Benarkah Manfaat Kacang Panjang Baik Untuk Janin?

Manfaat kacang panjang terbukti baik untuk kesehatan tubuh. Kacang panjang termasuk salah satu tumbuhan yang mudah ditemukan di Indonesia. Meski kerap dipandang sebelah mata, manfaat kacang panjang bagi kesehatan tidak bisa dianggap remeh.

Kacang panjang termasuk ke dalam jenis sayuran polong-polongan atau bisa disebut dengan legumes. Seperti namanya, tanaman yang memiliki nama latin Vigna unguiculata ssp. Sesquipedalis berbentuk memanjang, mulai dari 30-120 cm. Berbeda dengan buncis, kacang panjang memiliki kulit keriput yang menandakan mereka sudah siap dipanen.

Kacang panjang hanya dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan tinggi, sehingga belum banyak penelitian dari negara-negara Barat yang membahas mengenai manfaat kacang panjang. Namun, kandungan kacang panjang yang kaya nutrisi ini sudah diketahui secara luas dan terbukti memiliki efek positif bagi kesehatan.

  1. Menyehatkan mata

Manfaat kacang panjang yang satu ini berhubungan dengan kandungan vitamin A yang terdapat di dalamnya. Satu sajian kacang panjang dengan porsi 100 gram mengandung 865 IU atau sekitar 28 persen dari total kebutuhan vitamin A per hari bagi laki-laki dan 37 persen bagi wanita.

  1. Menyehatkan kulit

Kacang panjang mengandung vitamin C yang baik untuk kesehatan kulit, misalnya mengurangi risiko kulit kering dan berkeriput.  Manfaat kacang panjang ini juga didapat dari kandungan antioksidan yang terdapat dalam tanaman tersebut.

  1. Menurunkan risiko nyeri sendi

Hal ini masih berhubungan dengan kandungan kacang panjang berupa vitamin C. Hanya saja, kacang panjang memiliki 16,2 mg kandungan vitamin C per 100 gram sajiannya, sedangkan Anda membutuhkan sekitar 1.000 mg vitamin C untuk merasakan manfaatnya.

  1. Menangkal radikal bebas

Kacang panjang memiliki kandungan antioksidan dan vitamin C yang dapat menangkal radikal bebas. Radikal bebas diklaim sebagai salah satu penyebab penyakit-penyakit mematikan, seperti penyakit jantung, kanker, maupun artritis.

  1. Membuat tidur lebih nyenyak

Manfaat kacang panjang yang satu ini didapat dari kandungan magnesium yang mencapai 44 mg per 100 gram sajian. Magnesium merupakan zat yang terbukti dapat mengatasi masalah hiperaktif, kecemasan, dan susah tidur karena adanya gangguan fungsi pada otak.

  1. Menyehatkan janin

Kandungan folat (vitamin B9) yang didapat saat mengonsumsi kacang panjang berperan penting dalam kesehatan janin, terutama pada trimester awal kehamilan.  Folat terbukti dapat mencegah bayi lahir dengan cacat bawaan, seperti kelainan jantung dan spina bifida. Meski demikian, kandungan folat di dalam 100 gram kacang panjang sangat kecil, yakni 62 mikrogram, sementara ibu hamil butuh 400-800 mg folat per hari. Untuk melengkapi kekurangan ini, Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat dalam bentuk suplemen.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Kandungan kacang panjang terdiri dari serat, termasuk jenis serat larut dalam air. Serat larut bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat pada tubuh. Selain itu, makanan berserat pun mampu memberikan manfaat baik untuk kesehatan jantung, seperti menurunkan tekanan darah dan mengatasi peradangan.

  1. Mengontrol gula darah

Dikutip dari riset terbitan World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, kacang panjang berpotensi memiliki sifat antihiperglikemik atau mampu mengendalikan kadar gula darah berlebih. Jadi, ada potensi manfaat kacang panjang untuk diabetes. Hanya saja, penelitian ini baru diujicobakan pada tikus di laboratorium. Jadi, butuh penelitian lebih lanjut untuk mengetahui khasiat kacang panjang untuk penderita diabetes.

  1. Mengurangi nyeri haid

Menurut riset terbitan Journal of Caring Sciences, beberapa mineral, seperti kalsium dan magnesium berguna untuk mengurangi nyeri haid atau dismenore.  Sebab, mineral tersebut bersifat sebagai antiperadangan dan analgesik. Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya pada dismenore. Rupanya, kedua mineral ini bisa ditemukan pada kacang panjang. 

Itulah 9 manfaat kacang panjang yang bisa Anda rasakan jika mengonsumsinya secara rutin atau sesuai porsinya. Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk tumis atau olahan lainnya. Meski begitu, konsumsi secara tepat dan tidak berlebihan agar tidak merasakan efek samping yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *