Anak Pilek dan Batuk? Coba Gunakan Anakonidin Sirup

anakonidin sirup

Batuk dan pilek adalah kondisi yang sangat umum terjadi, apalagi pada anak-anak. Ketika melihat gejala batuk dan pilek pada anak, Anda tidak perlu cemas. Anda bisa memberikan anak obat untuk meredakan gejala batuk dan pilek seperti Anakonidin sirup

Anakonidin adalah salah satu obat batuk dan pilek yang tersedia untuk anak-anak di Indonesia. Obat ini hadir dalam bentuk sirup berukuran 60 ml per kemasan. Harganya cukup terjangkau dan bisa Anda beli secara bebas tanpa memerlukan resep dari dokter. 

Kapan perlu menggunakan Anakonidin sirup?

Waktu yang tepat untuk menggunakan obat Anakonidin adalah ketika anak mengalami gejala dari kondisi batuk dan pilek. Anak Anda mungkin tidak bisa mengenali gejala ini sendiri. Karena itu, sebagai orang tua, Anda harus bisa teliti memperhatikan perubahan gejala pada anak.

Tidak seperti orang dewasa, anak tidak bisa menggambarkan gejala mereka sendiri. Supaya Anda bisa mendeteksi ketika anak mengalami batuk atau pilek, berikut ini gejala yang perlu Anda waspadai:

  • Batuk dan bersin-bersin
  • Ada lendir di hidung, baik encer maupun kental
  • Peningkatan suhu tubuh atau demam
  • Sakit tenggorokan
  • Mata berair dan berkerak
  • Anak murung dan merasa lelah
  • Kehilangan nafsu makan

Itu adalah gejala-gejala yang paling umum. Ketika anak Anda mengalami gejala ini, maka Anda patut mencurigai adanya kondisi pilek atau batuk.

Setelah memastikan anak batuk atau pilek, Anda bisa memberikan mereka obat Anakonidin sirup sesuai dosis. Anda juga bisa memastikan mengenai kesesuaian konsumsi obat dengan apoteker ketika akan membeli obat tersebut.

Untuk penggunaan yang tepat, obat Anakonidin sebaiknya dipakai berdasarkan dosis sebagai berikut:

  • Untuk anak-anak usia 2-5 tahun, dosisnya 5 ml atau 1 sendok takar sebanyak 3 kali dalam sehari
  • Untuk anak-anak usia 6-12 tahun, dosisnya 10 ml atau 2 sendok takar sebanyak 3 kali dalam sehari

Jangan berikan obat ini pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Selain itu, jangan juga memberikannya apabila anak Anda sudah berusia 12 tahun ke atas.

Ikuti dosis dan anjuran pemakaian yang tepat supaya kondisi batuk dan pilek Anda bisa disembuhkan dengan maksimal.

Perhatian khusus saat menggunakan obat

Sebenarnya, Anakonidin bukanlah obat keras. Karena itu, bisa dipakai pada anak dan bisa didapatkan secara bebas tanpa resep dari dokter.

Akan tetapi, ketika menggunakannya, Anda tetap perlu memperhatikan beberapa hal. Ini penting agar tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan anak Anda.

Berikut ini hal-hal yang sebaiknya diperhatikan ketika menggunakan Anakonidin sirup:

  • Efek samping

Ada risiko efek samping yang mungkin dialami oleh anak setelah menggunakan obat ini. Efek samping ini cenderung ringan dan bisa membaik dalam beberapa waktu.

Risiko efek samping yang mungkin terjadi adalah mengantuk, sakit kepala, gangguan pencernaan, peningkatan detak jantung, jantung berdebar, mulut kering, sulit berkemih, dan insomnia. 

  • Penderita penyakit lain

Apabila anak Anda menderita penyakit lain, maka waspadai penggunaan obat ini. Bisa saja, obat untuk penyakit lain tidak cocok bila dikombinasikan dengan Anakonidin.

Secara khusus, perhatikan apabila anak menderita gangguan fungsi hati dan ginjal, kerusakan saraf mata, diabetes melitus, gangguan jantung, asma, dan hipoksia.

Berikan Anakonidin sirup pada anak sesuai dosis yang sudah ditetapkan. Pemakaian dalam jumlah besar dan jangka panjang tidak baik untuk organ hati dan ginjal anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *