lebih dalam, menumbuhkan rasa ingin tahu mereka, dan mengembangkan keterampilan penelitian mereka yang muncul. 

Teknologi harus memiliki berbagai peluang untuk diferensiasi dan personalisasi. Harus ada sesuatu untuk tingkat keterampilan dan minat setiap anak. Teknologi harus membantu orangtua untuk memilih konten dan aktivitas berdasarkan apa yang dia tahu perlu dan ingin dipelajari seorang anak. 

Teknologi pendidikan cerdas juga harus berputar dan merespons tindakan anak dan mempersonalisasi pengalaman untuk mendukung pelajar. Akhirnya, alat tersebut tidak boleh terlalu kaku sehingga anak tidak dapat mempersonalisasikan pengalamannya sendiri. Saat mempertimbangkan alat pembelajaran digital, tanyakan pada diri sendiri apakah anak dapat membuat jalurnya sendiri. 

Pemilihan konten dan kemampuan anak untuk mempersonalisasi pengalaman meningkatkan keterlibatan dan memberikan wawasan kepada pendidik tentang apa yang ingin dipelajari anak. Jika Anda sudah paham bagaimana cara memilihkan konten edukasi, maka Anda bisa dengan mudah dan tenang memberikan tablet untuk anak sebagai sarana edukasi yang positif.

Susu Enfagrow A+ Untuk Masa Pertumbuhan Emas Anak

Anak yang berusia 1-3 tahun sedang berada di tahap pertumbuhan dan perkembangan. Tentu saja orang tua tidak boleh abai dengan pemenuhan nutrisi anak. Mereka harus diperhatikan asupan nutrisinya dengan baik, termasuk pemberian makanan dan minuman pun juga tidak boleh sembarangan. Bahkan 5 tahun pertama usia anak merupakan tahap golden age, dimana otak sedang aktif berkembang. Sedangkan kandungan omega 3, 6 serta kandungan DHA masing-masing baik untuk nutrisi otak anak. Bagaimana supaya nutrisi tersebut dapat diberikan kepada anak? Anda bisa mendapatkannya melalui susu Enfagrow A+. 

Enfagrow A+ merupakan susu anak usia 1-3 tahun. Susu yang satu ini cocok dikonsumsi anak yang sedang berada di masa golden age atau masa pertumbuhan emas. Pada masa itu, anak sedang menginjak periode krusial sebab otak anak mampu berkembang secara cepat dan signifikan. Masa golden age akan memengaruhi kelak apakah anak bertumbuh dengan kuat, sehat, dan cerdas, atau malah sebaliknya. Berbagai upaya bisa dilakukan orangtua untuk memenuhi nutrisi anak di masa pertumbuhan emas, salah satunya dengan memberikan Enfagrow A+.

Manfaat Susu Enfagrow A+ 

Selain mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak di masa golden age, Enfagrow A+ juga membantu pemenuhan asupan energi dan nutrisi esensial yang cukup. Di usia 1-3 tahun, tidak dipungkiri pada masa itu anak bergerak dengan sangat aktif. Mereka berada di tahap belajar merangkak hingga berjalan. Saat berhasil berjalan, mereka akan berusaha untuk berlari dan terus beraktivitas. Itulah sebabnya, anak harus memiliki asupan energi yang cukup untuk kehidupan sehari-hari. 

Selain itu, Enfagrow A+ juga memenuhi kebutuhan harian nutrisi otak anak dan meningkatkan daya tahan tubuh supaya anak tidak gampang sakit. Seperti yang diulas sebelumnya, untuk mendukung pertumbuhan emas anak, bisa dimulai dengan memenuhi berbagai nutrisi seperti protein, vitami, kalsium, dan zat besi. Kandungan beta glucan dan polydextrose (pdx/gos) dalam Enfagrow A+ juga  baik untuk meningkatkan sistem pencernaan Anak.

Keunggulan dan Kandungan Nutrisi Enfagrow A+

Berbagai keunggulan Enfagrow A+ dapat Anda temukan dengan adanya 25 kandungan nutrisi yang dilengkapi dengan Omega 3 dan 6 yang tinggi. Kandungan DHA dan EPA juga disesuaikan dengan asupan DHA harian anak serta meningkatkan kekebalan tubuh dari berbagai penyakit. Berikut kandungan nutrisi yang ada dalam Enfagorw A+”

  • Asam Folat, salah satu nutrisi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah.
  • Protein, komponen esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, serta bermanfaat untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh.
  • Zat besi, berfungsi sebagai hemoglobin dalam sel darah merah serta membawa oksigen ke seluruh area tubuh. 
  • Vitamin A untuk kesehatan lapisan permukaan dan vitamin C yang baik dalam memelihara jaringan kolagen.
  • Vitamin B1 dan B2, keduanya berperan aktif sebagai koenzim yang merubah karbohidrat menjadi energi.
  • Vitamin B3 dan B6, salah satu faktor penting dalam terbentuknya jaringan dan metabolisme energi.
  • Vitamin B12, nutrisi yang berperan dalam pembentukan asam nukleat. 

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, pastikan anak tetap beraktivitas dengan baik. Aktivitas tersebut turut membantu perkembangan motorik anak sehingga perkembangan otak dapat terstimulasi dengan baik. Beberapa aktivitas yang bisa dicoba adalah  mendukung anak belajar berjalan, membuka dan membalikkan halaman buku, belajar menendang bola, hingga pada usia 3 tahun mengajari anak mengendarai sepeda roda 3. Dengan mengonsumsi Enfagrow A+ anak diharapkan dapat mengoptimalkan tumbuh kembangnya dengan baik di masa pertumbuhan emas.

Tips Memilih Susu Formula Terbaik untuk Bayi 1 Tahun

Mencari susu formula terbaik untuk bayi 1 tahun tidak boleh asal. Ada banyak hal yang harus Anda perhatikan supaya minuman tersebut benar-benar memiliki manfaat yang baik untuk tumbuh kembang si kecil. Ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum membeli susu formula terbaik untuk bayi 1 tahun. Berikut ini beberapa tips memilihnya termasuk pertanyaan yang kerap muncul ketika Anda bingung mencarikan susu formula terbaik untuk bayi 1 tahun.

1. Apa yang harus saya ketahui ketika memilih susu yang tepat untuk balita?

  • Ketahui pilihan susu apa yang tersedia
  • Pelajari pro dan kontra dari setiap pilihan susu
  • Memastikan anak Anda akan mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan dari susu tersebut.

Selain ketiga poin di atas, Anda juga harus tahu transisi dari ASI ke susu formula pada 1 tahun bisa menjadi tonggak perubahan yang cukup menarik dan harus Anda perhatikan. Pada usia 1 tahun, makanan padat harus menjadi sumber utama nutrisi si kecil. Artinya, bayi Anda semakin tidak bergantung pada ASI dan harus diimbangi dengan susu formula.

Susu formula terbaik untuk satu tahun

Selanjutnya, balita akan melanjutkan tingkat pertumbuhan yang stabil selama tahun kedua kehidupan mereka. Balita akan mulai memerlukan tambahan lemak dalam menunjang perkembangan otak dan meningkatnya kebutuhan nutrisi, seperti kalsium, vitamin D, dan zat gizi mikro lainnya. Susu sapi murni adalah sumber yang berharga dari nutrisi yang dibutuhkan ini.

Anda dapat membantu mendorong bayi untuk diberikan susu formula pada usia 1 tahun. Anda akan mengajari anak menyapih menggunakan susu formula ketika mereka berada di usia antara 12 dan 14 bulan. Bayi yang diberikan susu formula dapat terus minum ASI selama ibu dan bayi menginginkannya.

Haruskah saya memilih susu non-dairy untuk balita?

Jika si kecil alergi terhadap susu sapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih alternatif susu sapi. Banyak pilihan non-dairy yang lebih rendah protein, lemak, vitamin dan mineral tertentu seperti kalsium, vitamin D, dan B12 – yang semuanya kaya akan susu sapi, itulah sebabnya susu sapi direkomendasikan oleh American Academy of Pediatric. Susu kedelai tanpa pemanis adalah satu-satunya alternatif susu non-dairy yang saat ini direkomendasikan oleh para ahli anak.

Apa perbedaan antara susu sapi dan alternatif susu nabati?

Meskipun ada banyak sekali pilihan alternatif susu yang tersedia untuk dipilih, perlu diingat bahwa satu-satunya alternatif susu dan susu yang direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics dan ahli pediatrik lainnya adalah susu sapi dan susu kedelai.

Bagaimana cara memastikan anak saya mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan dan berapa banyak susu yang harus diminum balita?

Penting untuk diingat bahwa si kecil Anda mungkin telah menjalani diet penuh susu atau susu formula dan/atau ASI sebelum usia 1 tahun, setelah usia 1 tahun, susu harus diberikan hingga 2 hingga 3 cangkir per hari. Selain itu, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan hanya 2 hingga 3 cangkir (16 hingga 24 ons) susu atau susu alternatif per hari.

Apabila Anda masih bingung, dokter anak akan memberitahu Anda kebutuhan nutrisi balita dengan baik yang dapat membantu memberikan panduan tentang susu atau alternatif susu mana yang paling cocok.

Jika bayi Anda sensitif terhadap susu atau kedelai, bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan balita tentang jenis susu mana yang pertama kali diperkenalkan. Dan jangan khawatir – banyak bayi mengatasi intoleransi susu atau protein kedelai pada usia pertama mereka. Anda dan dokter anak dapat menyusun rencana produk kedelai dan susu formula terbaik untuk bayi 1 tahun mana yang akan diperkenalkan dari setiap jenis susu.

5 Cara Menurunkan Panas Bayi dengan Pengobatan Rumahan

Sebagai orang tua, tidak ada yang lebih berharga dari anak Anda. Apabila si kecil memperlihatkan gejala serta tanda suhu yang tinggi, dari dahi sampai pipi yang memerah, maka reaksi Anda akan panik. Seperti apa cara menurunkan panas bayi yang benar?

Hal itu normal terjadi ketika bayi Anda, suhu badannya naik turun terdapat alasan seperti  dari aktivitas fisik, mandi air hangat, melawan alergi atau bahkan pencernaan dan metabolisme yang meningkat. Bahkan waktu siang hari dapat berdampak karena suhu tubuh cenderung meningkat pada sore hari. 

Suhu Bayi Normal

Suhu normal pada bayi dianggap sekitar 36,4 derajat celcius. Kepanasan dan demam pada bayi dianggap sekitar 38 derajat celcius atau lebih. Perlu diingat bahwa suhu tubuh bayi normal dapat bervariasi pada bayi Anda sepanjang hari.

Bayi di bawah 3 bulan sangat butuh perhatian medis jika terjadi demam, agar segera didiagnosis dari penyebabnya serta mengobatinya. Jika hanya demam ringan tidak perlu kunjungan ke dokter bagi bayi yang usia nya lebih dari 3 bulan. Lalu, bagaimana cara menurunkan panas bayi Anda tapi ketahui dulu tanda-tanda panas tinggi dibawah: 

Tanda-tanda Panas Tinggi

Di bawah ini Anda akan menemukan beberapa tanda dan gejala bayi kepanasan:

  • Mereka merasa hangat saat disentuh
  • Kulit bayi Anda merah
  • Mereka memiliki detak jantung yang cepat
  • Mereka demam tetapi tidak berkeringat
  • Bayi Anda lesu atau tidak responsif
  • Bayi Anda muntah
  • Bayi Anda tampak pusing atau bingung

Pertimbangkan Penyebab Potensial

Harus diingat bahwa demam bukanlah penyakit. Sebaliknya, ini adalah gejala dari masalah mendasar lainnya. Dalam kebanyakan kasus, masalahnya mungkin adalah infeksi; namun, tergantung pada jenis infeksinya atau apakah itu masalah lain akan menentukan jalannya pengobatan. Beberapa penyebab paling umum adalah:

Infeksi Virus

Virus seperti infeksi usus, pilek atau flu, atau cacar air dapat menyebabkan bayi Anda mengalami demam sebagai respons alami untuk melawan infeksi. Virus tidak bersifat bakteri, tetapi antibiotik tidak berpengaruh.

Infeksi Bakteri

Meskipun kurang khas dibandingkan demam virus, demam bakteri bisa menjadi infeksi yang jauh lebih serius. Infeksi pneumonia bakteri, infeksi telinga dan tenggorokan, pneumonia bakteri, maupun meningitis bakteri perlu antibiotik agar mencegah komplikasi kesehatan tambahan.

Imunisasi

Apabila anak Anda baru melakukan vaksinasi kemungkinan akan mengalami demam ringan. Tak perlu khawatir dosis yang tepat acetaminophen atau ibuprofen bisa digunakan untuk bayi Anda agar mengurangi rasa sakit. Namun, jika terjadi demam yang terus berlanjut, disarankan untuk segera ke dokter.

Tumbuh gigi

Bayi Anda mungkin mengalami sedikit kenaikan suhu karena gigi baru tumbuh. Menggosok gigi anak Anda atau menggunakan cincin tumbuh gigi dapat membantu. Jika demam tumbuh gigi bayi Anda berlangsung lebih dari 2 hari, dapatkan bantuan medis.

Cara menurunkan demam

Ada beberapa cara menurunkan panas bayi. Pada bayi yang berusia lebih dari 3 bulan tidak perlu untuk ke dokter jika suhu meningkat. Anda bisa melakukan pengobatan demam di rumah dengan beberapa metode diantaranya : 

1. Asetaminofen

Jika anak Anda berusia lebih dari 3 bulan, Anda dapat menawarkan mereka sejumlah asetaminofen (Tylenol) anak-anak yang aman.

Dosis biasanya didasarkan pada berat badan. Dokter akan meminta bayi Anda untuk ditimbang jika belum melakukan penimbangan, maupun bayi Anda mengalami pertumbuhan baru-baru ini..

Tidak perlu memberikannya obat apa pun, jika bayi Anda merasa tidak nyaman karena demamnya. Jika demamnya tinggi atau memiliki gejala lainnya sehingga membuat tidak nyaman, dengan memberikan obat bisa membantu untuk sementara agar membuat demamnya reda.

2. Sesuaikan pakaian mereka

Gunakan bayi Anda dengan pakaian yang nyaman serta ringan, gunakan selimut tipis agar bayi Anda tetap sejuk. 

Jangan menggunakan pakaian yang berlebihan pada bayi Anda karena bisa mengganggu metode pendinginan secara alami tubuh bayi Anda. 

3. Turunkan suhu

Buat rumah dan kamar bayi Anda tetap sejuk. Agar membantu bayi Anda tidak kepanasan. 

4. Mandikan mereka dengan air hangat

Cobalah menyeka bayi Anda dengan air hangat. Pertahankan suhu air agar tetap hangat selama mandi untuk memastikan keamanan air.

Jangan menggunakan air dingin, karena bisa membuat bayi Anda menggigil, serta bisa membuat suhunya meningkat. Lakukan pengeringan kepada bayi Anda setelah mandi, kemudian pakaikan pakaian yang ringan. 

5. Tawarkan cairan

Dehidrasi adalah kemungkinan komplikasi demam. Tawarkan cairan biasa (ASI atau susu formula) dan pastikan bayi Anda mengeluarkan air mata saat menangis, mulut lembab, dan popok basah biasa.

Coba untuk mendiskusikan ke dokter Anda untuk cara agar bayi Anda tetap terhidrasi.

Semua hal dipertimbangkan

Jika anak Anda demam, bayi dan balita mengalami demam. Meskipun pada awalnya Anda mungkin khawatir, ketahuilah bahwa bayi Anda akan kembali ke dirinya yang normal dan ribut dalam beberapa hari.

Daripada mendasarkan tingkat keparahan demam anak Anda hanya pada termometer, perhatikan bagaimana si kecil bertindak, karena ini bisa menjadi tanda yang lebih jelas tentang apa yang sedang terjadi yang telah dijelaskan, dan bagaimana cara menurunkan panas bayi.

Begini 4 Hal Penyebab Bayi Obesitas

Obesitas dapat terjadi tanpa disadari oleh orangtua. Penyebab bayi obesitas bisa dari berbagai faktor, mulai dari faktor genetik, kondisi kesehatan ibu ketika hamil, hingga asupan makan harian bayi yang mengandung gula terlalu tinggi.

Memang pertumbuhan bayi dibawah satu tahun berkembang dengan pesat. Saking pesatnya pertumbuhan dan perkembangan bayi, bayi usia 6 bulan bisa memiliki berat badan 2 kali lipat dari berat saat bayi lahir dan menyebabkan bayi obesitas. Dan saat bayi berusia satu tahun, berat badannya bisa mencapai 3 kali lipat dari berat lahirnya.

Berat badan bayi dapat menjadi salah satu tanda apakah bayi mengalami obesitas atau tidak, berikut berat badan ideal bayi berdasarkan usia :

  • Bayi dapat dikatakan obesitas, jika berat badan lahirnya di atas 4 kg
  • Bayi berusia dibawah 3 bulan, berat normalnya 4,2 kg sampai 6,4 kg
  • Usia bayi 4-6 bulan, idealnya bayi memiliki berat badan 6,4 kg sampai 7,9 kg
  • Bayi yang berusia 7-9 bulan idealnya memiliki berat badan 7,6 kg sampai 8,9 kg
  • Bayi dengan usia 10-12 bulan berat badan idealnya 8,5 kg sampai 9,6 kg

Para pakar Harvard University berpendapat bahwa bayi yang mengalami obesitas di 2 tahun awal kehidupannya akan lebih berisiko mengalami masalah kesehatan saat beranjak dewasa. Orangtua perlu memantau perkembangan dan pertumbuhan berat dan tinggi badan bayi disesuaikan dengan usianya dan juga perhatikan apakah sudah sesuai dengan perkembangan titik kurva sejak bayi lahir.

Berikut beberapa pemicu yang mungkin menjadi penyebab bayi obesitas :

1. Konsumsi susu formula

Bayi yang mengonsumsi susu formula secara berlebihan cenderung memiliki risiko tinggi bayi bisa mengalami obesitas. Kemungkinan bayi yang mengonsumsi ASI lebih rendah risikonya dibandingkan dengan bayi yang mengonsumsi susu formula. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, pertumbuhan berat badannya akan naik secara perlahan dibandingkan dengan susu formula. 

Itulah sebabnya, jika bayi sedang meminum ASI sebaiknya tidak diberikan susu formula tambahan, cukup berikan ASI saja. Karena dikhawatirkan justru akan meningkatkan risiko bayi obesitas. Pemberian susu formula dibawah usia 6 bulan akan lebih berisiko menjadi pemicu bayi obesitas dikarenakan beberapa alasan ini :

  • Kecenderungan bayi akan menghabiskan seluruh susu yang ada di botol, meskipun bayi sudah kenyang.
  • Biasanya orang tua memberikan susu formula berdasarkan jadwal pemberian susu, bukan berdasarkan rasa lapar bayi.
  • Kemungkinan pemberian susu formula berlebihan (overfeeding) menjadi lebih besar.

2. Persalinan dengan C-Section atau Caesar

Dalam penelitian, bayi yang terlahir dengan metode persalinan operasi caesar akan lebih rentan terhadap obesitas ketika usianya dibawah 6 bulan. Hal ini dikarenakan bakteri yang terdapat dalam pencernaan bayi yang lahir dengan metode caesar dan normal akan berbeda. Akan tetapi, ini bukannya alasan utama dan hanya menjadi pemicu pendukung bayi bisa mengalami obesitas. Jadi, tidak selalu dan tidak semua bayi yang lahir dari metode caesar akan mengalami obesitas nantinya.

3. Ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional

Berat badan bayi dalam kandungan sangat berkaitan dengan kondisi dari kesehatan sang ibu. Dimulai dari berat badan ibu sebelum hamil, saat hamil, kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, dan kondisi kesehatan ibu apakah menderita diabetes gestasional atau tidak. Karena hal ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi dalam kandungan hingga bayi lahir.

4. Ibu hamil yang obesitas

Ibu yang mengalami obesitas saat hamil juga bisa menjadi penyebab bayi obesitas saat dilahirkan. Ibu hamil yang obesitas meningkatkan risiko melahirkan bayi obesitas dengan badan diatas 4 kg (makrosomia). Tentu bukan itu saja dampak yang mungkin terjadi, tetapi obesitas selama kehamilan juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti :

  • Ibu mengalami tekanan darah tinggi preeklamsia
  • Terdapat gumpalan darah
  • Pendarahan menjadi lebih berat pasca melahirkan
  • Ibu mengalami diabetes gestasional
  • Ibu bisa mengalami keguguran

Selain itu, bayi obesitas dapat memberikan dampak buruk lainnya, seperti :

  • Bayi lahir dengan banyak lemak di tubuhnya
  • Berat badan lahir bayi menjadi lebih tinggi
  • Bayi bisa lahir lebih awal dari waktu yang normal (sebelum 37-40 minggu)
  • Meningkatkan risiko kepada bayi akan penyakit kronis seperti jantung atau diabetes saat bayi beranjak dewasa
  • Bayi bisa mengalami cacat lahir (spina bifida)
  • Bayi bisa lahir dalam keadaan meninggal

Jadi, kenaikan berat badan ibu saat hamil, maupun segala kondisi kesehatan ibu hamil sangatlah penting untuk di kontrol.

Bayi obesitas ini tentunya dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti :

  • Gaya hidup sehat sejak hamil
  • Mengusahakan lahir dengan cara normal atau pervaginam
  • Fokus memberikan ASI eksklusif kepada bayi minimal hingga usianya 6 bulan
  • Memberi takaran susu formula pada bayi
  • Mengenali sinyal rasa kenyang pada bayi untuk menghindari pemberian susu berlebihan
  • Berikan MPASI bayi berupa buah, dan hindari memberikan jus buah instan kemasan
  • Menghindari pemberian MPASI yang terlalu cepat, normalnya MPASI diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan ke atas

Ternyata bayi obesitas bisa berpengaruh kepada kondisi kesehatan bayi yang berkepanjangan ya. Tentunya hal ini nantinya akan menghambat tumbuh kembang dan eksplorasi anak selama masa pertumbuhannya. Jadi, yuk mulai perhatikan dan kontrol selalu pertumbuhan dan berat badan bayi!

Manfaat Baby Push Walker untuk Perkembangan Anak

Tahukah kamu kalau penggunaan walker biasa tidak berdampak baik untuk perkembangan anak? Sebagai alternatif, kini kamu bisa membeli baby push walker untuk si Kecil.

Push walker atau push toys kini populer dan lebih direkomendasikan sebagai pengganti walker biasa. Sebab ia lebih efisien, aman, dan punya banyak manfaat untuk perkembangan anak.

Baby push walker dapat membantu bayi belajar berjalan

Bahkan, manfaatnya bukan sekedar membantu anak berjalan lho. Push toys juga bisa bantu perkembangan anak di antaranya:

  • Koordinasi bilateral
  • Perencanaan motorik
  • Koordinasi mata-tangan
  • Ekstensi pergelangan tangan
  • Pemindaian visual
  • Perhatian visual
  • Rotasi
  • Crossing midline

Untuk mengetahui manfaat selengkapnya, simak pembahasannya di bawah ini!

1. Bantu perkembangan motorik kasar anak

Alat ini dapat memberikan dukungan pada tubuh bayi yang belum mampu berdiri atau berjalan sendiri dan picu perkembangan motorik kasar.

Perkembangan motorik kasar ini melibatkan otot-otot besar tubuh, seperti yang ada di lengan, badan, dan kaki. Semakin lama bayi menghabiskan waktu untuk menggunakan otot-otot besar itu, maka semakin kuatlah mereka. 

Dengan begitu ia akan mulai mengembangkan kemampuan berdiri, berjalan, dan berputar dengan sendirinya. Selain itu mendorong push walker juga bisa membangun kekuatan, keseimbangan, dan kepercayaan diri si bayi.

2. Baby push walker bisa merangsang imajinasi

Siapa sangka, kalau alat bantu berjalan ini juga bisa merangsang daya imajinasi anak lho. Push toys yang didesain dengan berbagai macam bentuk dan warna bisa memicu daya imajinasi anak.

Seperti berbentuk mobil, motor, mesin penyedot debu, kereta bayi, dan lain-lain. Bermain dengan alat-alat ini juga dapat dimanfaatkan orang tua untuk bermain peran atau role play dengan anak.

3. Koordinasi yang baik

Push walker juga alat yang efektif dalam melatih keterampilan koordinasi dan keseimbangan pada anak. Mendorong mainan ini, anak butuh kemampuan koordinasi mata, kaki, tangan dengan baik.

Ini lebih sulit ketimbang merangkak atau berjalan sendiri. Mendorong mainan kesana kemari juga bisa sekaligus melatih keseimbangan si Kecil.

4. Melatih motorik halus

Push toys juga punya manfaat untuk perkembangan motorik halus anak. Dengan mainan ini, bayi belajar untuk memegang dan menggenggam dengan baik.

Hal ini akan membuat tangan dan genggaman anak semakin kuat dan menyempurnakan  gerakan tangan serta jari.

5. Baby push walker asah keterampilan spasial

Saat anak menggunakan alat ini lalu mendorongnya kesana kemari, secara tidak langsung ini akan mengasah kemampuan spasial mereka.

Keterampilan spasial ini membantu anak menentukan ke mana mereka harus pergi, berapa jauh harus pergi, hingga apa saja halangan yang harus mereka lewati.

Dari sini orang tua juga bisa sekaligus mengajarkan anak soal penunjuk arah. Seperti kanan, kiri, lurus, belok, dan lain-lain. 

6. Asah kemampuan berpikir

Berada di belakang “setir”, anak-anak tak hanya dirangsang untuk kembangkan keterampilan bergerak, mereka juga akan diasah untuk berpikir. 

Untuk bisa mendapatkan manfaat ini, kamu harus memilih jenis push walker yang dilengkapi fitur tambahan yang dapat merangsang daya pikir mereka.

7. Punya manfaat ganda

Selain bantu anak belajar berjalan, beberapa jenis push toys juga dilengkapi mainan lain yang terpasang di dalamnya.

Seperti permainan menyusun bentuk, mencocokkan gambar, dan permainan sensorik lainnya. Jadi mainan ini bisa sekaligus dijadikan media belajar.

Alat ini juga termasuk awet dan bisa dimainkan dalam waktu lama. Jadi tidak akan sia-sia meski anak sudah bisa berjalan karena mereka masih bisa memainkannya.
Itu dia beberapa manfaat baby push walker untuk perkembangan anak. Kalau merasa perlu,  orang tua juga bisa konsultasi dengan dokter tumbuh kembag anak terkait pemilihan jenis push toys terbaik untuk si Kecil.

Alasan Mengapa Baby Food Maker Penting Moms Miliki

Setiap Ibu punya cara masing-masing dalam menyiapkan asupan untuk buah hati. Asupan yang diberikan pun harus selalu diperhatikan dengan baik agar dapat mencukupi kebutuhan harian anak. Setelah bayi melewati masa ASI eksklusif di 6 bulan pertamanya, perlahan bayi mulai diperkenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI) untuk mengenalkannya pada tekstur makanan.

Bukan sembarangan, hal inilah yang juga sudah dikatakan oleh World Health Organization (WHO). WHO menyebut, pada usia sekitar 6 bulan kebutuhan bayi akan energi dan zat gizi sudah mulai semakin banyak, maka dari itu sudah mulai diperlukan makanan pendamping diluar ASI untuk terus memenuhi kebutuhan tersebut. 

Baby food maker memudahkan ibu dalam menyiapkan MPASI untuk bayi

Membuat MPASI yang pas untuk anak dapat dikatakan gampang-gampang sulit. MPASI harus dihaluskan, disaring teksturnya, dan disesuaikan dengan kemauan anak agar dapat dicerna dengan baik. Tak jarang para Ibu cukup bingung dan kewalahan dalam proses pembuatan MPASI. 

Lalu adakah solusi untuk menjawab permasalahan diatas? Ya, moms mungkin bisa coba menggunakan baby food maker untuk mengolah MPASI buat si kecil.

Apa itu baby food maker?

Baby food maker adalah alat yang sengaja dirancang khusus untuk mempermudah orang tua dalam mengolah makanan untuk bayi. Setiap baby food maker mempunyai manfaat berbeda-beda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta budget para Ibu, namun umumnya baby food maker memiliki manfaat berupa:

  • menghaluskan makanan padat bayi 
  • mengukus makanan (steam) dengan tidak menghilangkan kandungan nutrisi
  • mencairkan, menghangatkan makanan
  • kemampuan sterilisasi (beberapa)

Simpelnya, baby food maker dapat membuat proses pengolahan dan pembuatan MPASI menjadi lebih simpel dan mudah.

Mengapa baby food maker penting untuk dimiliki?

  1. Proses pembuatan MPASI menjadi praktis

Seperti fungsi utamanya, baby food maker dapat mempermudah proses penghalusan makanan padat menjadi makanan cair bertekstur untuk dengan baik. Proses pembuatan MPASI yang tadinya cukup memakan waktu kini  terpangkas saat menggunakan baby food maker karena akan menjadi lebih praktis.

  1. Semakin mudah untuk mengenalkan makanan pada bayi

Karena proses penghalusannya dibantu oleh penggunaan baby food maker, mengenalkan anak dengan berbagai macam makanan pun akan semakin mudah kedepannya. Buah, sayuran, hingga makanan padat lainnya akan lebih mudah diperkenalkan pada bayi karena teksturnya akan mudah dicerna oleh sang buah hati.

  1. Multifungsi

Seperti yang dijelaskan tadi, dalam satu jenis alat baby food maker biasanya sudah memiliki berbagai kemampuan. Jelas fungsinya utamanya adalah mempermudah proses pembuatan MPASI agar teksturnya lebih mudah diserap bayi dengan  cara menghaluskannya. 

Tapi diluar itu, baby food maker juga mampu mengukus makanan, mencairkan, hingga ada juga yang mempunyai kemampuan sterilisasi. Ini dapat dikatakan paket lengkap untuk peralatan sikecil.

  1. Investasi jangka panjang

Baby food maker memang tergolong mahal. Tapi jika dilihat kembali pada manfaat yang ditawarkan, tak ada salahnya untuk memasukkan baby food maker ke dalam list belanja kedepannya.

Jika dilihat dari fungsinya, tampaknya alat ini bukan hanya bisa digunakan untuk bayi lho,  moms.. Anggota keluarga dirumah pun juga dapat menggunakannya jika sewaktu-waktu ingin menghaluskan tekstur makanan atau menghangatkan makanan. Namun perlu diingat untuk hati-hati juga dalam menggunakannya, karena alat ini dirancang khusus untuk mengolah makanan pada bayi yang belum sekompleks makanan pada orang dewasa.

  1. Nutrisi lebih terjamin

Saat ini sudah banyak sekali MPASI instan yang dijual dipasaran dengan berbagai kandungan baik bagi anak yang dapat dijadikan pilihan. Namun bukankah lebih aman jika mengolah sendiri bahan makanan yang akan diberikan untuk sikecil? Lagi pula makanan yang diolah langsung memiliki nutrisi yang jauh lebih baik ketimbang MPASI instan.Itulah beberapa poin mengapa baby food maker penting untuk moms miliki. Penggunaan baby food maker memang tak wajib hukumnya, tapi apabila alat ini mampu mempermudah Ibu dalam menyiapkan asupan yang baik bagi anak, bukankah baby food maker terbilang penting untuk moms miliki?

Inilah Manfaat dari Yogurt untuk Bayi

Yoghurt merupakan produk olahan susu hasil fermentasi. Selain mengandung nutrisi yang sama dengan susu, yoghurt juga mengandung probiotik. Probiotik bermanfaat dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan saluran cerna. Yoghurt untuk bayi aman diberikan ketika bayi berusia 9 hingga 10 bulan. Saat ingin memberikan produk olahan susu ini, yoghurt yang aman untuk bayi adalah yoghurt tawar (plain) tanpa tambahan pemanis, kaya akan lemak, mengandung prebiotik, dan telah diproses dengan cara pasteurisasi.

Ada beberapa syarat yang sebaiknya dipenuhi oleh orang tua ketika memberikan yoghurt untuk buah hatinya. Nah, berikut ini syarat agar yoghurt untuk bayi aman dikonsumsi.

  1. Pilihlah plain yoghurt

Jenis yoghurt harus tanpa rasa dan tambahan gula, alias plain yoghurt. Pada dasarnya, yoghurt telah mengandung gula alami dalam bentuk laktosa. Penambahan gula dalam yoghurt bisa saja memicu terjadinya kerusakan gigi dan obesitas pada bayi. Oleh sebab itu, Anda harus memeriksa ada atau tidaknya kandungan gula tambahan pada komposisi nilai gizi. Informasi ini umumnya tertera pada kemasan.

  1. Gunakan pemanis alami

Sebagai tambahan pemanis pada yoghurt untuk bayi, Anda dapat menambahkan buah yang telah dihaluskan. Namun, jika bayi sudah terbiasa melahap makanan padat, tambahkanlah potongan buah atau sayuran yang lunak dalam sajian yoghurt.

  1. Awasi penggunaan madu

Madu sebagai pemanis yoghurt untuk bayi tidak boleh diberikan. Hindari memberi madu sebagai pemanis bila bayi berusia di bawah 1 tahun. Pasalnya, madu mengandung bakteri yang bisa menyebabkan botulisme.

  1. Jangan memberikan yoghurt tanpa lemak

Berikan yoghurt untuk bayi kaya lemak untuk membantu pertumbuhan. Pada bayi berusia di bawah 2 tahun, hindari memberikan yoghurt tanpa lemak. Pasalnya, bayi membutuhkan kalori dan lemak dalam susu untuk pertumbuhannya.

  1. Pastikan yoghurt memenuhi syarat berikut

Pastikan bahwa yoghurt yang aman untuk bayi telah melalui proses pasteurisasi, terbuat dari susu murni, dan mengandung probiotik. Sebelum memberikan yoghurt, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Langkah ini akan membantu Anda untuk mengetahui apakah Si Kecil memiliki alergi susu atau alergi makanan tertentu. Dengan ini, pemberian yoghurt untuk bayi bisa dilakukan dengan aman dan manfaatnya bisa didapat secara optimal.

Manfaat yogurt untuk bayi

Yoghurt mengandung beragam nutrisi penting yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Protein, vitamin, kalsium, lemak, dan probiotik yang ada di dalamnya berguna pula dalam menunjang kesehatan bayi. Berikut ini manfaat dari pemberian yogurt untuk bayi.

  1. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Probiotik (bakteri baik) dalam yoghurt dapat memperlancar fungsi sistem pencernaan bayi dengan meningkatkan kesehatannya. Contoh bakteri baik ini adalah Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium lactis. Lactobacillus acidophilus bisa membantu dalam mengurangi gejala intoleransi laktosa. Sementara Bifidobacterium lactis dapat mencegah sembelit dan menurunkan frekuensi serangan irritable bowel syndrome (IBS). Tak hanya itu, yoghurt yang mengandung bakteri Streptococcus thermophilus juga mampu mengurangi rasa kembung dan kram perut yang mungkin dirasakan oleh bayi.

  1. Meredakan diare

Suatu penelitian dalam Nutrition Research Journal menunjukkan bahwa yoghurt dapat mengurangi gejala dan durasi diare pada bayi. Manfaat yoghurt untuk bayi ini muncul karena yoghurt dapat memelihara bakteri baik di saluran pencernaan sehingga mampu mengurangi infeksi bakteri dan frekuensi diare.

  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Probiotik dan asam laktat dalam yoghurt dapat membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi secara keseluruhan. Kandungan vitamin A dan D di dalamnya juga mampu menjaga sistem imun bayi. 

  1. Mengoptimalkan kesehatan tulang

Yoghurt kaya akan nutrisi yang baik untuk tulang, seperti kalsium, protein, fosfor, magnesium, dan vitamin D. Protein pengikat zat besi dan laktoferin dalam yoghurt juga mampu meningkatkan aktivitas sel osteoblas yang membangun tulang dan mengurangi aktivitas sel osteoklas yang berfungsi melerai tulang.

  1. Membantu dalam mengatasi insomnia

Sebagian bayi sulit tidur di malam hari. jadi, untuk mengatasi kondisi ini, vitamin B kompleks dan tripofin dalam yoghurt mungkin dapat membantu. Vitamin B kompleks dan tripofin akan merangsang produksi serotonin, yaitu neurotransmiter yang mengendalikan pola tidur. Selain itu, kandungan magnesium dalam fermentasi susu ini pun memiliki efek menenangkan sehingga bisa memicu bayi untuk tidur.Itulah alasan kenapa yoghurt untuk bayi baik dan aman. Meski begitu, pemberian yoghurt ini harus disesuaikan dengan usia bayi. Sebelumnya pun harus didiskusikan dengan dokter agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.